Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pertanian Regional Sosial Tanah Bumbu

Isu Krisis Pangan 2023, DKPP Tanbu Antisipasi Terjadinya Kelangkaan Stok Beras Di Daerah

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Kabupeten Tanah Bumbu (DKPP Kab Tanbu), mengantisipasi terjadinya krisis pangan tahun 2023.

Beredar isu sejak pertengahan tahun 2022, Indonesia akan mengalami krisis pangan pada tahun 2023, tak terkecuali Kab. Tanbu Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut informasi sosial media, Presiden Jokowi telah memberikan perintah khusus kepada Menteri BUMN, Erick Thohir, untuk mengantisipasi dampak resesi yang ada, terutamanya di kalangan masyarakat kecil. Salah satu fokus kebijakan pemerintah pusat adalah melindungi petani yang terancam gagal panen di tahun 2022-2023, bisa tetap terserap maksimal oleh pasar.

Antisipasi krisis pangan tahun 2023 karena kondisi pasokan global masih belum stabil. Hasil Rapat Kabinet yang digelar Selasa (6/12) tahun lalu, menghasilkan sejumlah rumusan kebijakan penting untuk mengantisipasi resesi ekonomi.

Hal senada dilakukan oleh Kementerian PUPR sebagai kesiapsiagaan dalam menghadapi ketahanan pangan di tahun 2023. Menteri PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air turut menghimbau kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis Kementerian PUPR di daerah, agar mulai saat ini dapat memanfaatkan lahan-lahan yang berada di sekitar Infrastruktur SDA.
Infrastruktur yang dimaksud seperti bangunan kanal, tanggul, embung, dan bendungan.

Kepala DKPP Pemkab Tanah Bumbu, H Hairuddin memberikan informasi bahwa Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Tanbu, mengupayakan untuk pengamanan stok beras di daerah, peningkatan produksi padi di daerah, penanaman varietas unggul dan juga penangkaran padi Inpari IR Nutri Zinc.

“Kami meminta kepada para pelaku usaha tani, dapat memaksimalkan pemanfaatan lahan pertaniannya,” ucapnya dalam kesempatan panen baru-baru ini.

Target tanam padi Pemkab Tanbu pada tahun 2022-2023 adalah, musim tanam Oktober-Maret seluas 11.715 hektar. Musim tanam April-September seluas 5.895 hektar. Total target luas tanam Kab.Tanbu seluas 17.610 hektar.

“Kepada Koordinator BPP, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), POPT, dan Mantri Tani, agar terus bisa mendampingi para petani secara maksimal, mari kita terus tingkatkan membangun pertanian di Bumi Bersujud ini, agar terus bertambah maju lagi. Semoga usaha tani yang dilakukan sukses selalu, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tanah Bumbu,” katanya.

Melalui Sekretaris DKPP Kab Tanbu, Lamijan menyampaikan, DKPP Kab.Tanbu terus menggelar usaha untuk tidak menjadikan isu tersebut menjadi kenyataan.

“Tentunya melalui gerakan tanam dengan berbagai komoditas, baik tanaman pangan ataupun hortikultura. Kami juga lakukan rakor, baik digelar secara sistem internal ataupun eksternal. Usaha melalui penangkaran padi varietas unggulan juga bagian menangkap isu itu, namun sebagai manusia yang lemah kita maksimalkan ikhtiar kita dan terus berdoa. Semoga ketersediaan pangan tetap terjaga,” tutur Lamijan, pada Selasa (3/1/2023). (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Regional Sosial Tanah Bumbu

Korban Musibah Kebakaran dan Angin Puting Beliung di Satui Terima Bantuan Pemkab Tanbu

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran dan angin puting beliung yang merupakan warga di Kecamatan Satui, Senin (2/1/2023).

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Sosial Tanah Bumbu, Basuni menyampaikan pada (31/12/2022) telah terjadi kebakaran di Desa persiapan Barakat Mufakat.

“Sebanyak delapan rumah warga terbakar, dan dua rumah terdampak kebakaran,” bebernya.

Selain musibah kebakaran, juga terjadi musibah angin puting beliung yang merusak rumah warga Desa Pandamaran Jaya Kecamatan Satui atas nama Ahmad.

“Dalam rangka meringankan beban warga tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Sosial yang diantarkan anggota Tagana di dampingi pihak Kecamatan Satui menyalurkan bantuan berupa kasur merah, tenda gulung merah, family kits, food ware, peralatan dapur keluarga dan matras merah dari Kementerian Sosial,” paparnya.

Bantuan lain turut diserahkan yang bersumber dari APBD Pemkab Tanbu yaitu berupa paketan sandang dan pangan berupa beras (bantuan dari Dinas Pertanian Tanbu) seperti ikan sarden, mie instan, gula pasir, dan minyak goreng. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Regional Sosial Tanah Bumbu

Sejumlah 522 KK Terdampak Air Rob, Dinsos Tanbu Bangun Dapur Umum

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu (Dinsos Tanbu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membangun dapur umum, di Halaman Kantor Desa Al-Kautsar Kecamatan Satui, Senin (26/12/2022).

Kepala Dinsos Tanbu Basuni, keberadaan dapur umum tersebut untuk menyiapkan makanan siap saji bagi warga terdampak air Rob (air laut pasang) di Kec. Satui.

“Petugas Dinsos sudah mulai melakukan kegiatan pagi dengan masak buat warga di pengungsian dampak air Rob,” kata Basuni.

Adapun personel yang ditugaskan di dapur umum, sebanyak 13 orang. Sedangkan untuk logistik di dapur umum juga sudah dipenuhi.

“Air ROB melanda beberapa daerah di Kecamatan Satui, khususnya di wilayah pesisir pantai pada 25 Desember 2022, sehingga mengakibatkan terendamnya daerah pemukiman yang berdekatan dengan pesisir pantai,” informasi yang diterima Camat setempat, ungkap Basuni.

Untuk data sementara yang terdampak dan mengungsi karena air Rob, yaitu Desa Satui Barat RT 5 dan RT 6 sebanyak 191 KK dengan 758 jiwa, sedangkan warga yang mengungsi di Kantor Desa Satui Barat Baru sebanyak 82 KK dengan 274 jiwa.

Desa Setarap RT 2, 3, dan 4 terdampak ROB sebanyak 283 KK dengan 951 jiwa, sedangkan yang mengungsi di Gedung Serba Guna Kantor Desa Al-Kautsar sebanyak 65 KK dengan 228 jiwa.

Kemudian, Desa Sungai Cuka RT 3 terdampak ROB sebanyak 48 KK dengan 104 jiwa, dan mengungsi ketempat keluarga terdekat masing-masing. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Regional Sosial Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Surung Bantuan Ke Warga Terdampak Air ROB

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Warga Tanah Bumbu terdampak Air Rob (air pasang) di Kecamatan Satui (Kec. Satui) dan Sungai Loban (Sei Loban), Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), menerima bantuan paket sembako dan kebutuhan urgen lainnya dari pemerintah daerah.

Camat Sei. Loban Agus Salim, mengatakan ada sebanyak 52 Kepala Keluarga (KK) di RT 6 Muara Sebamban, Desa Sebamban Lama, Kecamatan Sei. Loban terdampak Rob atau air pasang surut.

“Dalam rangka meringankan beban mereka, diberikan bantuan paket sembako oleh Kepala Desa Sebamban Lama dan perangkatnya pada Minggu kemarin,” ucap Camat Agus, Senin (26/12/2022).

Ia berharap, bantuan sembako tersebut dapat meringankan beban warga terdampak Rob, yang terpaksa tidak bisa beraktifitas seperti biasanya.

Sementara Itu, Camat Satui Kadri Mandar mengatakan Pemerintah Kecamatan Satui, telah melakukan berbagai upaya untuk membantu warga terdampak Rob di Kecamatan Satui.

“Beberapa upaya yang dilakukan yaitu menyuplai air bersih, yg merupakan kebutuhan urgent, menyiapkan angkutan untuk mengevakuasi warga di tempat yg lebih aman untuk warga desa setarap yang diungsikan di Aula Kantor Desa Al-Kautsar,” katanya.

Sedangkan untuk warga Desa Satui Barat, rencananya diungsikan di Kantor Desa Satui Barat yang baru dibangun. Sementara warga Sungai Cuka, masih mengungsi ke rumah keluarga mereka yang tempatnya lebih aman.

“Saat ini, pihak kecamatan juga mendirikan dapur umum untuk menyediakan makan minum warga, sambil menunggu dapur umum yang disiapkan oleh Dinas Sosial Tanah Bumbu,” ungkap Camat Satui.

Adapun data sementara warga terdampak Air Rob di Kecamatan Satui yakni Desa Satui Barat RT 5 dan RT 6. Jumlah KK 191 dengan 758 jiwa, Desa Sungai Cuka RT 3 dengan 48 kk dan 104 jiwa, dan Desa Setarap RT 1 sampai RT 4 dengan 283 kk 951 jiwa.

Selain itu, Ia juga memerintahkan SKPD terkait, untuk cepat tanggap membantu masyarakat terdampak cuaca ekstrem tersebut.

Bupati Tanbu HM Zairullah Azhar melalui Staf Ahli Bupati Andi Aminuddin, saat memimpin Upacara Senin di Kantor Bupati menghimbau warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi banjir, lonsor, angin puting beliung, maupun air pasang (ROB). (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Sosial Tanah Bumbu

Jelang Perayaan Nataru Warga Kota Pagatan Justru Tertimpa Banjir Rob Hingga Alami Kerugian

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Prihatin, menjelang perayaan malam Natal 2022 dan pergantian Tahun Baru 2023, warga di beberapa kawasan Tanah Bumbu justru alami musibah banjir Rob.

Banjir melanda kawasan Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Batulicin, Kecamatan Kusan Hilir dan Kecamatan Sungai Loban.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), terus memantau kondisi banjir Rob.

Menurut laporan pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana (PUSDALOPS-PB) BPBD Kab. Tanbu pada tahun 2022, menyatakan fakta dan adanya kerugian, akibat terjadinya banjir Rob di beberapa desa kawasan Tanah Bumbu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Tanbu, H Sulhadi membeberkan,
pada Sabtu, (24/12/2022), gelombang tinggi kurang lebih 3 meter menerpa Kota Pagatan.

Menurut pemantauan pada malam hari, Jum’at (23/12) pukul 19.00 Wita hingga 20.35 Wita arus ombak masih cukup deras.

Upaya yang tengah dilakukan BPBD yaitu pemantauan di pesisir pantai serta di pemukiman penduduk dan verifikasi data, membantu warga menggangkat perabotan rumah ke temat yang lebih aman, berkordinasi dengan pihak kecamatan dan desa, serta siaga apabila terjadi gelombang pasang susulan.

“Kendala dilapangan pada pukul 23.00 Wita, Jum’at malam, ketinggian gelombang sudah ada penurunan dan sudah mulai surut,” ungkapnya.

Cuaca ekstrem dan banjir Rob ini, masuk ke pemukiman warga sekitar pesisir, tidak hanya kediaman warga terendam banjir namun juga tempat usaha milik warga juga turut kebanjiran. Disamping itu, kondisi makam tua deket Kubah Pagatan Desa Mattone pun ikut roboh.

Atas dasar kejadian bencana ini, warga pun mengalami sejumlah kerugian, baik fisik maupun material.

BPBD Tanbu menyampaikan, tidak ada korban jiwa ataupun warga yang terluka parah atas kejadian ini. Pemantauan dilakukan petugas dilokasi yakni oleh petugas BPBD dibantu DLH, TNI dan Polri, Damkar, Tagana, pihak Kecamatan Kusan Hilir, relawan serta masyarakat. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Ekonomi Kalimantan Selatan Sosial Tanah Bumbu

Masyarakat Heboh, Gelombang Besar Hantam Makam Tua di Kota Pagatan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Banjir Rob porak porandakan makam tua di Kota Pagatan, Sabtu (24/12/2022).

Akibat cuaca ekstrem dan gelombang pasang (Rob) menerjang 3 Kecamatan terdampak cukup parah di Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), hal ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Tanbu, H Sulhadi.

“Data yang dihimpun BPBD Tanah Bumbu ada 3 kecamatan alami kerusakan ekstrem dan banjir yaitu pada Kecamatan Kusan Hilir, Kecamatan Sungai Loban dan Kecamatan Batulicin,” paparnya.

Kecamatan Kusan Hilir, masyarakat tengah digegerkan dengan area pemakaman di Kota Pagatan yang juga terimbas terjangan gelombang Rob sampai alami kerusakan parah.

Pasalnya Kota Pagatan merupakan kota tua yang terletak di pesisir pantai, menurut data Kab Tanbu memiliki penduduk padat di Kota Pagatan dengan mata pencaharian warga yaitu melaut (pergi ke laut mencari ikan), disamping terlihat rumah-rumah yang berjejeran di area pesisir pantai Pagatan.

Meski tidak memakan korban jiwa, akibat yang ditimbulkan dari Rob ini cukup fatal dan warga ditimpa kerugian.

Menurut informasi, makam tua Pagatan yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari Kubah Pagatan di Desa Mattone alami kerusakan.

Keluarga dari pemilik makam, nekad meamankan mayat angota keluarganya masing-masing, karena makam tersebut diterpa banjir Rob, hingga tidak layak ditempati lagi. Beberapa makam harus terpaksa dibongkar karena hanyut dihantam air laut dan gelombang. Bahkan kain kafan dan peti mati alami kondisi berantakan.

Pembongkaran mayat pun sempat dilakukan, hingga saat ini warga meminta solusi tepat kepada pemangku desa maupun camat setempat.

Sementara itu, keterangan datang dari Trisna selaku warga Tanah Bumbu menyampaikan, informasi banjir Rob ini tengah menyebar luas di masyarakat dengan cepat, banyak yang terdampak yaitu salah satunya informasi terdampaknya kuburan yang berada di dekat Kubah Pagatan.

“Ada yang mayatnya masih utuh, ada yang menurut informasi mayat bayi juga diangkat. Tak hanya itu, Wisata Siring Pagatan terdampak, akibat gelombang besar dan menyebabkan air laut pasang, hingga naik ke permukaan jalan,” terangnya pada Sabtu (24/12) pukul 18.56 Wita.

Gelombang Rob menurut warga setempat, menerjang sejak kurang lebih pukul 20.20 Wita. Hotel Putri Duyung Kota Pagatan Kab Tanbu yang dulunya sempat dijadikan tempat perawatan bagi pasien Covid-19, terletak di pesisir pantai Pagatan alami kerugian banjir, tembok pagar pembatas (pantai dan hotel), di area belakang dekat pendoponya, diterjang gelombang air laut hingga roboh.

Pemantauan hingga kini dilakukan petugas. Camat Kusan Hilir Suparman turut memantau situasi yang ada, termasuk keadaan darurat saat pembongkaran makam warga akibat terjangan gelombang pasang air laut di Desa Kampung Baru Kecamatan Kusan Hilir tersebut terjadi.

“Terdapat kurang lebih ada 16 jenazah yang ditemukan. 1 jenazah masih terlihat utuh, sedangkan 15 jenazah lainnya hanya tersisa tulang belulang. Semua jenazah yang ditemukan ini akan dimakamkan di pekuburan muslimin Desa Pagaruyung,” terangnya.

Banjir Rob kali ini sangat memprihatinkan bagi warga setempat, makam tua di Desa Mattone Kab Tanbu terimbas kerusakan. Kondisi kain kafan milik mayat dan peti makam dalam kondisi berhamburan, beberapa makam telah di bongkar. Warga telah merapikan kembali makam tersebut dibantu Petugas BPBD setempat, TNI dan Kepolisian menggunakan alat excavator mini. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Ekonomi Kalimantan Selatan Sosial Tanah Bumbu

BPBD Tanbu Beberkan Lebih Dari 2 Kecamatan Telah Terdampak Banjir Rob

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Cuaca ekstrem dan gelombang pasang (Rob) menerjang 3 Kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu).

Akibat cuaca ekstrem dan banjir yang terjadi Jum’at, (23/12/2022) sekitar pukul 16.00 Wita, menurut pengakuan BPBD Tanbu, telah terdampak yaitu Desa Sungai Lembu, Desa Beringin RT. 2 dan RT. 4, Desa Pulau Salak RT. 5, Desa Kampung Baru di Kecamatan Kusan Hilir.

Selain itu banjir juga dialami Kecamatan Kusan Hilir, Kecamatan Sungai Loban, Desa Sungai Loban RT. 1 dan RT. 2 dan Kecamatan Batulicin Kelurahan Batulicin RT. hingga RT. 5.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Tanbu, H Sulhadi membeberkan, situasi menjadi rumit karena terjadi banjir tiba-tiba dan menyebabkan terganggunya arus lalu lintas.

Sapuan ombak menyebabkan sampah berhamburan ke jalan raya dan sebagian masuk ke tempat usaha serta rumah warga, sebagian air laut masih ada yang masuk ke jalan raya dan menyebabkan tanggul pemecah ombak jebol di Desa Beringin.

“Banjir ini menjebol 4 bagian belakang rumah sekaligus tempat usaha milik warga di Desa Beringin, menurut data ada 3 rusak ringan dan 1 rusak sedang,
5 buah rumah terendam kurang lebih ketinggian air mencapai 50 cm dari dalam rumah di Desa Pulau Salak. Tak hanya itu banjir ini juga, menjebol 1 buah rumah sekaligus tempat usaha milik warga di Desa Sungai Loban hingga alami rusak sedang, pembatas ombak (paving) kurang lebih 150 meter di Desa Sungai Loban turut rusak,” bebernya pada Sabtu, (24/12) 19.05 Wita.

Alih-alih banjir jinak yang datang, keganasan gelombang dari cuaca ekstrem, membuat terendamnya sekitar 12 buah rumah, kurang lebih alami banjir dengan ketinggian 15 cm dari dalam rumah di Desa Sungai Loban RT. 1 hingga RT. 10 dan menjebol tempat usaha milik warga Desa Sungai Loban RT.1 yang alami rusak sedang.

Disamping itu menurut data tercatat WC milik warga hampir roboh di Desa Sungai Loban RT.1, ada sebagian rumah yang terendam di Kel. Batulicin, serta mengikisnya area beberapa pemakaman yang ada di pesisir pantai pagatan sehingga mengalami kerusakan/abrasi di Desa Kampung Baru.

Sulhadi berpesan kepada masyarakat Tanbu dan sekitarnya, untuk berhati-hati menjaga diri. Kondisi cuaca yang ekstrem maupun banjir yang tengah melanda cukup berbahaya, pertimbangkan kembali ketika akan beraktivitas maupun bepergian ke pesisir pantai di kawasan Tanah Bumbu.

Tidak ada korban jiwa dan luka atas kejadian ini, pemantauan ketat dilakukan oleh petugas dilokasi yaitu dari pihak BPBD, DLH, TNI dan Polri, Damkar, Tagana, pihak Kecamatan Kusan Hilir, pihak Kecamatan Sungai Loban, relawan serta masyarakat. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Informasi Kalimantan Selatan Pendidikan Sosial Tanah Bumbu

Damkar Tanbu Demo Penanganan Bencana Kebakaran

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanah Bumbu (Damkar Kab Tanbu), gelar demo penanganan bencana kebakaran, bertempat di Gedung Kapet Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat, Rabu (14/12/2022).

Sasaran demo kali ini adalah Tim Penggerak PKK dan lintas sektor SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, hadir sejumlah kurang lebih 60 orang.

Tajudin Noor selaku Koordinator Damkar Simpang Empat menyampaikan, Tim Damkar bertugas dalam Demo Penanganan Bencana Kebakaran bersama TP-PKK Kab Tanbu sesuai dengan instruksi dari Kepala Bidang Pencegahan, dalam sosialisasi sebagai pengetahuan awal pencegahan penanganan kebakaran sejak dini.

Materi yang disampaikan yaitu penggunaan peralatan tradisional dalam pemadaman api/kebakaran dan penggunanan peralatan modern seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

“Kedepannya kami mengharapkan seluruh jajaran masyarakat bisa mengatasi kebakaran,” harapnya.

Kabupaten Tanah Bumbu, menurut data yang diungkapkan Tajudin, pada Kecamatan Simpang Empat dengan kondisi penduduk terpadat, ada 2 kejadian kebakaran pada tahun ini yaitu terjadi di Gang Hidayah dan Perumahan Datar Laga.

“Tanah Bumbu tergolong minim terjadi bencana kebakaran pada tahun ini, adapun dengan sosialisasi ini semoga masyarakat bisa melakukan penanganan maupun tindakan awal terjadinya kebakaran, sebelum bantuan Damkar setempat datang,” pungkasnya.

Untuk Informasi maupun laporan kebakaran bisa hubungi Nomor Telepon Damkar Kab Tanbu 0518 70113 atau 081348863324. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Kalimantan Selatan Sosial Tanah Bumbu

BPBD Tanbu Apel Penutupan Pelatihan Relawan Penanganan Bencana

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), menggelar Apel Penutupan Pelatihan Relawan yang digelar di Halaman Kantor BPBD Tanbu di Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Sabtu (26/11/2022).

Adapun tujuan digelarnya pelatihan adalah untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan, dan kesatuan antar personil selaku ujung tombak dalam penanggulangan bencana.

Meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan keterampilan relawan penanggulangan bencana untuk menciptakan penanganan bencana dengan cepat tepat dan terukur.

Selain itu juga untuk membentuk mental dan karakter yang tangguh, terampil, dan trengginas bagi para relawan sebagai bagian dari BALADEWA (Barisan Relawan Daerah Rawan Bencana).

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, H Ansyari Firdaus menutup secara resmi pelatihan relawan tersebut.

Dalam sambutanya, Ansyari Firdaus menyampaikan apresiasi kepada BPBD Tanbu atas penyelenggaraan pelatihan dalam rangka meningkatkan kapasitas Tim Relawan Bencana untuk mewujudkan mental dan karakter yang tangguh, terampil, dan trengginas.

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, kata Ansyari Firdaus, para Barisan Relawan Daerah Rawan Bencana (Baladewa) semakin memahami tugas dan fungsinya sebagai relawan, sehingga dapat membantu penanganan secara maksimal pada saat terjadi bencana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tanbu H. Sulhadi, mengatakan pelatihan digelar dua hari, 25 – BPBD Tanbu Gelar Apel Penutupan Pelatihan Relawan, Penanganan Bencana Diharapkan Semakin Maksimal dengan jumlah peserta sebanyak 24 orang yang merupakan perwakilan dari desa rawan bencana di Tanah Bumbu serta anggota Tim Reaksi Cepat BPBD.

“Kegiatan pelatihan relawan telah dilaksanakan selama 2 hari 1 malam dimana para peserta telah mengikuti 9 jam materi pelajaran, yakni diantaranya Wawasan Kebangsaan, Peraturan Baris Berbaris (PBB) oleh narasumber dari Kodim 1022/Tnb, teori pertolongan pertama pada korban bencana, teori penyelamatan terhadap korban di air, serta, praktek atau simulasi penyelamatan terhadap korban di air (Water Rescue) dengan narasumber dari Basarnas,” ungkap Sulhadi. (narasinusantara.com/Aaron)