NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Bupati Andi Rudi Latif resmi membuka kegiatan “Aksi Bejual Wadai” di kawasan depan Masjid Agung Al Falah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (23/2/2026) sore.
Kegiatan yang digelar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu (Disbudporpar) tersebut menghadirkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Aksi Bejual Wadai dijadwalkan berlangsung hingga 14 Maret 2026 dan menjadi pusat aktivitas pasar wadai selama bulan Ramadan.
Tradisi Ramadan Sarat Nilai Budaya
Aksi Bejual Wadai merupakan tradisi unik dan bersejarah yang tumbuh dari nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta semangat berbagi masyarakat Banua. Tradisi ini dikenal luas di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu, sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah yang terus dijaga keberlanjutannya.
Beragam makanan dan minuman khas Ramadan tersaji di setiap lapak UMKM yang ikut menyemarakkan kegiatan ini. Setiap wadai yang dijajakan bukan sekadar kuliner berbuka puasa, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Di antara makanan khas daerah yang dihadirkan antara lain wadai Lupis, Bingka, hingga Serabi. Kehadiran aneka kuliner tradisional tersebut mempertegas Aksi Bejual Wadai sebagai ruang perjumpaan antara budaya, ekonomi, dan spiritualitas dalam suasana penuh berkah Ramadan.
Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Pariwisata
Dalam sambutannya, Bupati Andi Rudi Latif menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya lokal serta pengembangan sektor pariwisata berbasis kearifan daerah.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM untuk menampilkan kreativitas produk-produk lokal”, ujarnya.
Perputaran ekonomi yang tercipta diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat struktur ekonomi kerakyatan.
Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi fondasi dalam menggerakkan sektor ekonomi berbasis potensi daerah.
Ia menambahkan, Aksi Bejual Wadai sejalan dengan visi BerAKSI menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab melalui penguatan sumber daya manusia serta tata kelola pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini juga mendukung misi penguatan UMKM berbasis industri unggulan serta pengembangan pariwisata berkelanjutan,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya Aksi Bejual Wadai Ramadan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap tradisi ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga simbol penguatan identitas budaya daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan. (ANN)
