Kategori
Ekonomi Kalimantan Selatan Nasional Pembangunan Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Presiden Anak Yatim Indonesia, Abah HM Zairullah Lantik Pengurus Forum LKSA se-Sulsel

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Ketua Umum Forum Nasional (Fornas) Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Abah HM Zairullah Azhar melakukan pelantikan.

Sang Tokoh Legend atau akrab disapa sebagai Presiden Anak Yatim Indonesia, Zairullah melantik dan mengukuhkan Pengurus Wilayah dan Daerah Kabupaten/Kota Forum LKSA se-Sulawesi Selatan (Sulsel) Periode 2022-2027, berlokasi di Kota Makassar, Selasa (13/12/2022).

Hadir pada Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah dan Daerah Kabupaten/Kota Forum LKSA se-Sulawesi Selatan, Gubernur Sulsel diwakili Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan Andi Irawan Bintang, dan tamu undangan lainnya.

Dalam Sambutannya, Zairullah menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus wilayah dan daerah Forum LKSA se-Sulsel yang baru dilantik, dan diharapkan aktif menjalin hubungan dengan pemerintah daerah di masing-masing wilayah.

Menurutnya, ada beberapa langkah strategis yang akan dilakukan Fornas LKSA dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anak yatim di seluruh Indonesia.

Seperti melakukan advokasi terhadap kebijakan Undang-undang dan peraturan teknis dibawahnya dengan mendorong porsi tanggungjawab yang seimbang dan proporsional antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam pengasuhan anak yatim dan anak terlantar.

Selanjutnya, menarik minat dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility untuk berperan terhadap kesejahteraan anak yatim. Zairullah menyampaikan pion penting yang menjadi program prioritas lainnya adalah pendidikan anak yatim.

“Saat ini, di Istana Anak Yatim Batulicin, Kalsel, ada sebanyak 44 anak yatim lulus S2, dan 300 lebih anak yatim lulus S1. Saya punya tujuh kampus di Banjarmasin dengan berbagai jurusan seperti hukum, ekonomi, pariwisata, kesehatan, dan lainnya. Silahkan jika ada anak-anak yatim yang ingin kuliah disana, Kita akan berikan fasilitas sepenuhnya Gratis,” ucap Zairullah.

Mengurus dan memuliakan anak yatim, sambungnya sudah menjadi komitmen sejak dulu, dan bahkan sudah mewakafkan diri untuk anak-anak tersebut.

Sementara itu, Ketua Forwil LKSA Sulsel, mengatakan LKSA Sulsel berkomitmen membantu pemerintah dalam pengentasan kesejahteraan sosial anak.

“Anak adalah generasi penerus masa depan bangsa. oleh sebeb itu, mari kita bersama-sama membangun kerjasama yang baik antara pemerintah dan LKSA,” katanya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Pendidikan Sosial Tanah Bumbu

DWP Tanah Bumbu Ujuk Kebolehan Dalam Lomba Pidato

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dharma Wanita Persatuan (DWP), Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) menggelar acara Lomba Pidato, di Gedung TP PKK Kapet Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat.

Dalam rangka melatih keterampilan berbicara di depan publik atau public speaking, DWP Kab Tanbu menyediakan ruang bagi ketua DWP Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu untuk mengikuti Lomba Pidato.

Ketua DWP Kabupaten Tanah Bumbu, Hj. Hasnah Mashude Ambo Sakka, membuka acara Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten bertempat di Sekretariat DWP Tanah Bumbu, Kecamatan Simpang Empat.

Hasnah mengapresiasi kegiatan Lomba Pidato yang merupakan rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) DWP Kabupaten Tanah Bumbu ke -23 ini. Dengan tema “Membangun Perempuan Cerdas Untuk Memperkuta Ketahanan Keluarga di Era Digital”.

“Jadi nanti bagaimana seorang istri nih mereka sebagai ketua DWP di dinas suaminya masing-masing, untuk bisa berbicara (di depan publik), mungkin itu salah satu (tujuan)nya dan ini saya sangat mensupport dan sangat mengapresiasi bahwa para ibu-ibu ini berani untuk berbicara (di depan publik) paling tidak seperti itu ya,” ujar Hasnah, Senin (12/12/2022).

Ia berpesan agar para peserta tidak merasa takut, karena lomba pidato merupakan momentum untuk belajar agar kedepan para peserta berani untuk berbicara atau berpidato di depan publik, khususnya di hadapan anggota DWP yang ada di SKPD maupun di kecamatan.

“Harapannya ini para istri-istri ketua SKPD (dan kecamatan) ini semakin berani, semakin pintar untuk berbicara, berpidato dan juga lebih mengerti peran serta mereka sebagai istri dalam menunjang kinerja suami mereka masing-masing,” katanya.

Selanjutnya ujar Ketua DWP Kabupaten Tanah Bumbu, menuturkan tujuan dari lomba pidato ini adalah untuk menjalin silaturahmi antara pengurus DWP kabupaten dengan DWP SKPD dan kecamatan, kemudian untuk meningkatkan kapasitas pribadi istri Aparatur Sipil Negara (ASN), serta bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri para peserta ketika tampil di depan publik.

“Memang hal ini bukan hal yang mudah bagi ketua dharma wanita persatuan untuk berbicara atau tampil di depan publik, tapi kalau dipikir-pikir kapan lagi ibu ketua dharma wanita persatuan untuk bisa dan berbicara di depan publik, dalam lomba ini kita akan dilatih untuk biasa berbicara di depan publik,” ucap Hasnah.

“Oleh karena itu kami dari pengurus dharma wanita persatuan memandang perlu untuk diadakannya lomba pidato ini, bagi ketua Dharma Wanita Persatuan SKPD dan ketua Dharma Wanita Persatuan kecamatan, karena hal ini merupakan kegiatan konstruktif yang mempunyai nilai positif, dan berdampak bagi kemajuan organisasi dharma wanita dan peningkatan kapasitas pribadi istri ASN itu sendiri sebagai anggota dharma wanita persatuan,” tandasnya.

Lomba pidato ini sendiri dilaksanakan 1 hari tepatnya tanggal 12 Desember 2022, Dengan menghadirkan tim Penilai dari Dinas Pendidikan, Bagian Hukum dan Bapppeda Kabupaten Tanah Bumbu serta di hadiri oleh seluruh anggota DWP kecamatan se-Kabupaten Tanah Bumbu. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Sosial Tanah Bumbu

Polres Tanbu Bersama Lazis Assalam Fil Alamin Gelar Aksi Kemanusiaan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Bakti Sosial Polres Tanah Bumbu bekerja sama dengan Lazis Assalam Fil Alamin, gelar aksi kemanusiaan.

Hal ini ditandai dengan diadakannya pelepasan sembako yang dipimpin oleh Kapolres Tanah Bumbu AKBP Tri Hambodo S.I.K. di lapangan Mapolres Tanbu, Senin (12/12/2022) pagi.

Sebanyak 117 paket sembako akan disalurkan oleh Polsek jajaran Polres Tanah Bumbu yang dibawa oleh para Bhabinkamtibmas, untuk kemudian diserahkan kepada warga yang membutuhkan.

Kapolres Tanah Bumbu Tri Hambodo, S.I.K. menyampaikan bahwa kegiatan pembagian sembako ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Tidak lupa dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih serta mendoakan kesehatan para Bhabinkamtibmas yang telah berhadir guna menyukseskan Bakti Sosial Polres Tanbu.

Setelah dilepas, Kapolres menekankan agar paket sembako yang dibawa oleh para Bhabinkamtibmas dapat segera disalurkan ke daerahnya masing-masing.

“Semoga bantuan ini didistribusikan kepada mereka yang berhak menerima dan meringankan beban masyarakat yang menerimanya,” harap Kapolres.

Turut hadir dalam kegiatan ini, para Kabag, Kasat, Perwira dan Bhabinkabtimnas di lingkup jajaran Polres Tanah Bumbu. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Kalimantan Selatan Pembangunan Pendidikan Sosial Tanah Bumbu

Disnakertrans Tanbu Tutup Pelatihan 16 Peserta Instalasi Listrik Rumah Tangga

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Tanah Bumbu (Disnakertrans Kab Tanbu), menggelar penutupan Pelatihan Instalasi Listrik Rumah Tangga, dalam rangka Implementasi Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja TA 2022.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat (Kec. Simpang Empat) Kab Tanbu, Jum’at (9/12/2022).

Pelatihan Instalasi Listrik Rumah Tangga diterapkan kepada peserta sebagai pembinaan tingkat dasar yaitu memahami listrik 220 volt, sehingga nantinya peserta bisa merakit dan merancang sendiri untuk terapan di rumah maupun lingkungannya. Pelatihan dilaksanakan dengan pola waktu 240 jam (1 bulan) pada november lalu dan ditutup hari ini. Pelatihan ini bersifat gratis tanpa dipungut biaya bagi peserta.

Mewakili 16 Peserta, Muhammad Yusuf Herdian, Lulusan SMK 1 Simpang Empat dari Desa Sejahtera Kec Simpang Empat, berharap pada pelatihan berikutnya untuk listrik mendapatkan materi tiga phase dan pemasangan panel maupun materi lembangan lainnya sebagai penunjang kerja di perusahaan.

Pemerintah Kec Simpang Empat, menyampaikan pelatihan ini merupakan sebuah peluang besar untuk mengisi kesempatan lowongan pekerjaan, melalui perwakilan Camat Simpang Empat mengungkapkan Kec. Simpang Empat memiliki penduduk terpadat di Kabupaten Tanah Bumbu, fokus pada peluang pekerjaan yang ada dari para perusahaan dan instansi lainnya, pasti mengutamakan pekerja lokal. Ilmu yang didapat para peserta diharapkan bisa ditularkan ke masyarakat.

Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Tenaga Kerja Disnakertrans Tanbu, Yamani menyambut baik serta memberikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggaralan oleh Disnakertrans Tanbu.

Dengan ditutupnya pelatihan ini, Bupati berharap semakin meningkatkan keterampilan dan pengetahuan terkait pemasangan Instalasi Listrik Rumah Tangga yang aman dan sesuai dengan standar PLN, sehingga dapat menurunkan kasus kebakaran yang disebabkan oleh konsleting listrik.

“Oleh karena itu, kami berharap dengan Pelatihan Instalasi Listrik Rumah Tangga ini dapat menjadi dasar ilmu dalam menciptakan tenaga kerja yang profesional dan terlatih di bidang pemasangan Instalasi Listrik Rumah Tangga di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu,” sebutnya.

Kepala Disnakertrans Kab. Tanbu H Alvian Noor yang juga diwakili oleh Kabid Tenaga Kerja, Yamani mengungkapkan rasa terimakasih kepada Pemerintah Desa Sejahtera, atas bantuan serta fasilitas sehingga pelatihan selama ini dapat berjalan dengan lancar.

“Peserta jangan cukup disini saja, tolong kembangkan, ketika ada daerah lain yang mengadakan pelatikan pengembangan maka peserta disarankan untuk turut serta dan apapun pekerjaannya dan lulusan pendidikan sampai mana saya harap peserta tidak minder, peserta diminta jangan terpaku pada pelatihan disini saja semoga bisa mengembangan ilmu dan prakteknya,” katanya.

Asdar, salah seorang Instruktur Pelatihan Listrik, menyampaikan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar dan ikut disambut dengan antusias oleh para peserta pelatihan.

Menurut Asdar, melalui bekal ilmu dan pelatihan yang diberikan, secara keseluruhan para peserta sudah cukup baik dan mumpuni untuk terjun di bidang kelistrikan dan mengaplikasikan ilmunya di lingkungan masyarakat.

Pria yang juga berprofesi sebagai Guru di SMKN1 Simpang Empat itu berharap, kegiatan pelatihan seperti ini dapat terus dilanjutkan oleh Pemerintah Daerah, sehingga potensi dan kompetensi para peserta dapat lebih dimaksimalkan.

Kegiatan dihadiri oleh, Pemerintah Kec Simpang Empat, Kepala Bidang Tanaga Kerja bersama tim, Lurah Tungkaran Pangeran, Camat Simpang Empat diwakili Sekdes Desa Sejahtera, Instruktur Instalasi Listrik Rumah Tangga, 16 peserta pelatihan dan tamu undangan. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Hukum Dan Ham Kalimantan Selatan Nasional Pembangunan Regional Sosial Tanah Bumbu

Begini Tanggapan Soal RUU KUHP disahkan Menjadi Undang-Undang

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP) disahkan menjadi Undang-undang. Pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna DPR RI yang beragendakan pengambilan keputusan atas RUU KUHP.

Menurut masyarakat yang diwakili oleh anggota literasi Bestari Kabupaten Tanah Bumbu, Ama Wati menyampaikan pemikirannya atas RUU KUHP yang baru saja di sahkan.

“Pengerasan RUU KUHP menjadi pembahasan kontroversial dan viral di lingkungan kami anak muda, ini menjadi topik menarik dikalangan kami saat diskusi waktu ngopi bareng. RUU KUHP ini perlu dipelajari secara detail bagi siapapun, agar tidak salah tafsir nantinya,” katanya pada Kamis (8/12/2022) pukul 09.20 Wita.

Sedangkan, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly mengatakan pengesahan ini merupakan momen bersejarah dalam penyelenggaraan hukum pidana di Indonesia. Setelah bertahun-tahun menggunakan KUHP produk Belanda, saat ini Indonesia telah memiliki KUHP sendiri.

“Kita patut berbangga karena berhasil memiliki KUHP sendiri, bukan buatan negara lain. Jika dihitung dari mulai berlakunya KUHP Belanda di Indonesia tahun 1918, sudah 104 tahun sampai saat ini. Indonesia sendiri telah merumuskan pembaruan hukum pidana sejak 1963,” ujar Yasonna usai rapat paripurna DPR RI pada Selasa (6/12).

Menurut Yasonna, produk Belanda ini dirasakan sudah tidak relevan lagi dengan kondisi dan kebutuhan hukum pidana di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu urgensi pengesahan RUU KUHP.

“Produk Belanda tidak relevan lagi dengan Indonesia. Sementara RUU KUHP sudah sangat reformatif, progresif, juga responsif dengan situasi di Indonesia,” katanya.

Yasonna menjelaskan KUHP yang baru saja disahkan telah melalui pembahasan secara transparan, teliti, dan partisipatif. Pemerintah dan DPR telah mengakomodasi berbagai masukan dan gagasan dari publik.

“RUU KUHP sudah disosialisasikan ke seluruh pemangku kepentingan, seluruh penjuru Indonesia. Pemerintah dan DPR mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasinya dalam momen bersejarah ini,” ujar Menteri Yasonna.

Meskipun demikian, Yasonna mengakui perjalanan penyusunan RUU KUHP tidak selalu mulus. Pemerintah dan DPR sempat dihadapkan dengan pasal-pasal yang dianggap kontroversial, di antaranya pasal penghinaan Presiden, pidana kumpul kebo, pidana santet, vandalisme, hingga penyebaran ajaran komunis. Namun, Yasonna meyakinkan masyarakat bahwa pasal-pasal dimaksud telah melalui kajian berulang secara mendalam.

Yasonna menilai pasal-pasal yang dianggap kontroversial bisa memicu ketidakpuasan golongan-golongan masyarakat tertentu. Yasonna mengimbau pihak-pihak yang tidak setuju atau protes terhadap RUU KUHP dapat menyampaikannya melalui mekanisme yang benar. Masyarakat diperbolehkan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“RUU KUHP tidak mungkin disetujui 100 persen. Kalau masih ada yang tidak setuju, dipersilakan melayangkan gugatan ke MK,” jelasnya.

Perluasan Jenis Pidana Kepada Pelaku Tindak Pidana

Selanjutnya, Menteri Yasonna menjelaskan bahwa pengesahan RUU KUHP tidak sekadar menjadi momen historis karena Indonesia memiliki KUHP sendiri. Namun, RUU KUHP menjadi titik awal reformasi penyelenggaraan pidana di Indonesia melalui perluasan jenis-jenis pidana yang dapat dijatuhkan kepada pelaku tindak pidana. Yasonna menjelaskan terdapat tiga pidana yang diatur, yaitu pidana pokok, pidana tambahan, dan pidana yang bersifat khusus.

Dalam pidana pokok, RUU KUHP tidak hanya mengatur pidana penjara dan denda saja, tetapi menambahkan pidana penutupan, pidana pengawasan, serta pidana kerja sosial.

“Perbedaan mendasar adalah RUU KUHP tidak lagi menempatkan pidana mati sebagai pidana pokok, melainkan pidana khusus yang selalu diancamkan secara alternatif dan dijatuhkan dengan masa percobaan sepuluh tahun,” tutur Yasonna.

Selain pidana mati, pidana penjara juga direformasi dengan mengatur pedoman yang berisikan keadaan tertentu agar sedapat mungkin tidak dijatuhkan pidana penjara terhadap pelaku tindak pidana. Keadaan-keadaan tersebut antara lain, jika terdakwa adalah anak, berusia di atas 75 tahun, baru pertama kali melakukan tindak pidana, dan beberapa keadaan lainnya.

“Meskipun demikian, diatur pula ketentuan mengenai pengecualian keadaan-keadaan tertentu itu. Yaitu terhadap pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih, tindak pidana yang diancam dengan pidana minimum khusus, atau tindak pidana yang merugikan masyarakat, serta merugikan perekonomian negara,” katanya.

Selanjutnya, pelaku tindak pidana dapat dikenai pidana tambahan berupa pencabutan hak tertentu, perampasan barang, pengumuman putusan hakim, pembayaran ganti rugi, pencabutan izin, dan pemenuhan kewajiban adat setempat.

Pelaku tindak pidana dapat pula dijatuhi Tindakan, yaitu perwujudan nyata dari diterapkannya double track system dalam pemidaan Indonesia. Contohnya, RUU KUHP mengatur Tindakan apa yang dapat dijatuhkan bersama pidana pokok dan Tindakan yang dapat dikenakan kepada orang dengan disabilitas mental atau intelektual.

Terakhir, perumus RUU KUHP mengatur badan hukum atau korporasi sebagai pihak yang dapat bertanggung jawab dan dipidana. Penjatuhan pidana pokok, pidana tambahan, dan Tindakan dikenakan kepada korporasi dan orang-orang yang terlibat dalam korporasi tersebut, baik pengurus yang memiliki kedudukan fungsional, pemberi perintah, pemegang kendali, hingga pemilik manfaat.

Berkenaan hal tersebut, Lilik Sujandi selaku Kakanwil Kemenkumham Kalsel Undang-Undang yang telah disahkan, dan siap melaksanakan dan membantu sosialisasi melalui unit kerja yang ada di Kantor Wilayah. “Kami akan mendukung hasil yang sudah ditetapkan, kami juga akan melaksanakan sesuai tugas dan wewenang yang ada di Kantor Wilayah. Sosialisasi juga dapat dilakukan untuk memperluas informasi yang tersampaikan ke masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan,” tukasnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Ekonomi Kalimantan Selatan Kriminal Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Kalapas Kelas III Batulicin Sampaikan Apresiasi Ke BLK Pemkab Tanbu Atas Sinergitas Bantu Pelatihan WBP

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Kepala Lapas Kelas III Batulicin, Bambang Hari Widodo sampaikan apresiasi kepada Jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu).

Apresiasi tersebut disampaikan kepada Balai Latihan Kerja (BLK) Kab Tanbu, dalam rangka kegiatan penutupan kegiatatan Pembinaan Kemandirian Mebel untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Aula Lapas Kelas III Batulicin, Rabu ( 7/12/2022)

Pembinaan Kemandirian Mebel untuk WBP Lapas Kelas III Batulicin, sesuai arahan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi terkait peningkatan Layanan Pemasyarakatan dan kegiatan pembinaan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan.

Kegiatan berjalan lancar, diikuti dengan antusias oleh WBP Lapas Kelas III Batulicin selama 12 hari kerja dan menghasilkan produk mebel berkualitas berupa meja bundar sebanyak 6 pasang dan rak buku, yang nantinya akan digunakan untuk Sarpras Lapas Kelas III Batulicin.

“Untuk rak buku nantinya akan digunakan untuk Pojok Baca Warga Binaan Lapas Kelas III Batulicin”, terang Tarsah, selaku Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas III Batulicin.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi melalui Kalapas Batulicin, Bambang Hari Widodo, mengapreasiasi kerjasama antara Lapas Kelas III Batulicin dengan Pemkab Tanbu, terkait Pembinaan Kemandirian WBP dan Berharap akan terus berlanjut untuk pembinaan kemandirian lainnya.

“Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk jajaran Pemkab.Tanah Bumbu, dalam hal ini Balai Latihan kerja (BLK) Kab Tanbu, yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan kemandirian untuk Warga Binaan Lapas Kelas III Batulicin”, “semoga kegiatan dan kerjasama ini terus berlanjut,” sambungnya.

Di akhir kegiatan Kalapas Batulicin Bambang didampingi Perwakilan dari BLK Kab.Tanah Bumbu, menutup secara resmi kegiatan pembinaan mebel ditandai dengan pelepasan kartu tanda peserta sekaligus pemberian sertifitat kepada WBP, kemudian pemberian cindramata hasil kreasi WBP Lapas Kelas III Batulicin berupa Miniatur Kapal Laut kepada BLK Kab.Tanah Bumbu. (narasinusantara.com/Aaron).

Kategori
Bisnis Ekonomi Kalimantan Selatan Nasional Pembangunan Pendidikan Pertanian Regional Sosial Tanah Bumbu Wisata

Pemkab Tanbu Terima Kunker Dishub Pemkab Konawe Prov Sulawesi Tenggara

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (7/12/2022).

Rombongan Dishub Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara, berjumlah 8 orang dipimpin oleh Asisten II Setda Konut, Ir H Muhardi Mustafa.

Turut hadir bersama dalam kunjungan yaitu Kabid Lalu Lintas dan Kabid Angkutan, para Kasi Perhubungan dan Staff Dishub Pemkab Konut.

Sementara itu, Pemkab Tanah Bumbu melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Hj Mariani dan Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Ir H Riduan.

Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, HM Zairullah Azhar diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Hj Mariani menyampaikan terimakasih karena Kabupaten Tanah Bumbu menjadi pilihan kunjungan kegiatan kerja dari Pemkab Konut.

“Tanah Bumbu dengan penghasilan pertambangan, karet dan sawit, kami menyampaikan Tanah Bumbu dengan motto kami, Bersujud Menuju Serambi Madinah, yang merupakan komitmen, sebuah motivasi, rasa syukur dan doa yang semoga dengan itu Bumi Bersujud Tanah Bumbu selalu berkah,” ucap Mariani.

Asisten II Setda Konut, Ir H Muhardi Mustafa menyampaikan, pihaknya melakukan Kunker tersebut dengan tujuan lawatan dinas untuk menyaksikan secara langsung kegiatan pembangunan, kebijakan maupun regulasi yang ada di Pemkab Tanbu.

“Kita dengar ada beberapa kebijakan dan regulasi yang bersifat lokal di Tanah Bumbu berkaitan dengan kelembagaan dan pendapatan hasil daerah yang menyentuh dengan perhubungan, tentunya kami sampaikan bahwa Kabupaten Konawe dengan penghasilan daerah yaitu nikel dan sawit. Pada kesembatan kali ini kami mendengar banyak hal sebagai pembelajaran dan semoga ini ada berkahnya,” kata Muhardi.

Kunker dan Expose Penyelenggaraan Urusan Perhubungan di Lingkungan Pemkab Tanbu Prov Kalsel, bersama Pemkab Konut Prov Sulawesi Tenggara berlangsung secara baik.

Rapat Kunker ini juga dihadiri oleh Kepala Dishub Tanah Bumbu, Achmad Marlan bersama jajaran Dishub Tanah Bumbu dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Tanah Bumbu, Eryanto Rais. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Sosial Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Gelar Workshop Penyususnan Proses Bisnis

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), menggelar Workshop Penyususnan Proses Bisnis Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2022, bertempat di Gedung Mahligai Bersujud Kapet, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (6/12/2022).

Syaikul Ansari selaku Kabag Organisasi Sekretariat Daerah Kab Tanbu menyampaikan laporan panitia pelaksana. Workshop Penyusunan Peta Proses Bisnis Instansi Pemerintah, tertuang pada Perda Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Perangkat Daerah dan Perbup Tanah Bumbu Nomor 2 Tahun 2002.

Tujuan Workshop yaitu memberikan pemahaman kepada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah adalah perangkat Pemerintah Daerah), tentang kebutuhan proses bisnis dalam tercapainya visi dan misi serta tujuan pembangunan Kab Tanbu.

“Setelah mengikuti Workshop ini mudahan semua peserta dapat memahami substansi pada peta proses bisnis, memahami teknis penyusunan peta proses bisnis, peserta bisa memperbaiki dan menyusun peta proses bisnis Pemerintah Daerah/Kabupaten dan Perangkat Daerah,” ungkapnya.

Materi Workshop diantaranya, menelaah data proses bisnis yang telah disusun pada tahun 2021, memperbaiki fungsi dan tahapan proses bisnis, dan memperbaiki teknis penyusunan peta proses bisnis Pemerintah Daerah terkait dengan penyempurnaan mekanisme kerja, sistem kerja sesuai dengan Permenpan Nomor 7 Tahun 2022. Dengan menggunakan metode materi dan kombinasi tanya jawab dan praktek. Workshop berjalan selama 2 hari. Narasumber adalah Tenaga Ahli Proses Bisnis dan Dosen Teknik Industri Universitas Buana Perjuangan Ir M Sayuti.

Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Andi Aminuddin membuka Workshop secara resmi.

Ia mengatakan bahwa, Peta Proses Bisnis merupakan diagram yang menggambarkan hubungan kerja yang efektif dan efisien, antar unit organisasi untuk menghasilkan kinerja sesuai dengan tujuan pendirian organisasi, agar menghasilkan keluaran yang bernilai tambah bagi pemangku kepentingan.

“Oleh karena itu, kami berharap agar setiap Instansi Pemerintah mampu melaksanakan tugas secara efektif dan efisien, mampu mengkomunikasikan dengan pilihan internal maupun eksternal, memiliki aset pengetahuan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis, memiliki potensi masalah dan potensi perbaikan, serta memiliki standar pelaksanaan pekerjaan di bidangnya masing-masing,” katanya.

Dengan ini diharapkan, terciptanya Tata Kelola Pemerintahan yang Melayani, Sederhana, dan Akuntabel di Kabupaten Tanah Bumbu.

Workshop dihadiri seluruh peserta unit kerja SKPD Lingkup Pemkab Tanbu yaitu pejabat dan pelaksana subbag umum kepegawaian ataupun Subbag perencanaan, Polres Tanah Bumbu dan tamu undangan. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Kalimantan Selatan Pembangunan Pertanian Sosial Tanah Bumbu

Jelang Nataru 2023, Pemkab Tanbu Adakan Operasi Pasar Murah

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), menggelar operasi pasar murah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Operasi pasar yang disambut antusias oleh warga itu digelar di Desa Suka Damai Kecamatan Mantewe, Selasa (6/12/2022).

Hadir pada pembukaan operasi pasar HBKN Jelang Nataru yakni Sekretaris Dinas Perdagangan Prov Kalsel, Kadis Kadis KUMP2 Tanbu, dan Staf Khusus Bupati TPPD, dan Forum Porkopimcam Kecamatan Mantewe.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanbu, Deny Harianto mengatakan kegiatan operasi pasar dalam rangka HKBN ini terfokus di Kecamatan Mantewe.

“Operasi pasar ini, sebagai wujud nyata peran serta Pemerintah, untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan juga merupakan salah satu langkah dalam menahan laju inflasi di Tanah Bumbu,” katanya.

Deny melanjutkan, melihat antusias masyarakat yang sangat tinggi, maka kegiatan andalan DKUMP2 ini bisa berlangsung terus setiap tahun, karena operasi pasar murah ini selalu ditunggu-tunggu oleh warga Bumi Bersujud.

“Kemetrologian Ahmad Heriansyah, menambahkan, kegiatan operasi pasar digelar dengan sistem terbuka, kerjasama DKUMP2 Tanbu dengan Dinas Perdagangan Kalsel dan Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, serta melibatkan Dinas Perikanan Tanbu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tanbu, TP PKK Tanbu, DWP Tanbu, GOW Tanbu, Iwapi Tanbu, PT Kalimas Kharisma (Wings Group), PT Nestley, dan PT Ciomas Bestmeet,” Kabid Perdagangan menambahkan keterangan ke media. (narasinusantara.com/Aaron )

Kategori
Kalimantan Selatan Pendidikan Sosial Tanah Bumbu

Lima Anak Asuh Perempuan Bupati Zairullah Azhar, Berhasil Raih Gelar S2

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Lima orang putri Istana Anak Yatim (IAY) Darul Azhar Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu kembali meraih gelar S2. Mereka dinyatakan telah lulus program S2 STIA Bina Banua Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Wisuda Sarjana STIA Bina Banua Banjarmasin tahun 2022 digelar bertempat di Hotel Banjarmasin Internasional, Minggu (4/12/ 2022 ).

Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar menyampaikan pesan dalam sambutannya untuk tidak berhenti belajar dan memuliakan orang tua yang masih hidup.

Sebagai informasi, kelima putri asuh Abah Zairullah itu yakni Naning Rosidaniah, S.Pd, MA, Saidatunisa, S.Kom, M.A, Nur Fitriani, S.Kom, M.A, Erni, S. Kom, M.A, Evi Khairunnisa, SE, MA yang telah lulus jenjang Strata 2/ Magister dengan nilai sangat memuaskan dan Cum Laude.

Menurut Naning, mereka yang lulus saat ini merasa bangga bisa berpendidikan dan menjadi bagian IAY, rasa haru dan ungkapan terimakasih atas segala pembinaan serta kasih sayang dari orang tua asuh yaitu Ayahanda Zairullah Azhar.

”Sebelumnya anak-anak Ayah (Maksudnya Bupati Tanah Bumbu Abah Zairullah Azhar, selaku Pengasuh mereka sejak kecil),” kata Bendahara STIENAS Banjarmasin sambil tersenyum.

Usai prosesi wisuda, Ketua Yayasan Bina Banua Banjarmasin Zairullah Azhar, meminta para wisudawan dan wisudawati mendatangi orang tua mereka untuk sujud.

Sementara kelima putri IAY itu, mendatangi Zairullah yang masih berada di atas podium. Dan ketika mantan anggota DPR RI itu dan Bupati pertama Tanah Bumbu itu, berfoto bersama dengan kelima putri IAY itu.

Mereka kemudian berfoto bersama Ayah asuh mereka, yang dimuat di media sosial dan mendapat komentar dari mantan ketua STIA Banua Banjarmasin Gerilyansyah Basrindu.

“Alhamdulillaah pada acara Wisuda ke 35 hari ini, terdapat 5 orang anak asuh Bapak Dr H M Zairullah Azhar MSc yaitu Presiden Anak Yatim Indonesia yang lulus Program S2 STIA Bina Banua,” cuitnya.

Pada saat Wisudawan lainnya mendatangi orang tua mereka berpelukan, cium tangan dan pipi sebagai tanda terimakasih, namun kelima anak asuh tersebut yang mana orang tua biologisnya sudah tidak ada lagi dan tidak bisa berhadir menyaksikan keberhasilan anaknya.

“Mereka mendatangi pak Zairullah dan memeluknya sebagai orang tua dan menangis sebagai tanda kebahagiaan bersama Ayah yang menaungi mereka, memperhatikan serta menyekolahkan mereka, tak hanya itu Ayah mereka juga memberikan peluang pekerjaan bagi mereka selama ini. Inilah pengamalan nyata dari firman Allah swt dalam Surah Al Ma’un. Mudah-mudahan Allah selalu menambah keberkahan dan rahmat-Nya,amin,” kata Gerilyansyah. (narasinusantara.com/Aaron)