Kategori
Bisnis Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Keagamaan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu Transportasi

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tiba Di Tanah Bumbu, Wakil Bupati Muh Rusli Sambut Kedatangan Rombongan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Daerah Tanah Bumbu, melalui Wakil Bupati, Muh Rusli melakukan giat penjemputan dan penyambutan rombongan dari Kementerian Agama Republik Indonesia (RI), di Bandara Bersujud Batulicin, Selasa (17/1/2023).

Menurut informasi sekilas, sempat dikabarkan pesawat yang ditumpangi rombongan Kementerian Agama RI, mengalami penundaan/keterlambatan terbang (delay).

Penjadwalan melalui rundown, diketahui penerbangan rombongan Kementerian Agama RI, dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur, sekitar pukul 07.30 WIB dan dijadwalkan akan tiba sekitar pukul 09.00 di Bandara Bersujud Batulicin.

Wakil Bupati Muh Rusli bersama jajaran terlihat bersiap di lokasi penjemputan, terlihat turut dalam kegiatan penjemputan yaitu Mantan Bupati Tanbu, H. Sudian Noor yang juga selaku Ketua Lazis Assalam Fil Alamin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Tujuan dari kedatangan rombongan Kementerian Agama RI, untuk melaunching Kampung Zakat Desa Sukamaju, Kecamatan Simpang Empat, Kab Tanbu, Prov Kalsel.

H Sudian Noor, menyampaikan sejauh ini telah dilakukan pengamanan dan persiapan acara Kampung Zakat Desa Sukamaju oleh panitia.

“Pak menteri nanti langsung, menuju ke Kampung Zakat di Desa Sukamaju dan selanjutnya bergeser ke usaha Kampung Zakatnya,” ucap Sudian Noor.

Diketahui sementara, rombongan ada sekitar 17 orang, diantaranya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Yayasan Assalam Fil Alamin (Komjen Pol (Purn) Dr H Syafruddin Kambo, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Prof Dr K H Noor Achmad, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, H Kamaruddin Amin dan lainnya.

“Menurut jadwal pak Menteri Agama RI, sampai pukul 15.00 WITA dan tergantung pak menteri jika ingin melakukan kunjungan lain untuk melihat Kabupaten Tanah Bumbu,” pungkasnya.

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas bersama rombongan tiba kurang lebih pukul 10. 15 WITA, dengan menggunakan Pesawat T7-777.
(narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pertanian Regional Sosial Tanah Bumbu

Tangani Inflasi Daerah, DKPP Tanbu Inisiasi Masyarakat Tanam Cabai Polybag hingga Tanam Jenis Hortikultura

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Kebutuhan cabai tak urung, membuat ibu rumah tangga berteriak, sebab harga cabai tak kunjung juga bersahabat.

Sempat digemborkan sebagai komuditas penyumbang dengan angka tinggi dalam Inflasi di Indonesia, cabai menggigit kantong masyarakat.

Menanggapi perkara ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu (DKPP Kab Tanbu), berupaya lakukan pengendalian inflasi di daerah.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Menteri Tito Karnavian mengatakan, sesuai pantauan hingga 6 Januari 2023, komoditas yang menyumbangkan kenaikan harga di Indonesia, diantaranya cabai rawit yang mengalami kenaikan di 81 kabupaten/kota, namun juga terjadi penurunan di 42 kabupaten/kota.

Berdasarkan data tidak hanya lonjakan harga cabai yang bikin kesal, namun juga kebutuhan pokok seperti beras turut menyumbang inflasi, pada angka 72 kabupaten/kota menyumbang kenaikan harga beras, sekaligus terjadi penurunan di 90 kabupaten/kota.

Melihat tingginya inflasi cabai, Pemerintah Indonesia menghimbau seluruh kabupaten/kota, bersiaga melakukan program pengendalian, seperti ajakan gerakan serentak menanam cabai.

“Kita sudah melakukan upaya untuk membagikan bibit cabai, melalui 9 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Kemudian, BPP kita fasilitasi benih cabai dan polybag, selanjutnya petugas di BPP menyemai dan bisa membagikan ke masyarakat disekitar BPP. Sejak November 2022 program tersebut telah dilaksanakan, bibit yg dibagikan di polybag untuk membatu masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan,” ujar Kepala DKPP Tanbu, H Hairuddin diwakili oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Robby Candra, Rabu (11/1/2023).

Pada tahun 2023, rencananya Kab Tanbu akan mendapat program menanam cabai, melalui dana APBN sekitar 20 hektar dan dari APBD dari provinsi yaitu 20 hektar.

“Program cabai tersebut diserahkan langsung kepada kelompok tani, melalui pengawasan dari DKPP, sedangkan bibit bantuan dari pusat belum datang,” imbuhnya.

“Info dari ketahanan pangan stok aman, mulai ada kenaikan harga tetapi untuk rata-rata sampe hari ini, masih sekitar Rp 65 ribuan, untuk Cabai Rawit Mutiara orange dan untuk Cabai Keriting di harga Rp 40-45 ribuan,” terang Robby.

DKPP Tanbu berharap, masyarakat bisa memanfaatkan lahan pekarangannya untuk ditanami tanaman jenis hortikultura, khususnya cabai walaupun dalam pot atau polybag, karena keterbatasan lahan (diperkotaan), minimal bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat.

“Untuk para petani, kami harapkan terus mengembangkan tanaman hortikultura,” harap Robby.

Menanggapi hal ini, Lamijan selaku Sekretaris DKPP Kab Tanbu, membenarkan adanya informasi Inflasi pada komoditas cabai.

“Iya memang cabai termasuk penyumbang inflasi, maka nya kita juga ada gerakan tanam terhadap komoditas penyumbang inflasi, selain cabai kita juga ada gerakan tanam pangan hortikultura, supaya paling tidak pemenuhan kebutuhan keluarga terpenuhi, sehingga bisa menekan pengeluaran keluarga. Melalui perpanjangan tangan dari Kepala Bidang DKPP juga bergerak, untuk itu pada seluruh kecamatan melalui kepala BPP dan petugas lapangan diharuskan kompak,” pungkas, Lamijan. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Kalimantan Selatan Pertanian Tanah Bumbu

DKPP Tanah Bumbu Gelar Percepatan Tanam & OPT Bersama Poktan Kersik Putih

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar kegiatan percepatan tanam dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) pada sawah Inbrida bersama Kelompok Tani Maju Bersama Desa Kersik Putih, Rabu (30/11/2022).

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka untuk Pencapaian Produksi dan Produktivitas Padi di Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2022.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian H. Hairuddin mengatakan, memasuki musim tanam Oktober – Maret (Okmar) 2022/2023 Pemerintah Kabupaten menargetkan produksi padi sebesar 17 hektar bisa tercapai.

Melalui precepatan tanam ini, pihaknya optimis target tanam Oktober – Maret sebesar 11 hektar bisa tercapai. Dimana pada musim tanam April – September 2022 yang lalu telah tercapai luasan tanam 5.894 hektar dari target 17 ribu hektar.

“Harapan kita melalui gerakan ini akan dapat memberikan motivasi kepada para pelaku tani lainnya di Tanah Bumbu agar melakukan penenaman lebih cepat pada musim tanam Oktober – Maret ini,” ujarnya.

Selain itu juga kegiatan ini sebagai langkah Pemerintah Daerah dalam menepis kabar terjadinya krisis pangan akibat menurunnya stok beras di daerah.

“Harapan kita tentunya dengan percepatan tanam ini maka produnsi Padi di daerah ini akan terus neningkat. Tanam serentak sudah dilakukan di Kecamatan Kusan Hilir yang masuk 10 hektar lahan pertanian padi,” ujarnya saat mengakhiri sambutan.

Hadir dalam kegiatan ini Camat Batulicin, Kepala Desa Kersik Putih, Unsur Forkopimcam, Penyuluh Pertanian, anggota kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta manteri tani. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Gaya Hidup Kalimantan Selatan Kesehatan Pertanian Sosial Tanah Bumbu

One Day No Rice, DKPP Tanbu Ajak Masyarakat Konsumsi Karbohidrat Lain Selain Nasi

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), menggelar sosialisasi One Day No Rice (Satu Hari Tanpa Nasi).

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan bertempat di Gedung Sektetariat PKK Kab. Tanbu, Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (16/11/2022) pagi.

Dihadiri oleh kurang lebih berjumlah 170 peserta, soaialisasi One Day No Rice ini pertama kali dilaksanakan. Materi yang dibawakan hari ini adalah One Day No Rice dan Pola Pangan Harapan Konsumsi.

Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini yaitu “Kita Tingkatkan Konsumsi Pangan Alternatif Karbohidrat Pengganti Beras Dengan Pangan Lokal Tanpa Mengurangi Nilai Gizi”.

Dilaksanakannya sosialisasi ini menanggapi terkait skor tertinggi provinsi Kalsel dalam konsumsi beras se-Indonesia dan Kabupaten Tanah Bumbu berada diurutan ke 8 se-Kalsel.

Data Skor PPH Konsumsi Tahun 2021 Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan angka 85,2 sedangkan pada Tahun 2022 yaitu 87,4 artinya ada peningkatan dari segi konsumsi umbi-umbian, sayur dan buah/ biji berminyak. Kenaikan ini sesuai dengan harapan Badan Pangan Nasional.

Dalam laporannya, Kepala DKPP Kabupaten Tanah Bumbu Hairuddin melalui Kabid Ketahanan Pangan Erna Kalsum, menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan tak terkecuali Tanah Bumbu, merupakan salah satu wilayah dengan pengkonsumsi beras tertinggi.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengurangi tingkat ketergantungan terhadap beras, dengan menggantikannya dengan bahan alternatif lain seperti umbi-umbian dan biji-bijian tanpa mengurangi nilai gizi yang diperlukan oleh tubuh.

“Kita hendak mengubah pola pikir masyarakat Tanah Bumbu tentang kesetaraan gizi dari jenis makanan selain nasi dengan menggunakan bahan baku produk lokal lainnya,” jelasnya.

Bidang Ketahanan Pangan berharap dapat mencapai Skor 100 persen kedepannya, yaitu konsumsi pangan masyarakat sudah beragam, tidak hanya terfokus pada beras saja sebagai sumber karbohidrat, akan tetapi mengarah ke konsumsi pangan lokal dari umbi-umbian sesuai dengan potensi masyarakat masing-masing, yang ditunjang dengan peningkatan konsumsi pangan hewani serta buah dan sayur.

Sementara itu Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir. H. Ridwan, menyambut baik dan mengapreasi dengan dilaksanakannya kegiatan ini.

Beras tidak dipungkuri merupakan bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia dan menjadi ketergantungan banyak orang untuk menkonsumsinya. Salah satunya dibuktikan dengan anggapan yang sering beredar di masyarakat bahwa ‘Jika Belum Makan Nasi, Maka Belum Makan’.

“Guna meluruskan anggapan masyarakat tersebut, maka perlu pemahaman secara proporsional terkait gizi, mutu dan keamanan pangan agar dapat membantu masyarakat dalam memahami kandungan gizi dari ragam jenis makanan,” kata Ridwan.

Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara seksama, sehingga dengan menggantikan beras dengan bahan pokok lainnya diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bumi Bersujud.

Dalam kegiatan ini, DKPP Tanbu menghadirkan narasumber atau tenaga ahli dari perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Riza Rosadi beserta jajaran.

Turut berhadir peserta kegiatan yang terdiri dari pengurus TP-PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa, Kepala BPP, Menteri Tani, dan tamu undangan. (narasinusantara.com/Aaron)