Kategori
Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Pertanian Peternakan Regional Sosial Tanah Bumbu

Harga Daging Sapi Mahal, Pendagang Sasar Stok Sapi Peternak Gunung

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Harga daging sapi di pasaran masih tinggi, para pedagang tidak berani menurunkan harga jual daging ke konsumen.

Tak hanya harga cabai yang semakin pedas di kalangan masyarakat, saat ini pun harga daging tidak kunjung turun harga, sejak perayaan besar Natal di Desember 2022 dan seminggu setelah perayaan Tahun Baru 2023.

Kosumsi daging di masyarakat, khususnya Kabupaten Tanah Bumbu tergolong diminati/tinggi pembeli. Hal tersebut membuat para pedagang kelabakan harus memutar otak untuk mencari pasokan daging sapi.

Pasalnya pedagang mengeluhkan, belum adanya kiriman sapi yang datang dari luar pulau seperti dari pulau Sulawesi dan pulau Madura.

“Daging sapi masih kami jual tinggi dan belum ada turun harga sejak akhir tahun kemaren, di harga jual pasaran Rp. 160 ribu per kilogram, soalnya belum ada masuk kiriman sapi dari pulau Sulawesi maupun pulau Madura. Sapi yang kami beli dari seberang pulau adalah jenis Sapi Bali. Dari pihak pemerintah daerah belum mengijinkan kiriman sapi masuk, kemungkinan karena wabah yang sempat menjalar pada mulut dan kuku sapi,“ ujar salah satu padagang daging sapi di toko H Entang Kecamatan Simpang Empat. Senin (9/1/2023) siang.

Kondisi ini disampaikan oleh para pedagang daging, terkait harga daging yang mahal di pasaran, karena mereka harus berburu ke peternak sapi yang ada di gunung, menyusuri wilayah dan mencari pasokan sapi untuk di jual di pasaran. Deretan 3 toko penjual daging sapi di Kec. Simpang Empat, hanya mampu mendapatkan 1 ekor sapi untuk di jual ke pelanggan, biasanya mereka menghabiskan stok 2-3 ekor sapi dalam sehari.

“Para pembeli mau tidak mau, mereka tetap membeli dengan harga yang di patok oleh pedagang, karena kami mendapati harga sapi sudah tinggi dari peternak sapi di gunung, biasanya kami tidak pernah mencari ke gunung dan hanya menunggu kiriman datang, karena stok kosong jadi kami para pedagang berinisiatif mencari sapi di wilayah gunung, oleh karena kondisi yang tidak biasa ini, para peternak justru mengambil kesempatan dengan membandrol harga yang tinggi, mau tidak mau dari kami ikut aturan main jual daging dengan harga yang tinggi juga, sedangkan minat pembeli daging di pasaran cukup tinggi setiap harinya,” beber nya.

“Di toko kami hanya memotong sapi jenis jantan, sehari 1 ekor, di toko sebelah kami bahkan biasanya ludes 2-3 ekor sapi, namun dengan kondisi sekarang mereka hanya mampu mendapatkan 1 ekor sapi masing-masing penjual, bahkan yang biasanya tidak memotong sapi jenis betina karena kepepet pasokan daging sampai harus memotong sapi jenis betina, dari pada diperanakkan (perkembang biakkan), karena kondisi sulit mencari sapi. Sedangkan dari pemerintah daerah sempat ada turun himbauan terkait wabah sapi ini,” lanjutnya.

Pelaku usaha sapi maupun penjual daging pun menyampaikan harapan, agar kiranya Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), bisa mengatasi kondisi ini secepatnya, pasalnya hal ini dinilai menyulitkan bagi para pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen daging sapi.

Tak hanya itu, tim media juga mensurvey harga daging ayam di pasar tradisional Kecamatan Simpang Empat, untuk harga daging ayam juga masih tinggi pada harga jual tergantung ukuran per ekornya, di bandrol harga Rp. 40 ribu hingga Rp. 55 ribu per ekor.

Menanggapi hal ini, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu mengatakan, meski stok bahan baku lain di harga standar dan sudah stabil kembali, namun seperti informasi stok daging sapi maupun ayam pihaknya menyerahkan ke dinas terkait.

“Untuk stok bahan sembako harga sudah stabil dan stok terbilang aman dalam pantauan kami, sedangkan untuk stok daging informasi lebih lanjut pihak Dinas Peternakan yang lebih mengetahui,” ungkap Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu, Deny Hariyanto melalui Kabid Perdagangan dan Metrologi, H Hery. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Perayaan Tahunan Pertanian Sosial Tanah Bumbu

Harga Cabai Melonjak Di Pasaran Pasca Nataru

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Di balik isu tentang krisis pangan nasional tahun 2023, kini harga sayuran dan cabai relatif turun naik. Harga cabai di pasar tradisional Kecamatan Simpang Empat, alami lonjakan harga pasca perayaan hari besar Natal dan Tahun Baru Masehi 2023, Jumat (6/1/2023).

Kebutuhan pangan masyarakat ini, ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2).

“Kami baru saja lakukan sidak dua hari yang lalu, untuk bahan baku atau kebutuhan pangan, stok di daerah masih aman dan stabil kembali, hanya saja seperti sayur mayur, cabai dan bawang harganya sering relatif turun naik di pasaran,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu, Deny Hariyanto melalui Kabid Perdagangan dan Metrologi, H Hery, Kamis (5/1) siang.

Melonjaknya harga cabai dikarenakan stok yang kurang, para petani di luar daerah alami gagal panen cabai hingga lahannya di kabarkan kebanjiran.

“Sekarang harga cabai alami kenaikan, cabai (Tiung) di harga jual di pasar Rp. 60/65 ribu per kilogram, cabai (Mutiara) di harga jual Rp. 80/85 ribu per kilogram, cabai (Keriting) di harga jual Rp. 50/55 per kilogram, cabai merah di harga jual Rp. 50 per kilogramnya,” beber Isman, selaku pedagang cabai di Pasar Subuh Pal. 2 Kecamatan Simpang Empat, Jumat (6/1). (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pertanian Regional Sosial Tanah Bumbu

Isu Krisis Pangan 2023, DKPP Tanbu Antisipasi Terjadinya Kelangkaan Stok Beras Di Daerah

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Kabupeten Tanah Bumbu (DKPP Kab Tanbu), mengantisipasi terjadinya krisis pangan tahun 2023.

Beredar isu sejak pertengahan tahun 2022, Indonesia akan mengalami krisis pangan pada tahun 2023, tak terkecuali Kab. Tanbu Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut informasi sosial media, Presiden Jokowi telah memberikan perintah khusus kepada Menteri BUMN, Erick Thohir, untuk mengantisipasi dampak resesi yang ada, terutamanya di kalangan masyarakat kecil. Salah satu fokus kebijakan pemerintah pusat adalah melindungi petani yang terancam gagal panen di tahun 2022-2023, bisa tetap terserap maksimal oleh pasar.

Antisipasi krisis pangan tahun 2023 karena kondisi pasokan global masih belum stabil. Hasil Rapat Kabinet yang digelar Selasa (6/12) tahun lalu, menghasilkan sejumlah rumusan kebijakan penting untuk mengantisipasi resesi ekonomi.

Hal senada dilakukan oleh Kementerian PUPR sebagai kesiapsiagaan dalam menghadapi ketahanan pangan di tahun 2023. Menteri PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air turut menghimbau kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis Kementerian PUPR di daerah, agar mulai saat ini dapat memanfaatkan lahan-lahan yang berada di sekitar Infrastruktur SDA.
Infrastruktur yang dimaksud seperti bangunan kanal, tanggul, embung, dan bendungan.

Kepala DKPP Pemkab Tanah Bumbu, H Hairuddin memberikan informasi bahwa Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Tanbu, mengupayakan untuk pengamanan stok beras di daerah, peningkatan produksi padi di daerah, penanaman varietas unggul dan juga penangkaran padi Inpari IR Nutri Zinc.

“Kami meminta kepada para pelaku usaha tani, dapat memaksimalkan pemanfaatan lahan pertaniannya,” ucapnya dalam kesempatan panen baru-baru ini.

Target tanam padi Pemkab Tanbu pada tahun 2022-2023 adalah, musim tanam Oktober-Maret seluas 11.715 hektar. Musim tanam April-September seluas 5.895 hektar. Total target luas tanam Kab.Tanbu seluas 17.610 hektar.

“Kepada Koordinator BPP, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), POPT, dan Mantri Tani, agar terus bisa mendampingi para petani secara maksimal, mari kita terus tingkatkan membangun pertanian di Bumi Bersujud ini, agar terus bertambah maju lagi. Semoga usaha tani yang dilakukan sukses selalu, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tanah Bumbu,” katanya.

Melalui Sekretaris DKPP Kab Tanbu, Lamijan menyampaikan, DKPP Kab.Tanbu terus menggelar usaha untuk tidak menjadikan isu tersebut menjadi kenyataan.

“Tentunya melalui gerakan tanam dengan berbagai komoditas, baik tanaman pangan ataupun hortikultura. Kami juga lakukan rakor, baik digelar secara sistem internal ataupun eksternal. Usaha melalui penangkaran padi varietas unggulan juga bagian menangkap isu itu, namun sebagai manusia yang lemah kita maksimalkan ikhtiar kita dan terus berdoa. Semoga ketersediaan pangan tetap terjaga,” tutur Lamijan, pada Selasa (3/1/2023). (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Pembangunan Pendidikan Pertanian Regional Sosial Tanah Bumbu

Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Tanbu, Gelar Panen Penangkaran Padi Inpari IR Nutri Zinc, Tepat Atasi Masalah Stunting

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu (DKPP Kab Tanbu), menggelar panen penangkaran benih padi varietas Inpari IR Nutri Zinc.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Kalsel, Kepala DKPP Kab. Tanah Bumbu, Kepala Badan Pusat Statistik Tanah Bumbu, Camat Kusan Tengah, BPTP, Danramil Kusan Hilir (mewakili), Kepala BPP Kusan Hilir beserta tamu undangan, turut terlibat dalam panen tersebut.

Panen merupakan hasil dari penangkaran padi, kelompok tani Suka Maju Desa Manurung Kecamatan Kusan Tengah. Panen ini berdasarkan hasil kerjasama Pemerintah Kab. Tanbu dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan (BPTP Kalsel).

Hasil panen dinilai sesuai harapan, melalui Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Kalsel Ir H Syamsir Rahman, menyampaikan bahwa ini adalah panen perdana di musim tanam ini, yangmana di daerah lain saat ini baru mulai musim tanam. Disamping itu, panen ini bisa menjadi contoh bagi petani lain.

Kadis TPH Prov Kalsel, juga terlibat memberikan memotivasi. Agar petani terus menanam untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Tak hanya itu, Kadis TPH Prov Kalsel juga siap mendukung sarana dan prasarana pertanian di Kab.Tanbu.

Kepala DKPP Kab Tanbu. H Hairuddin menyampaikan, kegiatan penangkaran padi verietas Inpari IR Nutri Zinc seluas 6 hektar, tanam perdana dilakukan pada tanggal 29 September 2022.

Inpati IR Nutri Zing adalah varietas padi sawah yang memiliki kandungan unsur zinc lebih tunggi kurang lebih 25 persen, dari pada varietas lainnya dan dinilai bagus untuk penanganan kasus stunting.

“Kami berharap varietas ini, terus berkembang di Tanah Bumbu, untuk mendukung pencegahan stunting dan peningkatan produksi padi, mengamankan stok beras di Kab. Tanbu maupun kesiapan ketahan pangan sebagai penyangga Ibu Kota Negara nantinya,” katanya pada Minggu (1/1/2023) saat dikonfirmasi.

Diharapkan benih padi, Inapri IR Nutri Zinc ini terus dikembangkan, untuk mendukung produksi padi di Kab. Tanbu dan pencegahan stunting karena Inpari IR Nutri Zinc ini memiliki unsur Zinc lebih tinggi. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Kalimantan Selatan Nasional Pembangunan Pendidikan Pertanian Regional Sosial Tanah Bumbu Wisata

Pemkab Tanbu Terima Kunker Dishub Pemkab Konawe Prov Sulawesi Tenggara

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (7/12/2022).

Rombongan Dishub Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara, berjumlah 8 orang dipimpin oleh Asisten II Setda Konut, Ir H Muhardi Mustafa.

Turut hadir bersama dalam kunjungan yaitu Kabid Lalu Lintas dan Kabid Angkutan, para Kasi Perhubungan dan Staff Dishub Pemkab Konut.

Sementara itu, Pemkab Tanah Bumbu melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Hj Mariani dan Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Ir H Riduan.

Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, HM Zairullah Azhar diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Hj Mariani menyampaikan terimakasih karena Kabupaten Tanah Bumbu menjadi pilihan kunjungan kegiatan kerja dari Pemkab Konut.

“Tanah Bumbu dengan penghasilan pertambangan, karet dan sawit, kami menyampaikan Tanah Bumbu dengan motto kami, Bersujud Menuju Serambi Madinah, yang merupakan komitmen, sebuah motivasi, rasa syukur dan doa yang semoga dengan itu Bumi Bersujud Tanah Bumbu selalu berkah,” ucap Mariani.

Asisten II Setda Konut, Ir H Muhardi Mustafa menyampaikan, pihaknya melakukan Kunker tersebut dengan tujuan lawatan dinas untuk menyaksikan secara langsung kegiatan pembangunan, kebijakan maupun regulasi yang ada di Pemkab Tanbu.

“Kita dengar ada beberapa kebijakan dan regulasi yang bersifat lokal di Tanah Bumbu berkaitan dengan kelembagaan dan pendapatan hasil daerah yang menyentuh dengan perhubungan, tentunya kami sampaikan bahwa Kabupaten Konawe dengan penghasilan daerah yaitu nikel dan sawit. Pada kesembatan kali ini kami mendengar banyak hal sebagai pembelajaran dan semoga ini ada berkahnya,” kata Muhardi.

Kunker dan Expose Penyelenggaraan Urusan Perhubungan di Lingkungan Pemkab Tanbu Prov Kalsel, bersama Pemkab Konut Prov Sulawesi Tenggara berlangsung secara baik.

Rapat Kunker ini juga dihadiri oleh Kepala Dishub Tanah Bumbu, Achmad Marlan bersama jajaran Dishub Tanah Bumbu dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Tanah Bumbu, Eryanto Rais. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Kalimantan Selatan Pembangunan Pertanian Sosial Tanah Bumbu

Jelang Nataru 2023, Pemkab Tanbu Adakan Operasi Pasar Murah

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), menggelar operasi pasar murah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Operasi pasar yang disambut antusias oleh warga itu digelar di Desa Suka Damai Kecamatan Mantewe, Selasa (6/12/2022).

Hadir pada pembukaan operasi pasar HBKN Jelang Nataru yakni Sekretaris Dinas Perdagangan Prov Kalsel, Kadis Kadis KUMP2 Tanbu, dan Staf Khusus Bupati TPPD, dan Forum Porkopimcam Kecamatan Mantewe.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu, Deny Harianto mengatakan kegiatan operasi pasar dalam rangka HKBN ini terfokus di Kecamatan Mantewe.

“Operasi pasar ini, sebagai wujud nyata peran serta Pemerintah, untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan juga merupakan salah satu langkah dalam menahan laju inflasi di Tanah Bumbu,” katanya.

Deny melanjutkan, melihat antusias masyarakat yang sangat tinggi, maka kegiatan andalan DKUMP2 ini bisa berlangsung terus setiap tahun, karena operasi pasar murah ini selalu ditunggu-tunggu oleh warga Bumi Bersujud.

“Kemetrologian Ahmad Heriansyah, menambahkan, kegiatan operasi pasar digelar dengan sistem terbuka, kerjasama DKUMP2 Tanbu dengan Dinas Perdagangan Kalsel dan Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, serta melibatkan Dinas Perikanan Tanbu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tanbu, TP PKK Tanbu, DWP Tanbu, GOW Tanbu, Iwapi Tanbu, PT Kalimas Kharisma (Wings Group), PT Nestley, dan PT Ciomas Bestmeet,” Kabid Perdagangan menambahkan keterangan ke media. (narasinusantara.com/Aaron )

Kategori
Kalimantan Selatan Pertanian Tanah Bumbu

DKPP Tanah Bumbu Gelar Percepatan Tanam & OPT Bersama Poktan Kersik Putih

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar kegiatan percepatan tanam dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) pada sawah Inbrida bersama Kelompok Tani Maju Bersama Desa Kersik Putih, Rabu (30/11/2022).

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka untuk Pencapaian Produksi dan Produktivitas Padi di Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2022.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian H. Hairuddin mengatakan, memasuki musim tanam Oktober – Maret (Okmar) 2022/2023 Pemerintah Kabupaten menargetkan produksi padi sebesar 17 hektar bisa tercapai.

Melalui precepatan tanam ini, pihaknya optimis target tanam Oktober – Maret sebesar 11 hektar bisa tercapai. Dimana pada musim tanam April – September 2022 yang lalu telah tercapai luasan tanam 5.894 hektar dari target 17 ribu hektar.

“Harapan kita melalui gerakan ini akan dapat memberikan motivasi kepada para pelaku tani lainnya di Tanah Bumbu agar melakukan penenaman lebih cepat pada musim tanam Oktober – Maret ini,” ujarnya.

Selain itu juga kegiatan ini sebagai langkah Pemerintah Daerah dalam menepis kabar terjadinya krisis pangan akibat menurunnya stok beras di daerah.

“Harapan kita tentunya dengan percepatan tanam ini maka produnsi Padi di daerah ini akan terus neningkat. Tanam serentak sudah dilakukan di Kecamatan Kusan Hilir yang masuk 10 hektar lahan pertanian padi,” ujarnya saat mengakhiri sambutan.

Hadir dalam kegiatan ini Camat Batulicin, Kepala Desa Kersik Putih, Unsur Forkopimcam, Penyuluh Pertanian, anggota kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta manteri tani. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Nasional Pertanian Sosial Tanah Bumbu Wisata

Bupati Tanbu Zairullah, Jelaskan Tahap Assessment Rencana Bendungan Kusan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar, kedatangan menjelaskan terkait kedatangan Tim Assessment dan seberapa jauh tahapan yang telah dilakukan.

Perencanaan Pembangunan Bendungan Kusan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Internasional Standar (Hydropower Sustainability Standard)

“Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, tengah mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan terutama 12 item standar dari aspek sarana prasanarana dan aspek sosial, bagi mereka masyarakat yang terdampak maupun yang nantinya secara tidak langsung terdampak telah dipikirkan, sehingga tidak ada yang dirugikan,“ kata Bupati.

Menyiapkan segala aspek, koreksi apa yang dibutuhkan, Bendungan Kusan menjadi Pilot Project Pemkab Tanbu mampu meyakinkan Tim Penilai untuk datang.

“Langkah terakhir yang mereka pinta yaitu kawasan lahan pinjam pakai, tinggal waktunya bagaimana keputusan terdepan melibatkan Pemerintah Pusat, ini juga merupakan doa masyarakat Tanah Bumbu, bagi anak-anak muda kita, hal ini merupakan progres yang luar biasa kedepannya,” pungkasnya.

Bersama ini nantinya persoalan teknologi akan terdukung, sebagai upaya mewujudkan salah satu cita-cita kita untuk kemajuan Tanah Bumbu, mensupport bersama dengan pihak industri swasta yang turut serta.

“Kita harapkan bisa mendorong pembangunan di Tanah Bumbu, adanya dukungan dari masyarakat kita untuk merealisasikan program besar Bendungan Kusan, masyarakat memiliki respon positif dan ingin segera tercapai tujuan Bendungan Kusan ini dan tak sabar akan manfaatnya. Bisa dibilang ini sebagai proyek terminal, akan terjadi peningkatan taraf ekonomi masyarakat,” tutup Bupati Zairullah. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Pembangunan Pertanian Sosial Tanah Bumbu Wisata

Tim Assessment Sibuk Pengumpulan Data, Begini Sasaran Kesiapan Pembangunan Bendungan Kusan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Tim Penilai Perencanaan Pembangunan Bendungan Kusan Kawasa Kabupaten Tanah Bumbu, menggelar rapat bersama struktural dan Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu).

Rapat berlangsung di Kantor Bupati Tanbu Jln. Dharma Praja Nomor 1 Kecamatan Batulicin, Jumat (25/11/2022) dengan mengadakan diskusi bersama.

Menurut kesimpulan dari pembahasan diskusi tersebut, Tim penilai (Assessment) kesiapan Bendungan Kusan menanyakan sudah seberapa jauh langkah yang diambil Pemkab Tanbu terkait komunikasi dan konsultasi.

Persiapan penilaian diantaranya menyangkut tentang
komunikasi menyeluruh, pemetaan stakeholder yang bersangkutan, kebutuhan akses dan kepentingan masyarakat, hal apa saja keuntungan dan kelemahan pembangunan. Menurut kacamata Tim Penilai membangun bendungan menjadi konsekuensi serius dan punya resiko cukup besar dampaknya.

“Komunikasi, keterlibatan masyarakat, relokasi warga, K3 terkait keselamatan, termasuk adanya fauna maupun flora khas daerah yang dilindungi. Sudah berapa kali komunikasi dan konsultasi harus berdasarkan data dan fakta yang ada,” ungkap Maman Rustaman dari Bappenas.

Terlibat dalam diskusi tersebut Disnakertrans Tanbu, bersama Tim Penilai membahas tentang strategi khusus pembangunan bendungan yang diharapkan nantinya mampu menyerap tenaga kerja dari kalangan masayarakat, terkait regulasi dan rekrutmen tenaga kerja profesional hasil pelatihan BLK Disnakertrans Tanbu, serta mengarah maupun memiliki manfaat ikut andil dalam pembangunan Bendungan Kusan.

Disnakertrans Tanbu, menimpali bahwa pihaknya sedang mengumpulkan data-data terkait yang dibutuhkan Tim Penilai dan nantinya menyanggupi untuk menyediakan tenaga kerja ahli dan bersertifikasi dibidangnya. Rekrutmen nantinya sesuai regulasi dan mengacu pada UUD atau Perda yang ada untuk menjamin keselamatan pekerja.

Secara kajian teknis, Tim Penilai berfokus dalam pengumpulan data, kesiapan fisik dan mental menjadi pelengkap dalam pilot projrect Bendungan Kusan.

Beralih ke Diskominfo SP Tanbu, turut menimbrung diskusi dan menjelaskan bahwa, pihak Diskominfo melalui giat publikasi aktif secara umum menyebarkan informasi lewat media sosial, baik cetak maupun online dan dibantu oleh KIM yang tugasnya menggali ataupun menyampaikan informasi terkait pembangunan kemasyarakatan.

Identifikasi data warga terdampak telah dilakukan, data kebutuhan dan kerugian ekonomi masyarakat dari desa rerisolir Kusan yang menjadi kawasan rencana pembangunan bendungan, jika Bendungan Kusan terbangun maka keuntungannya adalah banjir nantinya akan teratasi, petani panen bisa 3 musim, pariwisata berkembang, terbangunnya daya listrik daerah. Telah terdata kurang lebih 350 warga terdampak, diantaranya kawasan Batu Bulan, Temunih, Mangkal Api. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Gaya Hidup Kalimantan Selatan Kesehatan Pertanian Sosial Tanah Bumbu

One Day No Rice, DKPP Tanbu Ajak Masyarakat Konsumsi Karbohidrat Lain Selain Nasi

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), menggelar sosialisasi One Day No Rice (Satu Hari Tanpa Nasi).

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan bertempat di Gedung Sektetariat PKK Kab. Tanbu, Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (16/11/2022) pagi.

Dihadiri oleh kurang lebih berjumlah 170 peserta, soaialisasi One Day No Rice ini pertama kali dilaksanakan. Materi yang dibawakan hari ini adalah One Day No Rice dan Pola Pangan Harapan Konsumsi.

Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini yaitu “Kita Tingkatkan Konsumsi Pangan Alternatif Karbohidrat Pengganti Beras Dengan Pangan Lokal Tanpa Mengurangi Nilai Gizi”.

Dilaksanakannya sosialisasi ini menanggapi terkait skor tertinggi provinsi Kalsel dalam konsumsi beras se-Indonesia dan Kabupaten Tanah Bumbu berada diurutan ke 8 se-Kalsel.

Data Skor PPH Konsumsi Tahun 2021 Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan angka 85,2 sedangkan pada Tahun 2022 yaitu 87,4 artinya ada peningkatan dari segi konsumsi umbi-umbian, sayur dan buah/ biji berminyak. Kenaikan ini sesuai dengan harapan Badan Pangan Nasional.

Dalam laporannya, Kepala DKPP Kabupaten Tanah Bumbu Hairuddin melalui Kabid Ketahanan Pangan Erna Kalsum, menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan tak terkecuali Tanah Bumbu, merupakan salah satu wilayah dengan pengkonsumsi beras tertinggi.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengurangi tingkat ketergantungan terhadap beras, dengan menggantikannya dengan bahan alternatif lain seperti umbi-umbian dan biji-bijian tanpa mengurangi nilai gizi yang diperlukan oleh tubuh.

“Kita hendak mengubah pola pikir masyarakat Tanah Bumbu tentang kesetaraan gizi dari jenis makanan selain nasi dengan menggunakan bahan baku produk lokal lainnya,” jelasnya.

Bidang Ketahanan Pangan berharap dapat mencapai Skor 100 persen kedepannya, yaitu konsumsi pangan masyarakat sudah beragam, tidak hanya terfokus pada beras saja sebagai sumber karbohidrat, akan tetapi mengarah ke konsumsi pangan lokal dari umbi-umbian sesuai dengan potensi masyarakat masing-masing, yang ditunjang dengan peningkatan konsumsi pangan hewani serta buah dan sayur.

Sementara itu Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir. H. Ridwan, menyambut baik dan mengapreasi dengan dilaksanakannya kegiatan ini.

Beras tidak dipungkuri merupakan bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia dan menjadi ketergantungan banyak orang untuk menkonsumsinya. Salah satunya dibuktikan dengan anggapan yang sering beredar di masyarakat bahwa ‘Jika Belum Makan Nasi, Maka Belum Makan’.

“Guna meluruskan anggapan masyarakat tersebut, maka perlu pemahaman secara proporsional terkait gizi, mutu dan keamanan pangan agar dapat membantu masyarakat dalam memahami kandungan gizi dari ragam jenis makanan,” kata Ridwan.

Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara seksama, sehingga dengan menggantikan beras dengan bahan pokok lainnya diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bumi Bersujud.

Dalam kegiatan ini, DKPP Tanbu menghadirkan narasumber atau tenaga ahli dari perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Riza Rosadi beserta jajaran.

Turut berhadir peserta kegiatan yang terdiri dari pengurus TP-PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa, Kepala BPP, Menteri Tani, dan tamu undangan. (narasinusantara.com/Aaron)