Kategori
Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Perikanan Regional Sosial Tanah Bumbu

Penyuluh Perikanan Ahli Madya Serahkan Karya 2 Judul Buku ke Dispersip Tanah Bumbu

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dalam rangka menambah koleksi dan melestarikan konten lokal, Penyuluh Perikanan Ahli Madya, melakukan penyerahan 2 buah buku ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu (Dispersip Kab Tanbu), Rabu siang (11/1/2022).

Dua buku tersebut telah diterima Dispersip Kab Tanbu yang diwakili langsung oleh, Sekretaris Dispersip, Muhammad Saleh di Ruang Layanan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

“Kami turut bangga dan sangat mengapresiasi terhadap konten-konten lokal, semoga akan lebih banyak lagi penulis lokal, yang termotivasi untuk menghasilkan karya-karya terbaik di Bumi Bersujud Tanah Bumbu,” ujar Saleh, Rabu malam (11/1).

Menurutnya, penyerahan ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR), untuk mewujudkan koleksi nasional dan melestarikannya sebagai hasil budaya bangsa.

Dalam kesempatannya, Eko Prio Raharjo selaku Penyuluh Perikanan Ahli Madya, menyerahkan 2 buah buku, berjudul Identifikasi Potensi, Sebaran dan Nama Gugusan Terumbu Karang di Tanah Bumbu dan buku ke dua, berjudul Terjemahan Praktik Terbaik Restorasi Karang untuk Great Barrier-Reef.

“Penulisan buku ini dimaksudkan sebagai bahan penyuluhan, bagi para penyuluh perikanan dan akan memberikan pembelajaran bagi masyarakat, yang menjadi pelaku utama dan pelaku usaha perikanan, dalam mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi serta upaya meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya,” pungkas Eko.(narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kecelakaan Maut Kesehatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Permainan Regional Sosial Tanah Bumbu

Viralnya Permainan Lato-Lato atau Nok-Nok Dilarang Di Lingkungan Sekolah, Disdik Himbau Hati-Hati

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dalam rangka mencegah, hal-hal yang tidak diinginkan dari akibat permainan lato-lato, Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu (Disdik Kab Tanbu) turunkan edaran larangan.

Lato-lato merupakan permainan terviral di kalangan masyarakat akhir-akhir ini, tidak hanya dimainkan dan menjadi hobbi musiman yang digandrungi oleh anak-anak saja, namun kaum dewasa pun ikut memamerkan permainan ini, bahkan sempat ramai di kalangan para artis Indonesia yang turut mencobanya.

Joko Widodo juga sempat tertangkap kamera, sedang menjajal permainan lato-lato atau nok-nok. ditemani Iriana sang istri, saat melakukan kunjungan di Pasar Subang, Provinsi Jawa Barat. Bahkan Mochamad Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat, sempat memposting permainan lato-lato atau nok-nok ini.

Familiar bagi orang kelahiran tahun 1980-an dan 1990-an, lato-lato juga sempat tenar dan menjadi salah satu permainan yang disukai anak-anak jaman lalu.

Lato-lato merupakan mainan adopsi luar negeri yang memiliki banyak nama lain di antaranya Clankers, Click Clacks, Knockers, Bonkers, dan Ker-Bangers. Lato-lato sendiri merupakan permainan berbentuk dua bola sebesar bola pingpong yang diikat dengan tali dengan cincin di tengahnya.

Namun keasyikan bermain lato-talo juga memiliki sisi bahaya, sempat diunggah dalam pemberitaan baru-baru ini, beberapa anak terlukan karena bermain lato-lato.

Guna melindungi khususnya anak-anak, apalagi permainan ini bisa mengganggu aktivitas belajar dan mengajar di sekolah, oleh sebab itu Disdik Tanbu mengeluarkan surat edaran larangan.

Dalam surat edaran terkait dengan aturan larangan yang diterbitkan oleh Kepala Disdik Eka Saprudin, menyebutkan permainan lato-lato yang tidak pada tempatnya dapat berdampak negatif seperti halnya mengganggu kenyamanan dalam pembelajaran di sekolah.

Disdik Kab Tanbu, dalam surat himbauan nomor B/420/410/Disdik.Das/2/1/2023, perihal edaran pelarangan penggunaan lato-lato di satuan pendidikan.

Selain itu, lato-lato juga dapat mengakibatkan cidera fisik pada orang yang memainkannya, jika terjadi kerusakan saat dimainkan dan kerusakan sarana prasarana di sekolah.

“Oleh sebab itu, perlu tindakan yang harus dilakukan tiap satuan pendidikan untuk meminimalisir dampak ini dan juga, untuk menciptakan kenyamanan, peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar,” kata Eka, Rabu (11/1/2023).

Disdik Tanbu juga menginstruksikan satuan pendidikan, untuk membuat edaran tertulis yang bersifat persuasif kepada peserta didik masing-masing, guna melarang peserta didik membawa alat permainan lato-lato ke sekolah.

Kemudian kepada orangtua siswa juga dihimbau, untuk lebih mengawasi dan memastikan keamanan anak-anaknya, dalam melakukan aktivitas permainan lato-lato ataupun kegiatan lainnya, agar tidak membahayakan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Kriminal Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Bagai Gayung Bersambut, Permohonan Buku Layanan Poca Lapas Kelas III Batulicin, Ditanggapi Dispersip Tanbu

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dalam rangka pemenuhan hak baca Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lapas Kelas III Batulicin telah menggelar layanan pojok baca (Poca), Selasa (10/1/2023).

Kendati mengalami kendala, seperti jumlah buku bacaan yang masih terbatas, disamping melihat antusias WBP yang masih haus akan membaca, hal itu tidak menyurutkan semangat Lapas Kelas III Batulicin untuk tetap melakukan peningkatan pembinaan dan mendirikan layanan Poca Lapas Batulicin.

Sebagai angin segar, menemani di masa pidana WBP Lapas Kelas III Batulicin, telah disediakan fasilitas layanan Poca tersebut, dengan menghadirkan berbagai jenis buku seperti pembinaan kemandirian/kewirausahaan, keagamaan dan ragam lainnya.

Kepala Lapas Kelas III Batulicin, Bambang Hari Widodo, berterus terang meminta bantuan ke pihak Dispersip Kab Tanbu.

“Telah dilakukan, dari pihak Lapas Kelas III Batulicin, yang berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kab. Tanah Bumbu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, untuk permohonan pinjaman koleksi buku sebagai layanan pojok baca Lapas Batulicin, dan semoga segera terealisasi,” terangnya.

Kalapas Kelas III Batulicin berharap, pemerintah daerah turut mensupport, dengan memberikan bantuan buku untuk layanan Poca Lapas Batulicin.

“Semoga dalam waktu dekat bisa segera terealisasi,” harap Bambang.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Dispersip Kab Tanbu), menanggapi permintaan layanan Poca Lapas Kelas III Batulicin.

Bagaikan gayung bersambut, Kepala Dispersip Kab Tanbu, Yulia Rahmadhani melalui Sekretaris Dispersip Muhammad Saleh membenarkan, bahwa telah terjadi koordinasi antara dua pihak, yaitu Lapas Batulicin dan Dispersip Tanbu.

“Iya memang benar sudah ada masuk permohonan bantuan pinjam pakai buku, dari Lapas Kelas III Batulicin, permohonan bantuan tersebut telah kami sampaikan ke Perpusnas RI dan sudah ditindaklanjuti,” jelasnya, pada Selasa (10/1) Siang.

“Saat ini permohonan masih dalam proses, mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasikan. Dalam waktu dekat kami juga akan menjadwalkan layanan perpustakaan keliling,” pungkas Sekdin Perputakaan dan Kearsipan Daerah Kab. Tanbu. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Informasi Kalimantan Selatan NKRI Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Terapkan Wujud 8 Wajib TNI, Kopda Beni Listyo Bantu Anak Kartini Bisa Mengenyam Bangku Sekolah

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Sesuai dengan salah satu isi dari 8 Wajib TNI yakni membantu mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya, Kopda Beni Listyo, anggota Kodim 1022/Tanah Bumbu, melakukan aksi kemanusiaan dengan cara membantu seorang anak yang kurang mampu agar dapat bersekolah, Selasa (10/1/2023).

Cerita bermula dari sosok, Kartini (28 th) selaku warga Desa Sarigadung, keseharian Kartini yaitu penjual sayur keliling yang tinggal dirumah kontrakan bersama kedua orang anaknya.

Anak pertama Kartini, sudah masuk dalam usia sekolah namun dikarenakan terkendala faktor ekonomi, sehingga belum dapat merasakan bangku sekolah dan anak keduanya masih berusia balita.

Hal itu membuat Kopda Beni, merasa terpanggil nuraninya untuk membantu Kartini, agar anaknya Kartini yaitu Sapri (7 th) dapat bersekolah seperti anak-anak yang lainnya.

Sebagai langkah awal, Beni membelikan perlengkapan sekolah seperti pakaian 2 stel, tas, sepatu, buku dan alat tulis agar nantinya dapat dipergunakan untuk Sapri bersekolah.

Selain melengkapi keperluan sekolah, Kopda Beni membawa Sapri ke sekolah dasar terdekat untuk melakukan koordinasi dengan pihak sekolah.

Sehingga pada tahun ajaran mendatang, Sapri dapat bersekolah dengan bantuan dana dari anggota Kodim tersebut.

Rasa haru dan syukur disampaikan oleh Kartini, seorang ibu dengan 2 orang anak yang masih kecil tersebut, dirinya tidak menyangka anaknya akan segera bersekolah berkat bantuan dari anggota Kodim.

“Ulun (saya) mengucapkan terimakasih banyak kepada bapak dari Kodim yang telah membelikan perlengkapan sekolah, serta membantu dalam proses pendaftaran anak ulun, sebujurnya (sebenarnya) ulun kada (tidak) menyangka setelah lebaran anak ulun akhirnya kawa (bisa) sekolah” ujar Kartini.

Dalam keseharian, Kartini ditemani oleh anaknya Sapri berjualan sayur dengan cara berkeliling menggunakan sepeda, sambil menggendong anak keduanya yang masih berusia balita.

Hal tersebut yang membuat Beni terdorong untuk membantu keluarga ini.

Dandim 1022/Tnb, Letkol Inf Aldin Hadi,S.H.,M.Tr (Han) yang diwakili oleh Kapten Inf Wahyono, Pasiter Kodim membenarkan, jika memang ada salah satu anggotanya yaitu Kopda Beni Listyo, yang membantu anak kurang mampu agar dapat bersekolah.

“Sebagai wujud pengalaman salah satu 8 wajib TNI yakni mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya, Kopda Beni merasa terpanggil jiwanya kala melihat ada anak di usia sekolah yang ada didekat tempat tinggalnya, tapi karena terkendala faktor ekonomi belum dapat bersekolah, dengan mengetahui kondisi keluarga tersebut, dia membelikan perlengkapan sekolah serta berkoordinasi dengan pihak sekolah, agar pada tahun ajaran mendatang, anak tersebut dapat bersekolah seperti anak-anak lainnya,” tuturnya.

“Sebagai prajurit TNI, keberadaannya hendaknya dapat memberikan manfaat kepada seluruh pihak yang ada disekitarnya, hal ini ditunjukkan secara nyata oleh Kopda Beni, semoga hal tersebut dapat memberikan manfaat serta dapat diikuti oleh pihak lainnya,” pungkas Wahyono. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Jalankan Peran Tanggulangi Kesejahteraan Sosial, Sungai Loban Bentuk Karang Taruna Kecamatan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Sebagai melaksanakan peran, tugas dan fungsi karang taruna dalam penanggulangan kesejahteraan sosial di desa, diantaranya dalam penggunaan anggaran untuk kesejahteraan sosial serta mempunyai tugas dalam penentuan bantuan sosial (BLT) kepada masyarakat.

Kecamatan Sungai Loban membentuk karang taruna kecamatan, di Aula Kecamatan. Pembentukan karang taruna, dalam rangka penanggulangan kesejahteraan sosial dimasyarakat. Selasa (10/1/2023).

Adapun fungsi karang taruna yakni mencegah timbulnya masalah kesejahteraan sosial terutama generasi muda, menyelenggarakan kesejahteraan sosial meliputi rehabilitasi, perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan diklat setiap anggota masyarakat.

Pembentukan forum karang taruna kecamatan yang diikuti Karang Taruna desa se- Kecamatan Sungai Loban, dengan memilih ketua, sekretaris dan bendahara dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam karang taruna kecamatan.

Pengurus Forum Karang Taruna Kabupaten Rusniansyah, mengungkapkan karang taruna merupakan salah satu lembaga yang wajib dibentuk di desa.

“Karang taruna juga menumbuhkan, memperkuat dan memelihara kearifan lokal, serta memelihara dan memperkuat semangat kebangsaan dan Bhineka Tunggal Ika,” ujar Rusniansyah.

Camat Sungai Loban Agus Salim, melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Muhammad Zainuddin mengatakan, karang taruna merupakan ujung tombak dalam pembangunan dibidang seni budaya, olahraga, keagamaan didesa dan lainnya.

“Dengan diselenggarakan temu karya forum karang taruna ini, kinerja karang taruna desa, bisa lebih maksimal dan mampu bersinergi dengan perangkat desa dalam membangun desa, terkhusus pada pemanfaatan anggaran secara maksimal dalam penyelenggaraan kegiatan sosial dimasyarakat,” harapnya.

“Karang taruna bisa pro aktif dalam membantu masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan, dalam bidang sosial seperti memberikan informasi siapa saja masyarakat, yang layak diberikan bantuan seperti melakukan bedah rumah (rumah yang tidak layak huni), pemberian bantuan sosial (BLT),” pungkasnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Lapas Kelas III Batulicin Tingkatkan Kualitas Pembinaan, Dirikan Layanan Pojok Baca Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Lapas Kelas III Batulicin, mendirikan layanan pojok baca, dalam rangka terus mendukung hak baca Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dan peningkatan kualitas pembinaan kepribadian WBP, Selasa (10/1/2023).

WB tampak antusias memilih buku bacaan yang disediakan di layanan pojok baca, yang dibuka mulai dari Senin sampai dengan Kamis, pukul 09.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita.

Fasilitas layanan pojok baca Lapas Kelas III Batulicin, diperuntukan untuk WB, disela menjalani masa pidana di Lapas Kelas III Batulicin.

“Jenis buku yang tersedia di layanan pojok baca sangat beragam, diantaranya buku-buku pembinaan kemandirian seperti kewirausahaan dan keagamaan yang secara selektif, disediakan oleh Jajaran Lapas Kelas III Batulicin, untuk pemenuhan hak baca dan peningkatan pembinaan kepribadian Warga Binaan Lapas Kelas III Batulicin”, ujar Tarsah. Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas III Batulicin.

Kepala Lapas Kelas III Batulicin, Bambang Hari Widodo, mengapresiasi layanan pojok baca yang dibuka jajaran pembinaan Lapas Kelas III Batulicin, dan berharap dapat memenuhi hak baca WB, dalam peningkatan layanan untuk WBP, yang ada di Lapas Kelas III Batulicin.

“Saya mengapresiasi layanan pojok baca yang dibuka jajaran Subsi Pembinaan, semoga dapat memenuhi hak baca warga binaan, dalam rangka meningkatkan layanan pemasyarakatan di Lapas Kelas III Batulicin,” paparnya.

Kalapas pun menyampaikan kendati jumlah buku bacaan masih terbatas, tapi antusias warga binaan sudah terlihat dalam pemanfaatan layanan pojok baca.

Hal selanjutnya, telah dilakukan pula Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kab. Tanah Bumbu melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, untuk permohonan pinjamanan koleksi buku, untuk layanan pojok baca Lapas Batulicin, dan berharap agar segera terealisasi.

“Meskipun jumlah buku masih terbatas Alhamdulillah WB, antusias memanfaatkan layanan pojok baca ini, dan kamipun telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah untuk bisa mensupport, bantuan buku untuk layanan pojok baca di Lapas Batulicin, semoga dalam waktu dekat bisa segera terealisasi,” tuturnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Gaya Hidup Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Peduli Literasi, Komunitas Bestari Gelar Aksi Sosial Masyarakat, Buka Lapak Baca Buku Gratis, Dispersip Siap Dukung Fasilitas

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Literasi Bestari Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), menggelar aksi sosial masyarakat, buka lapak baca buku gratis hingga pemeriksaan kesehatan.

Kegiatan Bestari tersebut, berlangsung pukul 16.00 Wita hingga 21.00 Wita, bertempat di Education Park, Jl.Raya Batulicin RT. 002 Kel, Kp. Baru, Kec. Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (7/1/2023) sore.

Minilik soal literasi, dalam daftar skala nasional disebutkan, Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal ini disampaikan langsung Staf ahli Menteri dalam negeri (Mendagri), Suhajar Diantoro pada Rapat kordinasi nasional bidang perpustakaan tahun 2021. Lebih lanjut, Kepala Perpusnas M Syarif Bando mengatakan persoalan Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi.

Total jumlah bahan bacaan dengan total jumlah penduduk Indonesia memiliki rasio nasional 0,09. Artinya satu buku ditunggu oleh 90 orang setiap tahun, sehingga Indonesia memiliki tingkat terendah dalam indeks kegemaran membaca hingga tahun 2023.

Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019.

Kepala Dinas Dispersip Kab Tanbu, Yulia Rahmadhani diwakili Sekretaris Dispersip Tanbu, Muhammad Saleh menyampaikan, perpustakaan selalu siap hadir sebagai wadah pusat pengetahuan dan Informasi masyarakat.

Dispersip Kab Tanbu siap menjamin terkait fasilitas dan dukungan pembinaan, dalam penyebaran pengetahuan dan Informasi melalui lembaga maupun komunitas literasi yang ada di daerah khususnya Tanah Bumbu.

“Hadirnya Dispersip Kab Tanbu, diharapkan dapat membantu memperluas peyebaran informasi dan ilmu pengetahuan pada masyarakat, sehingga dapat mewujudkan daerah dengan generasi yang unggul, cerdas dan kreatif,” kata Sekdin Persip Tanah Bumbu, Saleh, Minggu (8/1) siang.

Oleh karena itu, Bestari dengan anggota sekitaran 13 orang, sepakat turun ke lapangan untuk melihat langsung (survey), respon membaca masyarakat, khususnya yang menjadi target adalah warga sekitaran Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Batulicin Kab. Tanbu.

Menggiatkan budaya membaca sejak dini harus ditanamkan, kepada generasi muda sebagai cikal bakal bagi penerus bangsa Indonesia.

Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan literasi, dengan gerakan membuka lapak baca buku gratis di masyarakat ini, sebagai tanggapan dari isu global terkait mirisnya kepedulian membaca dan menurunnya minat baca masyarakat Indonesia.

“Untuk evaluasi kegiatan, tentu banyak hal yg harus dibenahi, tapi tentu dari gerakan pertama kita diawal tahun ini, hal kecil semacam membuka lapak baca buku gratis dan pemeriksaan kesehatan seperti tensi gratis, sudah cukup untuk menjadi pemicu agar kedepannya Komunitas Bestari Literasi, terus bisa konsisten melakukan gerakan-gerakan literasi yg lebih kolektif kedepannya,” beber Pattah selaku salah satu penggagas Bestari.

“Komunitas Bestari Literasi, tentu berharap dengan keberadaan gerakan-gerakan kecil serat memberi arti di masyarakat sekitar, tapi juga signifikan bisa membuka ruang yg lebih jauh, untuk literasi dan sejenisnya, serta lebih banyak mengambil peran sosial, ditengah kondisi percepatan teknologi,” bebernya, Minggu (8/1) pagi.

Ia melanjutkan, bahwa kedepannya Bestari sudah merancang visi untuk ikut andil di dunia digitalisasi yg jauh lebih kreatif, dengan melaksanakan kolaborasi dari berbagai pihak yg ada. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Tingkat Literasi Daerah Tanah Bumbu Masih Minim, Terdata 5 Komunitas, Dispersip Kab Tanbu Tetap Optimis Membina

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Dispersip Kab Tanbu), tetap optimis lakukan pembinaan komunitas dan literasi daerah, Minggu (8/1/2023).

Menurut Elizabeth Sulzby “1986”, Literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan menulis dan membaca.

Sebagai informasi, Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Hal ini disampaikan langsung Staf ahli Menteri dalam negeri (Mendagri), Suhajar Diantoro pada Rapat kordinasi nasional bidang perpustakaan tahun 2021. Lebih lanjut, Kepala Perpusnas M Syarif Bando mengatakan, persoalan Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi.

Rendahnya tingkat literasi ini terbawa hingga pada tahun 2023, perkembangan literasi Indonesia hingga pelosok daerah masih sangat minim (kecil).

Kualitas melek aksara maupun kesadaran masyarakat dalam membangun literasi di daerah masing-masing masih terbilang kurang.

Literasi adalah soal penanaman budaya di dalam diri seseorang, dimana terdapat kemampuan membaca, menulis dan juga mengenali serta memahami ide-ide secara visual.

Di Bumi Bersujud Tanah Bumbu, literasi didukung dengan hadirnya Dispersip Kab. Tanbu.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Dispersip Kab Tanbu, Yulia Rahmadhani diwakili Sekretaris Dispersip Tanbu, Muhammad Saleh mengatakan, perpustakaan merupakan pusat pengetahuan dan Informasi, sehingga perpustakaan menjadi salah satu sarana utama dalam penyebaran pengetahuan dan Informasi.

“Dengan hadirnya perpustakaan, diharapkan dapat memperluas peyebaran informasi dan ilmu pengetahuan. Serta meningkatnya Indeks Pembangunan Literasi di masyarakat Tanah Bumbu, sehingga dapat mewujudkan Tanah Bumbu cerdas,” paparnya.

“Dewasa ini perpustakaan telah bertransformasi, bukan lagi hanya sekedar tempat meminjam dan mengembalikan buku, kini perpustakaan telah menjadi pusat berkegiatan masyarakat, baik workshop, seminar dan pelatihan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Saleh kemudian, Minggu (8/1) siang.

Berdasarkan data yang ada, komunitas literasi yang masuk dalam pengawasaan Dispersip Kab Tanbu ada 5 komunitas yaitu Bagang Sastra, Majelis Haha Hihi, Kopiambar, Komunitas Bestari Literasi, Komunitas Literasi Tanah Bumbu IPM. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Gaya Hidup Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Peserta Pelatihan Keterampilan Dinsos Tanbu, Ingin Bisa Buka Usaha Mandiri Bantu Ekonomi Keluarga

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu (Dinsos Kab Tanbu), melaksanakan pengiriman peserta pelatihan ke Panti Sosia Bina Remaja dan Panti Sosial Bina Wanita di Banjarbaru, Rabu (4/1/2022).

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap ilmu yang diperoleh dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

“Tolong ikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan syukuri. Mudah-mudahan ilmu yang didapat nanti mampu meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Basuni dihadapan calon peserta pelatihan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Tanah Bumbu, Maulidah menambahkan tujuan pelatihan memberikan kesempatan kepada masyarakat kurang mampu agar bisa mendapatkan keterampilan sehingga bisa mandiri dan diharapkan dapat lepas dari kemiskinan.

Dijelaskan Maulidah, untuk peserta pelatihan PRSTS sebanyak tiga orang dari Kecamatan Mantewe, Kusan Hilir, dan Satui. Sedangkan PPRSAR sebanyak 5 orang.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menanggung penuh biaya akomodasi peserta untuk pemberangkatan dan penjemputan, serta memberikan bantuan peralatan bagi mantan peserta pelatihan yang dinilai berhasil selama dilakukan monitoring.

Dimana umumnya, Dinsos setiap satu tahun akan mengirim 2 kali peserta untuk mendapatkan pelatihan seperti keterampilan menjahit, tata rias, tata boga dan lainnya.

“Yang kami kirim adalah peserta remaja dengan usia produktif, telah di lakukan pendaftaran dan seleksi terhadap 37 orang dan terpilih 8 siswa yang diberangkatkan hari ini, semoga ilmu yang di dapat bisa meningkatkan derajat dan perekonomian keluarga,” bebernya.

Desi Wulandari berasal dari Kecamatan Mantewe selaku perwakilan 3 peserta wanita dari Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal Bacari mengatakan, dirinya telah lulus dari sekian banyak seleksi, pelatihan nantinya bertujuan untuk mengembangkan diri, ia akan mengikuti keterampilan menjahit dan rencananya akan membuka usaha mandiri setelah pulang pelatihan setelah 6 bulan.

“Saya mengucapkan terimakasih karena saya telah lulus dari sekian banyak orang yang terpilih untuk mengikuti pelatihan, bersama 2 rekan saya dari Kecamatan Pagatan dan Kecamatan Satui. Saya berharap semoga bisa mandiri dan lebih baik lagi setelah mendapatkan ilmu di pelatihan,” ucap Desi.

Saiful Rahman dari Mantewe selaku alumni pelatihan pada tahun 2019 menyebutkan, dirinya sempat mengikuti keterampilan servise elektronic HP, dan telah membuka usaha secara mandiri sebagai pekerjaan utama dalam menunjang perekonomian dan pemenuhan kebutuhan keluarganya, usaha tersebut telah berjalaninya selama 2 tahun lebih.

Nor Latifah berasal dari Kecamatan Simpang Empat, selaku perwakilan 5 peserta, dari Panti Perlindungan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja Mulia Satria, mengambil keterampilan tata rias dan dirinya ingin bisa membuka usaha salon, ia menyampaikan akan bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini, ia berharap bisa sukses kedepannya.

Nurul Jannah selaku alumni pelatihan asal Kalteng dan berdomisili ikut suaminya di Kab.Tanbu menyebutkan, dulunya sempat mengikuti pelatihan menjahit.

Ia juga langsung mempromosikan keterampilannya lewat sosial media, maupun di lingkungan sekitar. Kini ia telah menekuni hasil ilmu pelatihan sebagai penjahit, dimana pekerjaannya itu merupakan hal yang disenanginya, ia menyampaikan agar generasi sekarang jangan malu untuk terus belajar .

“Dari pengalaman pelatihan sebelumnya, saya mandapat ilmu dan meningkatkan kemampuan, belajar disiplin serta mengambil pengalaman baru bersama teman pelatihan di 13 kabupaten se-Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Adapun 8 peserta telah diberangkatkan ke Banjarbaru, didampingi oleh Kepala Dinsos Kab Tanbu Basuni yang diwakili oleh Staf Dinsos Tanbu, Lily. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Gaya Hidup Informasi Kalimantan Selatan Keagamaan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Program Satu Desa Satu Masjid, Honor Guru Tahfidz Alami Kenaikan

NARASINUSANTARA.COM – Program unggulan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) Satu Desa Satu Masjid (1D1M), terus digencarkan ke masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan kepada guru tahfidz, agar menjadi pemicu semangat, serta motivasi, untuk menularkan ilmunya kepada santri-santri, sehingga bisa memunculkan generasi qurani dan berakhlak mulia.

Pasalnya dengan program ini, jumlah guru tahfidz di Tanah Bumbu untuk kebutuhan program 1D1M terus mengalami kenaikan, tak hanya itu honor guru tahfidz dikatakan alami kenaikan Rp 500.000.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab. Tanbu Samsir menyampaikan, sebelumnya gaji atau honor guru tahfidz sebanyak Rp 1.500.000, dan sesuai dengan arahan Bupati Tanah Bumbu dr. H. M. Zairullah Azhar, kini honor guru tahfidz menjadi Rp 2.000.000.

“Kenaikan honor dimaksudkan, untuk meningkatkan kesejahteraan para guru tahfidz/guru ngaji, yang ikut berperan dalam melaksanakan program unggulan pemerintah daerah yakni Satu Desa Satu Masjid,” bebernya pada saat melakukan kunjungan ke 5 desa binaan DPMD, Selasa (3/1/2023)

Saat momen kunjungan ke 5 desa yaitu, Desa Sungai Loban, Desa Muara Pagatan Tengah, Desa Bunati, Desa Sungai Dua Laut, dan Desa Karang Bintang, Samsir juga menginformasikan kepada guru tahfidz terkait kenaikan horor tersebut. (narasinusantara.com/Aaron)