Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi El Nino Indonesia Inflasi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Pertanian Tanah Bumbu

El Nino Landa Tanbu, DKPP Upayakan Pengairan Padi Sawah Kering

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dalam rangka penanggulangan dampak El Nino di derah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), melakukan gerakan pengairan sawah kekeringan milik petani.

Menurut keterangan, Kepala DKPP Tanbu Hairuddin bersama Sekretaris DKPP Tanbu Lamijan, mengatakan perlunya menyikapi bersama, menentukan langkah dan strategi terkait kondisi El Nino, demi mempertahankan ketahanan pangan agar tetap terjaga.

DKPP juga bekerjasama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar), telah melakukan upaya pengairan untuk menyelamatkan lahan pertanian yang terdampak El Nino. Ini merupakan langkah penyelamatan yang penting agar panen tetap dapat terjadi.

Tujuan dari upaya ini, untuk memfasilitasi lahan-lahan yang terdampak El Nino dan bisa dilakukan penyelamatan sehingga petani berhasil panen.

“Bagaimanapun kita tetap bertekad kuat untuk mensukseskan produksi gabah, mengupayakan strategi penghindaran gagal panen,” katanya, saat di Kantor Dinas KPP Tanbu Jln Dharma Praja Kec Batulicin, Rabu (06/9/2023).

Kadis KPP Tanbu Hairuddin melanjutkan, sebagian padi sawah milik petani terdampak El Nino diantaranya, yakni Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Batulicin, Kecamatan Kusan Hilir dan Kecamatan Kusan Tengah, yang sifatnya spot-spot sawah tersebut jauh dari sumber air dan terancam dampak kekeringan hingga gagal panen.

Sekretaris Dinas KPP Lamijan menambahkan, dalam resiko El Nino ini, petani yang mengalami kondisi bisa panen, dikarenakan mengawali musim tanam kedua pada Bulan April-September.

Dikhawatirkan petani bisa mengalami gagal panen, hingga kini DKPP berupaya mencegah dan pertahanan produksi pangan.

“Jika di lingkungan dekat persawahan terdapat air, kita lakukan penyedotan untuk pengairan ke sawah dengan memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada. Semoga kondisi El Nino tidak berkepanjangan dan segera turun hujan, agar dapat menyirami tanaman kita, khususnya padi sawah milik petani bisa berhasil panen,” ucapnya.

Dilanjutkannya, puncak El Nino terjadi pada Bulan September, kondisi seperti ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Tanah Bumbu saja, melainkan masyarakat Indonesia bahkan se-dunia.

“Informasi puncak El Nino terjadi pada September, semoga bisa tertangani dengan baik, apalagi bulan ini padi dalam fase memerlukan kebutuhan air untuk yang lokasinya rawan kering,“ pungkasnya.

Adapun DKPP Tanbu, telah berkolaborasi dengan bantuan Damkar setempat, sebagai upaya mengurangi resiko kegagalan panen melalui pengairan, berkonsentrasi pada lahan padi sawah yang jauh dari sumber air dengan menggunakan operasional mobil pemadam. (Anara)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi El Nino Indonesia Inflasi Informasi Kalimantan Selatan Lingkungan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Pertanian Tanah Bumbu

DKPP Tanbu, Maksimalkan Sarana dan Prasarana Pengairan Dukung Ketahanan Pangan

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) melakukan monitoring pelaksanaan panen padi di Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin.

Kepala DKPP Tanbu Hairuddin didampingi Sekretaris DKPP Tanbu Lamijan, menyampaikan saat ini beberapa spot di kecamatan Tanah Bumbu masih berhasil melakukan panen, meskipun beberapa lahan pertanian lainnya perlu dilakukan usaha pengairan akibat kekeringan.

Monitoring kegiatan dengan luas panen mencapai sekitar 5 hektar sawah ini dilakukan di tengah fenomena El Nino yang melanda di Tanah Bumbu. DKPP juga akan menyusuri spot lahan pertanian di wilayah lainnya secara bertahap.

Adapun El Nino, merupakan kemarau panjang dari segi suhu maupun lamanya yang menjadi tantangan serius. Meski demikian, DKPP Tanah Bumbu tetap berusaha keras untuk meminimalkan risiko gagal panen dan menjaga produksi pertanian tetap stabil.

“Namun ada beberapa daerah yang masih terkendala dan dikhawatirkan mengalami gagal panen. Hal ini mengingat daerah-daerah yang jauh dari sumber air memiliki risiko yang lebih tinggi,” ungkapnya, di Kantor DKPP Tanbu Rabu (06/9/2023).

Oleh sebab itu, untuk mengatasi situasi ini, DKPP Tanbu melalui para penyuluh di lapangan secara aktif memberikan penyuluhan kepada kelompok tani agar mereka dapat memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia, terutama dalam hal pengairan dan pompanisasi.

Semua upaya ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari potensi inflasi pangan. Meskipun begitu, DKPP Tanah Bumbu memberikan jaminan bahwa stok beras di wilayah ini masih dalam kondisi aman.

“Hari ini kita turun ke lapangan, untuk melakukan monitor pemanfaatan sarana prasarana air dan memantau lahan-lahan padi sawah petani yang mulai panen, sekarang berada pada musim panen ke dua,” pungkasnya.

DKPP akan terus berupaya untuk menjaga ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten Tanah Bumbu, sehingga masyarakat tetap dapat menikmati hasil panen yang cukup.

Adapun turut dalam kegiatan monitoring ini, Kepala Dinas DKPP Tanbu, Sekretaris DKPP, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabid Penyuluhan Sarana dan Prasarana, Pejabat Struktural maupun Pejabat Fungsional. (Anara)

Kategori
Bencana Alam Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kebakaran Kecelakaan Maut Lingkungan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Sosial Tanah Bumbu

Antisipasi Kabut Asap Akibat Karhutla, Pemkab Tanbu Gelar Apel Siaga Bencana

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pamkab Tanbu), menginginkan komitmen, dalam mengantisipasi dan mengatasi potensi bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Statement tersebut diperkuat dengan digelarnya, Apel Siaga Bencana yang digelar BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tanbu, bertempat di halaman Kantor Bupati Gunung Tinggi Jln Dharma Praja, Selasa (08/08/2023) sore.

Turut berhadir dalam kegiatan apel, Kepala Pelaksana BPBD Tanbu Sulhadi beserta jajaran, perwakilan Forkopimda, pimpinan SKPD, organisasi kemasyarakatan, serta tamu undangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Tanbu, H Ambo Sakka bertindak sebagai Pembina Apel.

Sekda Ambo Sakka, mengingatkan kepada peserta apel untuk senantiasa menjaga kewaspadaan, terutama dalam menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan.

Instruksi ini sendiri telah diberikan oleh Pemerintah Pusat RI melalui Presiden Jokowi serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Diungkapkan Sekda, setiap daerah dan desa diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, dalam menghadapi serta mencegah terjadinya Karhutla.

Dalam kesempatannya, Sekda Ambo Sakka menekankan tiga hal pokok yang menjadi fokus dalam upaya menghadapi bencana ini.

Poin pertama terang Sekda, pentingnya sinergitas di antara berbagai unsur masyarakat. Dalam mengatasi bencana seperti Karhutla.

“Bangun kerjasama dari semua pihak, termasuk TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, dan warga masyarakat, sangatlah penting,” katanya.

Ia mengajak semua unsur tersebut, untuk terlibat aktif dalam membangun sinergitas guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Selanjutnya, Sekda menyoroti pentingnya deteksi dini dalam menghadapi bencana kebakaran.

Menurutnya, Karhutla merupakan bencana yang bisa dihindari, berbeda dengan bencana banjir atau bencana alam lainnya.

“Dalam beberapa tahun terakhir, upaya untuk mengurangi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah berhasil diminimalisir. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap zona-zona rawan kebakaran hutan dan lahan menjadi hal yang krusial,” tegas Sekda.

Kemudian poin terakhir yang ditekankan adalah kesiapsiagaan.

Ambo Sakka mengungkapkan bahwa pada hari ini, Pemerintah Daerah bersama dengan Forkopimda serta berbagai komponen masyarakat seperti Pemuda Pancasila, Pramuka, dan pelajar, telah membuktikan kesiapannya dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan.

Meskipun peralatan yang dimiliki sederhana, Sekda mendorong agar semua pihak dapat memanfaatkannya sebaik-baiknya untuk mencegah terjadinya Karhutla di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Oleh sebab itu, sebagai Kepala BPBD Ex Efficio Tanah Bumbu, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya pencegahan bencana karhutla di Bumi Bersujud,” tutup Sekda Ambo Sakka dalam akhir sambutannya. (Aaron)

Kategori
Bencana Alam Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kebakaran Lingkungan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Tanah Bumbu

Antisipasi Karhutla, Sei Loban Apel Siaga Bencana

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Sebagai mengantisipasi kejadian kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan bencana kabut asap, Pemerintah Kecamatan Sungai Loban (Kec Sei Loban), melangsungkan gerakan apel siaga bencana.

Apel gabungan gerakan antisipasi bencana, telah berlangsung di halaman Kantor Kec Sei Loban Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), Selasa (8/08/2023).

Bertindak sebagai inspektur upacara Camat Sei Loban Agus Salim, didampingi TNI Danramil Sungai Loban Kapten Inf Sahlan Nurdinyanto dan Polri Waka Polsek Sei Loban, Ipda Anas Mutaqim.

Dalam sambutannya Bupati Tanbu HM. Zairullah Azhar diwakili oleh Camat Agus Salim mengatakan, berdasarkan perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Atatistik Banjarbaru, untuk wilayah Kab Tanbu akan memasuki puncak musim kemarau.

Dilanjutkannya, sehingga hal tersebut diperkirakan bisa menimbulkan adanya potensi kejadian kebakaran hutan dan lahan, serta berpeluang terjadinya bencana asap di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya Kab Tanbu.

“Untuk itu, pelaksanaan apel siaga kebakaran hutan dan lahan bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, seluruh unsur pelaksana penanggulangan bencana yang dimiliki, baik personil maupun sarana dan prasarana, terhadap penanganan bencana di Kabupaten Tanah Bumbu,” sebutnya.

Bupati Tanbu berharap agar seluruh pemangku kepentingan, dapat saling berkoordinasi dan berkolaborasi.

Kesolidan Pemkab Tanbu diperlukan dalam rangka, melakukan langkah awal yakni pemetaan terhadap daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di tingkat kecamatan, desa atau kelurahan.

“Kemudian, hendaknya dapat memberikan informasi penting agar bencana kabut asap ini dapat segera diantisipasi,” ujarnya.

Dilanjutkannya kembali, dalam kerangka membangun kesiapsiagaan, pengetahuan menjadi sentral dalam mengetahui dan memahami konteks penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, salah satunya dengan melakukan sosialisasi dan menyebarluaskan informasi secara terarah dan terukur.

“Khususnya mengenai langkah-langkah yang sepatutnya, dilakukan masyarakat dalam menyikapi situasi bencana, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Seluruh jajaran Pemkab Tanbu, serta TNI dan Polri, maupun instansi Pemerintahan terkait serta dunia usaha dan masyarakat, agar dapat saling membantu dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan secara lebih cepat.

“Tak lupa juga mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan posko siaga darurat jika terjadi bencana,” pesannya.

Camat meneruskan, dengan melakukan pemantauan dan evaluasi pada beberapa titik rawan kebakaran hutan dan lahan, serta memperhatikan apakah sarana prasarana penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat berfungsi secara optimal, jika ada infrastruktur yang mengalami kerusakan, dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti segera.

“Kegiatan apel siaga kebakaran hutan dan lahan, dapat segera disosialisasikan kepada seluruh elemen masyarakat,” pungkas Bupati Zairullah.

“Terutama tentang pentingnya upaya penanggulangan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, secara dini dan menyebarluaskan informasi potensi kebakaran hutan dan lahan dengan baik dan tepat,” lanjutnya kemudian.

Apel siaga bencana dihadiri Polsek Sungai Loban, Koramil, Damkar Sungai loban, PGRI Sungai Loban, Anggota Pramuka, PT. BIB, KKPA, PT. Sanggar Sarana Baja (SSB), Kepala Desa se-Kecamatan Sei Loban dan undangan lainnya. (Ana)

Kategori
Bencana Alam Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Sosial Tanah Bumbu

Korban Pohon Tumbang Desa Batulicin Irigasuli Terima Bantuan Dinsos Setempat

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dalam kepedulian terhadap bencana yang melanda, Dinas Sosial (Dinsos) memberikan bantuan sosial (Bansos), kepada Nur Kholis warga Desa Batulicin Irigasi Kecamatan Karang Bintang yang rumahnya tertimpa pohon tumbang.

Bansos tersebut diserahkan Kepala Dinsos Basuni diwakili Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Supian didampingi Penyuluh Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan anggota Tagana, Selasa (21/2/2023).

Penyerahan bantuan berupa sembako dan perlengkapan rumah tangga tersebut disaksikan Kepala Desa Batulicin Irigasi Supriyadi, Kepala Dusun Erwanto, dan aparat desa lainnya.

Tujuan diserahkannya bansos ini untuk meringankan beban dan membantu warga yang tertimpa musibah, serta sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga yang menjadi korban pohon tumbang,” ujar Supian. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Regional Tanah Bumbu Wisata

Pantai Favorit Masyarakat Tanbu Rindu Alam, Fasilitas Obyek Wisata Rusak di Terjang Ganas Gelombang Pasang

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Sejumlah fasilitas penunjang obyek wisata Pantai Rindu Alam di Desa Bettung Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu, mengalami kerusakan parah akibat diterjang ganasnya gelombang pasang.

Pantauan dilapangan, selain merusak sejumlah fasilitas penunjang, gelombang pasang juga mengakibatkan jalan dan lahan parkir menjadi becek hingga sulit untuk dilintasi kendaraan.

Meski sejumlah fasilitas penunjang mengalami kerusakan, Pantai Rindu Alam masih ramai dipadati wisatawan, terlebih pada akhir pekan dan hari libur nasional.

Kepala Desa (Kades) Desa Bettung, Masruddin membenarkan terkait rusaknya sejumlah fasilitas penunjang di Pantai Rindu Alam.

“Jalan pendestrian, bronjong pemecah ombak dan penahan pasir pantai, serta meja kursi di bibir pantai rusak parah,” katanya saat berada di Pantai Rindu Alam Desa Bettung, Sabtu (14/1/2023).

Dibeberkannya, kerusakan sejumlah fasilitas penunjang di Pantai Rindu Alam ini akibat diterjang gelombang pasang pada akhir tahun 2022 lalu.

“Selain dihantam gelombang, air laut yang naik, hingga ke jalan mendorong lagi sejumlah fasilitas ke arah laut hingga mengalami rusak parah,” lanjut Masruddin.

Ia menuai harapan, Pemerintah Daerah setempat melalui Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata, segera menindaklanjuti dengan melakukan perbaikan fasilitas yang rusak parah.

“Sudah kami laporkan, bahkan sudah ditinjau langsung oleh dinas terkait perihal kerusakan,” pungkasnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pertanian Regional Sosial Tanah Bumbu

Tangani Inflasi Daerah, DKPP Tanbu Inisiasi Masyarakat Tanam Cabai Polybag hingga Tanam Jenis Hortikultura

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Kebutuhan cabai tak urung, membuat ibu rumah tangga berteriak, sebab harga cabai tak kunjung juga bersahabat.

Sempat digemborkan sebagai komuditas penyumbang dengan angka tinggi dalam Inflasi di Indonesia, cabai menggigit kantong masyarakat.

Menanggapi perkara ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu (DKPP Kab Tanbu), berupaya lakukan pengendalian inflasi di daerah.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Menteri Tito Karnavian mengatakan, sesuai pantauan hingga 6 Januari 2023, komoditas yang menyumbangkan kenaikan harga di Indonesia, diantaranya cabai rawit yang mengalami kenaikan di 81 kabupaten/kota, namun juga terjadi penurunan di 42 kabupaten/kota.

Berdasarkan data tidak hanya lonjakan harga cabai yang bikin kesal, namun juga kebutuhan pokok seperti beras turut menyumbang inflasi, pada angka 72 kabupaten/kota menyumbang kenaikan harga beras, sekaligus terjadi penurunan di 90 kabupaten/kota.

Melihat tingginya inflasi cabai, Pemerintah Indonesia menghimbau seluruh kabupaten/kota, bersiaga melakukan program pengendalian, seperti ajakan gerakan serentak menanam cabai.

“Kita sudah melakukan upaya untuk membagikan bibit cabai, melalui 9 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Kemudian, BPP kita fasilitasi benih cabai dan polybag, selanjutnya petugas di BPP menyemai dan bisa membagikan ke masyarakat disekitar BPP. Sejak November 2022 program tersebut telah dilaksanakan, bibit yg dibagikan di polybag untuk membatu masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan,” ujar Kepala DKPP Tanbu, H Hairuddin diwakili oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Robby Candra, Rabu (11/1/2023).

Pada tahun 2023, rencananya Kab Tanbu akan mendapat program menanam cabai, melalui dana APBN sekitar 20 hektar dan dari APBD dari provinsi yaitu 20 hektar.

“Program cabai tersebut diserahkan langsung kepada kelompok tani, melalui pengawasan dari DKPP, sedangkan bibit bantuan dari pusat belum datang,” imbuhnya.

“Info dari ketahanan pangan stok aman, mulai ada kenaikan harga tetapi untuk rata-rata sampe hari ini, masih sekitar Rp 65 ribuan, untuk Cabai Rawit Mutiara orange dan untuk Cabai Keriting di harga Rp 40-45 ribuan,” terang Robby.

DKPP Tanbu berharap, masyarakat bisa memanfaatkan lahan pekarangannya untuk ditanami tanaman jenis hortikultura, khususnya cabai walaupun dalam pot atau polybag, karena keterbatasan lahan (diperkotaan), minimal bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat.

“Untuk para petani, kami harapkan terus mengembangkan tanaman hortikultura,” harap Robby.

Menanggapi hal ini, Lamijan selaku Sekretaris DKPP Kab Tanbu, membenarkan adanya informasi Inflasi pada komoditas cabai.

“Iya memang cabai termasuk penyumbang inflasi, maka nya kita juga ada gerakan tanam terhadap komoditas penyumbang inflasi, selain cabai kita juga ada gerakan tanam pangan hortikultura, supaya paling tidak pemenuhan kebutuhan keluarga terpenuhi, sehingga bisa menekan pengeluaran keluarga. Melalui perpanjangan tangan dari Kepala Bidang DKPP juga bergerak, untuk itu pada seluruh kecamatan melalui kepala BPP dan petugas lapangan diharuskan kompak,” pungkas, Lamijan. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Peternakan Regional Sosial Tanah Bumbu

Cabai Sumbang Angka Tinggi Inflasi Indonesia, Mencapai 5,51 Persen, Kementerian Pusat Gerakkan Menanam Cabai Kabupaten/Kota

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan, inflasi dari tahun 2021 ke tahun 2022, yang telah mencapai angka 5,51 persen per Desember 2022, di mana tercatat terjadi kenaikan sebanyak 0,66 persen dari bulan November 2022.

Perkembangan inflasi di Indonesia usai perayaan Natal dan Tahun Baru 2023, mengalami peningkatan pada komuditas cabai.

“Oleh sebab itu, ia menyampaikan beberapa upaya pengendalian yang dapat dilakukan, oleh pemerintah kabupaten/kota salah satunya yakni menciptakan kemandirian pangan,” ucapnya pada Senin (9/1/2023) saat rakor pengendalian inflasi di pusat.

Selain itu juga gagasan untuk mengurangi kegiatan impor bahan pangan dengan menciptakan barang substitusinya, seperti halnya dengan menggencarkan gerakan menanam cabai bersama.

Dalam rangka mendukung upaya pengendalian inflasi yang dilakukan dengan gerakan menanam, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengatakan di tahun 2022, telah menyumbangkan benih cabai di seluruh Indonesia sebanyak 10 juta.

Kemudian di tahun 2023, ia memprogramkan akan ada bantuan bibit cabai, sebanyak 34 juta untuk disebarkan di seluruh Indonesia dengan total pembagian setiap provinsi mendapatkan 1 juta benih cabai.

“Dengan adanya stok bahan pangan di wilayahnya masing-masing, dapat mengurangi kegiatan impor sehingga inflasi di daerah tersebut dapat teratasi, yang mana nantinya juga akan berpengaruh pada upaya penurunan inflasi di Indonesia,” harapnya.

“Pengendalian inflasi lainnya dapat dilakukan dengan memperkuat pengelolaan stok terutama pada komoditas volatile foods dan menjaga ketersediaan komoditas pangan, yang dihasilkan dari luar daerah melalui bekerjasama pengadaan pasokan antar provinsi,” pungkasnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Tanah Bumbu Wisata

Konstruksi Jalan Pendestrian Pantai Sei Loban Indah Porak Poranda Akibat Terjangan Gelombang

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Konstruksi jalan pendestrian pantai Sungai Loban (Sei Loban) Indah, di Desa Sungai Loban Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu, porak-poranda terkena terjangan gelombang.

Dari pantauan dilapangan, konstruksi jalan pendestrian pantai Sei Loban Indah di Desa Sungai Loban, hanya menyisakan beberapa meter yang masih dalam kondisi bagus.

Sisanya, hanya terlihat sisa-sisa material beton dan batu gunung, yang berserakan merusak keindahan pantai.

Sebagian paving blok juga terlihat masih berserakan di pantai dan sebagian disusun tidak jauh, dari konstruksi jalan pendestrian yang porak-poranda.

Pantai indah ini, menemui nasib rusak akibat terjangan kuat gelombang, padahal pembangunan jalan pendestrian tersebut baru selesai dibangun pada bulan Oktober Tahun 2022 atau baru berusia dua bulan sebelum naas ambruk.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Tanahbumbu, Ary mengakui terkait rusak parahnya jalan pendestrian pantai Sei Loban Indah di Desa Sungai Loban.

“Akhir bulan Desember Tahun 2022 dihantam gelombang sehingga mengalami rusak parah,” bebernya di ruang kerjanya, Senin (9/1/2022).

“Masih masa pemeliharaan pihak kontraktor, tapi ini akibat bencana dan lagi diajukan untuk ditetapkan kerusakan akibat faktor bencana alam,” terang dia.

Pembangunan jalan pendestrian pantai Sei Loban Indah, dibiayai dengan pagu Rp 200 juta dari APBD Pemkab Tanah Bumbu Tahun Anggaran 2022.

“Konstruksi paving blok dengan pengunci pasangan batu gunung sepanjang 160 meter dan lebar 2 meter,” pungkanya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Perayaan Tahunan Pertanian Sosial Tanah Bumbu

Harga Cabai Melonjak Di Pasaran Pasca Nataru

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Di balik isu tentang krisis pangan nasional tahun 2023, kini harga sayuran dan cabai relatif turun naik. Harga cabai di pasar tradisional Kecamatan Simpang Empat, alami lonjakan harga pasca perayaan hari besar Natal dan Tahun Baru Masehi 2023, Jumat (6/1/2023).

Kebutuhan pangan masyarakat ini, ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2).

“Kami baru saja lakukan sidak dua hari yang lalu, untuk bahan baku atau kebutuhan pangan, stok di daerah masih aman dan stabil kembali, hanya saja seperti sayur mayur, cabai dan bawang harganya sering relatif turun naik di pasaran,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu, Deny Hariyanto melalui Kabid Perdagangan dan Metrologi, H Hery, Kamis (5/1) siang.

Melonjaknya harga cabai dikarenakan stok yang kurang, para petani di luar daerah alami gagal panen cabai hingga lahannya di kabarkan kebanjiran.

“Sekarang harga cabai alami kenaikan, cabai (Tiung) di harga jual di pasar Rp. 60/65 ribu per kilogram, cabai (Mutiara) di harga jual Rp. 80/85 ribu per kilogram, cabai (Keriting) di harga jual Rp. 50/55 per kilogram, cabai merah di harga jual Rp. 50 per kilogramnya,” beber Isman, selaku pedagang cabai di Pasar Subuh Pal. 2 Kecamatan Simpang Empat, Jumat (6/1). (narasinusantara.com/Aaron)