Kategori
Gaya Hidup Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Lingkungan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Sosial Tanah Bumbu

Peduli Krisis Literasi di Masyarakat, Dispersip Tanbu Gandeng PELITA

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Guna membangun kesadaran pentingnya akan literasi, PELITA (Pejuang Literasi Tanah Bumbu) bekerjasama dengan Dinas Perpestakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurut Kepala Dispersip Tanbu, Yulia Rahmadhani melalui Sekretaris Dispersip, M Saleh, menyatakan lapak baca dari aksi nyata PELITA dinilai positif dapat menggugah mata masyarakat, dalam warisan melek ilmu melalui budaya membaca.

Tepat sasaran seperti slogan Dispersip yang hadir di tengah masyarakat, untuk mengembangkan potensi keragaman budaya serta mengasah kemampuan.

“PELITA menggelar Lapak Baca yang diadakan setiap Minggu. Kegiatan lapak baca kali ini, berlokasi di Pagatan Kecamatan Kusan Hilir (02/09) bertempat di lapangan 7 Februari depan kantor Kecamatan Kusan Hilir,” ujar Saleh pada Sabtu (02/09/2023) malam.

Adapun disampaikan, latar belakang digelarnya lapak baca ini berawal dari tujuan Duta Baca Tanah Bumbu dan PELITA (Pejuang Literasi Tanah Bumbu), yang memiliki kegelisahan terkait krisis literasi di ruang lingkup masyarakat Tanah Bumbu. Lapak baca ini digelar mulai pukul 15.30 s/d 18.00 WITA.

Adapun teknis membaca di lapak baca cukup dengan membaca langsung buku-buku tersedia di lapak baca tersebut. Selain membaca PELITA jua menyediakan gambar untuk diwarnai oleh anak-anak maupun pengunjung yang lain.

“Kehadiran lapak baca yang digagas oleh pejuang literasi Tanah Bumbu dan Duta Baca Tanah Bumbu ini, sedikit banyak membantu menggalakkan kegemaran membaca pada masyarakat” imbuhnya.

Dispersip berharap, jika komunitas-komunitas lain juga ikut termotivasi membuat kegiatan serupa, sehingga Dispersip juga dapat terbantu dalam mensosialisasikan kegemaran membaca masyarakat. (Anara)

Kategori
Bisnis Ekonomi Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pertanian Sosial Tanah Bumbu

Stok Beras Tanah Bumbu Aman, DKPP Handle Penanganan Inflasi

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Inflasi menjadi momok bagi masyarakat di dunia termasuk Indonesia , kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang terus menerus dalam jangka waktu tertentu dapat berakibat krisis pangan dan ekonomi.

Sementara itu, melihat stok pasokan beras di Kabupaten Tanbu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyatakan hingga bulan ini, stok tersebut aman terkendali.

“Untuk stok beras hingga saat ini masih aman. Terkahir pada 28 Agustus, dilakukan pengecekan lapangan ke pasar-pasar lokal masih terkendali menghadapi El Nino,” ungkap Kepala DKPP Tanbu H Hairuddin melalui Sekretaris Lamijan pada Jumat (01/9/2023).

Pihak DKPP menerangkan jika, upaya pencegahan inflasi yang dilakukan adalah, pendistribusian beras melalui gerakan pangan murah, bekerja sama dengan Bulog yaitu melalui beras SPHP.

“Dimana kebutuhan dan ketersediaan tidak mengalami kenaikan yang signifikan, adapun stok dan pasokan cukup terpenuhi dan lancar, meskipun harga mengalami kenaikan yang signifikan namun masih terpantau cukup stabil,” lanjutnya.

DKPP berharap masyarakat Tanbu, bisa memanfaatkan pekarangan rumah, agar ketahanan ekonomi keluarga bisa terjaga, seperti menanam sayur sayuran, umbi sehingga terjamin keamanan pangannya dari pestisida.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Staf Ahli Bipati, Bidang Kemasyarakatan dan SDM M Putu Wisnu Wardana, ditemani Kepala Bagian Ekonomi, baru-baru ini turut menyimak Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2023, secara zoom meet pada Kamis (31/8).

Hasil penemuan terbaru, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan, inflasi pada Juli 2023 tercatat 3,08 persen secara year on year, dan angka inflasi tersebut lebih baik dibandingkan sejumlah negara G20 lainnya, seperti India yang sebesar 7,44 persen, Inggris 6,8 persen, Italia 5,9, dan Uni Eropa 5,3.

Adapun informasi cadangan beras per 30 Agustus 2023 yang dilaporkan Bulog sebanyak 1,5 juta ton sehingga dengan adanya pengadaan lagi, diharapkan sampai akhir tahun relatif aman untuk pasokan. Pemerintah juga memberikan bantuan beras periode Maret sampai Juni untuk 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan sebesar 10 kg per KPM per bulannya.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) turut mengapresiasi tim pengendali inflasi pusat (TPIP) dan tim pengendali inflasi daerah (TPID) dan jajaran karena dianggap mampu mengendalikan inflasi di angka 3,8 persen pada bulan Juli 2023.

Nilai inflasi tersebut lebih rendah dari sejumlah negara seperti Argentina yang di angka 113 persen, Turki 47 persen, India 7,4 persen, Uni Eropa 5,3 persen, dan Amerika Serikat 3,2 persen. (Anara)

Kategori
Ekonomi Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Sosial Stunting Tanah Bumbu

Implementasikan Orang Tua Asuh Anak Stunting, Disdik Tanbu Launcing Pertama

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat dan generasi cerdas penerus bangsa, program penurunan stunting menjadi fokus Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Baru saja, Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu (Disdik Kab Tanbu), terlibat langsung Pemberian Makanan Tambahan (PMT) anak stunting.

Pemberian makanan bergizi merupakan upaya percepatan pengentasan stunting.

Kadis Pendidikan Kab Tanbu, Amiludin, diwakili oleh Sekretaris Disdik Ahmad Subari, melakukan pembinaan dan penyaluran bantuan PMT terhadap anak stunting, sebagai tindak lanjut dimulainya program cegah stunting orang tua asuh.

“Kita dapat program sebagai orang tua asuh anak terindikasi stunting dan misi selama 15 hari turun ke lapangan memberikan PMT,” ungkap Sekdindik Subari, di Desa Desa Gunung Besar Kecamatan Simpang Empat, Jumat (01/9/2023).

Ia berharap, melalui program ini dapat mengentaskan secara tuntas stunting, khususnya untuk Kabupaten Tanbu dan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Semoga memberikan keberkahan, khususnya anak-anak yang terindikasi stunting cepat sehat,“ ucapnya.

Disdik Tanbu, mengatakan kepedulian sosial termasuk menggarap pembinaan pencegahan stunting daerah ini, perlu tanggung jawab bersama dan tidak hanya oleh Dinas Kesehatan saja.

“Kita butuh integrasi dan dukungan stakehoder dari luar Pemerintah Daerah, dalam waktu singkat ini mudahan ada perubahan tumbuh kembang anak indikasi stunting,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, dr Rizky Mahendra selaku Kepala Puskesmas Darul Azhar Bersujud Kec. Simpang Empat, turut serta dalam menjalankan program, ia mengatakan launching pertama implementasi program orang tua asuh SKPD, dilakukan oleh Disdik.

“Untuk orang tua asuh keterlibatan lintas sektor memang diperlukan, menyertakan bantuan kader dan bidan desa. Saya sangat senang, Dinas Pendidikan launching pertama kali, ketika program dimulai progresnya cepat, sehingga kami juga secara langsung tanggap menanganinya,” kata dr Rizky.

Kepala Puskes Darul Azhar berharap, program orang tua asuh ini, dapat berhasil mengentaskan anak asuh stunting secara menyeluruh.

Menurut informasi, puskesmas memfasilitasi alat ukur dan timbangan, beserta kesiapan bidan desa, ahli gizi dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) untuk mendampingi.

Total terindikasi stunting ada 12 anak, dengan rician yaitu 9 anak dari Disdik, 1 anak dari Inspektorat, 2 anak dari PKM Darul Azhar.

Materi dilapangan diberikan terkait, contoh kepada orang tua asuh dalam memberikan makanan siap saji bergizi dan mengandung protein, yang dibutuhkan anak terindikasi stunting. (Anara)