Kategori
Bencana Alam El Nino Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Pemerintahan Dan Desa Sosial Tanah Bumbu

Dinsos Tanbu Prihatin Warga Kena Dampak El Nino

NARASINUSANTARA.COM, TANAN BUMBU – Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu (Dinsos Kab Tanbu), turut memberikan perhatian dalam musim El Nino yang mendampak pada warga miskin.

Kondisi El Nino saat ini dijelaskan oleh Dinsos Kab Tanbu, jika masyarakat kesulitan mendapatkan sumber daya air untuk aktifitas sehari-hari.

Sementara itu, warga terdampak kekeringan di Desa Karang Bintang Kecamatan, Hasanah (31) menyatakan keluarganya ditimpa kekurangan sumber air, sumur yang biasa ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari mengalami kondisi kering.

“Kemaren sumur kering, terpaksa untuk masak dan mencuci kami harus melakukan pengiritan agar cukup, entah sampai kapan semoga hujan cepat turun atau paling tidak ada bantuan dari pemerintah,” ucapnya pada Minggu (05/11/2023) Siang.

Meskipun dalam kondisi cuaca ekstrem, Dinsos Kab Tanbu menyatakan tetap melanjutkan program kegiatan yang dudah direncanakan yaitu melakukan verival data kemiskinan yg ada utk dilakukan intervensi program kegiatan apa yg sesuai kebutuhan .

“Dalam waktu dekat, Dinsos Tanbu sesuai programnya akan segera mengkucurkan dana dalam rangka mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin,” saat konfirmasi Bidang Fakir Miskin Dinsos Kab Tanbu.

Disamping itu pihak Dinsos Kab Tanbu juga memberikan bantuan dana utuk merehap rumah yg tidak layak untuk dihuni, memberikan bantuan modal untuk usaha baik untuk per keluarga maupun perkelompok kemudian juga yang ke tiga.

“Dinsos tetap aktif memberikan bantuan dana untuk keperluan kebutuhan sehari-hari. Pihak kamu juga memberikan sembako bagi lansia dan disabilitas dan ada memberikan bantuan dana untuk anak yatim piatu,” ungkap Kepala Dinsos, Basuni melalui Kabid Bidang Fakir Miskin Ayatullah Chotim saat dikonfirmasi pada Rabu (01/11/2023) Malam. (ANN)

Kategori
El Nino Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Lingkungan Sosial Tanah Bumbu

Dampak El Nino di Tanah Bumbu, Hingga Informasi Kucuran BLT Pemerintah Pusat

NARASINUSANTARA.COM, TANAN BUMBU – Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu (Dinsos Kab Tanbu) melalui Bidang Fakir Miskin prihatin terhadap keluhan warga terkait kemarau panjang yang terjadi di daerah.

“Para petani juga mengalami kesulitan dalam mengelola sawah karena minimnya sumber daya air sehingga terancam gagal panen, ditambah dengan terjadinya bencana kebakaran di daerah,” ungkap Pihak Dinsos Tanbu melalui Bidang Fakir Miskin, Rabu (01/11/2023) malam.

Namun untuk pemberian bantuan sosial El Nino melalui Dinas Sosial setempat, pihak Bidang Fakir Miskin belum mendapat informasi terkait hal tersebut, diharapkan masyarakat aktif mencari tau informasi tersebut.

Sementara itu, selaku warga Kecamatan Simpang Empat, Adi menyampaikan jika ia mengetahui informasi BLT El Nino dari Pemerintah melalui media sosial.

“Ada membaca memang, namun belum mengecek dan mencoba dari situs Kemensos secara langsung, namun jika itu bantuan diperuntukkan warga penerima khusus, semoga saja dapat lebih bermanfaat dalam kondisi kemarau panjang ini,” katanya pada Minggu (05/11/2023) Siang.

Melalui CNN Indonesia terbit pada (30/10/2023) BLT El Nino akan diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan hingga total uang yang akan diterima adalah Rp400 ribu. Bantuan akan diberikan melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Adapun, untuk bisa menerima bantuan ini harus masyarakat miskin dan terdaftar sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Salah satu cara untuk mengecek BLT El Nino melalui laman Kemensos RI.

Fenomena ekstrem yaitu El Nino dengan potensi dapat menyebabkan berbagai masalah seperti kekeringan, kebakaran hutan, dan gagal panen, mempengaruhi sektor pertanian dan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Indonesia memutuskan mengambil sikap dengan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino, sebagai upaya mitigasi terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh fenomena alam tersebut.

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa setiap keluarga penerima manfaat akan menerima total bantuan sebesar Rp400 ribu. Jumlah ini akan dicairkan melalui dua tahap, masing-masing pada bulan November dan Desember 2023.

“Kita akan keluarkan BLT El Nino pada bulan November dan Desember. 200 ribu, 200 ribu, total 400 ribu,” ujar Presiden Jokowi saat di Gudang Bulog Rawang Timur, Padang, Sumatera Barat, Rabu (25/10/2023), dikutip dari Kompas.Tv terbit pada (2/11/2023) Jakarta.

Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, total anggaran untuk BLT El Nino adalah Rp7,52 triliun, dimana sekitar 18,8 juta keluarga penerima bantuan sembako akan mendapat manfaat.

Bantuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa daya beli masyarakat tidak menurun akibat dampak El Nino. (ANN)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi El Nino Indonesia Inflasi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Pertanian Tanah Bumbu

El Nino Landa Tanbu, DKPP Upayakan Pengairan Padi Sawah Kering

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dalam rangka penanggulangan dampak El Nino di derah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), melakukan gerakan pengairan sawah kekeringan milik petani.

Menurut keterangan, Kepala DKPP Tanbu Hairuddin bersama Sekretaris DKPP Tanbu Lamijan, mengatakan perlunya menyikapi bersama, menentukan langkah dan strategi terkait kondisi El Nino, demi mempertahankan ketahanan pangan agar tetap terjaga.

DKPP juga bekerjasama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar), telah melakukan upaya pengairan untuk menyelamatkan lahan pertanian yang terdampak El Nino. Ini merupakan langkah penyelamatan yang penting agar panen tetap dapat terjadi.

Tujuan dari upaya ini, untuk memfasilitasi lahan-lahan yang terdampak El Nino dan bisa dilakukan penyelamatan sehingga petani berhasil panen.

“Bagaimanapun kita tetap bertekad kuat untuk mensukseskan produksi gabah, mengupayakan strategi penghindaran gagal panen,” katanya, saat di Kantor Dinas KPP Tanbu Jln Dharma Praja Kec Batulicin, Rabu (06/9/2023).

Kadis KPP Tanbu Hairuddin melanjutkan, sebagian padi sawah milik petani terdampak El Nino diantaranya, yakni Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Batulicin, Kecamatan Kusan Hilir dan Kecamatan Kusan Tengah, yang sifatnya spot-spot sawah tersebut jauh dari sumber air dan terancam dampak kekeringan hingga gagal panen.

Sekretaris Dinas KPP Lamijan menambahkan, dalam resiko El Nino ini, petani yang mengalami kondisi bisa panen, dikarenakan mengawali musim tanam kedua pada Bulan April-September.

Dikhawatirkan petani bisa mengalami gagal panen, hingga kini DKPP berupaya mencegah dan pertahanan produksi pangan.

“Jika di lingkungan dekat persawahan terdapat air, kita lakukan penyedotan untuk pengairan ke sawah dengan memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada. Semoga kondisi El Nino tidak berkepanjangan dan segera turun hujan, agar dapat menyirami tanaman kita, khususnya padi sawah milik petani bisa berhasil panen,” ucapnya.

Dilanjutkannya, puncak El Nino terjadi pada Bulan September, kondisi seperti ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Tanah Bumbu saja, melainkan masyarakat Indonesia bahkan se-dunia.

“Informasi puncak El Nino terjadi pada September, semoga bisa tertangani dengan baik, apalagi bulan ini padi dalam fase memerlukan kebutuhan air untuk yang lokasinya rawan kering,“ pungkasnya.

Adapun DKPP Tanbu, telah berkolaborasi dengan bantuan Damkar setempat, sebagai upaya mengurangi resiko kegagalan panen melalui pengairan, berkonsentrasi pada lahan padi sawah yang jauh dari sumber air dengan menggunakan operasional mobil pemadam. (Anara)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi El Nino Indonesia Inflasi Informasi Kalimantan Selatan Lingkungan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Pertanian Tanah Bumbu

DKPP Tanbu, Maksimalkan Sarana dan Prasarana Pengairan Dukung Ketahanan Pangan

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) melakukan monitoring pelaksanaan panen padi di Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin.

Kepala DKPP Tanbu Hairuddin didampingi Sekretaris DKPP Tanbu Lamijan, menyampaikan saat ini beberapa spot di kecamatan Tanah Bumbu masih berhasil melakukan panen, meskipun beberapa lahan pertanian lainnya perlu dilakukan usaha pengairan akibat kekeringan.

Monitoring kegiatan dengan luas panen mencapai sekitar 5 hektar sawah ini dilakukan di tengah fenomena El Nino yang melanda di Tanah Bumbu. DKPP juga akan menyusuri spot lahan pertanian di wilayah lainnya secara bertahap.

Adapun El Nino, merupakan kemarau panjang dari segi suhu maupun lamanya yang menjadi tantangan serius. Meski demikian, DKPP Tanah Bumbu tetap berusaha keras untuk meminimalkan risiko gagal panen dan menjaga produksi pertanian tetap stabil.

“Namun ada beberapa daerah yang masih terkendala dan dikhawatirkan mengalami gagal panen. Hal ini mengingat daerah-daerah yang jauh dari sumber air memiliki risiko yang lebih tinggi,” ungkapnya, di Kantor DKPP Tanbu Rabu (06/9/2023).

Oleh sebab itu, untuk mengatasi situasi ini, DKPP Tanbu melalui para penyuluh di lapangan secara aktif memberikan penyuluhan kepada kelompok tani agar mereka dapat memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia, terutama dalam hal pengairan dan pompanisasi.

Semua upaya ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari potensi inflasi pangan. Meskipun begitu, DKPP Tanah Bumbu memberikan jaminan bahwa stok beras di wilayah ini masih dalam kondisi aman.

“Hari ini kita turun ke lapangan, untuk melakukan monitor pemanfaatan sarana prasarana air dan memantau lahan-lahan padi sawah petani yang mulai panen, sekarang berada pada musim panen ke dua,” pungkasnya.

DKPP akan terus berupaya untuk menjaga ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten Tanah Bumbu, sehingga masyarakat tetap dapat menikmati hasil panen yang cukup.

Adapun turut dalam kegiatan monitoring ini, Kepala Dinas DKPP Tanbu, Sekretaris DKPP, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabid Penyuluhan Sarana dan Prasarana, Pejabat Struktural maupun Pejabat Fungsional. (Anara)