Kategori
Stunting Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Mantapkan Langkah Percepatan Penurunan Stunting Lewat Rakoor Lintas Sektor

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu Rapat Koordinasi (Rakoor) Evaluasi Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025, Kamis (11/12/2025) di Hotel Lotusa Batulicin. Kegiatan diikuti peserta dari berbagai lintas sektor.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Erli Yuli Susanti kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan memperkuat strategi penanganan stunting agar program benar-benar berdampak bagi ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.

“Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus berkomitmen memperkuat percepatan penurunan stuntingmelalui kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah daerah, kecamatan, desa, dunia usaha, maupun masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa rapat koordinasi ini penting untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program selama periode terakhir. Melalui evaluasi tiap unsur Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pemerintah dapat melihat capaian, mengetahui kinerja tim, serta mengidentifikasi permasalahan lapangan secara nyata.

Hasil evaluasi yang disampaikan dalam rapat ini akan menjadi landasan penting dalam penyusunan langkah tindak lanjut, perbaikan intervensi, dan penguatan strategi kerja ke depan.

“Kita ingin memastikan setiap program benar-benar sampai kepada sasaran, memberi dampak nyata bagi kesehatan ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting. Komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang kuat akan memperkuat kinerja kita bersama,” ujar Erli.

Sementara itu, Kepala Bidang KB dan Ketahanan Keluarga, Nur Rochmah, mengatakan evaluasi meliputi penilaian indikator penurunan stunting, identifikasi faktor pendukung dan penghambat, pengukuran efektivitas kolaborasi lintas sektor, serta penyusunan langkah strategis untuk tahun berikutnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Tanah Bumbu juga memberikan apresiasi dan penghargaan atas capaian Desa Berkinerja Baik Dalam Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024, dengan rincian prestasi yakni peringkat pertama Desa Muara Pagatan Kecamatan Kusan Hilir, peringkat dua Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Simpang Empat, pringkat tiga Desa Kupang Berkah Jaya Kecamatan Simpang Empat. (Fit)

Kategori
Sosial Stunting Tanah Bumbu

Bupati Andi Rudi Latif Tekankan Pentingnya Kolaborasi Cegah Stunting untuk Generasi Emas

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, melalui Kepala DP3AP2KB Tanah Bumbu, Erli Yuli Susanti,membuka secara resmi kegiatan seminar Parenting dan Stunting Tahun 2025. Seminar ini merupakan kolaborasi antara Rumah Pena BerAksi dan PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin dengan Dinas P3AP2KB Tanah Bumbu. Kegiatan digelar di Gedung PKK, Kapet,  Simpang Empat, Selasa (25/11/2025).

Bupati Andi Rudi Latif dalam sambutannya dibacakan Kepala Dinas P3AP2KB Erli Yuli Susanti menekankan pentingnya kolaborasi dalam menurunkan angka stunting di Tanah Bumbu.

“Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus berkomitmen menurunkan angka stunting sebagai salah satu prioritas utama pembangunan manusia. Upaya ini tentu tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, kita membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Rumah Pena BerAksi yang selama ini konsisten menjalankan program kerja di bidang kesehatan dan sosial, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Berbagai kegiatan edukasi, pendampingan keluarga, gerakan literasi kesehatan, serta penguatan kapasitas orang tua adalah bukti nyata kontribusi Rumah Pena BerAksi ini dalam membangun generasi Tanah Bumbu yang lebih sehat dan berdaya.

Ketua Rumah Pena BerAksi, Andrianto Mokodompit, menyatakan bahwa seminar ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai stunting, mendorong penerapan gizi seimbang dan perilaku hidup bersih serta sehat, serta menurunkan angka stunting demi menciptakan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin juga berkomitmen mendukung upaya pencegahan stunting di Tanah Bumbu.

“Kami ingin membicarakan masa emas dan masa depan anak-anak generasi Tanah Bumbu, melalui kerjasama dengan rumah pena BerAksi dan dukungan dinas terkait,” kata Irfan Nurhidayat, SPP pihak PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin.

Irfan menekankan pentingnya parenting dan penanganan stunting secara tepat, sebagai bentuk kepedulian kepada anak.

“Dengan tambahan ilmu dan wawasan materi seminar hari ini, pengasuhan yang baik dan benar akan sangat berpengaruh pada kebutuhan anak di masa depan,” tambahnya.

Seminar ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi para peserta dan menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan keluarga dan masa depan generasi Tanah Bumbu.

Kegiatan ini dihadiri Himpaudi, Penyuluh Kesehatan dan Gizi Desa, PWI Tanah Bumbu, DP3AP2KB serta masyarakat umum.

Narasumber dari ESQ Tingkat Nasional, Denny Kurniawan, BKKBN Kalsel, Fitriasih dan DP3AP2KB Tanah Bumbu Nur Rochmah selaku Kepala Bidang KB. (Fit)

Kategori
Bupati Tanah Bumbu Indonesia Informasi Pelayanan Masyarakat Sosial Stunting Tanah Bumbu

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Syahbani Rasul Ikuti Rakoor TPPS dan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Tahun 2025

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Syahbani Rasul mewakili Ketua DPRD Tanah Bumbu, Andrean Atma Maulani turut terlihat menghadiri pertemuan atau rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting dan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Tahun 2025 di Hotel Ebony Batulicin.

Syahbani Rasul mengikuti jalannya Rapat Koordinasi (Rakoor) TPPS dan Rembuk Stunting tersebut hingga selesai, ia juga turut berdiskusi bersama jajaran tamu undangan seperti Forkopimda dan Kepala SKPD lingkup Pemerintah Daerah.

Dalam momentum ini juga hadir, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif yang memimpin langsung Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Tahun 2025 di Batulicin, Senin (4/8/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting secara terukur dan berkelanjutan.

Bupati Andi Rudi Latif, mengatakan stunting merupakan tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Tanah Bumbu tercatat menurun dari 25,1% (2023) menjadi 21,6% (2024). Namun angka ini masih berada di atas target nasional 14% dan rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan 22,9%.

“Target penurunan stunting Kabupaten Tanah Bumbu dalam RPJMD 2025–2029 ditetapkan sebesar 20,74% pada 2025, hingga mencapai 16,91% di tahun 2030. Akselerasi, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen menjadi kunci utama,” tegas Bupati.

Bupati juga mengapresiasi inovasi pusat, seperti Transformasi Digital Aksi Konvergensi dan aplikasi Web Aksi Bangda Terintegrasi, sebagai dukungan penting dalam koordinasi dan pelaporan percepatan stunting.

Kepala Dinas DP3AP2KB Tanah Bumbu, Erli Yuli Susanti, menekankan bahwa stunting adalah permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan anak dan kualitas generasi mendatang. Penanganannya dilakukan melalui intervensi spesifik dan sensitif, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan berita acara rembuk stunting dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan hasil rembuk stunting kecamatan sebagai usulan prioritas program 2026.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, Farah Adibah, dan Kepala Bappedalitbang Tanah Bumbu, Andi Anwar Sadat, yang membahas strategi konkret pencegahan dan penurunan stunting ke depan.

Rapat koordinasi ini juga menjadi forum konsolidasi lintas sektor untuk mengevaluasi capaian indikator serta menyusun peta masalah dan solusi intervensi stunting di tingkat desa dan kecamatan.

Kegiatan diikuti oleh sekitar 150 peserta, terdiri dari Forkopimda, Wakil DPRD, Kepala SKPD, Instansi Vertikal, Camat, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tanah Bumbu, pimpinan perusahaan, perbankan, dan BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan. (ANN)

Kategori
Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Resmi Salurkan Program Makan Sehat Bergizi Targetkan 71.803 Siswa

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), melakukan peluncuran perdana program “Makan Sehat Bergizi” untuk siswa dan siswi sekolah.

Peluncuran program tersebut, berlangsung di Sekolah Bangun Banua yang meliputi TK, SD, SMP, dan SMK, Senin (13/1/2024).

Kegiatan dihadiri oleh Asisten III Pemkab Tanah Bumbu Narni, Kepala Dinas Pendidikan Tanah Bumbu Amiluddin, perwakilan dari Dinas Kesehatan, serta perwakilan dari Kodim 1022/Tanah Bumbu.

Dalam sambutannya, Narni menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1022/Tanah Bumbu atas kontribusinya dalam menyukseskan program ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak Tentara yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini,” katanya.

Program makan sehat bergizi
Program makan sehat bergizi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu, Amiluddin, menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut melibatkan vendor dari Provinsi Jawa Tengah. Vendor tersebut diberikan kesempatan untuk membuka subkontrak di Tanah Bumbu, mengingat kapasitas dapur maksimal hanya mampu menyediakan 3.000 hingga 3.500 porsi per hari.

“Jumlah siswa TK, SD, dan SMP di Tanah Bumbu mencapai 71.803 orang. Untuk memenuhi kebutuhan ini, diperlukan 24 dapur. Saat ini, baru tersedia dua dapur, yakni di Amandit dan Kompi, yang langsung dikelola oleh Kodim 1022,” jelas Amiluddin.

Amiluddin menambahkan, peluncuran ini merupakan yang kedua di Kalimantan Selatan setelah sebelumnya dilaksanakan di Banjarmasin.

Namun, ada beberapa kendala, salah satunya adalah ketersediaan ompreng berbahan stainless steel yang menjadi standar program ini. “Hanya tersedia 2.000 ompreng, sehingga pelaksanaannya difokuskan di beberapa sekolah,” ujarnya.

Adapun sekolah yang menjadi sasaran awal program ini meliputi Bangun Banua, Nurul Hidayah, Darul Azhar, dan SDN 3 Kampung Baru. Pelaksanaan program ini juga melibatkan yayasan yang sudah bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Pemerintah pusat juga resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (6/1/2025). Program ini ditargetkan untuk 19,47 juta penerima, termasuk anak sekolah, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Anggaran yang disediakan mencapai Rp 71 triliun.

Jika berjalan sesuai rencana, MBG diharapkan dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan gizi dan kesehatan di Indonesia. Untuk Tanah Bumbu, program ini di integrasikan dengan inisiatif lokal yang melibatkan Kodim 1022 dan yayasan terkait. (up/MC Pemkab Tanbu). ANN

Kategori
Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Buka Rakoor TPPS dan Lokus Stunting 2024

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakoor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Lokus Stunting Tahun 2024.

Bupati Tanbu Abah Zairullah Azhar melalui Asisten Administrasi Umum, Narni, Kamis (7/12/2023) di Batulicin membuka Rakoor Lokus Stunting tersebut.

Diungkapkan Narni, dirinya atas nama Pemda telah menyambut baik dengan di laksanakannya kegiatan rapat koordinasi tersebut.

Ia berharap melalui kegiatan ini dapat tersusun langkah-langkah strategis dalam rangka percepatan penurunan stunting di Bumi Bersujud.

Sementara itu, Ketua TPPS Tanbu, Hj Wahyu Windarti menyampaikan bahwa dalam rangka melaksanakan percepatan penurunan stunting. Agar di lakukan melalui pendekatan intervensi gizi.

Pendekatan yang melibatkan seluruh peran lintas sektor, serta dengan melalui pendekatan berbasis keluarga berisiko stunting.

Ia juga berpesan agar seluruh Camat dan Kepala Desa menyiapkan diri lebih fokus dalam percepatan penurunan stunting.

Utamanya pada desa yang menjadi lokus stunting tahun 2024.

“Desa Lokus Stunting agar menyiapkan diri lebih fokus dalam percepatan penurunan stunting sehingga Tanbu dapat memenuhi target nasional angka stunting sebesar 14 %,” katanya.

Adapun Rakoor di selenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tanbu.

Menghadirkan narasumber Sri Rahayu dari Bappedalitbang dan Eka ahli gizi dari Dinas Kesehatan.

Peserta rapat koordinasi yakni Camat, 31 Kepala Desa Lokus Stunting 2024 dan Tim Pendamping Keluarga dari Desa Lokus.@MEDIA CENTER TANAH BUMBU 2023/Rel. (Anara)

Kategori
Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Lingkungan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Dinkes Tanbu Serius Tangani Angka Kematian pada Ibu dan Bayi

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanah Bumbu (Tanbu), serius menangani tragedi pada Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Prevalensi Stunting juga menjadi fokus tertinggi bagi Pemerintah Daerah, dalam beberapa pertemuan dan pembahasan soal Stunting, Bupati terus mendorong berbagai program dan bersinergi dengan banyak pihak untuk mewujudkan target zero Stunting di Bumi Bersujud.

Dalam laporannya, Sekretaris Dinkes Tanbu, Arman Jaya Riki, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya untuk ibu dan anak serta pencegahan stunting.

“Kegiatan ini kami agendakan berdasarkan hasil penulusuran di lapangan bahwa ada beberap kendala salah satunya di tingkat kompetensi kita yang masih kurang,” ujarnya di Pendopo Serambi Madinah pada Selasa (05/12/2023) pagi.

Disebutkannya, bahwa pelayanan di puskesmas juga dihadapkan pada kendala seperti kompetensi SDM, prasarana, sarana, dan prosedur pelaksanaan pelayanan.

Upaya digerakkan dalam mengakomodir kebutuhan di lapangan terkait kendala penginputan laporan penanganan atau pelayanan kesehatan.

Dinkes Tanbu juga menyerahkan bantuan berupa laptop kepada bidan desa sebanyak 171 buah.

Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis ini terwujud sesuai permintaan dari Bupati yang mendengar aspirasi para bidan.

“Alhamdulillah hari ini diserahkan secara simbolis dan kami berpesan karena ini adalah aset daerah tolong dijaga dengan baik,” ucap Arman.

Sementara itu mewakili Bupati Tanah Bumbu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Putu Wisnu Wardana, terlihat membuka kegiatan secara resmi di Pendopo Serambi Madinah.

“Meskipun terjadi penurunan dalam dekade terakhir, masalah AKI, AKB, dan Stunting masih menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (ANN)

Kategori
Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Lingkungan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Gelar Temu Penguatan Turunnya AKI, AKB, dan Prevalensi Stunting

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Daerah terus melakukan upaya dalam rangka, Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Prevalensi Stunting di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Melalui Pertemuan Penguatan AKI dengan para Bidan se-Tanbu, Dinas Kesehatan Tanbu menggelar acara tersebut pada Selasa (05/12/2023), bertempat di Pendopo Serambi Madinah, Kantor Bupati.

Bupati Tanbu Abah Zairullah Azhar diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, M Putu Wisnu Wardhana, dalam sambutannya, mengatakan AKI, AKB, dan Prevalensi Stunting merupakan masalah bersama yang masih belum terselesaikan.

Walaupun AKI, AKB, dan Prevalensi Stunting dalam dekade terakhir mengalami penurunan, tetapi masih tinggi jika di bandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara.

Tingginya AKI, AKB, dan Stunting tersebut merupakan dampak dari berbagai situasi status kesehatan reproduksi.

Kesehatan reproduksi itu di pengaruhi berbagai sebab, seperti masalah gizi, penyakit menular, penyakit tidak menular, kepersertaan ber-KB, kesetaraan gender, status sosial ekonomi dan budaya.

“Untuk itu perlunya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi. Terkhusus pada masa sebelum hamil,” himbaunya.

Calon pengatin (catin) juga merupakan sasaran program kesehatan dalam rangka menyiapkan kesehatan keluarga untuk Layak Hamil/Siap Hamil.

Pada kesempatan itu, Wisnu berharap melalui kegiatan pertemuan dengan para bidan ini dapat mewujudkan percepatan penurunan AKI, AKB dan Prevalensi Stunting sebagai indikator utama Pembangunan Kesehatan di Indonesia dan terkhusus di Tanbu. (Kml/ @ MEDIA CENTER TANAH BUMBU 2023). ANN

Kategori
Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Lingkungan Organisasi Perempuan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Tingkatkan Kualitas Hidup Keluarga, Bupati Zairullah Dorong Sinergi Bersama TP-PKK

NARASINUSANTARA.COM, TANAN BUMBU – Bupati Kabupaten Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar, membuka Rapat Koordinasi (Rakoor) bersama TP PKK Kabupaten bersama TP PKK Desa dan Dasa Wisma, di Gedung Olah Raga Desa Gunung Besar Kecamatan Simpang Empat, Rabu (15/11/2023).

Rakoor ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten, Hj Wahyu Windarti Zairullah, sebagai narasumber utama, Kepala Dinas PMD Samsir, serta diikuti oleh Ketua TP PKK Kecamatan Simpang Empat dan 300 peserta dari TP PKK Desa dan Dasa Wisma.

Dalam sambutannya, Bupati Zairullah mengucapkan apresiasinya kepada semua jajaran Tim Penggerak PKK yang telah bekerja keras sebagai mitra Pemerintah Daerah.

Zairullah menekankan, bahwa tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas hidup keluarga menjadi sejahtera dari berbagai aspek, termasuk ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial budaya.

“Kerja sama dari tingkat Kabupaten hingga Desa dan Dasa Wisma sangat krusial dalam pelaksanaan program pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan,” katanya.

Meskipun program dan kegiatan PKK telah dinilai telah meraih berbagai prestasi, Bupati terus mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh untuk memastikan efektivitas, ketepatan arah, dan pencapaian sasaran yang optimal.

“Saya berharap Tim Penggerak PKK dapat mengevaluasi dan menyinergikan program PKK dari tingkat Pusat sampai Desa. Dan dapat lebih bersemangat untuk melaksanakan 10 program PKK, sebagai partisipasi dalam membangun Tanah Bumbu tercinta,” harapnya.

Dalam arahan Bupati Zairullah juga mengumumkan insentif bagi kader PKK Desa dan Dasa Wisma sebesar Rp100.000 perbulan, yang akan diberlakukan pada tahun 2024.

Hal ini sejalan dengan komitmen Bupati untuk meningkatkan insentif RT, Wakil RT, dan kader posyandu, dengan harapan bahwa langkah ini akan memberikan motivasi ekstra bagi para kader dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (ANN)

Kategori
Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Penuhi Target Nasional, Tanah Bumbu Terus Berupaya Turunkan Stunting

NARASINUSANTARA.COM, TANAN BUMBU – Demi memenuhi target skala nasional serta peduli generasi sehat Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) terus melakukan bekerja keras dalam menurunkan angka stunting.

Melalui kegiatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang), yang menggelar Bimbingan Teknis teknis penginputan pelaksanaan 8 aksi konfergensi penurunan stunting.

Data dari SSGI pada tahun 2022 menyebutkan, angka prevalensi stunting di Tanah Bumbu sebesar 16,1 persen.

Sementara angka ini masih diatas target nasional pada tahun 2024 sebesar 14 persen.

Dalam acara ini, sejumlah SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) hadir dan mendapatkan panduan dari narasumber dari institusi spesialis tim leaders for Regional 4, Iskandar Munir.

“Kita sama sama berharap Kabupaten Tanah Bumbu, mampu menurunkan angka stunting sesuai target nasional atau bahkan bisa lebih rendah dari target tersebut,” ucap Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar melalui Asisten Bidang Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat, Eka Safrudin, Rabu (08/11/2023)di Hotel Ebony Batulicin.

Mewakili Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Tanbu, Eka Safrudin menyatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen daerah dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Penginputan 8 aksi konvergensi penurunan stunting pada web bina bangsa, menjadi sangat penting untuk dipahami dan dilaksanakan,” tegasnya.

Disampaikannya juga, melalui inputan ini Kemendagri melakukan penilaian kinerja dalam upaya penurunan stunting.

“Dengan perhatian Pemerintah Pusat, diharapkan menjadi penyemangat kita untuk berkontribusi lebih besar lagi dalam upaya menurunkan angka stunting di bumi Bersujud,” ujarnya.

Sebagai informasi, diketahui pada tahun 2023 ini Tanah Bumbu mendapatkan dana insentif fiskal bidang penanganan stunting sebesar 5,7 milyar dari pemerintah pusat.

Hal ini dianggap sebagai penghargaan dan dukungan dari pemerintah pusat, menjadi motivasi bagi daerah untuk berkontribusi lebih besar dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. (ANN)

Kategori
Budaya Masyarakat Hiburan Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Pelayanan Masyarakat Pendidikan Prestasi Seni Stunting Tanah Bumbu Wisata

Festival Literasi Bersujud TA 2023 Dibuka, Dispersip Persembahkan Story Telling

NARASINUSANTARA.COM, TANAN BUMBU – Festival Literasi Bersujud Tahun 2023, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) mengadakan Story Telling.

Story Telling merupakan proses seseorang menyampaikan sebuah cerita melalui berbagai media perantara, tujuannya ialah untuk membudayakan generasi bangsa yang gemar akan literasi.

Mengawali Festival Literasi Bersujud Tahun 2023, kegiatan Story Telling dilaksanakan pada Sabtu (21/10/2023) pagi, sekitar pukul 08.30 – 10.45 Wita, tepat di Aula Koramil Pagatan.

Menurut data, Dispersip Kab Tanbu berhasil mengumpulkan peserta sebanyak 250 orang, berasal dari 13 TK, di Kecamatan Kusan Hilir, dengan mendatangkan narasumber dari Yayasan Al Fath yakni Sang Story Teller, Trialis Nurika Evi yang juga selaku Pioner Kampung Dongeng dan Pekan Ceria.

Hadir diacara tersebut, Tuty mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Kab Tanbu. Dalam kesempatan ini turut hadir pula para orang tua murid dan guru-guru pendamping.

Adapun Kepala Dispersip Tanbu, Yulia Rahmadhani menyampaikan Kegiatan Story Telling mengusung Tema “Mengenal Buku dari Usia Dini”.

“Sesuai Peraturan Kepala Perpusnas Nomor 15 Tahun 2014 Pasal 1 Tentang Gerakan Pembudayaan Kegemaran Membaca adalah suatu usaha nyata dan keteladanan yang memicu masyarakat luas untuk berbuat sama, dalam meningkatkan minat baca dan kebiasaan gemar membaca,” ungkapnya.

Kadispersip membahas jika, Story Telling adalah seni bercerita yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai pada anak yang dilakukan tanpa perlu menggurui sang anak juga merupakan suatu proses kreatif anak anak dalam perkembangan aspek intelektual, kepekaaan, emosi, seni, dan daya imajinasi.

“Suasana jadi sangat meriah dengan menghadirkan Ustazah Alis dari Kampung Dongeng Batulicin Tanah Bumbu,” tambah Kadispersip Tanbu Yulia, pada Selasa (24/10/2023) Siang.

Dalam kesempatan itu pula, dikatakannya bahwa semua anak-anak mendapatkan bingkisan snack dan tambler.

“Acara tersebut sangat meriah, berkat dukungan dari komunitas dan pegiat literasi yang ada di Tanah Bumbu,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Story Telling merupakan acara pembuka dimulainya kegiatan Fastival Literasi Bersujud di Kabupaten Tanah Bumbu yang berlangsung sejak tanggal 21 sd 24 Oktober 2023. (Ana)