Kategori
Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Lingkungan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Sosial Stunting Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Kedatangan Tim Penilai Kinerja Delapan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Daerah Tanah Bumbu (Pemda Tanbu), menerima kunjungan kegiatan dari Tim Penilai Kinerja Delapan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting, berlokasi di Aula Seroja Hall Ebony Batulicin, Jumat Siang (19/5/2023).

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Bupati Tanbu HM Zairullah Azhar diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), M Putu Wisnu Wardhana.

Eko Suhermanto selaku Ketua Tim Penilai Kinerja menyampaikan, bahwa tidak semua kabupaten/kota di Provinsi Kalsel mendapat kesempatan dikunjungi oleh Tim Penilai Kinerja.

Kabupaten Tanbu termasuk dalam 6 kabupaten yang turut didatangi tim provinsi, untuk mempersiapkan momen 23 Mei 2023, yangmana merupakan pokok inti dari kegiatan penilaian paparan soal stunting.

“Kami secara teknis, seperti dua kabupaten sebelumnya, kami langsung to the point melalui delapan aksi yang melibatkan dinas terkait. Kami disini untuk meverifikasi sementara,” kata Eko.

Yaitu mengenai verifikasi kesiapan dokumen yang telah tersedia atau yang telah diupload sebelumnya.

“Tanggapan kami, Kabupaten Tanah Bumbu Alhamdulillah sudah bagus,” lanjutnya.

Ketua Tim Penilai Kinerja tersebut berharap, Kab Tanbu bisa memaparkan materi dan inovasi secara baik untuk mendapatkan penilaian.

Ia juga menjelaskan, aturan main tentang pemaparan materi pada hari yang telah ditentukan, Tim Penilai Kinerja akan langsung memverifikasi dari aksi 1 hingha aksi ke 8.

Dalam kesempatan tersebut, sambutan Bupati Zairullah disampaikan Staf Ahli M Putu Wisnu Wardhana, yang turut mengajak juga himbauan masyarakat, untuk mencegah stunting dengan memenuhi gizi pada ibu hamil.

“Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi, atas dilaksanakannya Penilaian Kinerja Delapan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tanah Bumbu ini,” kata Bupati.

Sebagaimana kita ketahui bersama, kegiatan ini bertujuan untuk meninjau kemajuan serta pemberian umpan balik kepada Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan aksi konvergensi, utamanya aksi 1 hingga 8 sebagai upaya pencegahan stunting terintegrasi di Kab Tanbu, melalui pendekatan intervensi gizi spesifik dan sensitif.

“Oleh karenanya, melalui kegiatan penilaian ini kami berharap komitmen kita semua dari semua elemen dan OPD yang masuk dalam konvergensi stunting, untuk dapat serius dan fokus dalam menjalankan program penurunan stunting,” tegasnya.

Sehingga Kab Tanbu dapat menciptakan, generasi muda yang sehat jasmani dan rohani dan terbebas dari stunting, generasi yang cerdas dan berkualitas di Bumi Bersujud.

Acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari Pemkab Tanbu kepada Tim Penilaian Kinerja.

Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Pengadilan Agama Kab Tanbu, 5 orang Tim Penilai Kinerja Delapan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalimantan Selatan, para pejabat lingkup Pemkab Tanbu, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kab Tanbu, Kepala Kantor Kementerian Agama, Koordinator Balai Penyuluh Keluarga Berencana (KB), Pengelola Gizi Puskesmas, Tim Pendamping Keluarga, para Pimpinan Perusahaan, Camat dan narasumber.(Ana)

Kategori
Ekonomi Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pertanahan Pertanian Stunting Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Kembali Gelar Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) kembali menggelar lomba Posyandu Tingkat Kabupaten tahun 2023.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Samsir mengatakan sebanyak 12 Posyandu mengikuti lomba Posyandu tingkat Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2023.

Adapun Posyandu sudah ditunjuk mewakili Kecamatan tersebut yaitu Posyandu Mekarsari Desa Tegal Sari Kecamatan Satui, Posyandu Selamat Desa Anjir Baru Kecamatan Kusan Hulu, Posyandu Kelapa Desa Bunati Kecamatan Angsana, Posyandu Sayang Anak Desa Tapus Kecamatan Teluk Kepayang, dan Posyandu Mawar Desa Baroqah Kecamatan Simpang Empat.

Kemudian, Posyandu Mawar Indah Desa Muara Pagatan Tengah Kecamatan Kusan Hilir, Posyandu Harapan Maju Desa Maju Makmur Kecamatan Batulicin, Posyandu Nusa Indah Desa Sepakat Kecamatan Mantewe, Posyandu Rosella Desa Karang Rejo Kecamatan Karang Bintang, Posyandu Mekar Jaya Desa Sepunggur Kecamatan Kusan Tengah, Posyandu Kamboja Desa Dwi Marga Utama Kecamatan Sungai Loban, dan Posyandu Melati Desa Waringin Tunggal Kecamatan Kuranji.

Untuk peninjauan lapangan penilaian lomba Posyandu tingkat kabupaten ini dilaksanakan 2 – 10 Mei 2023.

“Tim Penilai Lomba Posyandu terdiri dari beberapa SKPD terkait dan TP PKK Kabupaten,” ucap Samsir, Selasa (2/5/2023) di Batulicin.

Ditambahkan Samsir, setelah peninjauan lapangan dalam rangka penilaian, selanjutnya pada minggu kedua bulan Mei akan diumumkan tiga besar posyandu terbaik, selanjutnya tiga besar tersebut akan dilaksanakan peninjauan kelapangan kembali untuk menentukan Juara Lomba Posyandu.

Sekedar informasi, jumlah Posyandu di Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 205 Posyandu dengan rincian 23 Posyandu Aktif dengan status Mandiri dan 182 Posyandu aktif dengan status Purnama.

“Hal ini luar biasa karena bisa mencapai ke tingkat Purnama dan Mandiri tidak lain berkat kerja keras Tim Pokjanal Kabupaten, Kecamatan serta tenaga kesehatan dan Kader Posyandu,” pungkas Samsir. (Ana)

Kategori
Ekonomi Indonesia Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Lingkungan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Stunting Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Langsungkan Rembuk Stunting 2023

NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar kegiatan rembuk stunting Tanah Bumbu (Tanbu) Tahun 2023, bertempat di Gedung Mahligai Bersujud Kapet Kecamatan Simpang Empat, Senin (17/4/2023).

Rembuk stunting yang mengusung tema yaitu “Bergerak Meningkatkan Sinergisitas untuk Pencapaian Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tanah Bumbu”, dibuka oleh Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar diwakili Sekretaris Daerah H Ambo Sakka.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kab Tanbu, Hj Narni, dalam laporannya menyampaikan bahwa landasan kegiatan adalah Peraturan Presiden RI Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Tujuan rembuk stunting ini untuk menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting dan integrasi, mendeklarasikan komitmen Pemerintah Daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penuturan stunting terintegrasi, serta membangun komitmen pabrik dengan kegiatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten dengan adanya hasil yang diharapkan juga menemui kesepakatan lintas sektor,” ungkap Narni.

Wahyu Windarti Zairullah selaku Ketua TPPS Tahun 2023, menuturkan jika dirinya sebagai Ketua bertugas untuk mengkoordinasikan penyelenggaraan percepatan penurunan stunting sebagaimana yang telah ditargetkan Pemerintah Indonesia yaitu sebesar 14% di tahun 2024.

“Untuk mencapai target tersebut diperlukan upaya percepatan lintas program dan lintas sektor,” katanya.

Wahyu memaparkan bahwa menurut hasil Studi Gizi Indonesia Tingkat Nasional tahun 2022 Kab. Tanbu sebesar 16,1 persen, terdapat penurunan sebesar 2,6 persen. Angka tersebut dibawah angka provinsi yaitu 24,6 persen dan angka nasional sebesar 21,6 persen.

Sementara itu Bupati Tanbu HM Zairullah Azhar diwakili oleh Sekda Ambo Sakka menyampaikan, anak yang tumbuh dengan stunting akan mengalami masalah perkembangan kognitif dan psikomor, maka akan berdampak pada proporsi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurut Sekda penting untuk menjaga generasi muda tumbuh sehat. Untuk itu peranan penting seluruh unsur termasuk pejabat Pemerintah baik di tingkat Kecamatan dan Desa harus kompak dalam penanganan masalah stunting.

“Persoalan stunting menjadi tanggungjawab kita semua, sehingga apa yang pimpinan kita harapkan di tahun 2024 nanti, angka stunting sudah berada di bawah 14 persen,” tegas Sekda Ambo.

“Perlu adanya konsistensi yang dijunjung bersama, sehingga stunting bisa diturunkan secara signifikan, perlu adanya peningkatan strategi, langkah cepat penanganan dan intervensi,” sambungnya.

Sekda Tanbu kemudian melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Tanbu bersama Kemenag Tanbu dan Forkopimda maupun lintas sektor lainnya.

Sementara itu Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Ir H Ramlan menambahkan, bahwa angka stunting di Prov. Kalsel berada di angka 30 persen, tentunya ini merupakan suatu angka yang memprihatinkan.

“Salah satu faktor stunting adalah perkawinan anak di usia yang terlalu muda atau dini, kesehatan ibu dan anak di masyarakat, perlu ditandai sebagai hal keseriusan yang ditangani bersama untuk mencegah terjadinya stunting,” ujarnya.

Sedangkan Penandatanganan Nota Kesepakatan yang berlangsung dinilai bagus dan menuai antusiasme dari Kepala BKKBN Ir H Ramlan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh narasumber dari UNLAM yaitu Triwanti.

Hadir dalam kegiatan, Sekda Tanbu, Ketua Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahun 2023, Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Ir H Ramlan, Narasumber dari UNLAM Prof dr Triwanti, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para Asisten, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian, Kementerian Agama, Pimpinan Perbankan, Pimpinan Dunia Usaha, para Ketua Organisasi, para Camat, Kepala Desa dan Lurah. Peserta berjumlah kurang lebih ada 150 orang. (narasinusantara.com/Ana)