Kategori
Kalimantan Selatan Kesehatan Sosial Tanah Bumbu

Puluhan Kambing Warga Desa Tanete Divaksin CAVac

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pelaksanaan Vaksinasi CAVac, puluhan hewan ternak (Kambing) milik warga Desa Tanete Kecamatan Kusan Hilir, oleh dokter Hewan dan Mantri Hewan didampingi oleh Babinsa Koramil Kusan Hilir, Senin (28/11/2022).

Sertu Golkar Natanael Panjin dan Koptu Agus Apriadi bersama Kades dan aparat desa Tanete, turut mendampingi pelaksanaan Vaksin Campak dan pemberian vitamin 61 ekor kambing oleh dokter hewan Aini, mantri hewan M.Syafi’i dan mantri hewan Yayan.

Kegiatan pemberian vaksin Cavac dan vitamin terhadap hewan ternak milik warga, merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, dalam mencegah Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak diwilayahnya.

Setelah sebelumnya program vaksinasi PMK dilaksanakan pada hewan sapi, giliran kambing yang mendapatkan vaksin dan vitamin guna menjaga kesehatan hewan ternak tersebut.

Dandim 1022/Tnb, Letkol Inf Aldin Hadi,S.H.,M.Tr (Han) melalui Danramil Kusan Hilir, Lettu Inf Helmi Wahyudi menyampaikan, Babinsa Koramil 1022-02/Khi bersama aparat desa mendampingi pelaksanaan vaksinasi PMK di Desa Tanete.

“Kegiatan vaksinasi PMK bagi hewan ternak di wilayah Kecamatan Kusan Hilir dilaksanakan di Desa Tanete, setelah sebelumya kegiatan vaksinasi PMK dan pemberian vitamin terhadap hewan ternak sapi, giliran puluhan kambing milik warga yang menerima vaksin dan vitamin,” ujarnya.

Hal ini dilakukan sebagai upaya Pemkab Tanbu dalam rangka meningkatkan kesehatan hewan ternak dan mencegah terjadinya PMK, pada hewan ternak, sehingga apabila hewan ternak lokal milik warga sudah berkualitas tinggi.

“Dengan hal itu maka tidak perlu mendatangkan hewan ternak dari luar daerah, sehingga pendapatan warga dari sektor peternakan bisa ikut meningkat” pungkas Danramil. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Ekonomi Kalimantan Selatan Tanah Bumbu

Ratusan KPM Kuranji Terima BLT

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Kuranji Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Bansos yang disalurkan melalui Kantor Pos tersebut yakni BLT BBM Tahap II untuk bulan November – Desember, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap IV Tahun 2022.

BNPT atau Bantuan Pangan Non Tunai bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat dari kalangan keluarga miskin atau rentan miskin.

Camat Kuranji Taryono secara resmi membuka penyerahan dana BLT tersebut, Senin (28/11/2022) di Aula Kantor Camat Kuranji.

Dari data yang diterima MediaCenter Tanah Bumbu, total penerima BLT di Kecamatan Kuranji sebanyak 591 KPM terdiri dari Desa Giri Mulya 148 orang, Desa Waringin Tunggal 170 orang, Desa Kuranji 35 orang, Desa Mustika 100 orang, Desa Ringkit 25 orang, Desa Indraloka Jaya 37 orang, dan Desa Karang Intan 76 orang.

Sedangkan bantuan PKH merupakan bantuan sosial bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin atau rentan miskin yang bertujuan untuk membantu perekonomian terutama di bidang pendidikan, kesehatan ibu hamildan balita, lansia dan disabilitas berat, serta mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan.

Sedangkan BLT BBM bertujuan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Ekonomi Kalimantan Selatan Sosial Tanah Bumbu

DPRD Tanbu Gelar Dua Agenda Rapat Paripurna

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) menggelar dua agenda Rapat Paripurna sekaligus, berlokasi di Gedung DPRD Tanah Bumbu, Senin (28/11/2022).

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tanah Bumbu H Supiansyah ditemani dua Wakil DPRD.

Dalam kesempatannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H Ambo Sakka, mewakili kehadiran Bupati HM Zairullah Azhar yang sedang dalam tugas kedinasan di Jakarta untuk mengikuti rapat yang dimpimpin Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo.

“Adapun Rapat Paripurna yang pertama yakni dalam rangka Pemandangan Umum Fraksi terhadap 3 buah Raperda Kab Tanbu yaitu terkait Penyelenggaraan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL), kemudian pencabutan Peraturan Daerah Tanah Bumbu Nomor 10 Tahun 2022 tentang pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Rakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Andi Abdurrahman Noor (Pencabutan Perda No 10 Tahun 2013) dan Penyelenggaraan Perumahan,” ungkap dalam Rapat Paripurna yang pertama dipimpin Wakil Ketua I DRPD, Said Ismail Kholil Alaydrus.

Masing-masing fraksi menyampaikan pemandangan umumnya, terkait keuntungan dan kerugian Raperda tersebut. Salah satunya, penyelenggaraan lembaga penyiaran publik lokal dipertanyakan terkait mata acara yang disiarkan, serta saran dan masukan yang disampaikan, seperti Penyelenggaraan Perumahan sebaiknya ada ruang terbuka hijau (RTH) dan memiliki drainase.

Selanjutnya Rapat Paripurna kedua adalah pengambilan keputusan terhadap 2 buah Raperda inisiatif DPRD Tanbu, tentang Badan Usaha Milik Desa dan Pelayanan Kesehatan Swasta.

Rapat Paripurna yang pertama dipimpin Wakil Ketua I DRPD Said Ismail Kholil Alaydrus dan yang kedua dipimpin Ketua DPRD Tanah Bumbu H Supiansyah.

Hadir dalam Rapat Paripurna, Sekda Tanah Bumbu H Ambo Sakka, Ketua DPRD H Supiansyah, Wakil Ketua I DPRD Said Ismail Kholil Alaydrus, Pimpinan SKPD, Pimpinan Perusahaan, Direktur Radio Swara Bersujud, Direktur PJU, Kemenag, Kepala Lapas Kelas III Batulicin yang diwakili, Staf Ahli Bupati, Asisten Bupati, Jajaran Kepala SKPD dan tamu undangan lainnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Nasional Pertanian Sosial Tanah Bumbu Wisata

Bupati Tanbu Zairullah, Jelaskan Tahap Assessment Rencana Bendungan Kusan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar, kedatangan menjelaskan terkait kedatangan Tim Assessment dan seberapa jauh tahapan yang telah dilakukan.

Perencanaan Pembangunan Bendungan Kusan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Internasional Standar (Hydropower Sustainability Standard)

“Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, tengah mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan terutama 12 item standar dari aspek sarana prasanarana dan aspek sosial, bagi mereka masyarakat yang terdampak maupun yang nantinya secara tidak langsung terdampak telah dipikirkan, sehingga tidak ada yang dirugikan,“ kata Bupati.

Menyiapkan segala aspek, koreksi apa yang dibutuhkan, Bendungan Kusan menjadi Pilot Project Pemkab Tanbu mampu meyakinkan Tim Penilai untuk datang.

“Langkah terakhir yang mereka pinta yaitu kawasan lahan pinjam pakai, tinggal waktunya bagaimana keputusan terdepan melibatkan Pemerintah Pusat, ini juga merupakan doa masyarakat Tanah Bumbu, bagi anak-anak muda kita, hal ini merupakan progres yang luar biasa kedepannya,” pungkasnya.

Bersama ini nantinya persoalan teknologi akan terdukung, sebagai upaya mewujudkan salah satu cita-cita kita untuk kemajuan Tanah Bumbu, mensupport bersama dengan pihak industri swasta yang turut serta.

“Kita harapkan bisa mendorong pembangunan di Tanah Bumbu, adanya dukungan dari masyarakat kita untuk merealisasikan program besar Bendungan Kusan, masyarakat memiliki respon positif dan ingin segera tercapai tujuan Bendungan Kusan ini dan tak sabar akan manfaatnya. Bisa dibilang ini sebagai proyek terminal, akan terjadi peningkatan taraf ekonomi masyarakat,” tutup Bupati Zairullah. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Sosial Tanah Bumbu

Tim International Hydropower Assosiate Bersama Presiden Anak Yatim Zairullah Kunjungi Istana Anak Yatim

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Bupati Abah HM Zairullah Azhar bersama jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), adakan kunjungan rutin ke Istana Anak Yatim Bersujud. Kegiatan berlokasi di Jln. Batu Benawa Bersujud, Kec. Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Jum’at (25/11/2022) malam.

Kali ini turut serta dalam kunjungan, Ir Juari Koordinator pendayagunaan sumber air, irigasi dan rawa, Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas, bersama Tim International Hydropower Assosiate dan rombongan.

Kegiatan berlangsung dengan suasana kekeluargaan, rangkaian acara diantaranya yaitu pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, Tarian Islami, Majelis Ilmu dan Doa.

Mauizatul Hasanah disampaikan oleh Guru Hidayatullah menjelaskan tentang 3 wasiat Mailakat Jibril yang patut menjadi renungan dan pembelajaran bagi manusia. Dalam 3 wasiat disebutkan manusia bisa hidup semaunya namun akhirnya manusia akan tiada, dalam riwayat kitab yang diterangkan Guru Dayat tersebut disampaikan jika manusia akan mendapat limpahan berkah jika ia termasuk dalam manusia yang bermanfaat, manusia yang menyenangi kebaikan dan manusia yang tak segan berbuat baik selama hidupnya.

“Apabila manusia mati akan terputus semua hubungan di dunia ini dan hendaknya manusia ingat untuk beramal jariah,” kata Guru dayat yang kemudian memimpin doa untuk korban musibah di Cianjur.

Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar sekaligus Presiden Anak Yatim Indonesia menyampaikan, bahwa dirinya secara khusus telah menghibahkan Istana Anak Yatim kepada anak-anak yatim disana. Total hibah kisaran 414 miliar, dari bangunan yang ada. Bupati juga menyinggung soal Pembangunan Bendungan Kusan.

“Semoga Bendungan Kusan bisa terlaksana serta dimudahkan, sebagaimana diketahui kita berada disini untuk membangun ruh dengan sistem kekeluargaan, saya juga berterimakasih akan keikhlasan yang kita latih bersama untuk terus melakukan pembinaan di Istana Anak Yatim,” ucap Bupati.

“Oleh sebab itu nanti jika bendungan itu jadi, kita berdoa dan berikhtiar, bendungan akan menjadi kebanggaan kita dalam kemajuan kawasan dan rencana tersebut juga sangat direspon oleh Bappenas, sehingga nanti Ibu Kota Negara baru pun bisa mengambil manfaat darinya,” lanjutnya.

Ir Juari Koordinator pendayagunaan sumber air, irigasi dan rawa, Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas dalam kesempatannya di Istana Anak Yatim menyampaikan, bersama dirinya juga menjalani ikhtiar dan mengkaji study atas rencana pembangunan Bendungan Kusan.

“Langkah kecil untuk kita melanjutkan mimpi-mimpi yang telah terpanjatkan, tidak hanya ikhtiar lahir kemudian dilengkapi ikhtiar batin, Habluminannas dan Habluminnallah sudah dijalankan, secara pribadi saya belum tau jalan yang kita tempuh ini bisa berat atau terjal, kita harapkan diberikan petunjuk dan kemudahan untuk melalui proses ini, ikatan batin saya untuk pergi ke Tanah Bumbu sudah ada sejak lama dan baru ini kesampaian,” katanya.

Menilai lagi dan melihat secara dalam terkait rencana pembangunan Bendungan Kusan, hal ini ibarat gayung bersambut. Rencana Pemerintah Daerah disertai usaha dan doa untuk mewujudkan Bendunga Kusan nantinya, mengharap kemudahan jalan pada setiap prosesnya. (kanalkalimantan.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Kalimantan Selatan Sosial Tanah Bumbu

BPBD Tanbu Apel Penutupan Pelatihan Relawan Penanganan Bencana

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu), menggelar Apel Penutupan Pelatihan Relawan yang digelar di Halaman Kantor BPBD Tanbu di Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Sabtu (26/11/2022).

Adapun tujuan digelarnya pelatihan adalah untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan, dan kesatuan antar personil selaku ujung tombak dalam penanggulangan bencana.

Meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan keterampilan relawan penanggulangan bencana untuk menciptakan penanganan bencana dengan cepat tepat dan terukur.

Selain itu juga untuk membentuk mental dan karakter yang tangguh, terampil, dan trengginas bagi para relawan sebagai bagian dari BALADEWA (Barisan Relawan Daerah Rawan Bencana).

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, H Ansyari Firdaus menutup secara resmi pelatihan relawan tersebut.

Dalam sambutanya, Ansyari Firdaus menyampaikan apresiasi kepada BPBD Tanbu atas penyelenggaraan pelatihan dalam rangka meningkatkan kapasitas Tim Relawan Bencana untuk mewujudkan mental dan karakter yang tangguh, terampil, dan trengginas.

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, kata Ansyari Firdaus, para Barisan Relawan Daerah Rawan Bencana (Baladewa) semakin memahami tugas dan fungsinya sebagai relawan, sehingga dapat membantu penanganan secara maksimal pada saat terjadi bencana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tanbu H. Sulhadi, mengatakan pelatihan digelar dua hari, 25 – BPBD Tanbu Gelar Apel Penutupan Pelatihan Relawan, Penanganan Bencana Diharapkan Semakin Maksimal dengan jumlah peserta sebanyak 24 orang yang merupakan perwakilan dari desa rawan bencana di Tanah Bumbu serta anggota Tim Reaksi Cepat BPBD.

“Kegiatan pelatihan relawan telah dilaksanakan selama 2 hari 1 malam dimana para peserta telah mengikuti 9 jam materi pelajaran, yakni diantaranya Wawasan Kebangsaan, Peraturan Baris Berbaris (PBB) oleh narasumber dari Kodim 1022/Tnb, teori pertolongan pertama pada korban bencana, teori penyelamatan terhadap korban di air, serta, praktek atau simulasi penyelamatan terhadap korban di air (Water Rescue) dengan narasumber dari Basarnas,” ungkap Sulhadi. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Sosial Tanah Bumbu

BPBD Tanbu Beri Pelatihan Ke Relawan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) melaksanakan pelatihan kepada relawan bencana, di Halaman Kantor BPBD Tanbu di Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Jumat (25/11/2022).

Pelatihan tersebut mengusung Tema “Pembinaan dan peningkatan kapasitas Tim Relawan untuk mewujudkan mental dan karakter yang tangguh, terampil, dan trengginas”.

Kegiatan tersebut dibuka langsung secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD Tanbu H. Sulhadi.

“Pelatihan digelar dua hari, 25 – 26 November 2022 dengan jumlah peserta sebanyak 24 orang yang merupakan perwakilan dari desa rawan bencana di Tanah Bumbu serta anggota Tim Reaksi Cepat BPBD,” kata Sulhadi.

Ia melanjutkan, dengan tujuan diadakannya pelatihan tersebut guna memupuk rasa kebersamaan, persatuan, dan kesatuan antar personil selaku ujung tombak dalam penanggulangan bencana.

Kemudian untuk meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan keterampilan relawan penanggulangan bencana untuk menciptakan penanganan bencana dengan cepat tepat dan terukur.

“Kegiatan pelatihan relawan ini juga untuk membentuk mental dan karakter yang tangguh, terampil, dan trengginas bagi para relawan sebagai bagian dari BALADEWA (Barisan Relawan Daerah Rawan Bencana),” tutupnya.

Kegiatan pembukaan pelatihan relawan tersebut dihadiri perwakilan dari Kodim 1022 Tanbu, Polres, Satpol PP dan Damkar, Basarnas, Lurah Gunung Tinggi, serta Dinas Sosial. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Kalimantan Selatan Nasional Pembangunan Sosial Tanah Bumbu

Rencana Bendungan Kusan Tanah Bumbu, Akhirnya Kedatangan Tim Assessment Internasional

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), menerima kedatangan Tim Assessment dalam rangka penilaian rencana pembangunan Bendungan Kusan.

Sidak penilaian lapangan hingga Assessment dilakukan, Pemkab Tanbu juga menyediakan diskusi antar pihak terkait untuk keperluan penilaian.

Ir. Juari selaku Koordinator Pendayagunaan Sumber Air, Irigasi dan Rawa dari Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan, Tim datang guna melakukan penilaian terhadap rencana pembangunan Bendungan Kusan dengan Internasional Standar (Hydropower Sustainability Standard).

Tim Internasional Assessment ada 3 orang hadir untuk melakukan penilaian tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia sedang dalam kondisi anggaran yang menyurut, sehingga perlu
mencari peluang dengan rencana mendatangkan pihak invertor, bahwa nantinya rencana pembangunan Bendungan Kusan secara kancah internasional mampu diterima dan layak memperoleh (pendanaan internasional).

“Kondisi keuangan negara kedepan masih berat karena faktor-faktor tertentu. Meskipun rencana usulan Bendungan Kusan ini sudah dibahas namun Pemerintah Indonesia berinisiatif mengambil kebijakan stategis, dalam hal ini untuk bekerjasama dengan melibatkan International Hydropower Association (IHA),” katanya.

Ada sekitar 12 item dan secara teknis menjadi acuan Assessment, diantaranya penilaian aspek ekonomi, aspek sosial (terkait pemindahan penduduk kawasan terdampak pembangunan Bendungan Kusan) hingga aspek lingkungan.

“Kami merespon pada kesejarahannya, ternyata sudah pernah disebutkan dalam perencanaan tentang pembangunan Bendungan Kusan pada masa awal Gubernur Kalimantan Selatan pertama, yaitu dulunya beliau juga pernah menjabat sebagai Menteri PUPR,” lanjutnya.

Sementara itu, kebutuhan data terus dikumpulkan dari beberapa item yang dibutuhkan. Perlu waktu khusus dalam Internasional Assessment.

Pembangunan Bendungan Kusan rencananya melangkah tanpa melibatkan APBN dan melaju pada Standar Internasional yang menjadi pilot project bersama.

“Kita coba dorong dengan skema swasta dan kita bekerjasama antar pihak, per part (bagian) harus dibahas konsekuensinya, sehingga pihak yang nantinya tertarik mengucurkan anggaran (investor) tau jelas keunggulan manfaat Bendungan Kusan maupun kelemahannya,” ucap Ir. Juari.

Dalam step yang dilakukan ini, masih belum bisa ditarik hasil penilaian secara maksimal. Pembangunan bendungan, masih dalam proses Assessment, jika dokumen telah komplit dan layak, Tim akan lanjut langkah dengan menawarkan Market Sounding.

Kemudian bisa saja rencana Bendungan Kusan akan dibawa ke Fairtrade International, hal tersebut bergantung pada proses ke depan.

“Target waktu selesai dan kapan kepastiannya belum bisa ditentukan, beberapa informasi telah kita dapatkan, sedangkan kita mengetahui antusias masyarakat sangat bagus dalam rencana Bendungan Kusan ini,” tutupnya.

Kondisi lapangan secara teknis dianggap memungkinkan, adapun beberapa hambatan bisa diatasi, finishing terhadap anggaran masih menjadi pertimbangan hingga detik ini. Disamping itu, untuk penggunaan lokasi Bendungan Kusan nantinya, akan disediakan kurang lebih 2000 hektar tanah.

Hadir dalam diskusi dari Tim International Hydropower Assosiate yaitu Joerg Hartman, Alain Kilajian, Amina Kadyrzhanova. Turut hadir juga Tim Bappenas Ir Juari bersama 7 orang lainnya, dibantu oleh Ishaq Al Kindy dari Kementerian PUPR, Taqwa Rizaldi dari PLN, Novy Dya K Tampubolon dari Kemenko Marves, Muhamad Alhaqurahman dari Kementerian ESDM. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Pembangunan Sosial Tanah Bumbu Wisata

Rencana Pemkab Tanbu Didatangi Tim Internasional Assessment

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Perencanaan Pembangunan Bendungan Kusan, telah sampai pada tahapan pengumpulan dokumentasi, Jum’at (25/11/2022)

Tim Assessment dalam rangka penilaian rencana pembangunan Bendungan Kusan, tengah sibuk mendata bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu).

Penilaian ini menggunakan Internasional Standar (Hydropower Sustainability Standard) yang juga dihadiri oleh Tim Internasional Assessment terdiri dari 3 orang.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia sedang dalam kondisi anggaran yang berat, sehingga perlu mencari peluang dengan rencana (pendanaan internasional) maupun menggunakan peluang Asian Development Bank (ADB).

Pemerintah Indonesia berinisiatif mengambil kebijakan stategis, dalam hal ini untuk bekerjasama dengan melibatkan International Hydropower Association (IHA) dan setidaknya ada sekitar 12 item teknis jadi acuan Assessment.

Dr Joerg Hartmann, selaku Accredited Lead Assessor of the Hydropower Sustainability Standard mengatakan, Ini baru dokumen teknis dan masih belum direfleksikan.

“Hari pertama kami menilai sangat baik, dimana rencana area tergenang dan rencana wilayah yang dibangun nantinya diharapkan ada kontribusi yang berjalan,” paparnya di Kantor Bupati Tanah Bumbu.

The Dam Of Kusan (Bendungan Kusan), sampai saat ini dalam tahap collecting data (pengumpulan data), tim melihat data kedepannya terkait apa saja yang bisa direkomendasikan untuk pembangunan Bendungan Kusan.

“Kendalanya tetap ada, namun dari perencanaan sejauh ini, bendungan punya nilai manfaat yang beragam, seperti nantinya akan menjadi penyediaan air baku masyarakat, penanganan situasi banjir daerah, PLN dan juga Irigasi. Maka hal ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Indonesia untuk memperhatikan fungsi-fungsi agar kedepan bisa dikendalikan serta terkoordinasi secara baik. Kami melihat tujuan Bendungan Kusan ini mampu terdeliver,” ungkapnya.

“Peranan Pemerintah akan sangat krusial, disamping yang menjadi inisiator bendungan ini adalah Pemda, tentu akan ada cost (biaya) yang harus disediaakan terkait apa saja yang terdampak, sejauh mana komitmen Pemda tentu harus kuat dan tinggi, alangkah baiknya ada kombinasi investasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta untuk sama-sama bergerak menyampaikan kebutuhan publik,” lanjut Joerg.

Dirasa sangat yakin Bendungan Kusan memiliki potensi, terutama aspek sosial dan lingkungan berdasarkan pengamatan secara baik, direncanakan rekomendasi yang diusulkan bisa lebih layak, meskipun kalkulasi nilai budget belum bisa dipastikan.

“Variasinya bisa berubah, ekspetasi sekarang kalau tidak bisa membangun bendungan 2 sampai 3 tahun kedepan pasti akan naik budgetnya, pembangunan bendungan memang agak rumit, butuh waktu sekitar 2 tahun lebih, rencana membangun bendungan 60% lebih pasti akan ada kondisional yang membuat proses tersebut bisa semakin cepat atau semakin melambat,” kata Ir. Juari selaku Koordinator Pendayagunaan Sumber Air, Irigasi dan Rawa dari Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas dalam kesempatannya menambahkan keterangan.

Gambaran Assesment sudah dipetakan, seberapa nilai ekonomi dari milik pemukiman warga, kebun mata pencaharian, dan kawasan hutan terkait, harus diperhitungkan Appraisal.

Sebelumnya terkait adanya peluang atau proyek bendungan yang menjadi trend pilot project, akan dipastikan tidak ada pelanggaran undang-undang.

Kemudian, Tim Penilai bergeser untuk melihat daerah hilir bendungan dan rencana yang bisa disupport untuk irigasinya. Tim mengatakan akan fokus pada dasar dokumen yang ada dan verifikasi faktual. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Pembangunan Pertanian Sosial Tanah Bumbu Wisata

Tim Assessment Sibuk Pengumpulan Data, Begini Sasaran Kesiapan Pembangunan Bendungan Kusan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Tim Penilai Perencanaan Pembangunan Bendungan Kusan Kawasa Kabupaten Tanah Bumbu, menggelar rapat bersama struktural dan Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu).

Rapat berlangsung di Kantor Bupati Tanbu Jln. Dharma Praja Nomor 1 Kecamatan Batulicin, Jumat (25/11/2022) dengan mengadakan diskusi bersama.

Menurut kesimpulan dari pembahasan diskusi tersebut, Tim penilai (Assessment) kesiapan Bendungan Kusan menanyakan sudah seberapa jauh langkah yang diambil Pemkab Tanbu terkait komunikasi dan konsultasi.

Persiapan penilaian diantaranya menyangkut tentang
komunikasi menyeluruh, pemetaan stakeholder yang bersangkutan, kebutuhan akses dan kepentingan masyarakat, hal apa saja keuntungan dan kelemahan pembangunan. Menurut kacamata Tim Penilai membangun bendungan menjadi konsekuensi serius dan punya resiko cukup besar dampaknya.

“Komunikasi, keterlibatan masyarakat, relokasi warga, K3 terkait keselamatan, termasuk adanya fauna maupun flora khas daerah yang dilindungi. Sudah berapa kali komunikasi dan konsultasi harus berdasarkan data dan fakta yang ada,” ungkap Maman Rustaman dari Bappenas.

Terlibat dalam diskusi tersebut Disnakertrans Tanbu, bersama Tim Penilai membahas tentang strategi khusus pembangunan bendungan yang diharapkan nantinya mampu menyerap tenaga kerja dari kalangan masayarakat, terkait regulasi dan rekrutmen tenaga kerja profesional hasil pelatihan BLK Disnakertrans Tanbu, serta mengarah maupun memiliki manfaat ikut andil dalam pembangunan Bendungan Kusan.

Disnakertrans Tanbu, menimpali bahwa pihaknya sedang mengumpulkan data-data terkait yang dibutuhkan Tim Penilai dan nantinya menyanggupi untuk menyediakan tenaga kerja ahli dan bersertifikasi dibidangnya. Rekrutmen nantinya sesuai regulasi dan mengacu pada UUD atau Perda yang ada untuk menjamin keselamatan pekerja.

Secara kajian teknis, Tim Penilai berfokus dalam pengumpulan data, kesiapan fisik dan mental menjadi pelengkap dalam pilot projrect Bendungan Kusan.

Beralih ke Diskominfo SP Tanbu, turut menimbrung diskusi dan menjelaskan bahwa, pihak Diskominfo melalui giat publikasi aktif secara umum menyebarkan informasi lewat media sosial, baik cetak maupun online dan dibantu oleh KIM yang tugasnya menggali ataupun menyampaikan informasi terkait pembangunan kemasyarakatan.

Identifikasi data warga terdampak telah dilakukan, data kebutuhan dan kerugian ekonomi masyarakat dari desa rerisolir Kusan yang menjadi kawasan rencana pembangunan bendungan, jika Bendungan Kusan terbangun maka keuntungannya adalah banjir nantinya akan teratasi, petani panen bisa 3 musim, pariwisata berkembang, terbangunnya daya listrik daerah. Telah terdata kurang lebih 350 warga terdampak, diantaranya kawasan Batu Bulan, Temunih, Mangkal Api. (narasinusantara.com/Aaron)