Kategori
Budaya Masyarakat Kalimantan Selatan Tanah Bumbu

Haul K.H. Idham Chalid dan Hari Jadi Kecamatan Satui ke-362

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Peringatan Haul ke-15 Pahlawan Nasional K.H. Idham Chalid dirangkai dengan Hari Jadi Kecamatan Satui ke-362 dan Karnaval Budaya Tanah Bumbu berlangsung, Minggu, (31/8/2025) di Kecamatan Satui.

Wakil Bupati Tanah Bumbu H. Bahsanuddin, menyampaikan bahwa momentum ini bukan hanya mengenang perjalanan panjang sejarah Satui, tetapi juga meneladani perjuangan tokoh bangsa K.H. Idham Chalid.

“K.H. Idham Chalid adalah ulama, pejuang, sekaligus negarawan yang telah memberikan teladan kepemimpinan, kebijaksanaan, dan pengabdian. Semangat beliau harus menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda, untuk menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, serta menanamkan nilai keislaman dan kebangsaan,” ujar Bahsanuddin.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa Hari Jadi Satui menjadi pengingat tentang nilai sejarah, persatuan, dan kearifan lokal masyarakat. Lebih dari tiga abad, Satui berkembang sebagai daerah yang kaya budaya dan menjadi salah satu pilar penting pembangunan di Tanah Bumbu.

“Peringatan hari jadi ini menjadi dorongan untuk terus menjaga identitas, memperkokoh persaudaraan, serta membangun Satui yang lebih maju dan berdaya saing,” tambahnya.

Rangkaian acara semakin semarak dengan digelarnya Karnaval Budaya. Warga menampilkan ragam seni, tarian, busana tradisional, hingga kreasi modern yang mencerminkan kekayaan budaya Tanah Bumbu. (ANN)

Kategori
Budaya Masyarakat Ekonomi Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Sosial Tanah Bumbu UMKM Tanah Bumbu

Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu Hadiri Pembukaan Mappanre Ri Tasi’e dan Expo 2025

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, menghadiri pembukaan Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e dan Expo Tanah Bumbu 2025, Senin (5/5/2025), di Panggung Wisata Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tanah Bumbu ke-22.

“Semoga dengan terlaksananya kegiatan Mappanre Ri Tasi’e, kita semua akan terus melestarikan budaya yang ada di Bumi Bersujud,” ujar Hasanuddin yang berhadir bersama para Pejabat DPRD dan Pejabat Pemkab Tanbu.

Acara Pesona Budaya Mappanre Ri Tasi’e dan Expo Tanah Bumbu 2025 dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang mengapresiasi kinerja Disbudporapar atas inisiasi kegiatan budaya ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor penting dalam menjaga warisan budaya.

“Mappanre Ri Tasi’e bukan sekadar tradisi pesisir, tetapi mengandung nilai spiritual, sosial, dan ekologis,” tegas Bupati. Ia juga menyoroti peran budaya dalam memperkuat karakter masyarakat pesisir yang berdaya saing.

Dengan tema “BerAKSI Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur dan Beradab”, kegiatan ini juga menampilkan Expo Tanah Bumbu 2025, yang dibuka oleh Ketua TP PKK Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, serta dihadiri Penjabat Sekda Tanbu, Yulian Herawati. Expo tersebut menghadirkan produk lokal dan layanan publik dari berbagai instansi.

Dukungan terhadap pelestarian budaya juga datang dari Pemprov Kalsel, melalui Staf Ahli Gubernur, Adi Santoso, yang turut membuka secara resmi kegiatan budaya tersebut. (ANN)

Kategori
Budaya Masyarakat Bupati Tanah Bumbu Seni Tanah Bumbu

Bupati Bang Arul Apresiasi Keindahan Seni dan Budaya di Peringatan Hari Jadi ke-22 Tanah Bumbu

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Kemeriahan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Tanah Bumbu semakin terasa dengan penampilan seni dan budaya yang memukau. Selasa (8/4/2025) di Halaman Kantor Bupati setempat.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif (Bang Arul), bersama Wakil Bupati H. Bahsanudin, Forkopimda, dan tamu undangan, menyaksikan pertunjukan tari kolosal yang dibawakan oleh Sanggar Sidi Batuah dari Perkumpulan Dayak Meratus, binaan Disbudporapar Tanah Bumbu.

Tari kolosal tersebut menyajikan keindahan Tari Giring-giring dan Dadas, yang sarat makna dan pesan kultural.

Tari Giring-giring merepresentasikan kegembiraan dan kebersamaan dalam acara sakral. Sementara Tari Dadas melambangkan permohonan keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk Tanah Bumbu. Simbol kekuatan, keperkasaan, dan kekompakan masyarakat pedalaman.

Bang Arul terlihat antusias menyaksikan setiap gerakan tari, diiringi tepuk tangan meriah dari tamu undangan.

Bang Arul menegaskan bahwa seni dan budaya harus dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah.

“Tanah Bumbu memiliki keanekaragaman seni dan budaya yang kaya, dan ini bisa menjadi daya tarik utama bagi wisatawan,” ujarnya.

Kemeriahan berlanjut dengan penampilan seni dari Komunitas Bugis Mantra Bumi.

Pertunjukan yang memadukan Pamencak, Tarung Sarung, Tari Passiuno, dan Maggiri memukau tamu undangan pada jamuan makan di Pendopo Serambi Madinah, kawasan Kantor Bupati.

Komunitas Bugis Mantra Bumi juga menyerahkan senjata pusaka keris Tappi Lamba Pitu La Tenri Beta kepada Bang Arul, menambah kesan sakral pada momen tersebut.

Sebagai wujud cinta pada seni dan budaya, para pejabat dan undangan pada perayaan Hari Jadi ke-22 mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Keanekaragaman budaya ini menjadi simbol harmoni yang dijunjung tinggi di Tanah Bumbu. Serta simbol keberagaman masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu.

Peringatan Hari Jadi ke-22 Tanah Bumbu tidak hanya memperlihatkan kemegahan seni dan budaya, tetapi juga mengingatkan pentingnya pelestarian warisan leluhur sebagai kekuatan identitas daerah.

Melalui seni dan budaya, Tanah Bumbu terus menegaskan perannya sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan keharmonisan. (ANN)

Kategori
Budaya Masyarakat Bupati Tanah Bumbu Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Perayaan Tahunan Prestasi Sejarah Sosial Tanah Bumbu UMKM Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Gelar Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-22, Wakil DPRD Hasanuddin Bacakan “Sejarah Singkat Berdirinya Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu”

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU, – Kabupaten Tanah Bumbu resmi menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Jadi (Harjad) ke-22 di Halaman Kantor Bupati, Batulicin. Berlangsung pada Selasa (8 April 2025).

Dalam upacara yang berlangsung penuh khidmat ini, Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif atau yang akrab disapa Bang Arul, bertindak sebagai inspektur upacara. Beliau menegaskan bahwa peringatan tahun ini menjadi momen bersejarah bagi seluruh masyarakat Tanah Bumbu.

“Untuk pertama kalinya dalam 22 tahun perjalanan, kita memperingati Hari Jadi Kabupaten Tanah Bumbu dengan upacara bendera. Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para pendiri dan pejuang daerah,” ungkap Bang Arul dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, membacakan “Sejarah Singkat Berdirinya Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu”. Ia menceritakan perjuangan panjang panitia pemekaran, yang berulang kali mengajukan aspirasi ke berbagai pihak.

“Panitia telah 17 kali ke Jakarta, 20 kali ke Surabaya, 4 kali ke Provinsi Kalimantan Timur, dan 75 kali ke Kotabaru, dengan mengirimkan 289 surat dan mengadakan 185 kali rapat. Setelah perjuangan panjang, akhirnya DPRD dan Bupati Kotabaru mengeluarkan rekomendasi pemekaran,” jelas Hasanuddin.

Puncaknya, pada 27 Januari 2003, DPR RI menetapkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan. UU tersebut resmi diundangkan pada 25 Februari 2003, menandai berdirinya Kabupaten Tanah Bumbu secara sah.

Selain upacara bendera, peringatan Hari Jadi Tanah Bumbu ke-22 ini juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan desa berprestasi tahun 2024 oleh Bupati Andi Latif, didampingi Wakil Bupati H. Bahsanudin.

Acara turut dimeriahkan dengan stand UMKM yang menyajikan berbagai kuliner khas daerah, menambah semarak perayaan dan menjadi ajang promosi produk lokal. (ANN)

Kategori
Budaya Masyarakat Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Perayaan Tahunan Sosial Tanah Bumbu

Peringatan Hari Jadi Tanah Bumbu ke 22 Tahun 2025, Para Pejabat Kenakan Pakaian Adat Nusantara

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif (Bang Arul) dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupataten Tanah Bumbu ke 22 tahun 2025, terlihat hadir dengan tampilan menawan mengenakan salah satu Pakaian Adat Nusantara Indonesia.

Peringatan Hari Jadi Tanah Bumbu berlangsung di Kantor Bupati Tanah Bumbu Jln Dharma Praja Kecamatan Batulicin Provinsi Kalsel. Pada Selasa (08/04/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.

Diantaranya tamu undangan penting seperti Mantan Bupati Tanah Bumbu Sudian Noor dan Mantan Wakil Bupati, H. Ready Kambo turut mengenakan pakaian adat khas Bugis. Kemudian Wakil I DPRD Tanah Bumbu H.Hasanuddin tampak mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu Bugis Pagatan.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi latif (Bang Arul) nambak serasi bersama sang Istri (Andi Irmayani Rudi Latif) yang tampil menggunakan busana adat khas Bugis, yakni Bupati menggenakan setelan Jas tutu bernuansa hijau sedangkan sang Istri (Andi Irmayani Rudi Latif) mengenakan setelan baju bodo. Busana tersebut terlihat mewah dan berwibawa dengan sentuhan warna emas pada aksesoris pelengkap membuat baju adat kian menarik perhatian semua orang.

Dalam naskah pidatonya pada saat Upacara Bendera di Hari Jadi Tanah Bumbu, Bupati menekannya bahwa hari ini merupakan momentum spesial. Yaitu momen bersejarah dan istimewa bagi masyarakat Tanah Bumbu. “Hari Jadi ini merupakan momen penting mengingat sejarah panjang yang kita telah lewati bersama,” ujar Bang Arul.

Oleh karenanya Bupati menyampaikan segenap rasa syukur serta berbagagia. Dalam kesempatan ini Bupati mengucapkan selamat dan sukses untuk hari Jadi Tahan Bumbu ke 22 tahun 2025. Segala penghormatan bagi para pahlawan yang berjasa, pendiri dan pejuang bangsa turut disampaikan Bupati. “Kami juga mengucapkan terimakasih atas kepercayaan masyarakat bumi bersujud yang telah diberikan kepada kami,” kata Bupati.

Demikian setiap pemimpin memiliki masa dan keikhlasan dalam pemimpinannya. Bupati Andi Rudi Latif menegaskan visi besarnya yakni “BerAKSI” Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab Melalui Penguatan Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan.

Disisi lain terlihat, Wakil Bupati Tanah Bumbu H Bahsanuddin tampil menggunakan baju adat Tanah Bumbu Bugis Pagatan dengan ditemani sang istri (Hj Fitriyana).

Baju tersebut rupanya merupakan bagian dari adat daerah pesisir di Kalimantan Selatan yang menjadi tempat akulturasi masyarakat Bugis Sulawesi dengan Kalimantan.

Plh Sekda Tanah Bumbu, Yulian Herawati tampak menggunakan baju Bodo modern dengan warna burgundy. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Eryanto Rais mengenakan pakaian adat Dayak. Sedangkan Asisten Bidang Administrasi Umum Hj Narni mengenakan pakaian adat Nias.

Diantaranya, ada Kepala Dispersip Tanah Bumbu mengenakan baju Bodo, Kepala Kesbangpol mengenakan baju adat khas Banjar, Kepala Disdukcapil dan Kepala Bappedalitbang mengenakan baju adat Tanah Bumbu Bugis Pagatan, Kepala Disbudporpar mengenakan baju adat Padang, Kepala Bapenda mengenakan baju adat Palembang. Kepala Disperkimtan mengenakan pakaian adat Jawa khas Jogja. Sementara itu, Kepala Diskumdagri mengenakan baju adat Makasar, Camat Angsana mengenakan baju adat Bone Bugis bersama Camat Kusan Hilir.

Penggunaan Pakaian Adat Nusantara dalam peringatan Hari Jadi Tanah Bumbu ke 22 ini selain untuk melestarikan warisan budaya juga dapat memupuk rasa persaudaraan dan persatuan. (ANN)

Kategori
Budaya Masyarakat Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Keagamaan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Perayaan Tahunan Sosial Tanah Bumbu UMKM Tanah Bumbu Wisata

Pembukaan Ramadan Cake Fair 2025 di Bandara Bersujud, Tanah Bumbu

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pembukaan Ramadan Cake Fair 2025. Bertempat di Bandara Bersujud, Minggu (2/3/2025) Sore.

Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk Staf Ahli Bupati, Asisten Pemerintah Daerah, Kepala Dinas, Forkopimda Camat, Kepala Desa, Ketua MUI, Pimpinan Perbankan, Masyarakat, dan Pelaku Usaha UMKM.

Eryanto Rais, Asisten Perekonomian dan Pembangunan mewakili Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, menyampaikan bahwa pembukaan Ramadan Cake Fair 2025 merupakan bentuk syukur dan momentum berkumpul bersama keluarga serta kerabat berbahagia dalam menjalani ibadah Bulan Ramadhan.

“Ramadhan merupakan waktu yang sangat kita tunggu-tunggu hingga dua bulan sebelumnya kita berdoa agar sampai kepada kesempatan indah ini,” ujar Eryanto Rais.

Ramadan Cake Fair 2025 menyediakan berbagai hidangan dan diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan pasar wadai agar menarik pengunjung dan menaikkan perekonomian masyarakat bagi UMKM Daerah.

Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dan sosial di Tanah Bumbu, serta mempereratkan hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah. (ANN)

Kategori
Budaya Masyarakat Indonesia Informasi Kegemaran Membaca dan Literasi Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Sosial Tanah Bumbu

Komunitas PELITA dan Dispersip Tanbu Hidupkan Suasana Berliterasi Masyarakat

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU- Komunitas Pejuang Literasi Tanah Bumbu (PELITA) kembali menggelar kegiatan inspiratif di Alun-Alun Bersujud, Simpang Empat. Bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu, PELITA mengadakan lapak baca dan aktivitas mewarnai gratis, Minggu (12/1/2025).

Kegiatan ini menjadi magnet bagi masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga. Tidak hanya menyediakan buku bacaan untuk berbagai usia, lapak ini juga menawarkan aktivitas mewarnai dengan tema-tema edukatif seperti pahlawan, buah-buahan, dan hewan.

“Kami memilih lokasi di Alun-Alun Bersujud karena tempat ini ramai dikunjungi masyarakat. Harapan kami, kegiatan ini dapat mendekatkan literasi, khususnya membaca, kepada masyarakat. Dengan suasana santai tetapi tetap memberikan manfaat,” ujar Irma Ningsih, Ketua PELITA.

Lapak Baca Pelita bersama Dispersip Tanbu
Lapak Baca Pelita bersama Dispersip Tanbu

Suasana di lapak baca ini terasa istimewa Selain membaca, pengunjung dapat menikmati makanan, musik, dan suasana terbuka yang di tawarkan Alun-Alun Bersujud.

Menurut Irma, konsep ini dirancang untuk menghidupkan kembali minat membaca dengan cara yang menarik dan menyenangkan.

Dukungan penuh datang dari Dispersip Kabupaten Tanah Bumbu. Melalui koleksi buku-bukunya, Dispersip meminjamkan berbagai bahan bacaan untuk mendukung kegiatan literasi yang dilakukan PELITA.

“Kami selalu mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilakukan anak muda seperti PELITA. Mereka membantu pemerintah dalam meningkatkan literasi di masyarakat dengan cara yang kreatif dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Yulia Ramadani, Kepala Dispersip Kabupaten Tanah Bumbu.

Selain menjadi tempat rekreasi, Alun-Alun Bersujud kini juga menjadi ruang belajar alternatif bagi masyarakat. Irma menyebutkan bahwa kolaborasi dengan UMKM setempat turut memperkaya pengalaman pengunjung. Mereka bisa membaca, berkreasi, sekaligus mendukung produk lokal.
Dengan kegiatan seperti ini, PELITA dan Dispersip berharap literasi di Tanah Bumbu terus tumbuh dan menjadi bagian penting dari keseharian masyarakat. Lapak baca di ruang terbuka ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang lebih cerdas dan berwawasan.

“Literasi adalah kunci kemajuan. Dengan membaca, kita membuka pintu ke dunia yang lebih luas,” tutup Irma (edwan/MC Pemkab Tanbu). ANN

Kategori
Budaya Masyarakat Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Tanah Bumbu Wisata

Pemerintah Daerah dan PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin Gelar Fashion Show Tenarkan Kain Tenun Khas Pulau Burung dan Wisata Hutan Mangrove Nan Cantik

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dalam rangka memperkenalkan dan menenarkan (membuat terkenal), kain tenun khas Pulau Burung dan wisata hutan mangrove yang memukau cantiknya, PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin Satui bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Budporpar) serta Pemerintah Desa Pulau Burung, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Lomba Fashion Show Motif Sasirangan Khas Pulau Burung, Sabtu (14/12/2024) Siang.

Sebagai pengetahuan bersama, Pulau Burung adalah sebuah pulau yang terkenal dengan wisata mangrove serta ragam budaya, bahasa, serta makanan dan buah-buahan daerah.

Pulau Burung juga kaya akan ikan lautnya, selain itu juga salah satu yang dikenal yaitu akan ciri khas kain tenun sasirangan yang merupakan warisan budaya Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan.

Kain sasirangan tenun khas Pulau Burung memiliki nilai estetika dan sejarah yang tinggi. Keunikan motif dan proses pembuatannya kain tersebut menjadikan sentuhan yang berbeda dengan kain tradisional lainnya.

Puluhan grand finalis unjuk kebolehan catwalk membawakan fashion berbagai macam motif kain khas tenun pulau burung dihadapan para juri yang sudah terkenal dan menjuarai fashion show perwakilan Tanah Bumbu di Kancah Nasional.

Melalui lomba fashion show Busana Sasirangan Mangrove-Pulau Burung diharapkan dapat terciptanya sebuah wadah kreatif, yang tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga mendorong inovasi dan pemasaran kain sasirangan ke kancah yang lebih luas.

Superintend Engineering PT Arutmin Batulicin Satui, Yudi Setiawan kepada media mengatakan, kegiatan ini tujuannya untuk memperkenalkan lebih luas lagi karya pelaku UMKM Desa Pulau Burung yaitu berupa kain tenun Pulau Burung yang desainnya sangat estetik.

“Kegiatan ini selain mencari muda mudi yang berbakat serta mempunyai talenta yang bagus, yaitu memperkenalkan akan begitu estetiknya kain khas tenun pulau burung bercorak perpaduan hutan mangrove,pegunungan,ikan,dan laut,”katanya.

“Dengan adanya kegiatan fashion show ini tentunya agar masyarakat luas dapat mengenali akan karya tangan anak bangsa yang ada di Desa Pulau Burung Kecamatan Simpang Empat ini berupa Kain khas tenun pulau burung yang sangat estetik,” jelasnya.

“Kegiatan ini sudah yang kesekian kalinya dilaksanakan oleh PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin Satui guna memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah Daerah Tanah Bumbu dan mendukung program pembangunan serta pengembangan di Bumi Bersujud,” tambahnya.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini mampu meningkatkan wisatawan Domestik maupun dalam negeri untuk berkunjung ke Desa Pulau Burung ini serta melihat langsung keindahan pemandangan yang sangat asri serta instagramabel sekali, selain itu juga mengenal kearifan lokal masyarakatnya yang berprofesi nelayan,” harapnya.

“Dengan banyaknya wisatawan yang datang berkunjung tentunya akan menumbuhkan serta meningkatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada pada Desa Pulau Burung Ini,”tutupnya.

Kepala Desa Pulau Burung, Saidina mengaku sangat berterima kasih banyak kepada Managemen PT Arutmin Tambang Batulicin Satui yang selama ini selalu memberikan perhatian serta kontribusi pembangunan nyata pada Desa yang dia pimpin.

“Alhamdulillah ini merupakan kontribusi PT Arutmin yang kesekian kalinya untuk Desa Pulau Burung ini, kami sangat berterimakasih banyak, karena PT Arutmin Selalu membantu serta memberikan perhatian terkhusus pembangunan serta pelatihan untuk Desa Kami ini”katanya.

“Tentunya dengan adanya fashion show yang dilaksanakan ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat desa pulau burung untuk memperkenalkan kain khas tenun pulau burung yang merupakan warisan budaya dari nenek moyang kami untuk dikenal pada masyarakat luas,”jelasnya.

“Seperti kita ketahui masyarakat pulau burung ini merupakan nelayan pesisir yang hidup di pulau yang terpisah dari pusat kota, tentunya dengan adanya kegiatan seperti ini masyarakat diluar sana dapat mengenal serta akan bertambah minatnya untuk berkunjung ke desa kami,”tambahnya.

“Karena selama ini diluar sana pulau burung ini hanya dikenal akan kekayaan buah-buahan serta pemandangan wisata hutan mangrovenya saja, tapi tidak mengenal akan hasil olahan masyarakat yang sudah turun temurun berupa kain khas tenun pulau burung yang berbahan alami dari kekayaan alam di desa kami,”bebernya.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan serta meramaikan pulau burung, karena masyarakat disini sangat senang adanya hiburan serta tontonan yang menarik, karena sangat jarang adanya disebabkan akan keterbatasan pasokan listrik yang hanya menggunakan tenaga surya,”tutupnya.

Perlu diketahui pulau burung adalah salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Tanah Bumbu yang terkenal akan hutan mangrove serta Penghasil buah durian yang bagus serta nikmat selalu menjadi rebutan bagi pecinta buah durian. (ANN)

Kategori
Budaya Masyarakat Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Nasional Organisasi Masyarakat Tanah Bumbu

Gladi Pelantikan Flobamora, Penjelasan Singkat Terbentuknya Organisasi Flobamora di Tanah Bumbu

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Gladi Pelantikan Pengurus Flobamora DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan – Masa Bhakti 2024-2029.

Flobamora merupakan kepanjangan dari Flores, Sumba, Timor Alor yang tinggal di wilayah kawasan Kabupaten Tanah Bumbu.

Aloysius Paulus Rangga Rame selaku Ketua Pelaksana menyampaikan, agenda dari seluruh rangkaian kegiatan malam ini, merupakan persiapan pematangan kegiatan Pelantikan Pengurus Flobamora Tingkat Kabupaten Tanah Bumbu, selain itu juga terdapat pameran UMKM daerah, yang rencananya akan berlangsung pada 30 November 2024, sekitar pukul 09.00 Wita.

Disamping itu, penari pada kegiatan ini, berasal dari Pulau Sumba Kabupaten Sumba Barat Daya dan alat musik juga di datangkan langsung dari daerah Pulau Sumba.

“Untuk mensukseskan acara besok, kita lakukan gladi dimana kami mengawali perdana Flobamora ini di Tanah Bumbu,” ucapnya di Gedung Mahligau Bersujud Kecamatan Simpang Empat, Jumat (29/11/2024) malam.

Menilik sejarah singkat terbentuknya Flobamora (Flores, Sumba, Timor Alor) merupakan 4 pulau yang membawahi 23 Kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), Flobamora hadir sebagai wadah besar untuk mempersatukan kembali sesama anak perantauan yang ada di Tanah Bumbu dan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di Tanah Bumbu sendiri, Anggota Flobamora tersebar di antaranya di Desa Mangkalapi, Desa Serongga dan Kota Batulicin. Rata – rata menjalani kehidupan di Bumi Bersujud Tanah Bumbu dengan mengguleti mata pencarian sebagai pekerja perkebunan dan pekerja swasta lainnya.

Flobamora DPD Tanah Bumbu terdata melalui sistem dan memiliki jumlah keanggotaan kurang lebih 200 orang pendaftar dan terbentuk sejak 17 Juli 2024. Sedangkan untuk Flobamora di tingkat Kalsel telah berdiri selama 22 tahun hingga saat ini.

Kegiatan ini mengusung tema “Mengingat erat jadi satu dan kokoh itu perlu perjuangan, akan tetapi mencerai beraikannya itu mudah”.

“Tema ini sengaja kami ambil, di latar belakangi perbedaan pemikiran dari setiap manusia, maka dengan mengusung tema ini, di harapkan mampu membawa perubahan pada masing-masing anggota atau warganya,” terang Aloysius.

Harapan lainnya, Flobamora dapat berkembang dalam keanggotaan serta berkembang di bidang ekonomi, khususnya juga di bidang sosial.

“Dengan terbentuknya organisasi ini, kita bisa membantu warga NTT, yang sedang dalam perantauan di Kalimantan Selatan untuk bisa menampung aspirasi dari mereka,” pungkas Aloysius. (Anara)

Kategori
Budaya Masyarakat Informasi Kalimantan Selatan Organisasi Masyarakat Sosial Tanah Bumbu

Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Flobamora DPD Tanah Bumbu

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Pengukuhan Pengurus Flobamora (Flores, Sumba, Timor Alor) DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan – Masa Bhakti 2024-2029. Belokasi Di Gedung Mahligai Bersujud Kecamatan Simpang Empat, Sabtu (30/11/2024).

Kegiatan di hadiri oleh, Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar yang di wakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Putu Wisnu Wardana, Forkopimda, Pimpinan SKPD, Ketua Umum Flobamora Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Pimpinan Perusahaan dan Perbankan, Tokoh Agama dan Organisasi Masyarakat, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama, Ketua Dewan Adat Dayak, Ketua Perkumpulan Dayak Meratus, Dewan Pengurus Flobamora Tanah Bumbu yang hari ini di kukuhkan, serta tamu undangan lainnya.

Aloysius Paulus Rangga Rame selaku Ketua Pelaksana menyampaikan sambutan, ia berharap pengukuhan hari ini, dapat berjalan dengan sukses dan pihaknya juga menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh tamu undangan, baik pengurus maupun anggota Flobamora yang mengapresiasi dan datang pada kegiatan ini, ada sekitar kurang lebih 600 orang berhadir.

Terdapat sesi penyambutan tamu dengan persembahan tarian adat dari Sumba Nusa Tenggara Timur, menceritakan perjalanan anak perantauan Flabomora hingga ke Tanah Bumbu, sebagai ucapan rasa syukur itu menjadi lah sebuah karya lagu hingga menyentuh perasaan para tamu yang berhadir.

Sekretaris Jendral (Sekjend) Flobamora Kalsel, Gerardus Wede Ronga membacakan Surat Keputusan Pengukuhan Pengurus Flobamora Daerah, Nomor 8/PKBFKS/11/2024, tentang perkumpulan keluarga besar Flobamora di Kalimantan Selatan, khususnya di Tanah Bumbu serta pembacaan UU terkait Organisasi Masyarakat (Ormas).

Momen Pengukuhan Pengurus Flobamora DPD Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Masa Bhakti 2024-2029 berjalan dengan lancar. Sejumlah kurang lebih ada 30 orang mengikuti pelantikan dan pengukuhan tersebut, Organisasi Flobamora DPD Tanah Bumbu terdiri dari yaitu,

Ketua: Simplisius R. Goa
Anggota: Tarsisius Porut
Anggota: Petrus Poling
Anggota: Alberto M. Dorego
Ketua: Agustinus Ponu
Wakil Ketua: Stefanus Sawu
Sekretaris: Aloysius Paulus Rangga Rame
Wakil Sekretaris: Silvester Duli Payon
Bendahara 1: Maria Florianti Ina
Bendahara 2: Fernandito Antonius De Araujo

Kemudian di ikuti struktural organisasi untuk pembagian tugas perbidang dari masing-masing penanggung jawab DPD Flobamora Tanah Bumbu.

Ketua Umum Flobamora Kalsel, Capt. Theofilus Ruing mengatakan, pada kesempatan ini merupakan hari bersejarah, DPD Tanah Bumbu di harapkan menjadi organisasi terstruktur dan siap menghadapi tantangan perubahan zaman.

“Saya berharap, dapat bekerjasama selalu sinergi akselerasi dengan DPP Kalsel, dan kepada pengurus DPD saya berharap dapat menjadi wadah konsolidasi, koordinasi terhadap apa yang di alami oleh anggota,” ucapnya.

Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar yang di wakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Putu Wisnu Wardana mengungkapkan, atas nama Pemerintah Daerah (Pemda), menyampaikan ucapan selamat dan suskses atas di kukuhkannya Pengurus DPD Flobamora Tanah Bumbu.

“Kami berharap kepada para pengurus yang telah di kukuhkan, dapat menjalankan tugas dengan amanah dan tanggung jawab,” ucapnya.

Sebagai DPD tentunya memiliki peran strategis dalam menjembatani aspirasi masyarakat, untuk memperkuat sinergi, kebersamaan, kerja nyata demi kemajuan daerah terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian serta pelestarian budaya dan lingkungan.

Ia melanjutkan, jika kolaborasi antara Pemda, Ormas, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan setiap program berjalan dengan efektif.

“Mari jadikan kebersamaan ini, sebagai kekuatan utama dalam membangun Flobamora di Tanah Bumbu yang maju, mandiri dan sejahtera,” himbaunya.

Kegiatan ini juga turut di ramaikan dengan adanya stand pameran UMKM dari masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu dan Kalimantan Selatan. (Anara)