Kategori
Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kriminal Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Tanah Bumbu

Masih Jalani Program Asimilasi, Residivis Joker Kembali Bikin Ulah, Hingga Lawan Petugas Saat di Amankan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Joker kembali di amankan oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Tanah Bumbu dibawah komando Bripka Robinson, pada Selasa (10/1/3023) lantaran menganiaya ND (27) yang merupakan istrinya sendiri.

Bukannya memperbaiki kelakuan ataupun taubat usai diberikan program asimilasi oleh Kementrian Hukum Dan HAM, RS (45) alias Joker, kembali berulah.

Joker, warga Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu, kali ini kembali melakukan tindakan penganiayaan.

Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Tri Hambodo melalui Kasat Reskrim, AKP Endris Ary Dinindra, telah membenarkan terkait penangkapan oleh anggotanya tersebut.

Melalui Anggota Resmob Satreskrim Polres Tanah Bumbu kemarin, ada mengamankan pelaku tindak pidana penganiayaan.

“Pelaku diamankan karena ada laporan dari korban, atas laporan tersebut anggota Satreskrim, melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku di Kecamatan Mantewe,” bebernya.

Dijelaskannya, terduga pelaku diamankan di Jalan Transmigrasi Desa Rejo Sari Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu, dan saat akan diamankan pelaku mencoba melawan dan berupaya menyerang petugas.

Sesuai SOP petugas dilapangan langsung membekap dan merobohkan pelaku dengan cara tolok dan terukur.

Kejadian berasal saat pelaku yang baru beberapa hari bebas dari penjara, kemudian menuduh korban menjual diri selama pelaku dipenjara.

“Akhirnya terjadi cek-cok hingga berujung pada penganiayaan. Tidak terima lantaran mengalami luka memar di bagian dahi, leher dan bibir bengkak korban akhirnya melapor,” sebut dia.

Saat ini pelaku menjalani pemeriksaan penyidik Satreksrim Polres Tanah Bumbu, untuk proses hukum dan terancam dijerat pasal 351 KUHP.

“Ancaman hukuman diatas 5 tahun kurungan penjara,” tutup dia. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Regional Sosial Tanah Bumbu

Bupati Tanbu Zairullah Minta SKPD sampaikan Program Inovasi saat Rakerda

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dalam rangka mewujudkan visi menjadikan masyarakat Tanah Bumbu, mulia dan sejahtera. Bupati HM Zairullah Azhar didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) H Ambo Sakka, memimpin rapat koordinasi (rakor), persiapan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) SKPD Tahun 2023.

Rakor dilaksanakan bersama para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati di Batulicin, Senin (9/1/2023).

Dalam arahannya, Bupati HM Zairullah Azhar menekankan pentingnya Rakerda SKPD.

“Mari kita maknai Rakerda SKPD tersebut menjadi hal penting guna mempercepat akselerasi pembangunan di Bumi Bersujud,” kata Bupati.

Zairullah juga minta agar masing-masing SKPD menyampaikan program Inovasi yang dimiliki, setidaknya satu SKPD satu Inovasi yang menjadi unggulan.

“Rakerda jangan sampai menjadi hal normatif saja tetapi ada konsep inovatif yang memberikan akselerasi percepatan pembangunan di Bumi Bersujud Kabupaten Tanah Bumbu,” tutupnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pertanian Regional Sosial Tanah Bumbu

Pemkab Tanah Bumbu Ikuti Jalannya Rakor Pengendalian Inflasi Secara Virtual TA 2023

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), menghadiri rapat koordinasi (rakor), terkait dengan pengendalian inflasi pada saat awal memasuki tahun 2023.

Berlangsungnya rakor diikuti Pemkab Tanbu, secara virtual melalui zoom meeting, di Digital Live Room lantai 4 Kantor Bupati Tanah Bumbu, Senin (9/1/2023).

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, memimpin secara langsung berjalannya rakor tersebut.

Dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik pusat, Menteri Perdagangan RI, Jam Datun Kejagung. Turut hadir juga, Satgas Pangan Polri, Menteri Pertanian, Gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia, beserta tamu undangan lainnya.

Pemkab Tanbu, mengikuti rakor diantaranya yaitu Asisten III bidang perekonomian dan pembangunan Riduan, Staf Ahli Mahriyadi Noor, dan Kepala BPS Tanah Bumbu Rudy nooryadi, dan Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kab. Tanbu.

Dalam sambutannya, Menteri Tito Karnavian menyampaikan, usai perayaan hari besar Natal dan tahun baru 2023, kini terjadi kenaikan inflasi yang mana itu, merupakan hal yang wajar karena permintaan bahan pangan juga meningkat.

“Perkembangan inflasi di Indonesia tahun 2022 terjadi di bulan Desember, yang mana pada bulan sebelumnya atau November, berada pada angka 5,42 persen, dan setelah terjadi kenaikan kini menduduki angka 5,51 persen hingga Januari 2023,” sampainya.

Melihat kondisi tersebut, dari tingginya angka penyumbang inflasi di Indonesia berasal dari komoditas cabai, pemerintah pusat mengharapkan seluruh kabupaten/kota, di Indonesia dapat melakukan upaya pengendaliannya dengan gerakan menanam cabai.

Menteri Tito Karnavian juga menambahkan, sesuai dengan pantauan sampai 6 Januari 2023, komoditas yang menyumbangkan kenaikan harga di Indonesia diantaranya cabai rawit yang mengalami kenaikan di 81 kabupaten/kota, namun juga terjadi penurunan di 42 kabupaten/kota.

“Selanjutnya, 72 kabupaten/kota menyumbang kenaikan harga beras, sekaligus terjadi penurunan di 90 kabupaten/kota, telur ayam ras mengalami peningkatan harga di 16 kabupaten/kota, serta penurunan di 206 kabupaten/kota, dan daging ayam ras di 118 kabupaten/kota, juga mengalami penurunan sekaligus terjadi kenaikan harga di beberapa daerah lainnya,” pungkasnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Pertanian Peternakan Regional Sosial Tanah Bumbu

Harga Daging Sapi Mahal, Pendagang Sasar Stok Sapi Peternak Gunung

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Harga daging sapi di pasaran masih tinggi, para pedagang tidak berani menurunkan harga jual daging ke konsumen.

Tak hanya harga cabai yang semakin pedas di kalangan masyarakat, saat ini pun harga daging tidak kunjung turun harga, sejak perayaan besar Natal di Desember 2022 dan seminggu setelah perayaan Tahun Baru 2023.

Kosumsi daging di masyarakat, khususnya Kabupaten Tanah Bumbu tergolong diminati/tinggi pembeli. Hal tersebut membuat para pedagang kelabakan harus memutar otak untuk mencari pasokan daging sapi.

Pasalnya pedagang mengeluhkan, belum adanya kiriman sapi yang datang dari luar pulau seperti dari pulau Sulawesi dan pulau Madura.

“Daging sapi masih kami jual tinggi dan belum ada turun harga sejak akhir tahun kemaren, di harga jual pasaran Rp. 160 ribu per kilogram, soalnya belum ada masuk kiriman sapi dari pulau Sulawesi maupun pulau Madura. Sapi yang kami beli dari seberang pulau adalah jenis Sapi Bali. Dari pihak pemerintah daerah belum mengijinkan kiriman sapi masuk, kemungkinan karena wabah yang sempat menjalar pada mulut dan kuku sapi,“ ujar salah satu padagang daging sapi di toko H Entang Kecamatan Simpang Empat. Senin (9/1/2023) siang.

Kondisi ini disampaikan oleh para pedagang daging, terkait harga daging yang mahal di pasaran, karena mereka harus berburu ke peternak sapi yang ada di gunung, menyusuri wilayah dan mencari pasokan sapi untuk di jual di pasaran. Deretan 3 toko penjual daging sapi di Kec. Simpang Empat, hanya mampu mendapatkan 1 ekor sapi untuk di jual ke pelanggan, biasanya mereka menghabiskan stok 2-3 ekor sapi dalam sehari.

“Para pembeli mau tidak mau, mereka tetap membeli dengan harga yang di patok oleh pedagang, karena kami mendapati harga sapi sudah tinggi dari peternak sapi di gunung, biasanya kami tidak pernah mencari ke gunung dan hanya menunggu kiriman datang, karena stok kosong jadi kami para pedagang berinisiatif mencari sapi di wilayah gunung, oleh karena kondisi yang tidak biasa ini, para peternak justru mengambil kesempatan dengan membandrol harga yang tinggi, mau tidak mau dari kami ikut aturan main jual daging dengan harga yang tinggi juga, sedangkan minat pembeli daging di pasaran cukup tinggi setiap harinya,” beber nya.

“Di toko kami hanya memotong sapi jenis jantan, sehari 1 ekor, di toko sebelah kami bahkan biasanya ludes 2-3 ekor sapi, namun dengan kondisi sekarang mereka hanya mampu mendapatkan 1 ekor sapi masing-masing penjual, bahkan yang biasanya tidak memotong sapi jenis betina karena kepepet pasokan daging sampai harus memotong sapi jenis betina, dari pada diperanakkan (perkembang biakkan), karena kondisi sulit mencari sapi. Sedangkan dari pemerintah daerah sempat ada turun himbauan terkait wabah sapi ini,” lanjutnya.

Pelaku usaha sapi maupun penjual daging pun menyampaikan harapan, agar kiranya Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), bisa mengatasi kondisi ini secepatnya, pasalnya hal ini dinilai menyulitkan bagi para pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen daging sapi.

Tak hanya itu, tim media juga mensurvey harga daging ayam di pasar tradisional Kecamatan Simpang Empat, untuk harga daging ayam juga masih tinggi pada harga jual tergantung ukuran per ekornya, di bandrol harga Rp. 40 ribu hingga Rp. 55 ribu per ekor.

Menanggapi hal ini, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu mengatakan, meski stok bahan baku lain di harga standar dan sudah stabil kembali, namun seperti informasi stok daging sapi maupun ayam pihaknya menyerahkan ke dinas terkait.

“Untuk stok bahan sembako harga sudah stabil dan stok terbilang aman dalam pantauan kami, sedangkan untuk stok daging informasi lebih lanjut pihak Dinas Peternakan yang lebih mengetahui,” ungkap Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu, Deny Hariyanto melalui Kabid Perdagangan dan Metrologi, H Hery. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Tanah Bumbu Wisata

Konstruksi Jalan Pendestrian Pantai Sei Loban Indah Porak Poranda Akibat Terjangan Gelombang

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Konstruksi jalan pendestrian pantai Sungai Loban (Sei Loban) Indah, di Desa Sungai Loban Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu, porak-poranda terkena terjangan gelombang.

Dari pantauan dilapangan, konstruksi jalan pendestrian pantai Sei Loban Indah di Desa Sungai Loban, hanya menyisakan beberapa meter yang masih dalam kondisi bagus.

Sisanya, hanya terlihat sisa-sisa material beton dan batu gunung, yang berserakan merusak keindahan pantai.

Sebagian paving blok juga terlihat masih berserakan di pantai dan sebagian disusun tidak jauh, dari konstruksi jalan pendestrian yang porak-poranda.

Pantai indah ini, menemui nasib rusak akibat terjangan kuat gelombang, padahal pembangunan jalan pendestrian tersebut baru selesai dibangun pada bulan Oktober Tahun 2022 atau baru berusia dua bulan sebelum naas ambruk.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Tanahbumbu, Ary mengakui terkait rusak parahnya jalan pendestrian pantai Sei Loban Indah di Desa Sungai Loban.

“Akhir bulan Desember Tahun 2022 dihantam gelombang sehingga mengalami rusak parah,” bebernya di ruang kerjanya, Senin (9/1/2022).

“Masih masa pemeliharaan pihak kontraktor, tapi ini akibat bencana dan lagi diajukan untuk ditetapkan kerusakan akibat faktor bencana alam,” terang dia.

Pembangunan jalan pendestrian pantai Sei Loban Indah, dibiayai dengan pagu Rp 200 juta dari APBD Pemkab Tanah Bumbu Tahun Anggaran 2022.

“Konstruksi paving blok dengan pengunci pasangan batu gunung sepanjang 160 meter dan lebar 2 meter,” pungkanya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Gaya Hidup Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Peduli Literasi, Komunitas Bestari Gelar Aksi Sosial Masyarakat, Buka Lapak Baca Buku Gratis, Dispersip Siap Dukung Fasilitas

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Literasi Bestari Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), menggelar aksi sosial masyarakat, buka lapak baca buku gratis hingga pemeriksaan kesehatan.

Kegiatan Bestari tersebut, berlangsung pukul 16.00 Wita hingga 21.00 Wita, bertempat di Education Park, Jl.Raya Batulicin RT. 002 Kel, Kp. Baru, Kec. Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (7/1/2023) sore.

Minilik soal literasi, dalam daftar skala nasional disebutkan, Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal ini disampaikan langsung Staf ahli Menteri dalam negeri (Mendagri), Suhajar Diantoro pada Rapat kordinasi nasional bidang perpustakaan tahun 2021. Lebih lanjut, Kepala Perpusnas M Syarif Bando mengatakan persoalan Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi.

Total jumlah bahan bacaan dengan total jumlah penduduk Indonesia memiliki rasio nasional 0,09. Artinya satu buku ditunggu oleh 90 orang setiap tahun, sehingga Indonesia memiliki tingkat terendah dalam indeks kegemaran membaca hingga tahun 2023.

Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019.

Kepala Dinas Dispersip Kab Tanbu, Yulia Rahmadhani diwakili Sekretaris Dispersip Tanbu, Muhammad Saleh menyampaikan, perpustakaan selalu siap hadir sebagai wadah pusat pengetahuan dan Informasi masyarakat.

Dispersip Kab Tanbu siap menjamin terkait fasilitas dan dukungan pembinaan, dalam penyebaran pengetahuan dan Informasi melalui lembaga maupun komunitas literasi yang ada di daerah khususnya Tanah Bumbu.

“Hadirnya Dispersip Kab Tanbu, diharapkan dapat membantu memperluas peyebaran informasi dan ilmu pengetahuan pada masyarakat, sehingga dapat mewujudkan daerah dengan generasi yang unggul, cerdas dan kreatif,” kata Sekdin Persip Tanah Bumbu, Saleh, Minggu (8/1) siang.

Oleh karena itu, Bestari dengan anggota sekitaran 13 orang, sepakat turun ke lapangan untuk melihat langsung (survey), respon membaca masyarakat, khususnya yang menjadi target adalah warga sekitaran Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Batulicin Kab. Tanbu.

Menggiatkan budaya membaca sejak dini harus ditanamkan, kepada generasi muda sebagai cikal bakal bagi penerus bangsa Indonesia.

Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan literasi, dengan gerakan membuka lapak baca buku gratis di masyarakat ini, sebagai tanggapan dari isu global terkait mirisnya kepedulian membaca dan menurunnya minat baca masyarakat Indonesia.

“Untuk evaluasi kegiatan, tentu banyak hal yg harus dibenahi, tapi tentu dari gerakan pertama kita diawal tahun ini, hal kecil semacam membuka lapak baca buku gratis dan pemeriksaan kesehatan seperti tensi gratis, sudah cukup untuk menjadi pemicu agar kedepannya Komunitas Bestari Literasi, terus bisa konsisten melakukan gerakan-gerakan literasi yg lebih kolektif kedepannya,” beber Pattah selaku salah satu penggagas Bestari.

“Komunitas Bestari Literasi, tentu berharap dengan keberadaan gerakan-gerakan kecil serat memberi arti di masyarakat sekitar, tapi juga signifikan bisa membuka ruang yg lebih jauh, untuk literasi dan sejenisnya, serta lebih banyak mengambil peran sosial, ditengah kondisi percepatan teknologi,” bebernya, Minggu (8/1) pagi.

Ia melanjutkan, bahwa kedepannya Bestari sudah merancang visi untuk ikut andil di dunia digitalisasi yg jauh lebih kreatif, dengan melaksanakan kolaborasi dari berbagai pihak yg ada. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Tingkat Literasi Daerah Tanah Bumbu Masih Minim, Terdata 5 Komunitas, Dispersip Kab Tanbu Tetap Optimis Membina

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Dispersip Kab Tanbu), tetap optimis lakukan pembinaan komunitas dan literasi daerah, Minggu (8/1/2023).

Menurut Elizabeth Sulzby “1986”, Literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan menulis dan membaca.

Sebagai informasi, Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Hal ini disampaikan langsung Staf ahli Menteri dalam negeri (Mendagri), Suhajar Diantoro pada Rapat kordinasi nasional bidang perpustakaan tahun 2021. Lebih lanjut, Kepala Perpusnas M Syarif Bando mengatakan, persoalan Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi.

Rendahnya tingkat literasi ini terbawa hingga pada tahun 2023, perkembangan literasi Indonesia hingga pelosok daerah masih sangat minim (kecil).

Kualitas melek aksara maupun kesadaran masyarakat dalam membangun literasi di daerah masing-masing masih terbilang kurang.

Literasi adalah soal penanaman budaya di dalam diri seseorang, dimana terdapat kemampuan membaca, menulis dan juga mengenali serta memahami ide-ide secara visual.

Di Bumi Bersujud Tanah Bumbu, literasi didukung dengan hadirnya Dispersip Kab. Tanbu.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Dispersip Kab Tanbu, Yulia Rahmadhani diwakili Sekretaris Dispersip Tanbu, Muhammad Saleh mengatakan, perpustakaan merupakan pusat pengetahuan dan Informasi, sehingga perpustakaan menjadi salah satu sarana utama dalam penyebaran pengetahuan dan Informasi.

“Dengan hadirnya perpustakaan, diharapkan dapat memperluas peyebaran informasi dan ilmu pengetahuan. Serta meningkatnya Indeks Pembangunan Literasi di masyarakat Tanah Bumbu, sehingga dapat mewujudkan Tanah Bumbu cerdas,” paparnya.

“Dewasa ini perpustakaan telah bertransformasi, bukan lagi hanya sekedar tempat meminjam dan mengembalikan buku, kini perpustakaan telah menjadi pusat berkegiatan masyarakat, baik workshop, seminar dan pelatihan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Saleh kemudian, Minggu (8/1) siang.

Berdasarkan data yang ada, komunitas literasi yang masuk dalam pengawasaan Dispersip Kab Tanbu ada 5 komunitas yaitu Bagang Sastra, Majelis Haha Hihi, Kopiambar, Komunitas Bestari Literasi, Komunitas Literasi Tanah Bumbu IPM. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kriminal Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Politik Regional Sosial Tanah Bumbu Transportasi

Pemkab Tanbu Akan Segera Bentuk Tim Satgas, Awasi Distribusi BBM Bersubsidi

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), melalui Bagian Perekonomian, SDA, dan Administrasi Umum, akan membentuk Tim Satuan Tugas (Tim Satgas). Sabtu (7/1/2023).

Tujuan Tim Satgas dibentuk guna melakukan pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi, yang nantinya akan melaksanakan pengawasan langsung ke SPBU yang ada di Bumi Bersujud.

Perlunya dilakukan giat pemantauan proses pendistribusian BBM bersubsidi ini, juga untuk menjamin agar tidak ada, terjadi pelanggaran di lapangan oleh para pelaku usaha.

“Satgas juga akan dapat melakukan tindakan tegas, apabila terdapat pelanggaran di lapangan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ucap Kepala Bagian Perekonomian, SDA dan Administrai Pembangunan Kab. Tanbu, Didi Ali Hamidi.

Rumusan bahwa, setiap bahan pokok penting termasuk barang bersubsidi, merupakan kewajiban dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk melakukan monitoring dan pengawasan dalam hal pendistribusian dan penyaluran sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

“Satuan tugas pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi yang dibentuk oleh Bupati Tanah Bumbu, dimaksudkan agar tugas dan kewenangan masing-masing, baik itu dari pemerintah daerah sendiri melalui perangkat daerahnya, pihak aparat penegak hukum dalam hal ini polisi dan kejaksaan, serta TNI untuk dapat menjalankan tugas dan kewenangannya secara terpadu,” ujar Didi.

Dalam periode pertengahan tahun 2022, telah diketahui bersama bahwa Presiden Jokowi tampak ketat dalam pembahasan soal BBM. Begitu harga minyak mentah dunia melejit, Indonesia sebagai net importir minyak tentunya akan memiliki dampak signifikan.

Sehingga untuk menangani kekurangan minyak itulah yang ditanggung oleh pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di masyarakat. Belum lagi, harga BBM seperti Pertalite yang masih jauh di bawah keekonomian dan disubsidi pula oleh pemerintah.

Presiden Jokowi bahkan mencatat, akibat melejitnya harga minyak mentah dunia dan subsidi BBM, anggaran subsidi pemerintah sendiri menurut data yang ada, sudah meningkat 3 kali lipat dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun dan nilai itu akan meningkat terus.

Jokowi melihat bahwa lebih dari takaran 70% subsidi BBM, justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu, yaitu pemilik mobil pribadi.

Kebijakan pun diambil oleh pemerintah pusat, saat harga BBM Pertalite dan Solar Subsidi naik, Presiden Jokowi menggelontorkan bantuan sosial berupa BLT BBM sebanyak Rp 600 ribu untuk 4 bulan. Berdasarkan hasil rapat terbatas di Istana Kepresidenan, total dana yang disepakati pemerintah untuk menambah dana bansos mencapai Rp 24,17 triliun, di mana sebagian alokasi sebesar Rp 12,4 triliun akan diberikan untuk BLT.

Dinilai suatu hal yang tepat jika menanggapi situasi naiknya BBM ini, membuat Pemkab Tanbu melakukan pergerakan upaya untuk menangani kondisi di daerah, salah satunya dengan membentuk Tim Satgas. Beberapa pekan yang lalu bahkan Polres Tanah Bumbu berhasil, menangkap pelaku usaha yang melakukan kecurangan/penipuan BBM dalam bentuk Solar di masyarakat.

“Utuk perangkat daerah terkait, masih akan kami rapatkan terlebih dulu, untuk mendapatkan arahan dan persetujuan dari Pak Bupati,” pungkas Kabag Perekonomian, SDA dan Administrai Pembangunan Kab. Tanbu. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Regional Sosial Tanah Bumbu Transportasi

Begini Perbedaan Harga BBM Pertalite Di Tanah Bumbu

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Sebagai rentetan berbagai gejolak peristiwa BBM pada tahun 2022, momentum yang tentunya masih lekat diingat di benak masyarakat Indonesia, mengenai kebijakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), terkait kenaikan harga BBM, khususnya harga jenis BBM khusus penugasan (JBKP) yakni RON 90 atau Pertalite.

BBM (bahan bakar minyak) sudah relatif lama, menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat di seluruh dunia, terutama bagi yang memiliki kendaraan bermesin, Jumat (6/1/2023).

Gejolak situasi global se-dunia, akhirnya berdampak signifikan turut menjerat Indonesia, khususnya terkait melejitnya harga minyak mentah dunia.

Menurut data yang ditangkap media, sebelum pandemi tiba, harga minyak mentah dunia hanya di kisaran US$ 60-an per barel, harga tersebut kemudian melejit total hingga mencapai US$ 110-an per barel, pada pertengahan tahun 2022 ini, merupakan salah satu imbas dari memanasnya geopolitik.

Presiden Jokowi memutuskan untuk menaikkan harga BBM Pertalite tepat pada 3 September 2022. Harga BBM Pertalite yang tadinya hanya Rp7.650 per liter naik menjadi Rp10.000 per liter sampai pada hari ini.

Berkaca kembali, harga BBM di tiap daerah pun ternyata berbeda-beda, di Ibu Kota Kalimantan Selatan (Banjarmasin), harga Pertalite Rp10.000 per liter, wilayah bergeser sedikit ke Kabupaten Tanah Bumbu, harga eceran mencapai kisaran Rp12.000 per liter bahkan Rp13.000 per liternya. Perbedaan harga sempat menjadi kontroversial di kalangan masyarakat.

Sebut saja, Sulaiman selaku pelaku usahan eceran BBM Pertalite yang menjual dengan harga Rp13.000 per liter, ia menjelaskan perbedaan harga Pertalite dari tokonya dengan toko lain, karena ia pergi mengantri sendiri ke SPBU tertentu.

Sulaiman menyatakan bahwa, sempat kena biaya ‘cas’ tambahan saat membeli BBM Pertalite di SPBU tertentu, sehingga ia juga menaikkan harga ke pelanggan. Tak hanya itu, jalur dagang atau membali BBM Pertalite dari pelangsir pun, ia mengaku tidak sesuai porsi literan/kurang.

“Kalau saya beli sendiri Pertalite ke Pom/SPBU disana, kena ‘cas’, saya beli misal 60 liter dengan harga Rp. 600.000 jadi Rp.615.000, sedangkan beli di pelangsir BBM untuk di muat di botol per liternya ada kurang pasnya, hasilnya coba liat di toko lain dengan harga jual Rp12.000 per liter/botol terlihat isinya tidak penuh hingga ke garis tutup botol, karena pas dituangkan ke botol jualan ternyata kurang, misal harusnya dapat 15 botol jadi 14 botol saja,” bebernya.

Membahas terkait BBM, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui, Bagian Perekonomian, SDA, dan Administrasi Umum, akan berencana membentuk Tim Satuan Tugas.

Dalam Satgas juga turut melibatkan, Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu, sebagai salah satu anggota Tim Satgas.

“Kami baru saja selesai rapat dengan pihak DPRD Tanah Bumbu, rencananya dalam rapat tersebut telah dibahas pembentukan Tim Satgas dari Bidang Perekonomian Pemerintah Daerah, kami juga akan terlibat sebagai anggota Satgas nantinya,” ungkap Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu, Deny Hariyanto melalui Kabid Perdagangan dan Metrologi, H Hery.

Ia menerangkan lebih lanjut, bahwa aturan jual beli BBM telah tertuang jelas melalui perarutan undang-undang negara, Pemerintah Daerah bergerak sesuai acuan peraturan yang telah ditetapkan, pengawasan BBM juga telah dilakukan sesuai sasaran.

“Ada kewenangannya sesuai peraturan yang berlaku, sebagai kesejahteraan masyarakat selama ini dan peningkatan ekonomi, para pedagang atau pelaku usaha BBM masih diijinkan menjual sebagaimana mestinya,” tutupnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Perayaan Tahunan Pertanian Sosial Tanah Bumbu

Harga Cabai Melonjak Di Pasaran Pasca Nataru

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Di balik isu tentang krisis pangan nasional tahun 2023, kini harga sayuran dan cabai relatif turun naik. Harga cabai di pasar tradisional Kecamatan Simpang Empat, alami lonjakan harga pasca perayaan hari besar Natal dan Tahun Baru Masehi 2023, Jumat (6/1/2023).

Kebutuhan pangan masyarakat ini, ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2).

“Kami baru saja lakukan sidak dua hari yang lalu, untuk bahan baku atau kebutuhan pangan, stok di daerah masih aman dan stabil kembali, hanya saja seperti sayur mayur, cabai dan bawang harganya sering relatif turun naik di pasaran,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu, Deny Hariyanto melalui Kabid Perdagangan dan Metrologi, H Hery, Kamis (5/1) siang.

Melonjaknya harga cabai dikarenakan stok yang kurang, para petani di luar daerah alami gagal panen cabai hingga lahannya di kabarkan kebanjiran.

“Sekarang harga cabai alami kenaikan, cabai (Tiung) di harga jual di pasar Rp. 60/65 ribu per kilogram, cabai (Mutiara) di harga jual Rp. 80/85 ribu per kilogram, cabai (Keriting) di harga jual Rp. 50/55 per kilogram, cabai merah di harga jual Rp. 50 per kilogramnya,” beber Isman, selaku pedagang cabai di Pasar Subuh Pal. 2 Kecamatan Simpang Empat, Jumat (6/1). (narasinusantara.com/Aaron)