Kategori
Bisnis Ekonomi Gaya Hidup Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Peduli Literasi, Komunitas Bestari Gelar Aksi Sosial Masyarakat, Buka Lapak Baca Buku Gratis, Dispersip Siap Dukung Fasilitas

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Literasi Bestari Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), menggelar aksi sosial masyarakat, buka lapak baca buku gratis hingga pemeriksaan kesehatan.

Kegiatan Bestari tersebut, berlangsung pukul 16.00 Wita hingga 21.00 Wita, bertempat di Education Park, Jl.Raya Batulicin RT. 002 Kel, Kp. Baru, Kec. Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (7/1/2023) sore.

Minilik soal literasi, dalam daftar skala nasional disebutkan, Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal ini disampaikan langsung Staf ahli Menteri dalam negeri (Mendagri), Suhajar Diantoro pada Rapat kordinasi nasional bidang perpustakaan tahun 2021. Lebih lanjut, Kepala Perpusnas M Syarif Bando mengatakan persoalan Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi.

Total jumlah bahan bacaan dengan total jumlah penduduk Indonesia memiliki rasio nasional 0,09. Artinya satu buku ditunggu oleh 90 orang setiap tahun, sehingga Indonesia memiliki tingkat terendah dalam indeks kegemaran membaca hingga tahun 2023.

Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019.

Kepala Dinas Dispersip Kab Tanbu, Yulia Rahmadhani diwakili Sekretaris Dispersip Tanbu, Muhammad Saleh menyampaikan, perpustakaan selalu siap hadir sebagai wadah pusat pengetahuan dan Informasi masyarakat.

Dispersip Kab Tanbu siap menjamin terkait fasilitas dan dukungan pembinaan, dalam penyebaran pengetahuan dan Informasi melalui lembaga maupun komunitas literasi yang ada di daerah khususnya Tanah Bumbu.

“Hadirnya Dispersip Kab Tanbu, diharapkan dapat membantu memperluas peyebaran informasi dan ilmu pengetahuan pada masyarakat, sehingga dapat mewujudkan daerah dengan generasi yang unggul, cerdas dan kreatif,” kata Sekdin Persip Tanah Bumbu, Saleh, Minggu (8/1) siang.

Oleh karena itu, Bestari dengan anggota sekitaran 13 orang, sepakat turun ke lapangan untuk melihat langsung (survey), respon membaca masyarakat, khususnya yang menjadi target adalah warga sekitaran Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Batulicin Kab. Tanbu.

Menggiatkan budaya membaca sejak dini harus ditanamkan, kepada generasi muda sebagai cikal bakal bagi penerus bangsa Indonesia.

Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan literasi, dengan gerakan membuka lapak baca buku gratis di masyarakat ini, sebagai tanggapan dari isu global terkait mirisnya kepedulian membaca dan menurunnya minat baca masyarakat Indonesia.

“Untuk evaluasi kegiatan, tentu banyak hal yg harus dibenahi, tapi tentu dari gerakan pertama kita diawal tahun ini, hal kecil semacam membuka lapak baca buku gratis dan pemeriksaan kesehatan seperti tensi gratis, sudah cukup untuk menjadi pemicu agar kedepannya Komunitas Bestari Literasi, terus bisa konsisten melakukan gerakan-gerakan literasi yg lebih kolektif kedepannya,” beber Pattah selaku salah satu penggagas Bestari.

“Komunitas Bestari Literasi, tentu berharap dengan keberadaan gerakan-gerakan kecil serat memberi arti di masyarakat sekitar, tapi juga signifikan bisa membuka ruang yg lebih jauh, untuk literasi dan sejenisnya, serta lebih banyak mengambil peran sosial, ditengah kondisi percepatan teknologi,” bebernya, Minggu (8/1) pagi.

Ia melanjutkan, bahwa kedepannya Bestari sudah merancang visi untuk ikut andil di dunia digitalisasi yg jauh lebih kreatif, dengan melaksanakan kolaborasi dari berbagai pihak yg ada. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Tingkat Literasi Daerah Tanah Bumbu Masih Minim, Terdata 5 Komunitas, Dispersip Kab Tanbu Tetap Optimis Membina

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Dispersip Kab Tanbu), tetap optimis lakukan pembinaan komunitas dan literasi daerah, Minggu (8/1/2023).

Menurut Elizabeth Sulzby “1986”, Literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan menulis dan membaca.

Sebagai informasi, Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Hal ini disampaikan langsung Staf ahli Menteri dalam negeri (Mendagri), Suhajar Diantoro pada Rapat kordinasi nasional bidang perpustakaan tahun 2021. Lebih lanjut, Kepala Perpusnas M Syarif Bando mengatakan, persoalan Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi.

Rendahnya tingkat literasi ini terbawa hingga pada tahun 2023, perkembangan literasi Indonesia hingga pelosok daerah masih sangat minim (kecil).

Kualitas melek aksara maupun kesadaran masyarakat dalam membangun literasi di daerah masing-masing masih terbilang kurang.

Literasi adalah soal penanaman budaya di dalam diri seseorang, dimana terdapat kemampuan membaca, menulis dan juga mengenali serta memahami ide-ide secara visual.

Di Bumi Bersujud Tanah Bumbu, literasi didukung dengan hadirnya Dispersip Kab. Tanbu.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Dispersip Kab Tanbu, Yulia Rahmadhani diwakili Sekretaris Dispersip Tanbu, Muhammad Saleh mengatakan, perpustakaan merupakan pusat pengetahuan dan Informasi, sehingga perpustakaan menjadi salah satu sarana utama dalam penyebaran pengetahuan dan Informasi.

“Dengan hadirnya perpustakaan, diharapkan dapat memperluas peyebaran informasi dan ilmu pengetahuan. Serta meningkatnya Indeks Pembangunan Literasi di masyarakat Tanah Bumbu, sehingga dapat mewujudkan Tanah Bumbu cerdas,” paparnya.

“Dewasa ini perpustakaan telah bertransformasi, bukan lagi hanya sekedar tempat meminjam dan mengembalikan buku, kini perpustakaan telah menjadi pusat berkegiatan masyarakat, baik workshop, seminar dan pelatihan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Saleh kemudian, Minggu (8/1) siang.

Berdasarkan data yang ada, komunitas literasi yang masuk dalam pengawasaan Dispersip Kab Tanbu ada 5 komunitas yaitu Bagang Sastra, Majelis Haha Hihi, Kopiambar, Komunitas Bestari Literasi, Komunitas Literasi Tanah Bumbu IPM. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kriminal Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Politik Regional Sosial Tanah Bumbu Transportasi

Pemkab Tanbu Akan Segera Bentuk Tim Satgas, Awasi Distribusi BBM Bersubsidi

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), melalui Bagian Perekonomian, SDA, dan Administrasi Umum, akan membentuk Tim Satuan Tugas (Tim Satgas). Sabtu (7/1/2023).

Tujuan Tim Satgas dibentuk guna melakukan pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi, yang nantinya akan melaksanakan pengawasan langsung ke SPBU yang ada di Bumi Bersujud.

Perlunya dilakukan giat pemantauan proses pendistribusian BBM bersubsidi ini, juga untuk menjamin agar tidak ada, terjadi pelanggaran di lapangan oleh para pelaku usaha.

“Satgas juga akan dapat melakukan tindakan tegas, apabila terdapat pelanggaran di lapangan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ucap Kepala Bagian Perekonomian, SDA dan Administrai Pembangunan Kab. Tanbu, Didi Ali Hamidi.

Rumusan bahwa, setiap bahan pokok penting termasuk barang bersubsidi, merupakan kewajiban dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk melakukan monitoring dan pengawasan dalam hal pendistribusian dan penyaluran sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

“Satuan tugas pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi yang dibentuk oleh Bupati Tanah Bumbu, dimaksudkan agar tugas dan kewenangan masing-masing, baik itu dari pemerintah daerah sendiri melalui perangkat daerahnya, pihak aparat penegak hukum dalam hal ini polisi dan kejaksaan, serta TNI untuk dapat menjalankan tugas dan kewenangannya secara terpadu,” ujar Didi.

Dalam periode pertengahan tahun 2022, telah diketahui bersama bahwa Presiden Jokowi tampak ketat dalam pembahasan soal BBM. Begitu harga minyak mentah dunia melejit, Indonesia sebagai net importir minyak tentunya akan memiliki dampak signifikan.

Sehingga untuk menangani kekurangan minyak itulah yang ditanggung oleh pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di masyarakat. Belum lagi, harga BBM seperti Pertalite yang masih jauh di bawah keekonomian dan disubsidi pula oleh pemerintah.

Presiden Jokowi bahkan mencatat, akibat melejitnya harga minyak mentah dunia dan subsidi BBM, anggaran subsidi pemerintah sendiri menurut data yang ada, sudah meningkat 3 kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun dan nilai itu akan meningkat terus.

Jokowi melihat bahwa lebih dari takaran 70% subsidi BBM, justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu, yaitu pemilik mobil pribadi.

Kebijakan pun diambil oleh pemerintah pusat, saat harga BBM Pertalite dan Solar Subsidi naik, Presiden Jokowi menggelontorkan bantuan sosial berupa BLT BBM sebanyak Rp 600 ribu untuk 4 bulan. Berdasarkan hasil rapat terbatas di Istana Kepresidenan, total dana yang disepakati pemerintah untuk menambah dana bansos mencapai Rp 24,17 triliun, di mana sebagian alokasi sebesar Rp 12,4 triliun akan diberikan untuk BLT.

Dinilai suatu hal yang tepat jika menanggapi situasi naiknya BBM ini, membuat Pemkab Tanbu melakukan pergerakan upaya untuk menangani kondisi di daerah, salah satunya dengan membentuk Tim Satgas. Beberapa pekan yang lalu bahkan Polres Tanah Bumbu berhasil, menangkap pelaku usaha yang melakukan kecurangan/penipuan BBM dalam bentuk Solar di masyarakat.

“Utuk perangkat daerah terkait, masih akan kami rapatkan terlebih dulu, untuk mendapatkan arahan dan persetujuan dari Pak Bupati,” pungkas Kabag Perekonomian, SDA dan Administrai Pembangunan Kab. Tanbu. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Regional Sosial Tanah Bumbu Transportasi

Begini Perbedaan Harga BBM Pertalite Di Tanah Bumbu

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Sebagai rentetan berbagai gejolak peristiwa BBM pada tahun 2022, momentum yang tentunya masih lekat diingat di benak masyarakat Indonesia, mengenai kebijakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), terkait kenaikan harga BBM, khususnya harga jenis BBM khusus penugasan (JBKP) yakni RON 90 atau Pertalite.

BBM (bahan bakar minyak) sudah relatif lama, menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat di seluruh dunia, terutama bagi yang memiliki kendaraan bermesin, Jumat (6/1/2023).

Gejolak situasi global se-dunia, akhirnya berdampak signifikan turut menjerat Indonesia, khususnya terkait melejitnya harga minyak mentah dunia.

Menurut data yang ditangkap media, sebelum pandemi tiba, harga minyak mentah dunia hanya di kisaran US$ 60-an per barel, harga tersebut kemudian melejit total hingga mencapai US$ 110-an per barel, pada pertengahan tahun 2022 ini, merupakan salah satu imbas dari memanasnya geopolitik.

Presiden Jokowi memutuskan untuk menaikkan harga BBM Pertalite tepat pada 3 September 2022. Harga BBM Pertalite yang tadinya hanya Rp7.650 per liter naik menjadi Rp10.000 per liter sampai pada hari ini.

Berkaca kembali, harga BBM di tiap daerah pun ternyata berbeda-beda, di Ibu Kota Kalimantan Selatan (Banjarmasin), harga Pertalite Rp10.000 per liter, wilayah bergeser sedikit ke Kabupaten Tanah Bumbu, harga eceran mencapai kisaran Rp12.000 per liter bahkan Rp13.000 per liternya. Perbedaan harga sempat menjadi kontroversial di kalangan masyarakat.

Sebut saja, Sulaiman selaku pelaku usahan eceran BBM Pertalite yang menjual dengan harga Rp13.000 per liter, ia menjelaskan perbedaan harga Pertalite dari tokonya dengan toko lain, karena ia pergi mengantri sendiri ke SPBU tertentu.

Sulaiman menyatakan bahwa, sempat kena biaya ‘cas’ tambahan saat membeli BBM Pertalite di SPBU tertentu, sehingga ia juga menaikkan harga ke pelanggan. Tak hanya itu, jalur dagang atau membali BBM Pertalite dari pelangsir pun, ia mengaku tidak sesuai porsi literan/kurang.

“Kalau saya beli sendiri Pertalite ke Pom/SPBU disana, kena ‘cas’, saya beli misal 60 liter dengan harga Rp. 600.000 jadi Rp.615.000, sedangkan beli di pelangsir BBM untuk di muat di botol per liternya ada kurang pasnya, hasilnya coba liat di toko lain dengan harga jual Rp12.000 per liter/botol terlihat isinya tidak penuh hingga ke garis tutup botol, karena pas dituangkan ke botol jualan ternyata kurang, misal harusnya dapat 15 botol jadi 14 botol saja,” bebernya.

Membahas terkait BBM, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui, Bagian Perekonomian, SDA, dan Administrasi Umum, akan berencana membentuk Tim Satuan Tugas.

Dalam Satgas juga turut melibatkan, Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu, sebagai salah satu anggota Tim Satgas.

“Kami baru saja selesai rapat dengan pihak DPRD Tanah Bumbu, rencananya dalam rapat tersebut telah dibahas pembentukan Tim Satgas dari Bidang Perekonomian Pemerintah Daerah, kami juga akan terlibat sebagai anggota Satgas nantinya,” ungkap Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu, Deny Hariyanto melalui Kabid Perdagangan dan Metrologi, H Hery.

Ia menerangkan lebih lanjut, bahwa aturan jual beli BBM telah tertuang jelas melalui perarutan undang-undang negara, Pemerintah Daerah bergerak sesuai acuan peraturan yang telah ditetapkan, pengawasan BBM juga telah dilakukan sesuai sasaran.

“Ada kewenangannya sesuai peraturan yang berlaku, sebagai kesejahteraan masyarakat selama ini dan peningkatan ekonomi, para pedagang atau pelaku usaha BBM masih diijinkan menjual sebagaimana mestinya,” tutupnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Perayaan Tahunan Pertanian Sosial Tanah Bumbu

Harga Cabai Melonjak Di Pasaran Pasca Nataru

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Di balik isu tentang krisis pangan nasional tahun 2023, kini harga sayuran dan cabai relatif turun naik. Harga cabai di pasar tradisional Kecamatan Simpang Empat, alami lonjakan harga pasca perayaan hari besar Natal dan Tahun Baru Masehi 2023, Jumat (6/1/2023).

Kebutuhan pangan masyarakat ini, ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2).

“Kami baru saja lakukan sidak dua hari yang lalu, untuk bahan baku atau kebutuhan pangan, stok di daerah masih aman dan stabil kembali, hanya saja seperti sayur mayur, cabai dan bawang harganya sering relatif turun naik di pasaran,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu, Deny Hariyanto melalui Kabid Perdagangan dan Metrologi, H Hery, Kamis (5/1) siang.

Melonjaknya harga cabai dikarenakan stok yang kurang, para petani di luar daerah alami gagal panen cabai hingga lahannya di kabarkan kebanjiran.

“Sekarang harga cabai alami kenaikan, cabai (Tiung) di harga jual di pasar Rp. 60/65 ribu per kilogram, cabai (Mutiara) di harga jual Rp. 80/85 ribu per kilogram, cabai (Keriting) di harga jual Rp. 50/55 per kilogram, cabai merah di harga jual Rp. 50 per kilogramnya,” beber Isman, selaku pedagang cabai di Pasar Subuh Pal. 2 Kecamatan Simpang Empat, Jumat (6/1). (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Gaya Hidup Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Peserta Pelatihan Keterampilan Dinsos Tanbu, Ingin Bisa Buka Usaha Mandiri Bantu Ekonomi Keluarga

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu (Dinsos Kab Tanbu), melaksanakan pengiriman peserta pelatihan ke Panti Sosia Bina Remaja dan Panti Sosial Bina Wanita di Banjarbaru, Rabu (4/1/2022).

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap ilmu yang diperoleh dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

“Tolong ikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan syukuri. Mudah-mudahan ilmu yang didapat nanti mampu meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Basuni dihadapan calon peserta pelatihan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Tanah Bumbu, Maulidah menambahkan tujuan pelatihan memberikan kesempatan kepada masyarakat kurang mampu agar bisa mendapatkan keterampilan sehingga bisa mandiri dan diharapkan dapat lepas dari kemiskinan.

Dijelaskan Maulidah, untuk peserta pelatihan PRSTS sebanyak tiga orang dari Kecamatan Mantewe, Kusan Hilir, dan Satui. Sedangkan PPRSAR sebanyak 5 orang.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menanggung penuh biaya akomodasi peserta untuk pemberangkatan dan penjemputan, serta memberikan bantuan peralatan bagi mantan peserta pelatihan yang dinilai berhasil selama dilakukan monitoring.

Dimana umumnya, Dinsos setiap satu tahun akan mengirim 2 kali peserta untuk mendapatkan pelatihan seperti keterampilan menjahit, tata rias, tata boga dan lainnya.

“Yang kami kirim adalah peserta remaja dengan usia produktif, telah di lakukan pendaftaran dan seleksi terhadap 37 orang dan terpilih 8 siswa yang diberangkatkan hari ini, semoga ilmu yang di dapat bisa meningkatkan derajat dan perekonomian keluarga,” bebernya.

Desi Wulandari berasal dari Kecamatan Mantewe selaku perwakilan 3 peserta wanita dari Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal Bacari mengatakan, dirinya telah lulus dari sekian banyak seleksi, pelatihan nantinya bertujuan untuk mengembangkan diri, ia akan mengikuti keterampilan menjahit dan rencananya akan membuka usaha mandiri setelah pulang pelatihan setelah 6 bulan.

“Saya mengucapkan terimakasih karena saya telah lulus dari sekian banyak orang yang terpilih untuk mengikuti pelatihan, bersama 2 rekan saya dari Kecamatan Pagatan dan Kecamatan Satui. Saya berharap semoga bisa mandiri dan lebih baik lagi setelah mendapatkan ilmu di pelatihan,” ucap Desi.

Saiful Rahman dari Mantewe selaku alumni pelatihan pada tahun 2019 menyebutkan, dirinya sempat mengikuti keterampilan servise elektronic HP, dan telah membuka usaha secara mandiri sebagai pekerjaan utama dalam menunjang perekonomian dan pemenuhan kebutuhan keluarganya, usaha tersebut telah berjalaninya selama 2 tahun lebih.

Nor Latifah berasal dari Kecamatan Simpang Empat, selaku perwakilan 5 peserta, dari Panti Perlindungan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja Mulia Satria, mengambil keterampilan tata rias dan dirinya ingin bisa membuka usaha salon, ia menyampaikan akan bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini, ia berharap bisa sukses kedepannya.

Nurul Jannah selaku alumni pelatihan asal Kalteng dan berdomisili ikut suaminya di Kab.Tanbu menyebutkan, dulunya sempat mengikuti pelatihan menjahit.

Ia juga langsung mempromosikan keterampilannya lewat sosial media, maupun di lingkungan sekitar. Kini ia telah menekuni hasil ilmu pelatihan sebagai penjahit, dimana pekerjaannya itu merupakan hal yang disenanginya, ia menyampaikan agar generasi sekarang jangan malu untuk terus belajar .

“Dari pengalaman pelatihan sebelumnya, saya mandapat ilmu dan meningkatkan kemampuan, belajar disiplin serta mengambil pengalaman baru bersama teman pelatihan di 13 kabupaten se-Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Adapun 8 peserta telah diberangkatkan ke Banjarbaru, didampingi oleh Kepala Dinsos Kab Tanbu Basuni yang diwakili oleh Staf Dinsos Tanbu, Lily. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Regional Sosial Tanah Bumbu

Dinsos Tanbu Verifikasi Data Penerima Bansos

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Sosial, melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial (bansos) tahun 2023.

Pemeriksaan data dari Dinsos ini, terkait layak atau tidaknya bagi penerima bansos tersebut.

Melalui Verifikasi dan validasi data dilaksanakan pada tanggal 2 – 4 Januari 2023 oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping PKH, dan Pegawai Dinsos.

“Alhamdulillah tahun 2023 ini, Dinas Sosial Tanah Bumbu mendapat tugas baru dari Pemerintah Daerah dan Bupati Zairullah Azhar berupa kegiatan bantuan sosial (Bansos) yang diperuntukan bagi anak yatim piatu, lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas,” beber Kepala Dinas Sosial Basuni, didampingi Kepala Bidang Rahabilitasi Sosial, Maulidah, Rabu (4/1/2023) di Batulicin.

Selesai melakukan verifikasi dan validasi data maka Dinas Sosial akan melengkapi administrasi dalam rangka memenuhi persyaratan pencairan dana bansos.

Dukungan Pemerlu Pelayanan Rehabilitasi Sosial (PPKS) yang menerima bansos tahun 2023 yakni penyandang disabilitas sebanyak 516 orang, Lansia 1.380 orang, dan Anak Yatim Piatu sebanyak 3.565 orang.

“Bantuan untuk lansia dan disabilitas berupa permakanan sembako, sedangkan untuk anak yatim berupa uang tunai yang diberikan melalui rekening,” pungkas Basuni. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Politik Regional Sosial Tanah Bumbu

KPU Kab. Tanbu Gelar Pelantikan Dan Sumpah Jabatan PPK Pemilihan Umum

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tanah Bumbu (KPU Kab Tanbu), melangsungakn pelantikan dan pengambilan sumpah janji Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Pemilihan Umum tahun 2024, Rabu (4/1/2022).

Adapun jumlah peserta yang mendaftar 205 orang dan peserta lolos seleksi tertulis/CAT sebanyak 130 orang.

Telah lulus seleksi wawancara serta terpilih menjadi PPK Kab. Tanbu, sebanyak 60 orang se-Kab Tanbu.

Menurut laporan, Kasubag Hukum dan SDM, Ismiatun melaporkan, kegiatan pelantikan sesuai landasan hukum yaitu UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, dan landasan hukum PKPU Nomor 8 Tahun 2022, Keputusan KPU Nomor 534 Tahun 2022 dan SK KPU Kab.Tanbu Nomor 15 Tahun 2022.

Tujuan dilangsungkannya kegiatan, merupakan hasil dari pelaksanaan seleksi calon anggotan PPK yang tahapannya dimulai sejak (20/11/2022) hingga(16/11/2022).
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan (SK) bagi PPK, yang telah ditetapkan pada 16 Desember 2022 oleh Mahruri selalu Ketua KPU Kab.Tanbu.

Mahruri menyampaikan, kegiatan ini sebagai acuan mensolidkan diri pada semua unsur penyelenggara dan pelaksanaan kegiatan Pemilu, secara tertib serta menggunakan aplikasi SIAKBA yang ketat.

“Sebagai menguatkan hati para PPK untuk lebih menyakinkan diri dalam pelaksanaan tugas yang menjadi tanggungjawabnya,” kata Mahruri.

Mahruri juga mengambil pembahasan tentang demokrasi, yangmana demokrasi telah diterapkan di Indonesia sejak tahun 1955 dan belum mencapai genap umurnya 100 tahun. Apabila ada demokrasi yang masih belum menemui kesempurnaanya di masyarakat, tentunya jangan sampai menimbulkan sikap pesimis.

“Hari ini untuk Pemililu 2024 ada 2 hal yang istimewa untuk Bangsa Indonesia, pada 2045 dari data statistik menunjukkan, akan terjadinya suatu kemajuan pesat demokrasi kerja dengan cikal bakal perkembangan dari generasi selanjutnya dalam kualitas SDM yang terus meningkat di masyarakat, oleh karenanya kita persiapkan dengan baik,” ucapnya lagi.

“Suksesnya Pilkada 2020 yang lalu, cukup menuai apresiasi dari berbagai pihak, kita bisa buktikan dalam memanage situasi dan mempertahankan kedamaian, beberapa kali Bawaslu bersama KPU Tanah Bumbu, mencetak zero sengketa,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan, Kepala KPU Kab.Tanbu, Kapolres Tanbu, Dandim 1022/Tnb, Kejari Tanbu, Sekretaris KPU kabupaten dan jajaranya, Ketua Bawaslu Kab. Tanbu bersama anggota, Kepala Disdukcapil, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Diskominfo SP, Kepala Badan Pengembangan SDM, Kepala Tata Bagian Pemerintahan, Kepala Kesbangpol, Muspika se-Tanbu, Panwascam Tanbu dan anggota PPK se-Kabupaten Tanah Bumbu. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Tanah Bumbu

Kepala Dinas Kominfo SP Tanbu, Lakukan Evaluasi Kinerja Bersama Pegawai

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Dan Persandian Kabupaten Tanah Bumbu (Diskominfo SP Kab Tanbu), Ardiansyah, melaksanakan evaluasi kinerja awal tahun 2023.

Kepala Diskominfo SP Kab. Tanbu tersebut, menyampaikan agar pegawai lingkup Diskominfo SP tetap bersemangat dalam menjalankan tugas serta tanggungjawab yang diembanya selama ini. Evaluasi kinerja dibutuhkan sebagai tolak ukur maupun parameter/acuan peningkatan kualitas kerja.

Disamping itu, Kepala Diskominfo SP tetap mengingatkan untuk menjalankan visi dan misi Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar yaitu melaksanakan implementasi Serambi Madinah.

“Oleh karena itu, tolong jalankan tugas dengan maksimal dan sebaik-baiknya, perbaiki apa yang masih menjadi kekurangan selama ini, serta agar lebih giat dan bersemangat dalam melaksanakan tugas yang diberikan sesuai bidang masing-masing,” ujarnya.

“Tak lupa sebagai penyambung lidah Abah Bupati Zairullah, saya ingatkan kembali untuk kita bersama menjalankan implementasi Serambi Madinah, sesuai instruksi dari Kepala Daerah kita,” pesan Ardiansyah saat momen berkumpul bersama usai sholat dhuha kepada jajaran kepala bidang dan staff, di Mushola Diskominfo SP, Rabu (4/1/2022).

Hal senada telah dilakukan, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo SP Kab.Tanbu, Gilang (panggilan akrab), setelah mendengarkan himbauan dari Kepala Diskominfo SP Ardiansyah, pada siang di hari yang sama menyampaikan untuk melangsungkan rapat Bidang IKP dalam evaluasi kinerja pegawai.

“Kita laksanakan rapat evaluasi kinerja Bidang IKP pada hari ini,” pungkas Gilang. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Sosial Tanah Bumbu

Cetak Kemandirian, Pemkab Tanbu Berangkatkan Remaja dan Wanita Ikuti Pelatihan Keterampilan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), melalui Dinas Sosial mengirim 8 warga remaja dan wanita untuk mengikuti pelatihan keterampilan di
Banjarbaru.

Pemkab Tanah Bumbu melalui Dinas Sosial telah mengirim sebanyak 8 orang peserta Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Barakat Cangkal Bacari dan Panti Perlindungan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria.

Peserta terpilih merupakan peserta berusia produktif yaitu wanita berusia 18-49 tahun, sedangkan anak dan remaja kisaran usia 14-17 tahun, dengan keadaan putus sekolah.

Peserta yang lolos seleksi merupakan hasil seleksi yang dipilih langsung oleh panti terkait. Dinas Sosial Tanah Bumbu tidak berwenang memutuskan peserta dan hanya memfasilitasi proses seleksi, peserta akan mengikuti pelatihan selama 6 bulan kedepan” ujarnya lagi.

Peserta pelatihan dikirim langsung Bupati Tanah Bumbu Abah HM Zairullah Azhar diwakili Kepala Dinas Sosial, Basuni di Halaman Kantor Dinas Sosial Tanah Bumbu di Gunung Tinggi, Batulicin, Rabu (4/1/2023).

“Pelatihan ini merupakan program rutin tahunan, yang dilaksanakan sebanyak 2 kali, dalam setahun yakni seleksi pada bulan Mei dan November, dan keberangkatan pada Juli dan Januari, diharapkan peserta dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh,” kata Basuni.

Peserta dari Tanah Bumbu PPRSAR pada Angkatan ke-2 periode Juli-Desember 2022 sempat berhasil mendapatkan penghargaan, dengan meraih juara 3 jurusan otomotif atas nama Andre dan Zakia yang mencetak juara 2 jurusan komputer. (narasinusantara.com/Aaron)