Kategori
Bupati Tanah Bumbu Ekonomi Indonesia Inflasi Informasi Kalimantan Selatan Kebersihan Lingkungan Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Penghijauan Tanah Bumbu Teknologi

Bupati Tanbu, Bang Arul Atensi Pelaksanaan Asta Pengelolaan Sampah Sekolah dan Kampus oleh Kementerian LH

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif (Bang Arul) sapaan akrabnya memberikan atensi terhadap pelaksanaan Asta pengelolaan Sampah Sekolah dan Kampus. Kegiatan dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

“Kegiatan ini selaras dengan program visi misi Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu. Yang sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menjadikan daerah yang hijau, bersih serta berwawasan lingkungan,”. Kata Bupati, melalui Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Eryanto Rais, Sabtu (15/03/2025).

Upaya ini mencakup pengelolaan sampah dengan prinsip 3R. Salah satunya melalui Bank Sampah, penghijauan sekolah dan kampus, serta berbagai kegiatan pelestarian lingkungan lainnya.

“Melalui langkah-langkah ini,tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan,” Jelasnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan peran penting sektor pendidikan dalam pengelolaan sampah dan mendorong sekolah dan perguruan tinggi ikut meningkatkan upaya menyelesaikan sampah di kawasan sendiri.

(Foto : Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq)

Dalam kegiatan pelaksanaan Asta Sekolah dan Kampus dalam rangkaian Aksi Peduli Sampah Nasional 2025 dipantau daring di Jakarta, Sabtu, (15/3/2025). Menteri LH Hanif mengatakan perubahan paradigma terkait sampah membutuhkan perubahan dalam budaya dan kebiasaan yang bisa dicapai lewat pendidikan

“Melakukan komunikasi, informasi, edukasi terkait dengan gerakan sadar sampah dengan memasukkan materi tentang pengelolaan sampah ke dalam kegiatan dan program, ekstrakurikuler atau dalam kebiasaan yang kiranya dapat dibangun dalam perikehidupan di sekolah menengah dasar maupun pendidikan tinggi,” kata Hanif.

Tidak hanya itu, peran sekolah dan perguruan tinggi juga penting untuk menyelesaikan sampah di kawasannya. Untuk menekan jumlah timbulan sampah yang perlu diproses di tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Baik mahasiswa, dosen, siswa, guru, tenaga pendidikan serta pemangku kebijakan di bidang pendidikan agar dapat mengurangi sampahnya. Memanfaatkan kembali menjadikan bahan daur ulang dan mengelola sampahnya sedekat mungkin dengan sumbernya. Artinya, sampah wajib kita kelola di lokasi kita masing-masing,” tutur Hanif.

Seluruh insan pendidikan juga diharapkan dapat terus melibatkan secara aktif dalam penggiat lingkungan. Untuk mendukung upaya pengelolaan sampah di sekolah dan perguruan tinggi.

Dia meminta kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan teknologi pengelolaan sampah untuk menekan timbulannya, inovasi yang tidak akan menimbulkan polusi baru.

Sebelumnya, menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) milik Kementerian Lingkungan Hidup, terdapat 32,8 juta ton timbulan sampah sepanjang 2024, dari yang sudah dilaporkan 303 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Mayoritas dari jumlah tersebut adalah sampah sisa makanan dengan persentase 39,43 persen dari total timbulan.

Untuk di ketahui,kegiatan ini dihadiri Bupati Tanah Bumbu diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tanah Bumbu Eryanto Rais dan seluruh kepala dinas lingkungan hidup Kabupaten Kota Provinsi Kalimantan Selatan. (ANN)

Kategori
Bupati Tanah Bumbu Ekonomi Indonesia Inflasi Informasi Kalimantan Selatan Lingkungan Pembangunan Penghijauan Pertanian Sosial Tanah Bumbu

Bupati Andi Rudi Latif Ajak Wujudkan Sekolah Berbudaya dan Berwawasan Lingkungan

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif mengajak Sekolah di Tanah Bumbu mewujudkan sekolah berbudaya dan berwawasan lingkungan melalui gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup disekolah. Sejalan dengan salah satu Visi Misi daerah yakni mewujudkan Tanah Bumbu menjadi daerah yang hijau, bersih, dan berwawasan lingkungan.

Hal itu disampaikan Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Eryanto Rais, pada kegiatan sarasehan. Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2025 di Desa Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang, Jumat (14/03/2025).

(Foto : Bupati Andi Rudi Latif diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Eryanto Rais, pada kegiatan sarasehan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup, Jumat (14/03/2025) di Desa Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang)

Kegiatan ini menjadi bagian dari akselerasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup. Khususnya di sekolah-sekolah, sebagai langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Program Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup (Sekolah Adiwiyata) yang kita dorong di Kabupaten Tanah Bumbu merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini,” ujar Bupati.

Upaya ini mencakup pengelolaan sampah dengan prinsip 3R. Salah satunya melalui Bank Sampah, penghijauan sekolah, serta berbagai kegiatan pelestarian lingkungan lainnya. Dengan langkah-langkah ini, tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.

“Gerakan ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta mendukung visi Kabupaten Tanah Bumbu. Untuk menjadi daerah yang hijau, bersih, dan berwawasan lingkungan,” tambah Bupati.

Oleh karena itu, Bupati berharap materi tentang pengelolaan lingkungan dapat lebih massif diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan. Agar para siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan secara teori. Tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, maupun masyarakat umum. Untuk terus mendukung dan berperan aktif dalam gerakan ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Kabupaten Tanah Bumbu dimulai sejak tahun 2008 sampai dengan sekarang yang berjumlah 58 sekolah sampai tahun 2024.

Saat ini terus bertambah sebanyak 6 sekolah adiwiyata Kabupaten pada tahun 2025. Sehingga berjumlah 64 sekolah dari target sasaran 341 sekolah se-Tanah Bumbu. Baik tingkat dasar, menengah maupun sekolah tingkat menengah atas sederajat.

Dengan kluster Sekolah Adiwiyata Kabupaten, Sekolah Adiwiyata Propinsi, Sekolah Adiwiyata Nasional bahkan ada yang mencapai Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Sekolah yang sudah memperoleh predikat Adiwiyata, untuk terus meningkatkan kepedulian sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup. Yang meliputi aspek kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase, aspek pengelolaan sampah, aspek pemeliharaan dan penanaman pohon/tanaman. Aspek konservasi air, aspek konservasi energi dan aspek inovasi terkait perilaku ramah lingkungan hidup.

(Foto : Penyerahan tempat sampah kepada perwakilan pelajar dari berbagai sekolah)

Kegiatan sarasehan dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2025 di Tanah Bumbu diawali dengan penanaman pohon, dan penyerahan tempat sampah kepada perwakilan pelajar dari berbagai sekolah.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Jo Kumala Dewi, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Kalimantan Kementerian Lingkungan Hidup, Fitri Harwati, S.Si., MAS, Kasubtim Pendidikan Karakter Direktorat SMP, Catur Budi Santosa.

Perwakilan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Hariyanie, S.E., M.M, Kepala Kantor Wilayah Kementeriaan Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd, Staf Ahli dan Asisten, Pimpinan SKPD di Lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu beserta Jajaran.

Hadir pula Camat beserta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Karang Bintang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Bumbu, Pimpinan Perusahaan Kabupaten Tanah Bumbu, Kepala Sekolah SD, SMP, SMA Adiwiyata Kabupaten Tanah Bumbu, dan tamu undangan. (ANN)

Kategori
Ekonomi Indonesia Inflasi Informasi Kalimantan Selatan Program Pemerintah RI Tanah Bumbu UMKM Tanah Bumbu

Begini Kolaborasi Pemkab Tanbu dan Pemerintah Pusat Tekan Inflasi dan Akselerasi Sertifikasi Halal

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Sebagaimana arahan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif untuk menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto, dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mensinergikan Asta Cita Presiden dan Visi Misi Daerah guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Selasa (4/3/2025), Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berkesempatan menghadiri pemaparan langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 secara virtual. Rapat tersebut juga dirangkaikan dengan pembahasan akselerasi sertifikasi produk halal.

Sertifikasi Halal

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan inflasi tahun 2025.

“Sinergi yang kuat antara semua pihak menjadi kunci dalam mengendalikan inflasi, terutama menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri yang sering memicu kenaikan harga pangan,” ujarnya.

Selain itu, rapat juga membahas langkah-langkah akselerasi sertifikasi produk halal sebagai upaya meningkatkan daya saing produk lokal, khususnya UMKM. Diharapkan percepatan sertifikasi ini dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.

Strategi Pengendalian Inflasi 2025

Dalam rapat tersebut, sejumlah strategi pengendalian inflasi disampaikan oleh Mendagri, di antaranya:

1. Penguatan Cadangan Pangan Daerah – untuk mengantisipasi lonjakan harga.

2. Optimalisasi Operasi Pasar – guna menjaga kestabilan harga bahan pokok.

3. Penguatan Infrastruktur Logistik – untuk kelancaran distribusi barang.

4. Kolaborasi dengan Sektor Swasta – dalam menjaga ketersediaan barang dan stabilitas harga.

Akselerasi Sertifikasi Halal untuk UMKM

Rapat juga menyoroti pentingnya percepatan sertifikasi halal melalui langkah-langkah:

1. Kemudahan Proses Sertifikasi – dengan penyederhanaan regulasi.

2. Bantuan Subsidi Sertifikasi – untuk meringankan biaya UMKM.

3. Digitalisasi Proses Sertifikasi – agar lebih cepat dan mudah diakses.

Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan pengendalian inflasi dan akselerasi sertifikasi halal dapat berjalan efektif, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pejabat kementerian, gubernur, bupati/wali kota, serta perwakilan dari sektor swasta dan UMKM.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kepemimpinan Andi Rudi Latif berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan kebijakan ini demi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Pemerintah berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam menjalankan kebijakan yang telah disusun guna menjaga keseimbangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, berbagai langkah nyata telah dilakukan Pemkab Tanah Bumbu dalam hal pengendalian inflasi di daerah. Meliputi, pelaksanaan Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM), serta peninjauan ketersediaan bahan pokok di gudang distributor, pasar tradisional dan toko modern. (ANN)

Kategori
Budaya Masyarakat Hiburan Inflasi Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Pelayanan Masyarakat Prestasi Seni Sosial Tanah Bumbu Wisata

Semakin Menarik FLB, Dispersip Tampilkan Workshop Film hingga Lomba Kesenian

NARASINUSANTARA.COM, TANAN BUMBU – Masih dalam keseruan, Festival Literasi Bersujud (FLB) Tahun 2023, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) mengadakan Workshop hingga Steaming Film.

Adapun Kepala Dispersip Tanbu, Yulia Rahmadhani menyampaikan, Screening Film dilaksanakan pada Sabtu malam, tepat di tanggal (21/10/2023) sekitar pukul 20.00-23.00 Wita, di Cafe Palaka Pantai Pagatan.

“Adapun jumlah peserta yakni sebanyak 100 orang,” ungkap Kadis Yulia.

Selanjutnya ia menambahkan, akan ada tampilan Workshop Film yang dilaksanakan pada hari Minggu (22/10) , pukul 09.00 – 15.30 Wita, di Aula Koramil Pagatan.

Adapun Dispersip Tanbu menghadirkan narasumber yaitu Munis Shadikin (Direktur Aruh Film Kalimantan), Ade Hidayat (Wakil Direktur Aruh Film Kalimantan) dan Raya Fanathagama (Animator Tanbu).

Adapun informasi Festival Literasi Bersujud 2023, turut menyuguhkan, Lomba Madihin yang telah dilaksanakan pada Senin pukul 20.00 – 22.30 Wita, berlokasi di panggung Pantai Pagatan, dengan jumlah peserta sebanyak 7 orang Finalis. Melibatkan juri penilai yaitu Yulian Fahmi (Pegiat Seni Tradisi), M Syobli (Pegiat Seni Tradisi), Lukman (Pengajar Bahasa Indonesia).

“Selain itu FLB 2023 ini menghadirkan Pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Kab. Tanah bumbu dan Wokshop Menulis,” pungkas Kepala Dispersip Kab Tanbu, Yulia Rahmadhani, Rabu (25/10/2023) Siang.

Kegiatan berlangsung di Aula Koramil Pantai Pagatan pukul 08.00 Wita sampai selesai, melibatkan sejumlah 100 orang, dengan membawa narasumber yakni Sandy Firly (Novelis, Cerpenis dan Jurnalis), Randu Alamsyah (Novelis dan Jurnalis), Andi Jamaluddin ar ak (Sastrawan Tanah Bumbu). (Ana)

Kategori
Bisnis Ekonomi Indonesia Inflasi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pertanian Peternakan Sosial Tanah Bumbu

DKPP Tanbu Gencarkan Gerakan Pangan Murah Mandiri

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dalam upaya mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu ( DKPP Kab Tanbu ), meluncurkan Gerakan Pangan Murah Mandiri.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh DKPP, melalui Bidang Ketahanan Pangan ini mencakup sejumlah desa dan kecamatan di Kab Tanbu.

Bekerjasama dengan Bulog dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, kegiatan kali ini menyasar di Desa Karang Rejo, Kecamatan Karang Bintang pada Rabu (06/9/2023).

Kepala DKPP Tanbu Hairuddin, melalui Sekretaris DKPP Lamijan, menyampaikan bahwa pihaknya berupaya untuk memastikan bahwa pangan terjangkau bagi masyarakat, melalui gerakan pasar murah di berbagai desa dan kecamatan.

“Hal ini untuk membantu masyarakat dalam ketersediaan pangan, agar masyarakat selalu bisa terjaga pangannya, terutama beras dengan harga yang lebih murah dari beras pasaran,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Karang Rejo, Bina Wafili, mengucapkan rasa terima kasih kepada Bupati Tanah Bumbu dan Pemerintah Daerah, melalui DKPP atas penyelenggaraan pasar murah di desanya.

Ia berharap kegiatan ini dapat berkesinambungan dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Karang Rejo. Ketersediaan beras dengan harga yang lebih terjangkau, diharapkan dapat membantu menjaga keamanan pangan bagi seluruh warga desa.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berkesinambungan dan memberikan manfaat khusus Desa Karangrejo dan semoga kita diberikan keberkahan,” harapnya. (Anara)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi El Nino Indonesia Inflasi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Pertanian Tanah Bumbu

El Nino Landa Tanbu, DKPP Upayakan Pengairan Padi Sawah Kering

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dalam rangka penanggulangan dampak El Nino di derah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), melakukan gerakan pengairan sawah kekeringan milik petani.

Menurut keterangan, Kepala DKPP Tanbu Hairuddin bersama Sekretaris DKPP Tanbu Lamijan, mengatakan perlunya menyikapi bersama, menentukan langkah dan strategi terkait kondisi El Nino, demi mempertahankan ketahanan pangan agar tetap terjaga.

DKPP juga bekerjasama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar), telah melakukan upaya pengairan untuk menyelamatkan lahan pertanian yang terdampak El Nino. Ini merupakan langkah penyelamatan yang penting agar panen tetap dapat terjadi.

Tujuan dari upaya ini, untuk memfasilitasi lahan-lahan yang terdampak El Nino dan bisa dilakukan penyelamatan sehingga petani berhasil panen.

“Bagaimanapun kita tetap bertekad kuat untuk mensukseskan produksi gabah, mengupayakan strategi penghindaran gagal panen,” katanya, saat di Kantor Dinas KPP Tanbu Jln Dharma Praja Kec Batulicin, Rabu (06/9/2023).

Kadis KPP Tanbu Hairuddin melanjutkan, sebagian padi sawah milik petani terdampak El Nino diantaranya, yakni Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Batulicin, Kecamatan Kusan Hilir dan Kecamatan Kusan Tengah, yang sifatnya spot-spot sawah tersebut jauh dari sumber air dan terancam dampak kekeringan hingga gagal panen.

Sekretaris Dinas KPP Lamijan menambahkan, dalam resiko El Nino ini, petani yang mengalami kondisi bisa panen, dikarenakan mengawali musim tanam kedua pada Bulan April-September.

Dikhawatirkan petani bisa mengalami gagal panen, hingga kini DKPP berupaya mencegah dan pertahanan produksi pangan.

“Jika di lingkungan dekat persawahan terdapat air, kita lakukan penyedotan untuk pengairan ke sawah dengan memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada. Semoga kondisi El Nino tidak berkepanjangan dan segera turun hujan, agar dapat menyirami tanaman kita, khususnya padi sawah milik petani bisa berhasil panen,” ucapnya.

Dilanjutkannya, puncak El Nino terjadi pada Bulan September, kondisi seperti ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Tanah Bumbu saja, melainkan masyarakat Indonesia bahkan se-dunia.

“Informasi puncak El Nino terjadi pada September, semoga bisa tertangani dengan baik, apalagi bulan ini padi dalam fase memerlukan kebutuhan air untuk yang lokasinya rawan kering,“ pungkasnya.

Adapun DKPP Tanbu, telah berkolaborasi dengan bantuan Damkar setempat, sebagai upaya mengurangi resiko kegagalan panen melalui pengairan, berkonsentrasi pada lahan padi sawah yang jauh dari sumber air dengan menggunakan operasional mobil pemadam. (Anara)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi El Nino Indonesia Inflasi Informasi Kalimantan Selatan Lingkungan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Pertanian Tanah Bumbu

DKPP Tanbu, Maksimalkan Sarana dan Prasarana Pengairan Dukung Ketahanan Pangan

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) melakukan monitoring pelaksanaan panen padi di Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin.

Kepala DKPP Tanbu Hairuddin didampingi Sekretaris DKPP Tanbu Lamijan, menyampaikan saat ini beberapa spot di kecamatan Tanah Bumbu masih berhasil melakukan panen, meskipun beberapa lahan pertanian lainnya perlu dilakukan usaha pengairan akibat kekeringan.

Monitoring kegiatan dengan luas panen mencapai sekitar 5 hektar sawah ini dilakukan di tengah fenomena El Nino yang melanda di Tanah Bumbu. DKPP juga akan menyusuri spot lahan pertanian di wilayah lainnya secara bertahap.

Adapun El Nino, merupakan kemarau panjang dari segi suhu maupun lamanya yang menjadi tantangan serius. Meski demikian, DKPP Tanah Bumbu tetap berusaha keras untuk meminimalkan risiko gagal panen dan menjaga produksi pertanian tetap stabil.

“Namun ada beberapa daerah yang masih terkendala dan dikhawatirkan mengalami gagal panen. Hal ini mengingat daerah-daerah yang jauh dari sumber air memiliki risiko yang lebih tinggi,” ungkapnya, di Kantor DKPP Tanbu Rabu (06/9/2023).

Oleh sebab itu, untuk mengatasi situasi ini, DKPP Tanbu melalui para penyuluh di lapangan secara aktif memberikan penyuluhan kepada kelompok tani agar mereka dapat memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia, terutama dalam hal pengairan dan pompanisasi.

Semua upaya ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari potensi inflasi pangan. Meskipun begitu, DKPP Tanah Bumbu memberikan jaminan bahwa stok beras di wilayah ini masih dalam kondisi aman.

“Hari ini kita turun ke lapangan, untuk melakukan monitor pemanfaatan sarana prasarana air dan memantau lahan-lahan padi sawah petani yang mulai panen, sekarang berada pada musim panen ke dua,” pungkasnya.

DKPP akan terus berupaya untuk menjaga ketahanan pangan dan pertanian Kabupaten Tanah Bumbu, sehingga masyarakat tetap dapat menikmati hasil panen yang cukup.

Adapun turut dalam kegiatan monitoring ini, Kepala Dinas DKPP Tanbu, Sekretaris DKPP, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabid Penyuluhan Sarana dan Prasarana, Pejabat Struktural maupun Pejabat Fungsional. (Anara)