Kategori
Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Lingkungan Organisasi Perempuan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Sinergi Lintas Sektor, Angsana Lakukan Pemeriksaan Terindikasi Stunting Pada 30 Anak

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dalam rangka memaksimalkan upaya penanganan dan penurunan angka stunting di Kecamatan Angsana, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan anak terindikasi stunting.

Pemerintah Kecamatan dan Desa Angsana, melalui Liana Hamita selaku Camat Angsana menyampaikan, sesuai arahan Bupati Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), HM Zairullah Azhar perlu dilaksanakannya pemeriksaan menyeluruh di desa terkait anak terindikasi stunting, sebagai upaya penurunan angka stunting di kabupaten.

“Mudahan kegiatan ini, bisa berlanjut menyeluruh di 11 kecamatan lainnya, sehingga intervensi kepada anak stunting, bisa diatasi secara tepat dan cepat, juga anak dapat ditangani dengan baik dan benar,” kata Liana, saat dikonfirmasi pada Jumat (15/9/2023) di Kec. Angsana.

Adapun gerakan yang telah dibeberkan Camat Liana, merupakan pemeriksaan menyeluruh dan lanjutan di seluruh desa dan Kecamatan Angsana, yang melibatkan dokter spesialis tumbuh kembang anak, sehingga penangananan dapat sesuai rekomendasi dan lebih tepat sasaran.

Kegiatan ini bertujuan, memberikan edukasi tentang pola asuh dan tumbuh kembang anak, pemeriksaan anak terindikasi stunting ada sebanyak 30 anak.

“Kegiatan ini merupakan sinergisitas, antara Pemerintah Kecamatan Angsana bersama lintas sektor, dalam penangananan stunting dan atas keterlibatan pihak CSR, dalam menghadirkan pemeriksaan anak terindikasi stunting, oleh dr. Gladis Gunawan, Sp.A (K) dari Banjarmasin,” ujarnya.

Menurut laporan Camat Angsana, bahwa kegiatan edukasi tentang stunting penting diterapkan, sebagai upaya menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Angsana khususnya dan Kabupaten Tanah Bumbu pada umumnya.

“Berlangsungnya kegiatan pada hari Kamis (14/9), dilaksanakan di Puskesmas Perawatan Sebamban II Kecamatan Angsana, mulai pukul 09.00 hingga selesai,” pungkas Camat Liana Hamita.

Sementara itu, Liana juga menambahkan jika garis besar pemeriksaan ini, akan menghasilkan rekomendasi dari dokter terkait untuk ditindaklanjuti baik oleh orang tua maupun pihak Pemerintah.

Peserta hadir yaitu Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tanah Bumbu, Camat Angsana, Kepala Puskesmas Sebamban II Angsana, Danramil Angsana, Perwakilan Kapolsek Angsana, Kepala KUA Angsana, Kepala Desa Se Kecamatan Angsana, Ketua TP. PKK Kecamatan Angsana dan TP. PKK Desa, Koordinator PLKB Angsana, KPM, Kader Gizi, Bidan Desa, Ketua Kader Posyandu Se Kecamatan Angsana, Para Orang tua dan anak terindikasi stunting se Kecamatan Angsana, Pimpinan PT. Tunas Inti Abadi (TIA), Pimpinan PT. Cipta Kridatama (CK), Pimpinan PT. Sungai Danau Jaya (SDJ). (Ana)

Kategori
Ekonomi Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Sosial Stunting Tanah Bumbu

Implementasikan Orang Tua Asuh Anak Stunting, Disdik Tanbu Launcing Pertama

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat dan generasi cerdas penerus bangsa, program penurunan stunting menjadi fokus Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Baru saja, Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu (Disdik Kab Tanbu), terlibat langsung Pemberian Makanan Tambahan (PMT) anak stunting.

Pemberian makanan bergizi merupakan upaya percepatan pengentasan stunting.

Kadis Pendidikan Kab Tanbu, Amiludin, diwakili oleh Sekretaris Disdik Ahmad Subari, melakukan pembinaan dan penyaluran bantuan PMT terhadap anak stunting, sebagai tindak lanjut dimulainya program cegah stunting orang tua asuh.

“Kita dapat program sebagai orang tua asuh anak terindikasi stunting dan misi selama 15 hari turun ke lapangan memberikan PMT,” ungkap Sekdindik Subari, di Desa Desa Gunung Besar Kecamatan Simpang Empat, Jumat (01/9/2023).

Ia berharap, melalui program ini dapat mengentaskan secara tuntas stunting, khususnya untuk Kabupaten Tanbu dan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Semoga memberikan keberkahan, khususnya anak-anak yang terindikasi stunting cepat sehat,“ ucapnya.

Disdik Tanbu, mengatakan kepedulian sosial termasuk menggarap pembinaan pencegahan stunting daerah ini, perlu tanggung jawab bersama dan tidak hanya oleh Dinas Kesehatan saja.

“Kita butuh integrasi dan dukungan stakehoder dari luar Pemerintah Daerah, dalam waktu singkat ini mudahan ada perubahan tumbuh kembang anak indikasi stunting,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, dr Rizky Mahendra selaku Kepala Puskesmas Darul Azhar Bersujud Kec. Simpang Empat, turut serta dalam menjalankan program, ia mengatakan launching pertama implementasi program orang tua asuh SKPD, dilakukan oleh Disdik.

“Untuk orang tua asuh keterlibatan lintas sektor memang diperlukan, menyertakan bantuan kader dan bidan desa. Saya sangat senang, Dinas Pendidikan launching pertama kali, ketika program dimulai progresnya cepat, sehingga kami juga secara langsung tanggap menanganinya,” kata dr Rizky.

Kepala Puskes Darul Azhar berharap, program orang tua asuh ini, dapat berhasil mengentaskan anak asuh stunting secara menyeluruh.

Menurut informasi, puskesmas memfasilitasi alat ukur dan timbangan, beserta kesiapan bidan desa, ahli gizi dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) untuk mendampingi.

Total terindikasi stunting ada 12 anak, dengan rician yaitu 9 anak dari Disdik, 1 anak dari Inspektorat, 2 anak dari PKM Darul Azhar.

Materi dilapangan diberikan terkait, contoh kepada orang tua asuh dalam memberikan makanan siap saji bergizi dan mengandung protein, yang dibutuhkan anak terindikasi stunting. (Anara)

Kategori
Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Organisasi Perempuan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Peringati Hari Keluarga Nasional ke-30

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar acara memperingati Hari Keluarga Nasional ke-30, di Gedung Mahligai Bersujud, Senin (28/08/2023).

Dalam laporannya, Kepala DP3AP2KB Kab. Tanbu, Narni, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional menjadi momentum penting untuk merefleksikan pentingnya peran keluarga dalam membangun suatu bangsa dan negara.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara semua pihak dalam menghadapi tantangan stunting demi memajukan Indonesia terkhusus Tanah Bumbu.

Sementara itu Bupati Tanah Bumbu, HM Zairullah Azhar, menegaskan bahwa kemajuan suatu negara sangat bergantung pada kemajuan keluarga sebagai pondasi awal.

Bupati menyoroti seriusnya arahan presiden terkait penanggulangan stunting dan menyambut positif upaya yang dilakukan oleh kader puskesmas dan pihak terkait. Pendataan yang dilakukan diharapkan dapat memberikan evaluasi yang baik terhadap upaya yang telah dilakukan.

“Pentingnya upaya penanggulangan stunting sehingga kegiatan ini tak hanya menjadi sorotan seremonial semata, tetapi juga merupakan prioritas daerah dalam memajukan sumber daya manusia,” kata Zairullah

Dikatakan Bupati, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga mengutamakan pendekatan agama melalui program “Satu Desa Satu Masjid” untuk menciptakan generasi cerdas dan berakhlak.

Dalam acara ini juga dilakukan pembacaan ikrar generasi berencana dan pemberian penghargaan kepada duta genre tingkat desa dan kabupaten serta sejumlah instansi yang terlibat dalam upaya penanganan stunting dan program keluarga bencana.

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris BKKBN Kalsel, dr. Lasma, Forkopimda, Ketua Tim TP-PKK, Hj. Wahyu Windarti, Camat se-Tanbu, Komite Percepatan Pembangunan Daerah, perwakilan SKPD, pimpinan instansi vertikal, perwakilan perusahaan, dan tamu undangan lainnya.(Ana)

Kategori
Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kebersihan Kesehatan Lingkungan Organisasi Perempuan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Ketua TP PKK Wahyu Tegaskan Germas, Penting Jaga Pola Hidup Sehat

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Terlaksananya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), berlokasi di Gedung PKK Kapet Kecamatan Simpang Empat.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tanah Bumbu, Hj Wahyu Windarti Zairullah meresmikan kegiatan Germas dengan mimik wajah serius.

Kegiatan Germas dihadiri oleh, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ketua GOW Kab Tanbu, Ketua Gatriwara, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Bhayangkari, Ketua Ikatan Adyaksa, Kepala Kementerian Agama, Kepala Bapedalitbang, Kepala DPMD dan Kepala SKPD lingkup Pemkab Tanbu, Kepala Satpol PP dan Damkar, Ketua TP PKK Kabupaten dan Kecamatan beserta pengurus dan Ketua Organisasi lainnya.

Melalui laporannya, dr Decky Atmaja selaku Ketua Program Kerja PKK Bidang IV menyampaikan, berlangsungnya kegiatan Germas pada ini dengan rangkaian acara yaitu senam, lomba-lomba, pembukaan seremonial dan pemberian dua materi dari Dinkes Tanbu, tentang Germas dan pencegahan penyakit jantung serta pembulu darah, ada juga pemeriksaan penyakit tidak menular.

Germas mengusung tema “Dengan Germas Masyarakat Hidup Sehat dan Indonesia Kuat”

“Germas dihadiri oleh seluruh perwakilan organisasi wanita tergabung dari Forkopimda dan perwakilan SKPD yang berjumlah 250 orang, melalui anggaran DPA dari DPMD tahun 2023,” lapornya pada Selasa (15/08/2023) pagi.

Turut memberikan sambutan Germas yaitu Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kab Tanbu, dr M Yadi Mahendra Muhyin, membahas tentang pentingnya menerapkan kebiasaan atau pola hidup sehat masyarakat.

Sambutan selanjutnya datang dari, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tanbu, Samsir yang menyatakan, perlunya intervensi anggaran melalui Dana Desa yang digunakan untuk kepentingan gerakan hidup sehat masayarakat melalui desa dan kecamatan.

Ketua TP PKK Kab Tanbu, Hj Wahyu Windarti Zairullah mengungkapkan, fakta berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukkan adanya trend peningkatan penyakit tidak menular dan juga faktor resikonya dibandingkan tahun 2013, misalnya prevalensi stroke secara nasional meningkat 7 % menjadi 10 % tahun 2018, kenaikan juga terjadi pada penyakit Kanker dan Diabetes Mellitus, yang dibarengi kenaikan faktor resiko angka obesitas, merokok dan hipertensi.

“Pada dasarnya sebagian besar faktor resiko penyakit tidak menular, dapat dicegah dan dimodifikasi melalui pembiasaan pola hidup sehat,” tutur Ketua TP PKK Kab Tanbu.

Pemerintah pun mencanangkan Germas melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017. Gerakan ini berfokus pada upaya untuk membudayakan prilaku hidup sehat masyarakat dan menurunkan faktor resiko penyakit.

Germas mengajak masyarakat bersama mensinergikan upaya promotif dan preventif, untuk meningkatkan produktivitas penduduk.

“Saya harapkan kepada Kader PKK yang di dalamnya terdapat Kader Posyandu, harus dapat mendorong upaya hidup sehat di masyarakat melalui Germas,” ucapnya.

Wahyu Windarti juga menegaskan, sosialisasi Germas ini tidak hanya sampai di sini saja, namun melalui peran SKPD dan Ketua Organisasi, untuk menerapkan Germas di wilayahnya masing-masing, serta peran sebagai orang tua untuk memberikan contoh terbaik kepada anak dan lingkungan.

“Saya tekankan dengan sungguh-sungguh, habis ini kita tingkatkan kembali kesehatan di lingkungan kita supaya disosialisasikan ke desa dan dari desa ke masyarakat, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan hidup sehat,” tegasnya.

Disamping itu Ketua TP PKK Kab Tanbu, juga terus mengingatkan tentang gerakan penurunan dan penanganan stunting di daerah, Wahyu Windarti meminta dukungan, bantuan dan doa agar angka stunting di Kab Tanbu, bisa menurun di tahun 2024 mencapai di bawah 14 %, sesuai instruksi dari Presiden RI. (Ana)

Kategori
Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Lingkungan Organisasi Perempuan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Posyandu Mekarsari Desa Tegalsari Ikut Berpartisipasi Lomba Posyandu Tingkat Provinsi

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Posyandu Mekarsari Desa Tegalsari Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu berpartisipasi dalam ajang Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Lomba yang diadakan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelayanan kesehatan ibu dan anak tersebut diwakili oleh Posyandu yang sebelumnya telah meraih juara I di tingkat Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2023.

Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu telah menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah Indonesia dalam memberikan akses mudah kepada masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang penting bagi ibu dan anak.

Dengan fokus pada pencegahan peningkatan angka kematian ibu dan bayi selama kehamilan, persalinan, dan pasca melahirkan, Posyandu Mekarsari menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan layanan melalui pendekatan promotif dan preventif.

Lomba ini menjadi ajang untuk menghasilkan ide dan inovasi baru dalam pengembangan posyandu, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pemilihan pelaksana terbaik posyandu.

Sebelumnya dalam Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten, Posyandu Mekarsari Desa Tegalsari berhasil tampil sebagai pemenang berkat inovasi mereka dalam memberikan pangan tambahan kepada balita.

Dengan penggunaan tepung mocaf berbahan singkong lokal sebagai alternatif karbohidrat, Posyandu Mekarsari telah memberikan solusi kreatif dalam pemberian makanan tambahan yang mendukung pertumbuhan sehat anak-anak.

Kepala Desa Tegalsari merasa bangga dengan pencapaian Posyandu Mekarsari yang telah memberikan pelayanan kesehatan dasar selama 15 tahun, dengan terus meningkatkan kualitas melalui dana desa dan upaya pengkaderan yang dilakukan oleh Bidan Desa serta TP PKK Desa dan Kecamatan.

Dalam sambutannya, Ibu Ketua TPPKK Kabupaten Tanah Bumbu Hj. Wahyu Windarti menggarisbawahi peran vital posyandu dalam pelayanan kesehatan dasar.

“Terutama bagi ibu hamil, balita, remaja, dan lansia. Selain itu, posyandu juga memiliki peran penting dalam upaya menurunkan angka stunting di masyarakat,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas PMD Tanbu Samsir menyampaikan alokasi anggaran yang signifikan mencapi Rp. 3 Miliar pertahunnya untuk pembinaan posyandu, dengan fokus pada honor kader dan pemberian pangan tambahan bagi balita.

Camat Satui Ferdy Yospi mengapresiasi Posyandu Mekarsari atas prestasinya dalam lomba ini. Lomba menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan dasar masyarakat.

“Melalui penilaian ketat dalam lomba, kualitas pelayanan posyandu di Desa Tegalsari semakin terasah, dan komitmen untuk terus memperbaiki layanan tetap menjadi prioritas” tutupnya, Rabu (9/8/2023). (Ana)

Kategori
Ekonomi Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Organisasi Perempuan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Dinkes Cegah Stunting dan Launching Orang Tua Asuh Anak

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), melakukan Gerakan Cegah Stunting dibarengi dengan Launching Orang Tua Asuh Anak Stunting.

Kegiatan ini juga ditandai dengan pemberian makanan tambahan bergizi, kepada sejumlah balita dan tablet tambah darah untuk pelajar perempuan.

Kegiatan dibuka oleh Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H Ambo Sakka, berlokasi di Gedung Mahligai Bersujud Kapet pada Rabu (09/08/2023).

Selaku panitia penyelenggara, Kepala Dinas Kesehatan Kab Tanbu, dr. M. Yadi Noorjaya, menjelaskan bahwa stunting merupakan gangguan tumbuh kembang seorang anak.

Ia mengungkap bahwa anak stunting sudah pasti pendek, namun anak pendek belum tentu mengidap stunting. Hal ini disebabkan bahwa anak pendek bisa disebabkan faktor genetik orang tuanya.

Oleh sebab itu perlu adanya penanganan yang cermat dan menyeluruh untuk memastikan seorang anak terkena stunting.

“Stunting menjadi ancaman serius karena dapat menganggu pertumbuhan dan kesejahteraan masyatakat,” ujarnya.

Demikian, stunting menjadi fokus perhatian pemerintah, di mana Presiden telah menekankan untuk menurunkan angka stunting untuk setiap daerah di Indonesia berada di angka 14%.

Sekda Ambo menyebutkan, bahwa orang tua asuh anak stunting dilatarbelakangi oleh komitmen Pemerintah Daerah untuk mengentaskan stunting di Bumi Bersujud.

Melalui peluncuran program ini, para pejabat di lingkup Pemkab Tanbu diharapkan menjadi orang tua asuh anak stunting. Terlebih lagi, dengan surplus APBD Tanah Bumbu, diharapkan persoalan stunting dapat diatasi.

Sekda menekankan perlunya kerja bersama dan sinergi antar SKPD terkait.

“Demi kepentingan anak-anak kita di masa depan dan mencerdaskan mereka, tolong dimaksimalkan,” ucapnya.

Ini menggambarkan komitmen kuat bahwa mereka siap melibatkan semua pihak, sambung Sekda menjelaskan bahwa tidak hanya dengan pemangku kepentingan tetapi juga sektor swasta dan perusahaan. (Aaron)

Kategori
Ekonomi Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kebersihan Kesehatan Lingkungan Organisasi Perempuan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Ketua TP PKK Tanbu, Bina Desa Sari Mulya Ikuti Lomba ber-PHBS Tingkat Provinsi Kalsel

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tanah Bumbu ( Kab Tanbu), tak segan lakukan upaya pembinaan.

Hal ini berkaitan dengan , persiapan Desa Sari Mulya dalam mengikuti ajang perlombaan Desa ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sebagaimana informasi, lomba akan dilaksanakan pada Selasa (08/08/2023) besok. Tim Kabupaten dan TP PKK Kabupaten Tanah Bumbu, gencar melakukan pembinaan di Desa Sari Mulya Kecamatan Sungai Loban (Kec Sei Loban).

Kunjungan rombongan Tim Kabupaten tersebut disambut langsung Camat Sungai Loban Agus Salim, didampingi oleh Kepala Desa Sari Mulya Muntolip dan Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa beserta anggota dan Tim Puskesmas Sebamban Satu.

Dengan ini, diharapkan para kader menjadikan 10 indikator PHBS sebagai pedoman dan acuan bagi wilayahnya dalam mempersiapkan segala sesuatunya.

Pada pembinaan akhir, Senin (7/08/2023), Ketua TP PKK Kabupaten, Hj Wahyu Windarti Zairullah mengungkapkan Pemerintah Desa, PKK Kecamatan dan Desa serta tim dari Puskesmas Sebamban Satu harus selalu bekerjasama.

Ditambahkannya, kekuatan saling support dan bekerja keras untuk kesuksesan desa sangat diperlukan dalam mewakili Kabupaten Tanah Bumbu di acara Lomba Desa per-PHBS Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

“Lomba hanya sebagai sarana stimulus dan motivasi bagi warga, namun yang penting adalah pemberdayaan masyarakat, dalam menjaga kebersihan lingkungan, lingkungan bersih dan sehat serta masyarakat berperilaku bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Hj Wahyu Windarti.

Selain itu, kehadiran Tim Kabupaten sebagai bentuk usaha bersama, dalam pembinaan berjenjang dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat desa, agar pelaksanaan PHBS di lapangan dapat terintegrasi dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan, Lasma Asih Agus Salim, mengungkapkan PKK Kecamatan bersama Pemerintah Kec Sei Loban, selalu mendorong desa untuk terus berkembang dan memajukan wilayahnya.

“Mendorong desa-desa di Kecamatan Sungai loban termasuk mengikuti berbagai lomba, salah satu diantaranya lomba binaan Desa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan LBS,” ungkapnya.

Sementara itu, Tim Kabupaten melakukan kunjungan kebeberapa titik wilayah, meliputi ke kantor Desa Sari Mulya lanjut ke Dasawisma Anggrek kemudian ke bank sampah Desa Sari Mulya.

Direktur Bank Sampah Cinta Bumi, Akhmad Supianor Fajeri, mengajak masyarakat untuk kurangi sampah dengan 3 aksi yakni sedekah, barter dan tabung, Bank sampah merupakan cinta bumi, cara Indah menyelamatkan benua serambi Madinah.

“Tabung sampah jadi rupiah, pilih jenis tabungan sampah yakni pribadi atau komunitas, adapun jenis sampah yakni sampah kertas, kardus, botol plastik, seng, besi dan tembaga, mari menabung, ubah sampah menjadi berkah,” pungkasnya. (Ana)

Kategori
Ekonomi Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kebersihan Kesehatan Lingkungan Pelayanan Masyarakat Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Turunkan Angka Stunting, Sei Loban Gelar Rapat Validasi Data Stunting SI KIPAS

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Dalam rangka usaha penurunan angka stunting di desa, Pemerintah Kecamatan Sungai Loban (Sei Loban), melangsungkan rapat evaluasi dan validasi penginputan data stunting By Name By Address (BNBA) pada SI KIPAS.

Kegiatan diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Sei Loban, Senin (07/08/2023).

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Sei Loban, Zulkarnain dan dihadiri oleh seluruh Tenaga Pendamping Desa (TPD) dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) se Kecamatan Sei Loban, admin SI KIPAS dan Kasi Pelayanan Desa se-Kecamatan Sei Loban.

Sekcam Zulkarnain, mengungkapkan stunting menjadi salah satu problem (masalah) kesehatan yang masih menggejala di Indonesia.

“Masalah stunting bahkan menjadi perhatian khusus Kementerian Kesehatan lewat sejumlah kampanyenya, hal ini karena stunting bisa mengakibatkan anak gagal tumbuh karena kekurangan nutrisi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan,” ujarnya.

Disambungnya, jika rapat evaluasi dan validasi bertujuan guna mengevaluasi dan memvalidasi data stunting BNBA pada aplikasi SI KIPAS.

Termuat hasil keputusan yaitu admin si kipas melakukan update data stunting melalui aplikasi SI KIPAS dengan menyampaikan dana stunting melalui dana desa dan CSR, serta membuat 3 SK yaitu SK Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) desa, SK forum anak desa dan SK pelayanan anak terpadu berbasis masyarakat.

Adapun materi yang dibahas terkait sosialisasi pencegahan dan penurunan angka stunting, meningkatkan koordinasi dan sinergisitas dalam melaksanakan intervensi stunting, serta update data stunting di aplikasi SI KIPAS dan lain-lain.(Anara)

Kategori
Ekonomi Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Stunting Tanah Bumbu

Ikuti Penilaian Kinerja Delapan Aksi Konvergensi Stunting Tingkat Kalsel, Pemkab Tanbu Tampak Optimis

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), mengikuti Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Selatan. Pertemuan itu dilakukan di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bappeda Kalsel) di Kota Banjarbaru, Selasa (23/5/2023).

Hal ini bertujuan untuk mengukur kinerja dan mengapresiasi pemerintah Kabupaten/Kota dalam melaksanakan aksi konvergensi stunting. Adapun 8 aksi yang dimaksud ialah Analisis situasi, penyusunan rencana kerja, rembuk stunting, penyusunan peraturan, pembinaan kader, manajemen data, pengukuran dan publikasi, dan terakhir review kerja tahunan.

Melalui Ketua Tim Percepatan Penilaian Stunting (TPPS) Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan data stunting di kalsel di Tahun 2022 sudah berangsur turun di angka 22 persen, tetapi itu masih cukup tinggi.

“Karena target nasional adalah 14 persen di tahun 2024. Saya ingin kepada TPPS Kabupaten/Kota terus semangat dalam menghadapi tantangan terkait penurunan stunting. Kinerja dan program unggulan stunting masih perlu diakselerasi ke dalam aksi-aksi nyata,” ungkap Roy.

Menurut Roy, ia berpendapat bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan satu badan atau lembaga saja, tetapi dilakukan berbagai sektor dan pihak, pemerintah maupun non-pemerintah. Komitmen bersama untuk peduli terhadap ibu-ibu yang melahirkan generasi masa depan.

Berdasarkan data E-PPBGM Pada tahun 2022 angka prevalensi stunting Kabupaten Tanah Bumbu sebesar 4,13 %, sedangkan prevalensi stunting tahun 2021 sebesar 4,23%. Artinya ada penurunan angka prevalensi sebesar 0,1 %. Penurunan ini sesuai dengan target Kabupaten dalam strategi percepatan penurunan stunting.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanah Bumbu, Hj. Narni dalam laporannya menyampaikan ada banyak sekali program unggulan yang dijalankan oleh pihak desa binaan Pemkab Tanah Bumbu.

Diantaranya adalah pemberian makanan bergizi untuk anak stunting.
Beberapa produk yang dikenalkan saat penilaian kinerja adalah SARBULET (Sarang Burung Walet), MAMA KANTIN (Mekar Jaya Mampu Menurunkan Angka Stunting), dan TAS DESI (Berantas Stunting Dengan Intervensi GizI).

Lebih lanjut, untuk inovasi TPPS Tanah Bumbu yang telah dijalankan sejak Agustus 2022 adalah Si Kipas, yakni Sistem Informasi Konvergensi penurunan Stunting (SI KIPAS). SI KIPAS adalah inovasi milik daerah yang berfungsi sebagai monitoring kasus stunting secara real time. Melalui aplikasi ini kasus stunting setiap harinya di Tanah Bumbu bisa dipantau sehingga permasalahan cepat dan tepat diatasi.

Penilaian kinerja TPPS ini diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan. Nantinya, setelah melakukan penilaian di Kantor Bappeda ini, TPPS Kalsel akan survei ke lapangan untuk melihat langsung dan menilai kinerja TPPS Kabupaten/Kota dalam satu tahun terakhir. (Ana)

Kategori
Ekonomi Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Lingkungan Perikanan Pertanian Peternakan Sosial Stunting Tanah Bumbu

DKPP Bergerak Gandeng TP PKK Display Menu PMT Basis Pangan Lokal, Lomba PMT B2SA Tanbu Tingkat Provinsi Kalsel

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Dalam hal ini DKPP turut menggandeng TP PKK Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), mendisplay menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Lomba berlangsung di Posyandu Bina Warga, Desa Tri Martani Kecamatan Sungai loban, Senin (22/05/2023).

Aktivitas tersebut dilaksanakan dalam rangka, persiapan dan pemantapan peserta perwakilan Kabupaten Tanbu untuk mengikuti lomba menu PMT di Posyandu berbasis pangan lokal.

Disamping itu, kegiatan itu bertujuan untuk menggerakkan gerakan makan enak, makan sehat, makan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA).

Pentingnya bagi masyarakat peka akan nutrisi pada sayur dan buah sehingga tercipta konsumsi pangan berkualitas, yang ditandai dengan keragaman jenis pangan dan keseimbangan gizi agar tubuh sehat, aktif dan produktif.

Menurut Ketua TP PKK Kecamatan Sungai Loban Lasma Asih Agus Salim, yangmana dirinya menyambut baik dilaksanakannya kegiatan tersebut.

“Lomba ini dapat memberikan semangat kepada para ibu-ibu TP PKK, khususnya kader-kader posyandu untuk tetap terus berkreasi, memanfaatkan bahan baku lokal pengganti nasi seperti dari umbi-umbian, jagung, maupun bahan non beras dan non terigu lainnya,” ujarnya.

Kegiatan ini sebagai, salah satu upaya nyata dalam mendorong masyarakat, khususnya orang tua untuk mengenal, mengolah dan mengkonsumsi sumber-sumber pangan lokal dengan tetap berpedoman pada keseimbangan gizi agar tercipta anak-anak yang sehat, aktif dan produktif, khususnya dalam mendukung penanganan stunting.

Terlihat sejumlah anak balita ikut serta mencicipi olahan makanan dari hasil inovasi kader, apakah sesuai dengan selera anak-anak balita atau tidak.

Ragam olahan pangan lokal yang bergizi disajikan untuk didisplay diantaranya sup jamaika, Pie PTT (Pie Tahu Tempe), Cookies Corn Hakochi, sirup bunga telang dengan campuran irisan buah lemon.

Sebagaimana hal itu, untuk mewujudkan target Kabupaten dalam menekan angka stunting, Posyandu Bina Warga memiliki beragam inovasi meliputi inovasi Tas Desi (berantas stunting dengan intervensi gizi), pelacakan balita stunting, kelas asik (anak sehat investasi keluarga), edukasi cantik (cegah anemia pasti keren), pemberian paket pertolongan gizi pada balita stunting dan balita kurus, dan ceting herdu (cegah stunting dengan herbal dan madu).

Display menu PMT dihadiri oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Bumbu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Kesehatan, Chef Ani Sebagai Pendamping dalam pembuatan menu PMT, Kades dan Kader Posyandu Bina Warga Desa Tri Martani. (Ana)