Kategori
Ekonomi Kalimantan Selatan Kesehatan Pembangunan Pendidikan Sosial Tanah Bumbu

Peringati PHI TA 2022, DP3AP2KB dan GOW Tanbu Unjuk Kolaborasi Lomba Menu Kudapan Balita

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dalam rangka memperingati Hari Ibu (PHI) Ke-94 tahun 2022, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kolaborasi dengan, Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), menggelar lomba menu kudapan bergizi tinggi untuk balita.

Kegiatan lomba berlangsung di halaman Gedung Mahligai Bersujud Kecamatan Simpang Empat, Kamis (22/12/2022).

Lomba bertujuan guna memberikan menu makanan sehat dan bergizi, bagi balita dalam upaya mengatasi kasus stunting.

Kepala DP3AP2KB Kab Tanbu, Hj Narni menyampaikan, peserta lomba tersebut merupakan perwakilan dari 30 gabungan dari organisasi wanita yang ada di Kab Tanbu, diantaranya organisasi Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan lain sebagainya.

Para peserta terlihat antusias, mengikuti jalannya perlombaan dengan menyajikan berbagai macam menu kudapan yang dihias dengan cantik.

Tim Penggerak PKK Kab Tanbu, telah berhasil menduduki juara pertama dalam lomba menu kudapan untuk balita yang bergizi tinggi, dan Ketua Pokja 1 TP PKK kabupaten, Rochimah juga mengaku sangat bersyukur atas penghargaan tersebut.

HPI ke-94 ini menekankan makna perjuangan perempuan yang telah diawali dari Kongres pertama tahun 1928, sebagai simbol perjuangan bagi semua perempuan baik yang rentan usia, perempuan difabel, perempuan sebagai kepala keluarga, perempuan yang sudah berkeluarga maupun belum berkeluarga.

“Besar harapan perempuan-perempuan di Tanah Bumbu itu

“Kami berharap, perempuan di Tanah Bumbu semakin cerdas dan cakap akan teknologi yang terus berkembang mengikuti zaman, untuk mengisi kemerdekaan dan ikut serta dalam pembangunan daerah hingga nasional di era digital,” ucap Narni. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Kesehatan Pendidikan Sosial Tanah Bumbu

Meriahkan HUT Ke-26, Kecamatan Sungai Loban Gelar Ragam Kegiatan Pelayanan Masyarakat

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 26 Kecamatan Sungai Loban, menggelar beragam rangkaian kegiatan.

Hal itu disampaikan oleh Camat Sungai Loban Agus Salim, melalui Kasubbag Umum dan Kepegawaian Yuni Widayanti, dikantornya, Rabu (21/12/2022).

“Adapun rangkaian kegiatan dimulai Jumat, (23/12) melakukan bakti sosial yakni gotong royong bersih-bersih pantai di Desa Sungai Loban, kemudian Selasa (27/12) berlanjut pada kegiatan sunatan massal dan donor darah, dihalaman Kantor Kecamatan Sungai Loban,” bebernya.

Target peserta sebanyak 85 orang terdiri dari 5 perwakilan dari 17 Desa di Kecamatan Sungai Loban.

“Selanjutnya pada Rabu (28/12) dilangsungkan pelayanan KB dan kesehatan, kemudian pada malam puncak Shalat Maghrib, Shalat Hajat berjamaah, Shalat Isya, maulid habsyi dan tausiyah,” tutupnya.

Dengan menghadirkan Lintas sektor terdiri dari TNI, Polri, kemudian Kepala Desa dan Aparat Desa se- Kecamatan Sungai Loban serta masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Ekonomi Kalimantan Selatan Kesehatan Pembangunan Sosial Tanah Bumbu

Bupati Tanbu Serahkan Motor Operasional Stunting Ke Koordinator Penyuluh KB

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Sebanyak 6 Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan, pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), menerima sepeda motor operasional pendampingan keluarga stunting, Senin (19/12/2022).

Diserahkan langsung Bupati HM. Zairullah Azhar didampingi Sekda H Ambo Sakka dan Kepala DP3AP2KB Hj Narni, di Halaman Kantor Bupati Jln Dharma Praja No 1 Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin Provinsi Kalimantan Selatan.

Motor operasional tersebut bersumber dari dana DAK Fisik TA 2022.

Bupati Zairullah, berpesan agar motor operasional tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya, guna membantu percepatan pelayanan kepada masyarakat utamanya dalam hal stunting.

“Semoga dengan adanya motor operasional ini, pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat, sehingga upaya pemerintah daerah mewujudkan SDM yang sehat, berkualitas, produktif, dan berahlak mulia terwujud,” ujarnya.

Adapun 6 Koordinator Penyuluh KB Kecamatan yang menerima motor operasional yakni Kecamatan Satui, Karang Bintang, Mantewe, Sungai Loban, Kusan Tengah, dan Simpang Empat.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati juga menyerahkan piagam penghargaan sebagai pelaksana pelayanan sejuta akseptor dengan capaian terbaik III se- Kalsel kepada 12 Balai KB Kecamatan se-Tanbu, RSUD DHAAN, RS Marina Permata, RSIA Paradise, Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas se-Kabupaten Tanah Bumbu. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Ekonomi Gaya Hidup Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Pembangunan Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Sekda Ambo Sakka Hadiri Deklarasi Desa ODF, Beri Apresiasi Tinggi Dalam Upaya Ciptakan Lingkungan Sehat Masyarakat

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dalam upaya menuju perilaku hidup bersih dan sehat, Sekretaris Daerah (Sekda) H. Ambo Sakka menghadiri Deklarasi Desa ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, di Gedung PKK Tanbu Kecamatan Simpang Empat, Kamis (15/12/2022).

Sekeretaris Dinas Kesehatan, dr Arman J Rikki selaku panitia pelaksana menyampaikan, bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah mencegah penularan penyakit yang diakibatkan oleh Buang Air Besar Sembarangan (BABS) seperti diare dan penyakit menular lainnya.

Dengan pengaplikasian desa berbasis lingkungan yang maksimal, dinilai dapat menciptakan perilaku masyarakat yang bersih dan sehat sehingga mengurangi risiko penularan penyakit.

Fawahisah Mahabattan selaku Ketua Forum Kabupaten Kota Sehat (KKS) Kab. Tanbu menyampaikan, sebagai prinsipnya Kab Tanbu sebagai Serambi Madinah perlu diimplementasikan tentang nilai-nilai kebersihan dan kesehatan baik di tingkat kabupaten, kecamatan, serta desa atau kelurahan.

Dirinya juga menambahkan saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan kecamatan dan telah turun ke desa, untuk mensosialiasikan terkait ajakan berperilaku hidup sehat ini.

“Masih ada beberapa perilaku yang kurang sehat, berdasarkan hasil diskusi salah satunya penyebabnya adalah kurangnya fasilitas sumber air yang dimiliki, oleh sebab itu mereka juga perlu difasilitasi dengan bantuan yang mendorong mereka dalam berperilaku bersih,” kata Fawahisah.

Sementara itu atas nama Pemerintah Daerah, Sekda memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan menyambut baik, atas pelaksanaan kegiatan deklarasi desa stop buang air besar sembarangan di Kab Tanbu ini.

Seperti yang diketahui bersama, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku hygine dan sanitasi, melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Selain itu, STBM memiliki indikator outcome dan indikator output, indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya, yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku, sedangkan indikator output salah satunya ialah setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar, sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air besar sembarangan tempat (ODF).

Selanjutnya, jumlah desa di Kab Tanbu ada sebanyak 149 desa, yang mana dalam penyelenggaraan STBM yang telah dilakukan pemicuan, oleh petugas sanitasi wilayah kerjanya masing-masing sebanyak 140 Desa dan Kelurahan, dari 149 Desa dan Kelurahan yang telah dipicu, dan dilaksanakan program STBM serta diverifikasi tahun 2022, sebanyak 42 Desa yang dinyatakan terbebas dari BABS, dan sebagian desa ODF sebanyak 40 Desa yang di Deklarasikan.

“Oleh karena itu, kami berharap semoga melalui kegiatan ini masyarakat, utamanya masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu dapat lebih mencintai kebersihan, dengan tidak melakukan buang air besar sembarangan (BABS), guna terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat, dalam mewujudkan Desa menuju Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Bumi Bersujud,” pesannya.

Dalam kesempatan itu Sekda juga menekankan kepada setiap pemangku kepentingan di Bumi Bersujud, untuk menjalankan amanah yang diemban dengan sebaik-baiknya termasuk dalam menyukseskan gerakan ini.

Termasuk Kepala Desa yang menjadi ujung tombak, kepala desa dituntut maksimal, dalam membangun dan bertanggung jawab dalam memperhatikan lingkungan sehat di desanya.

“Dengan bantu masyarakat berubah pola hidupnya, berubah naik kesejahteraannya, berubah taraf ekonominya lebih baik, apalagi terkait penerapan hidup sehat di masyarakat,” katanya.

Turut berhadir dalam kegiatan pimpinan Forkopimda, Pejabat SKPD Lingkup Pemkab Tanbu, Ketua TP PKK, Pimpinan Instansi Vertikal, Ketua Puskesmas, Ketua Forum, Lurah Camat dan Kepala Desa. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Gaya Hidup Kalimantan Selatan Kesehatan Olah Raga Sosial Tanah Bumbu

TP PKK Kab Tanbu Laksanakan Germas, Sebagai Contoh Hidup Sehat Di Masyarakat

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), oleh TP-PKK Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) Kecamatan Batulicin, Rabu (14/12/2022).

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ketua GOW, Ketua DWP, Ketua Persit, Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu dan 5 TP PKK kecamatan, Damkar Tanbu dan SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu beserta tamu undangan.

Kegiatan dimulai dengan senam pagi bersama di halaman Gedung TP PKK Kapet Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat, terlihat juga lapak sayur yang disediakan secara gratis hingga lengkap dengan fasilitas pemeriksaan kesehatan yang didampingi oleh pihak Dinas Kesehatan Tanah Bumbu.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan sekaligus Ketua Pokja 4 dari Pihak Dinkes Tanbu, Eli Irawati menyampaikan Germas merupakan program TP PKK Tanah Bumbu untuk mendukung Perintah Daerah dalam menunjang kehidupan sehat masyarakat, diikuti lintas sektor terkait. Program salah satu unggulan TP PKK Tanbu adalah keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana.

Melalui dr Deky Atmadja juga menerangkan, salah satu program Germas adalah cek kesehatan masyarakat, minimal seluruh kalangan masyarakat harus memeriksakan kesehatan dirinya satu tahun sekali, bisa dilakukan di Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) desa dengan mengikuti wawanca kesehatan jiwa, wawancara kesehatan riwayat penyakit dan cek kesehatan lainnya, kemudian berkonseling. Pos fasilitas kesehatan di desa-desa tersebut secara cuma-cuma/gratis.

“Bagaimana mengubah paradigma di masyarakat, bukan paradigma sakit baru memeriksakan diri, akan tetapi paradigma sehat yang meski tidak merasakan sakit namun tetap memerikasakan kesehatannya,” kata Deky.

Ketua TP PKK Kab Tanbu, Hj Wahyu Windarti Zairullah mengungkapkan, kegiatan TP PKK dalam rangka pelaksanaan Germas, kita menjadi contoh untuk masyarakat dalam hidup sehat.

“Untuk bisa hidup sehat terutama perhatikan sanitasi, air yang kita konsumsi harus bersih, makanan yang bergizi agar kita sehat juga anak-anak kita sehat dan bisa tumbuh dengan baik, hari ini juga kita adakan tanggap bencana, meski kita perempuan harus selalu tanggap bencana, apalagi sekarang banyak terjadi bencana, kita adakan Demo Penanganan Kebakaran dari Dinas Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu,” pungkasnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Kesehatan Sosial Tanah Bumbu

Puluhan Kambing Warga Desa Tanete Divaksin CAVac

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pelaksanaan Vaksinasi CAVac, puluhan hewan ternak (Kambing) milik warga Desa Tanete Kecamatan Kusan Hilir, oleh dokter Hewan dan Mantri Hewan didampingi oleh Babinsa Koramil Kusan Hilir, Senin (28/11/2022).

Sertu Golkar Natanael Panjin dan Koptu Agus Apriadi bersama Kades dan aparat desa Tanete, turut mendampingi pelaksanaan Vaksin Campak dan pemberian vitamin 61 ekor kambing oleh dokter hewan Aini, mantri hewan M.Syafi’i dan mantri hewan Yayan.

Kegiatan pemberian vaksin Cavac dan vitamin terhadap hewan ternak milik warga, merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, dalam mencegah Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak diwilayahnya.

Setelah sebelumnya program vaksinasi PMK dilaksanakan pada hewan sapi, giliran kambing yang mendapatkan vaksin dan vitamin guna menjaga kesehatan hewan ternak tersebut.

Dandim 1022/Tnb, Letkol Inf Aldin Hadi,S.H.,M.Tr (Han) melalui Danramil Kusan Hilir, Lettu Inf Helmi Wahyudi menyampaikan, Babinsa Koramil 1022-02/Khi bersama aparat desa mendampingi pelaksanaan vaksinasi PMK di Desa Tanete.

“Kegiatan vaksinasi PMK bagi hewan ternak di wilayah Kecamatan Kusan Hilir dilaksanakan di Desa Tanete, setelah sebelumya kegiatan vaksinasi PMK dan pemberian vitamin terhadap hewan ternak sapi, giliran puluhan kambing milik warga yang menerima vaksin dan vitamin,” ujarnya.

Hal ini dilakukan sebagai upaya Pemkab Tanbu dalam rangka meningkatkan kesehatan hewan ternak dan mencegah terjadinya PMK, pada hewan ternak, sehingga apabila hewan ternak lokal milik warga sudah berkualitas tinggi.

“Dengan hal itu maka tidak perlu mendatangkan hewan ternak dari luar daerah, sehingga pendapatan warga dari sektor peternakan bisa ikut meningkat” pungkas Danramil. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Kesehatan Sosial Tanah Bumbu

Masyarakat Tanbu Digegerkan Kasus Pria Tewas Gantung Diri di Kontrakan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Masyarakat Tanah Bumbu digegerkan akibat penemuan seorang pria yang tewas gantung diri di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (24/11/2022) siang.

Korban mengakhiri hidup menggantungkan diri di sebuah rumah kontrakan yang beralamat di Gang An-Nur RT.09 Desa Sejahtera, Kec. Simpang Empat, Kab. Tanah Bumbu.

Terkait adanya penemuan mayat gantung diri itu, petugas Polres Tanah Bumbu terjun langsung ke lokasi guna mengevakuasi mayat korban serta menyelidiki terkait kejadian tersebut.

Kapolres Tanah Bumbu AKBP Tri Hambodo melalui Kasi Humas AKP Made Rasa, saat dikonfirmasi menyampaikan terkait dengan hasil temuan yang diperoleh oleh pihak kepolisian.

“Dari hasil Olah TKP oleh Inafis Satreskrim Polres Tanah Bumbu yang dibantu oleh Personel Polres Tanah Bumbu serta Personel Polsek Simpang Empat, sementara dapat disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri, karena tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Kasi Humas.

Sementara berdasarkan dari keterangan dari saksi yakni istri korban, bahwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia, korban dan istri sempat terjadi percekcokan antara kedua belah pihak yang membuat istri meminta untuk bercerai dengan korban.

Hal ini juga diperkuat dengan keterangan tetangga korban, yang menyebut bahwa dirinya sering mendengar adanya percekcokan antara suami-istri yang baru mengontrak 1 bulan di lokasi tersebut (TKP) .

Oleh sebab itu berdasarkan keterangan saksi juga keterangan medis diperoleh di TKP, polisi telah berkoordinasi dengan keluarga korban dengan hasil keluarga korban sudah menerima keadaan korban.

Keluarga korban menyatakan tidak akan melakukan penuntutan secara hukum atas kejadian tersebut serta bersedia membuat Surat Keterangan tidak dilakukan Autopsi.

Selanjutnya korban dibawa menggunakan Ambulance milik Desa Sejahtera ke RSUD Dr. H. Abdurrahman Noor guna dilakukan Visum oleh Dokter.

“Kemudian untuk saat ini proses pemulasaraan jenazah masih menunggu keputusan dari pihak keluarga korban,” tutup AKP Made. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Gaya Hidup Kalimantan Selatan Kesehatan Pertanian Sosial Tanah Bumbu

One Day No Rice, DKPP Tanbu Ajak Masyarakat Konsumsi Karbohidrat Lain Selain Nasi

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), menggelar sosialisasi One Day No Rice (Satu Hari Tanpa Nasi).

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan bertempat di Gedung Sektetariat PKK Kab. Tanbu, Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (16/11/2022) pagi.

Dihadiri oleh kurang lebih berjumlah 170 peserta, soaialisasi One Day No Rice ini pertama kali dilaksanakan. Materi yang dibawakan hari ini adalah One Day No Rice dan Pola Pangan Harapan Konsumsi.

Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini yaitu “Kita Tingkatkan Konsumsi Pangan Alternatif Karbohidrat Pengganti Beras Dengan Pangan Lokal Tanpa Mengurangi Nilai Gizi”.

Dilaksanakannya sosialisasi ini menanggapi terkait skor tertinggi provinsi Kalsel dalam konsumsi beras se-Indonesia dan Kabupaten Tanah Bumbu berada diurutan ke 8 se-Kalsel.

Data Skor PPH Konsumsi Tahun 2021 Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan angka 85,2 sedangkan pada Tahun 2022 yaitu 87,4 artinya ada peningkatan dari segi konsumsi umbi-umbian, sayur dan buah/ biji berminyak. Kenaikan ini sesuai dengan harapan Badan Pangan Nasional.

Dalam laporannya, Kepala DKPP Kabupaten Tanah Bumbu Hairuddin melalui Kabid Ketahanan Pangan Erna Kalsum, menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan tak terkecuali Tanah Bumbu, merupakan salah satu wilayah dengan pengkonsumsi beras tertinggi.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengurangi tingkat ketergantungan terhadap beras, dengan menggantikannya dengan bahan alternatif lain seperti umbi-umbian dan biji-bijian tanpa mengurangi nilai gizi yang diperlukan oleh tubuh.

“Kita hendak mengubah pola pikir masyarakat Tanah Bumbu tentang kesetaraan gizi dari jenis makanan selain nasi dengan menggunakan bahan baku produk lokal lainnya,” jelasnya.

Bidang Ketahanan Pangan berharap dapat mencapai Skor 100 persen kedepannya, yaitu konsumsi pangan masyarakat sudah beragam, tidak hanya terfokus pada beras saja sebagai sumber karbohidrat, akan tetapi mengarah ke konsumsi pangan lokal dari umbi-umbian sesuai dengan potensi masyarakat masing-masing, yang ditunjang dengan peningkatan konsumsi pangan hewani serta buah dan sayur.

Sementara itu Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir. H. Ridwan, menyambut baik dan mengapreasi dengan dilaksanakannya kegiatan ini.

Beras tidak dipungkuri merupakan bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia dan menjadi ketergantungan banyak orang untuk menkonsumsinya. Salah satunya dibuktikan dengan anggapan yang sering beredar di masyarakat bahwa ‘Jika Belum Makan Nasi, Maka Belum Makan’.

“Guna meluruskan anggapan masyarakat tersebut, maka perlu pemahaman secara proporsional terkait gizi, mutu dan keamanan pangan agar dapat membantu masyarakat dalam memahami kandungan gizi dari ragam jenis makanan,” kata Ridwan.

Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara seksama, sehingga dengan menggantikan beras dengan bahan pokok lainnya diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bumi Bersujud.

Dalam kegiatan ini, DKPP Tanbu menghadirkan narasumber atau tenaga ahli dari perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Riza Rosadi beserta jajaran.

Turut berhadir peserta kegiatan yang terdiri dari pengurus TP-PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa, Kepala BPP, Menteri Tani, dan tamu undangan. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Kesehatan Sosial Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Gandeng BPJS Kesehatan Gelar Forum Pemangku Kepentingan Utama

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Banjarmasin menggelar Forum Pemangku Kepentingan Utama, bertempat di Ruang Rapat Bersujud Kantor Bupati, Rabu (16/11/2022).

Melalui forum bersama ini diharapkan akan muncul saran dan solusi terhadap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program JKN KIS guna terwujudnya masyarakat Tanbu yang lebih sehat dan sejahtera.

Forum tersebut dibuka langsung Asisten Administrasi Umum Tanbu Andi Aminuddin dihadiri pula Asisten Pemerintahan dan Kesra Hj Mariani, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin Agus Supratman, dan Pimpinan SKPD terkait.

Asisten Administrasi Umum Tanbu Andi Aminuddin mengatakan forum ini digelar dalam rangka membangun kemitraan dan meningkatkan komunikasi antar pemangku kepentingan serta perwakilan peserta dan pekerja sehingga dapat terjalin kerjasama dan komunikasi yang baik guna mensukseskan program JKN KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin Agus Supratman mengatakan tujuan forum pemangku kepentingan utama adalah pertama, tercapainya penyelesaian masalah dan memberikan solusi serta memitigasi resiko-resiko yang akan terjadi dikemudian hari.

Kedua, tercapainya komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan utama terkait pelaksanaan pogram JKN-KIS meliputi penyampaian saran dan gagasan, pemecahan masalah serta perumusan rencana kerja sama yang strategis, dan ketiga, tercapainya pemahaman yang sama dalam mendukung program JKN-KIS.

Keempat, terwujudnya partisipasi pemerintah daerah dalam mendukung sosialisasi, keberhasilan implementasi program JKN-KIS, Monev serta fasilitas pelayanan peserta program JKN-KIS tanpa diskriminasi, dan kelima, untuk mempermudah koordinasi antar instansi yang terkait dalam meyelesaikan kendala-kendala operasional dilapangan.

Terkait JKN ini, sebutnya pada 6 Januari 2022 Presiden telah mengeluarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2022 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional.

“Inpres tersebut bertujuan untuk optimalisasi pelaksanaan program JKN, peningkatan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan menjamin keberlangsungan program JKN,” ucapnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Kesehatan Tanah Bumbu

Dinkes Tanah Bumbu Sinergi Lakukan PSN ke Desa Sejahtera

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama jajaran Pemerintah Kantor Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, melakukan Pemberentasan Sarang Nyamuk (PSN).

Bekerjasama dengan Tim Tenaga Kesehatan Puskesmas Kecamatan Simpang Empat dan Darul Azhar, Dinkes menggelar pencanangan Pemberentasan Sarang Nyamuk (PSN), di Aula Kantor Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (23/09/2022).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar ini, dilaksanakan sebagai upaya pencegahan guna menghindari terjadinya serangan penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dalam sambutannya, Bupati Zairullah berharap melalui momentum pencanangan Pemberantasan Sarang Nyamuk, masyarakat dapat memaknai salah satu hadist Nabi Muhammad SAW yaitu ‘An-Nadhafatu Minal Iman’, yang berarti kesebersihan sebagian dari iman.

Sebagai muslim yang baik, alangkah penting untuk memperhatikan kebersihan baik itu diri sendiri ataupun lingkungan sekitar. Dengan lingkungan yang bersih, akan meningkatkan kualitas hidup yang lebih sehat dan menurunkan potensi timbulnya suatu penyakit.

Oleh sebab itu dengan landasan tersebut, Bupati menekankan masyarakat di Bumi Bersujud untuk lebih meningkatkan kesadaran dirinya terkait kebersihan, sehingga dengan lingkungan yang bersih maka akan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat itu sendiri.

Sementara itu Pj.Kepala Desa Sejahtera, Amirullah, didampingi Ketua RT 9 Desa Sejahtera, Musrifin, menyampaikan bahwa saat ini untuk Desa Sejahtera Kecamatan Simpang Empat sendiri sudah terdapat sebanyak 10 kasus DBD.

Amirullah mengungkapkan bahwa dari awal terjadinya kasus hingga saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan unsur terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan, dalam hal upaya penanganan dan pencegahan munculnya serupa.

“Kami dari Pemerintah Desa juga mengambil langkah konkrit, dengan mengumpulkan warga yang berada di wilayah rawan DBD untuk kemudian kami sosialisasikan bersama dengan Dinas Kesehatan,” sebut Amirullah.

Dengan dicanangkannya PSN, Kepala Desa Sejahtera itu mengaku siap bekerja sama dengan lintas sektor terkait dalam menjaga gerakan menjaga kebersihan ini berjalan secara berkelanjutan, lebih optimal, serta memberikan pemahaman yang baik kepada warga.

Fitriani Arif selaku Pengelola DBD dan Surveilans Puskesmas Simpang Empat, menjelaskan bahwa penyakit DBD ini disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan termasuk penyakit berbahaya yang dapat menimbulkan kematian.

“Dengan gerakan PSN yang hari ini difokuskan di RT 9 Desa Sejahtera, diharapkan menurunkan angka penyakit, dan kegiatan hari ini kami juga berikan bubuk abate kepada masyarakat agar dapat membunuh jentik-jentik nyamuk tersebut,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa penyeluhan terkait pemberantasan nyamuk ini bukan yang pertama kali dilakukan, namun melalui gerakan PSN, pihaknya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga lebih waspada dan aktif dalam memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. (narasinusantara.com/Aaron)