Kategori
Informasi Kalimantan Selatan Olah Raga Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pendidikan Seni Tanah Bumbu

Bocorkan Rencana Turnamen Karate Dandim Cup 2023, Kodim 1022/Tnb Gelar Pelatihan Bersama 8 Perguruan Karate

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dalam rangka mempererat silaturahmi, Kodim 1022/Tnb menggelar pelatihan bersama 8 Perguruan Karate wilayah Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu).

Kegiatan dilangsungkan di Makodim 1022/Tnb, Jln. Kodeco Km 4, 5 Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat, Minggu (22/01/2023).

Kegiatan yang digelar sebagai ajang menjalin silaturahmi, juga sebagai ajang untuk saling berbagi pengalaman antara sesama Karateka.

Kebersamaan ini telah diikuti 157 orang Karateka, yang terdiri dari sabuk putih 44 orang, sabuk kuning 30 orang, sabuk hijau 40 orang, sabuk biru 10 orang, sabuk coklat 18 orang dan sabuk hitam 15 orang.

Terlihat para peserta yang didominasi oleh anak-anak muda usia sekolah, menunjukkan regenerasi dalam olahraga Karate yang baik, karena selama kegiatan mereka nampak antusias dan semangat melaksanakan latihan.

Kapten Inf Aries P.H, Danramil Angsana dan Letda Inf Horensyah, Pasipers Kodim turut hadir pada kegiatan latihan bersama, yang sekaligus untuk membahas tentang rencana digelarnya Turnamen Karate, dalam rangka Dandim Cup 2023.

Dandim 1022/Tnb, Letkol Inf Aldin Hadi,S.H.,M.Tr (Han) melalui Kapten Inf Aries, membenarkan adanya latihan bersama yang digelar di lapangan Makodim tersebut.

Dirinya menjelaskan dengan rinci, Kegiatan latihan bersama digelar oleh 8 Perguruan Karate (Dojo), yang berasal dari berbagai wilayah Tanah Bumbu di lapangan Makodim 1022/Tnb.

Kegiatan yang digelar sebagai untuk saling bersilaturahmi dan bertukar pengalaman antara sesama Karateka.

“Yangmana kegiatan ini, juga dijadikan sebagai kesempatan untuk membahas tentang rencana digelarnya Turnamen Karate dalam rangka Dandim Cup 2023,” terangnya.

Ia melanjutkan, bahwa para peserta latihan yang didominasi oleh anak-anak usia sekolah menunjukkan regenerasi yang baik dalam olahraga Karate diwilayah Tanah Bumbu, oleh karenanya perlu adanya perhatian dan kepedulian berbagai pihak agar hal tersebut tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.

“Salah satunya adalah dengan mengadakan turnamen Karate, yang telah lama tidak digelar karena adanya Pandemi Covid-19,” tandas Dandim. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Sosial Tanah Bumbu

Bangunan Sekolah Terlihat Retak, Pemerintah Kecamatan Sei Loban, Monev Aset dan Fasilitas Pendidikan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kecamatan Sungai Loban, menggelar “Giat Jumat”.

Kegiatan berupa gotong-royong, terlihat Camat Sungai Loban Agus Salim, bersama rombongan menyasar ke SDN Dermaga Desa Sebamban Baru lakukan bersih-bersih bersama pengajar dan pelajar, dihalaman sekolah, Jumat (20/1/2023).

Kegiatan tersebut sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) aset dan fasilitas sekolah.

Camat Agus Salim mengungkapkan sehubungan dengan lokasi Dusun Dermaga yang jauh dari jangkauan sinyal telekomunikasi seluler, terutama jaringan 3G dan 4G, menyebabkan minim internet sehingga menjadi kendala pihak sekolah saat membuat laporan menggunakan aplikasi berbasis jaringan internet.

Dalam kesempatan tersebut, Camat juga memantau semua ruang belajar, kantor maupun toilet, sekaligus mengecek dokumen terkait surat aset milik sekolah.

Dari pantauannya, beberapa bangunan terlihat retak dan tidak layak ditempati karena cukup membahayakan keselamatan.

Ditambahkannya, bahwa tempat publik khususnya fasilitas pendidikan, harus menjadi prioritas utama untuk bersama-sama dijaga aset dan keberlangsungannya.

Dari dokumen surat yang diperlihatkan pihak sekolah, bahwa fisik tanah telah dihibahkan untuk SDN Dermaga sejak Tahun 2005 oleh Kepala Desa Alus Basran melalui Surat Pernyataan Nomor 448/SBB/SKT/VIII/2006 tertanggal 13 Agustus 2006 disaksikan H.Heraju, Erhadi dan Saleh dengan ukuran 50×50, dengan batas utara jalan/kebun sawit, batas timur Sungai Kecil dan batas selatan Sungai Sebamban.

Sebelumnya Camat juga melihat kondisi toilet sekolah yang kondisinya sudah tua, berawal dari laporan pihak sekolah, WC sekolah yang sudah terbangun sejak lama, yang letaknya di belakang gedung kelas sebelah selatan dekat bantaran Sungai Sebamban ini tanahnya diklaim bukan aset milik sekolah.

“Ruang belajar SDN Dermaga sudah terbangun permanen, namun perlu dijaga kondisi bangunan dan kebersihan kelasnya,” katanya.

Terkait kepemilikan tanah dan tata ruang di SDN Dermaga, Agus Salim menyarankan kepada pihak sekolah untuk ditata ulang sambil menunggu Kepala Desa Sebamban Baru yang definitif, sehingga kedepannya tidak memunculkan rasa was-was untuk membangun fasilitas.

Tak terlepas, Camat berharap kepada tenaga pendidik maupun guru yang mengajar agar terus semangat untuk mendidik generasi muda yang cerdas, religius dan berprestasi.

“Secara fisik dan perkembangan intelegensi tidak berbeda, apalagi di daerah pesisir didukung nutrisi makanan dan lauk dari ikan laut, yang baik untuk kecerdasan dan perkembangan fisik anak,” imbuhnya.

Selain melaksanakan gotong royong bersama, Camat juga berinteraksi dengan tokoh masyarakat di Dusun Dermaga, yang ikut serta membersihkan halaman sekolah dan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Dermaga Mariatul Qibtiah, mengungkapkan jumlah anak didik sesuai data Dapodik sebanyak 107 siswa, dengan tenaga guru saat ini berjumlah 10 orang, terdiri dari 2 orang PNS, 4 orang P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), 1 orang PTT dan 3 orang Honorer.

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus pengajar mengatakan, seiring ada penambahan pembangunan ruang belajar pada Tahun 2013 di batas sebelah Barat SDN Dermaga, telah dihibahkan tanah oleh Kepala Desa Ilmi Umar, hal ini ditunjukkan dengan Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah (SPPFBT) tertanggal 29 Juli 2013. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Gaya Hidup Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Keagamaan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Kodim 1022/Tanah Bumbu Hadiri Launching Kampung Zakat Desa Sukamaju

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Menteri Agama Republik Indonesia, H. Yaqut Cholil Qoumas, meresmikan Desa Sukamaju sebagai Kampung Zakat, dimana kegiatan ini terwujud berkat gagasan dari Kemenag yang mendapat dukungan sepenuhnya dari kementrian agama Tanah Bumbu dan Lazis Assalam Fil Alamin.

Mayor Inf Priya Firmansyah, Kepala Staf Kodim 1022/Tanah Bumbu, terlihat menghadiri Launching Kampung Zakat Desa Sukamaju.

Zakat sebagai salah satu dari rukun Islam merupakan metode yang tepat diterapkan di Indonesia, negara yang mayoritas beragama Islam, dengan adanya zakat maka dapat membantu kesulitan masyarakat yang termasuk dalam golongan yang berhak menerima zakat, kegiatan zakat merupakan salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Kegiatan Launching Kampung Zakat sangat singkron dengan Tanah Bumbu yang sedang dalam tahap menjadi “Serambi Madinah”, dengan semakin baik dan semakin meningkatnya warga yang menunaikan zakat, semakin banyak pula yang terbantu.

Mayor Inf Priya bersama dengan unsur Forkompinda Kabupaten Tanah Bumbu mengikuti rangkaian kegiatan launching Kampung Zakat, yang diawali dengan sambutan-sambutan dan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi kolam ikan, sekaligus pemotongan pita dan penaburan bibit ikan, yang hasilnya akan dipergunakan untuk kepentingan warga yang berhak menerima bantuan.

Dandim 1022/Tnb, Letkol Inf Aldin Hadi,S.H.,M.Tr ( Han) yang diwakili oleh Kasdim menyampaikan telah digelar kegiatan launching kampung zakat di Kecamatan Batulicin.

“Launching Kampung Zakat di Desa Sukamaju Kecamatan Batulicin oleh Menteri Agama Republik Indonesia, merupakan awal dari kegiatan pengelolaan zakat secara benar di wilayah Tanah Bumbu khususnya, dan diwilayah Kalimantan Selatan pada umumnya,” ungkapnya.

“Sebagai Kabupaten yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan sedang menuju menjadi Serambi Madinah, kegiatan launching kampung zakat merupakan kegiatan yang sangat tepat, dengan pengelolaan zakat yang baik dan benar diharapkan dapat membantu golongan yang berhak serta sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan” ujar Kasdim.

“Kegiatan kampung zakat perlu mendapatkan dukungan serta perhatian dari berbagai pihak agar dapat menyebar diseluruh wilayah Indonesia, sebagai aparat TNI kita akan berperan sesuai dengan fungsi dan kewenangan dengan harapan menjadikan Indonesia yang lebih baik melalui zakat” pungkas Mayor Priya.

Pada kegiatan tersebut, menteri agama menyerahkan zakat dari Lazis Assalam Fil Alamin kepada 180 anak stunting sebesar Rp. 486.000.000,- yang diterima secara simbolis oleh Kasdim 1022/Tnb selaku Bapak Asuh Anak Stunting di wilayah Tanah Bumbu.
(narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Gaya Hidup Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Keagamaan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Launching Kampung Zakat Desa Sukamaju Kabupaten Tanah Bumbu dan Penyaluran Zakat Lazis Assalam Fil Alamin

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Yaqut Kholil Qaumas melaunching Kampung Zakat di Desa Suka Maju, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (17/01/2023).

Launching Kampung Zakat, juga dilakukan penyaluran zakat Lazis Assalam Fil Alamin berupa penyaluran zakat beasiswa pendidikan sarjana (S-1) Bidan Desa.

Tak hanya itu, penyaluran zakat beasiswa pendidikan keluar negeri Hadramaut Yaman, penyaluran zakat bedah rumah, penyaluran zakat anak asuh stunting Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, penyaluran Kampung Zakat Desa Suka Maju Kabupaten Tanah Bumbu, penyaluran Kampung Zakat Desa Gunung Ulin Kabupaten Kotabaru, penyaluran zakat Kampung Zakat Desa Telaga Bidadari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan lainnya.

Launching Kampung Zakat dihadiri oleh, Wakil Bupati Tanah Bumbu H Muh. Rusli, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin, Ketua Baznas Pusat KH Noor Ahmad, Ketua Yayasan Assalam Filalamin Komjen Pol (P) Syafruddin Kambo, Ketua Lazisnu PBNU Habib Ali Hasan, Ketua Lazis Assalam Fil Alamin Kalimantan Selatan H Sudian Noor, dan tamu undangan lainnya.

Pemerintah melalui Kementerian Agama berupaya, mendorong agar kampung-kampung zakat seperti di Tanah Bumbu ini bisa juga berkembang didaerah lainnya.

Program kampung zakat sendiri merupakan kerjasama Kemenag, Lazis Assalam, dan Baznas dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

Menteri Agama RI Yaqut Kholil Qaumas berharap program kampung zakat mampu memberikan inspirasi bagi semua pihak untuk menunaikan kewajiban dalam berzakat.

Menurutnya Kampung zakat bisa menjadi sebuah inisiatif sebagai upaya ikhtiar untuk pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh masyarakat sendiri.

“Ikhtiar yang dilakukan masyarakat untuk mendirikan kampung zakat seperti ini merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat proses pengentasan kemiskinan di Indonesia,” sebutnya.

Wakil Bupati Tanah Bumbu H Muh. Rusli dalam sambutanya menyampaikan atasnama pribadi, masyarakat, dan pemerintah daerah mengucapkan selamat datang di Bumi Bersujud Kabupaten Tanah Bumbu kepada Menteri Agama RI bersama rombongan.

“Semoga kunjungan ini memberikan kesan positif sehingga dapat berlanjut pada masa-masa yang akan datang,” kata Wabup.

Terkait launching kampung zakat yang akan dilakukan oleh Menteri Agama di Desa Suka Maju, Wabup mengatakan sangat mendukung program tersebut guna mengembangkan kesejahteraan masyarakat yang meliputi berbagai aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, keagamaan, melalui pemberdayaan zakat.

“Saya imbau masyarakat untuk melakukan pembayaran zakat ditempat pengumpulan zakat yang resmi, karena dengan membayar zakat ditempat yang resmi maka penyaluran zakat akan berjalan lancar dan tepat sasaran,” pungkasnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Keagamaan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Berdirinya Kampung Zakat Menag Yaqut Ungkap Bantu Percepat Pengentasan Kemiskinan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Peresmian Kampung Zakat terletak di Desa Sukamaju, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, salah satu wujud pengentasan kemiskinan negara.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), bersama Menteri Agama RI meresmikan Kampung Zakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Bumbu H Muh. Rusli dalam sambutanya menyampaikan atasnama pribadi, masyarakat, dan pemerintah daerah mengucapkan selamat datang di Bumi Bersujud Kabupaten Tanah Bumbu kepada Menteri Agama RI bersama rombongan, setelah melakukan penjemputan di Bandara Bersujud Batulicin.

“Semoga kunjungan ini memberikan kesan positif sehingga dapat berlanjut pada masa-masa yang akan datang,” kata Wabup.

Berdirinya Kampung Zakat, menjadi salah satu upaya Pemerintah dalam membantu mempercepat pengentasan kemiskinan di daerah.

Hal ini disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) H Yaqut Cholil Qoumas, saat melaunching program Kampung Zakat di Desa Sukamaju, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (17/01/2023).

Dikatakan Yaqut, tingkat kemiskinan di Indonesia saat ini berada dikisaran angka 9,57%. Jika saat ini jumlah penduduk di Indonesia berjumlah 260 juta jiwa, maka kurang lebih sebanyak 22 juta jiwa penduduk masuk dalam kategori miskin.

“22 juta itu jumlah yang sangat banyak sekali, jadi ikhtiar masyarakat seperti membangun Kampung Zakat ini bagian dari upaya kita untuk mempercepat proses pengentasan kemiskinan,” ujar Yaqut.

Menag RI juga menyebutkan bahwa Kampung Zakat diharapkan menjadi inspirasi serta pengingat bagi masyarakat yang berkecukupan tentang kewajiban dalam menyisihkan hartanya untuk berzakat.

Pemerintah melalui Kementerian Agama terus mendorong perkembangan Kampung Zakat di tempat-tempat lain sehingga mencakup lebih banyak masyarakat penerima manfaat.

Untuk itu bersama dengan unsur-unsur terkait, Yaqut menargetkan di tahun 2023 program Kampung Zakat dapat dilaksanakan secara masif di berbagai wilayah di Indonesia.

“Setelah berdiskusi dengan Pak Dirjen, kita berniat akan lebih masifkan program ini, kalo sekarang baru ada 514 Kampung Zakat se-Indonesia, Insya Allah tahun ini akan kita tambah 1.000 Kampung Zakat lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag Yaqut juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lembaga Amil Zakat Assalam Fil Alamin yang telah bersinergi dengan Pemerintah mengusahakan terbentuknya Kampung-Kampung Zakat di seluruh Indonesia.

Adapun Launching Kampung Zakat disaksikan Wakil Bupati Tanah Bumbu H Muh. Rusli, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin, Ketua Baznas Pusat KH Noor Ahmad, Ketua Yayasan Assalam Filalamin Komjen Pol (P) Syafruddin Kambo, Ketua Lazisnu PBNU Habib Ali Hasan, Ketua Lazis Assalam Fil Alamin Kalimantan Selatan H Sudian Noor, Waket II DPRD Tanbu Agoes Rahmadi dan anggota DPRD Tanbu yaitu Ketua DPC PKB Kabupaten Tanah Bumbu H. Hasanuddin, dan tamu undangan lainnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Perayaan Tahunan Pertanian Peternakan Regional Sosial Tanah Bumbu Transportasi Wabah

Update Harga Harian Daging, Bisa Lihat di Simponiternak ! DKPP Pemkab Tanbu, Tetap Beri Himbauan Waspadai Beli Sapi Tanpa Dokumen Lengkap dan Pemeriksaan Kesehatan Hewan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu (DKPP Kab Tanbu), melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, menyampaikan harga terupdate (terbaru) daging sapi.

Informasi harga menjadi salah satu aspek terpenting dalam pemasaran. Menghadapi gejolak harga yang terjadi, pemerintah daerah harus memiliki instrumen untuk memantau perkembangan pasar komoditas peternakan, melalui informasi harga dari seluruh wilayah.

Kepala DKPP Kab Tanbu, H Hairuddin diwakili oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Tanbu, Andrie Juniar Tenggara SP menyampaikan, update harga harian daging sapi sebenarnya tidak mencapai kisaran harga jual Rp 180 ribu rupiah, disamping itu harga jual daging sapi untuk masyarakat umum, kisaran Rp 160-170 ribu rupiah di pasaran.

“Menurut pantauan harga danging sapi, tertinggi di pasaran saat ini kisaran Rp 170 ribu rupiah. Harga daging ditentukan oleh Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, harga daging fluktuatif (keadaan atau kondisi yang tidak tetap atau berubah-ubah), kita kidak bisa menentukan,” katanya, Minggu (15/1).

List terupdate harga harian daging, Kab Tanah Bumbu Prov Kalimantan Selatan, selengkapnya bisa kunjungi di, http://simponiternak.pertanian.go.id/, (simponiternak, merupakan aplikasi yang mampu menginformasikan perkembangan harga berbagai komoditas peternakan dan menyajikan informasi harga komoditas peternakan secara otomatis sesuai kebutuhan).

Selain itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Tanbu menghimbau mesyarakat khususnya para pelaku usaha sapi, untuk tidak menerima sapi terutama dari luar wilayah Tanah Bumbu, tanpa adanya dokumen lengkap dan pemeriksaan dokter hewan, demi menjamin keamanan pangan, sapi harus dipastikan dalam kondisi berlabel sehat dan berlabel halal.

“Pastikan transaksi jual beli sapi, memiliki dokumen lengkap dan sudah melalui pemeriksaan dokter hewan, tetap berhati-hati dalam bertransaksi. Kini stok sapi jantan siap potong ada 355 ekor, di tambah kemaren masuk 11 ekor dari Sulawesi, kemudian hari ini menurut laporan akan datang lagi, 28 ekor dari Geronggang,” pungkas Andrie Juniar Tenggara SP. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Keagamaan Kesehatan Kriminal Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Perayaan Tahunan Pertanian Peternakan Regional Sosial Tanah Bumbu Transportasi

DKPP Bidang Peternakan Dan Kesehatan Hewan Tanah Bumbu, Tanggapi Melonjaknya Harga Daging Sapi

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu, (DKPP Kab Tanbu), Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, menerangkan kenaikan harga sapi di daerah.

Dalam skala nasional harga daging masih standar meski alami kenaikan yang signifikan, kebutuhan pokok pun juga melonjak di tahun 2023, kini harga daging sapi tak ingin kalah saing.

Menurut data statistik Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, terdapat sekitar 19 ribu kebutuhan sapi di masyarakat selama ini.

“Kalau untuk siap potong saya prediksi tetap aman saja dengan hasil survey di lapangan bagi para pendagang sapi maupun pengepul, tidak ada kekurangan,” ucap Kepala DKPP Kab Tanbu, H Hairuddin melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Tanbu, Andrie Juniar Tenggara SP, pada Kamis siang (12/1/2023) di Kantor DKPP Kab Tanbu.

Tidak hanya harga kebutuhan pokok seperti beras, cabai, dan BBM yang melonjak di tahun 2022-2023, harga daging sapi disebut mahal di kantong masyarakat.

“Kita lihat dari kebutuhan ekonomi lainnya, untuk harga daging memang kondisinya tidak bisa turun seperti sebelumnya, dari hasil rapat melalui Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) sudah kompak mengenai harga, kecuali untuk pelanggan seperti yang punya kebutuhan daging harian untuk dipasarkan kembali, di antaranya penjual bakso dan penjual pentol, nah baru dipatok harga Rp 140-160 ribu,” bebernya.

“Demikian untuk masyarakat umum dipatok harga Rp 160-180 ribu, tidak ada istilahnya dimahalkan, bahkan untuk stok perayaan hari raya besar nantinya bisa lebih mahal, pengaruhnya bukan dari stok sapi yang kurang, bahkan dari segi segala hal termasuk kondisi ekonomi secara global,” tambahnya.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Tanbu melanjutkan, harga standar daging ditentukan oleh APPSI, tidak ada tugas dan fungsi dari Pemkab Tanbu untuk mensuplay, mengontrol harga daging atau menyediakan kebutuhan daging sapi sendiri untuk masyarakat.

Di samping itu, Suraji selaku Pedagang Pentol, mengaku, telah menghabiskan 30 kilogram kebutuhan daging 2 kali dalam 1 minggu, itu pun sekali proses penggilingan daging, jika ditotal kocek yang dikeluarkan Suraji sebesar kurang lebih RP 8.400.000 ribu rupiah dalam seminggu.

Saat dikonfirmasi media, tanggapan mengenai kenaikan harga daging di tahun 2023, sambil tersenyum Suraji mengatakan selalu ada cara mendapat keuntungan dengan strategi jual ke pelanggan.

“Saya belanja daging seminggu dua kali, sekali beli satu kantongnya 5 kilogram dan saya beli 6 kantong sekali proses penggilingan sebanyak 30 kilogram, daging dijual ke saya dengan harga Rp 140 ribu perkilo nya, sampai sekarang saya masih bisa ambil keuntungan meski daging harganya mahal, kami para penjual pentol berharap harga daging bisa lebih murah, jika danging di pasaran harganya naik maka kami juga akan cari cara agar dagangan tetap laku dan kami tetap dapat keuntungan,” pungkas Suraji, Jumat (13/1). (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kesehatan Kriminal Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Perayaan Tahunan Pertanian Peternakan Regional Sosial Tanah Bumbu Transportasi

Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tanbu, Anjurkan Pedagang Potong Hewan Sesuai Syariat Halal

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Kepala DKPP Kab Tanbu, H Hairuddin melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Tanbu, Andrie Juniar Tenggara SP, menyampaikan kepada semua TPH (tempat pemotongan hewan) maupun RPH (rumah pemotongan hewan), sudah menghimbau mengenai kesehatan dan tata cara pemotongan hewan yang benar.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu, (DKPP Kab Tanbu), Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, menghimbau perugas pemotong sapi perhatikan cara halal.

“Kami himbau untuk pedagang, kita disini mayoritas muslim, pentingnya menjaga keamanan khususnya ternak sapi potong bukan hanya terjaminnya aman dan sehat saja, tapi juga dari segi halal penyembelihannya harus perhatikan,” katanya, Kamis siang (12/1/2023) di Kantor DKPP Kab Tanbu.

Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Tanbu, selalu siap melakukan pelayanan maupun pemeriksaan pada hewan ternak dan sudah menjadi keutamaan bagi tim petugas untuk menjaga pangan khususnya hewani aman di Bumi Bersujud.

Tidak makan keuntungan saja, namun pedagang diharapkan membiasakan diri menggunakan cara potong halal atau sesuai aturan syariat agama.

Di Negara Australia saja, Andrie Juniar Tenggara SP menceritakan bahwa, petugas pemotongan hewan disana menggunakan adab (kesopanan) syariat islami, dengan menjujung tata cara pemotongan hewan secara sah dan halal, bahkan menggunakan pakaian yang sopan untuk menghormatinya, padahal mayoritas penduduk Australia bukan umat beragama Islam.

“Potong lah hewan, dengan aturan pemotongan yang sah, secara syariat agama, apalagi mayoritas penduduk Tanah Bumbu adalah umat beragama muslim/Islam, untuk menjamin apa yang kita konsumsi itu sehat dan halal,” ujarnya.

Disamping itu, guna menjamin keamanan, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Tanbu menyarankan, pedagang sapi melakukan pemotongan hewan ke RPH, semua perlengkapan telah tersedia di sana.

Anjurkan melakukan pemotongan ke RPH dikarenakan RPH punya kelengkapan, baik cara penyembelihannya, dokter hewan maupun karantinanya.

“Pedagang sapi, kami himbau untuk melakukan pemotongan hewan ke RPH, semua TPH juga dianjurkan melakukan pemotongan ke RPH, disana dijamin lengkap,” imbuhnya.

Tak hanya itu, menegaskan kembali mengenai ijin pembelian maupun pengiriman hewan apalagi sapi harus melalui prosedur, semua persyaratan dokumen juga harus lengkap, demi menjaga keamanan.

“Misal pedagang membeli secara diam-diam, sapi masuk dari Pelaihari, masuknya sapi tersebut tanpa dibekali dokumen yang lengkap dan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu oleh petugas maupun dokter hewan dan langsung dipotong, harusnya pedagang melaporkan apapun kesulitan mereka, kita harus peka dan respon untuk menjaga bersama keamanan khususnya pangan hewani ini, disamping masih adanya wabah PMK,” tuturnya.

“Baik pedagang maupun TPH, demi keamanan, kami DKPP Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Bumbu selalu terbuka, tidak hentinya melakukan himbauan, petugas kami siap memeriksa kapan pun sapi datang atau untuk melakukan pemeriksaan kembali, kami selalu siap,” tutup Andrie Juniar Tenggara. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kriminal Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Perayaan Tahunan Pertanian Peternakan Regional Sosial Tanah Bumbu Transportasi

Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tanbu, Hasil Survey Stok Daging Sapi Aman

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Harga sapi merangkak naik per tahunnya, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan menjelaskan, kondisi survey di lapangan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu, (DKPP Kab Tanbu), Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, klarifikasi dan tegaskan bahwa stok daging tergolong aman.

“Pemkab Tanbu, tidak pernah menahan pengiriman sapi, alasan dibalik terkendalanya pengiriman sapi dari luar pulau seperti pulau Sulawesi dan pulau Madura, dikarenakan pengepul atau pedagang sapi dari wilayahnya belum memenuhi semua persyaratan sesuai aturan yang berlaku,” terang Kepala DKPP Kab Tanbu, H Hairuddin melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Tanbu, Andrie Juniar Tenggara SP, pada Kamis siang (12/1/2023) di Kantor DKPP Kab Tanbu.

Ditambah lagi ia mengatakan, kondisi wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) pada sapi, yangmana di luar pulau status wilayahnya masih zona merah.

Menurut hasil survey Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, stok sapi aman dan pedagang dipastikan tidak kekurangan sapi.

“Malam tadi kami perdana menerima kiriman sapi dari luar daerah, kami juga telah melakukan kunjungan kerja ke pedagang dan TPH (tempat pemotongan hewan) di Desa Maju Sejahtera, stok disana kurang lebih ada 40 ekor dari gunung, dan rata-rata pedagang daging sapi, menghabiskan 3 ekor dalam sehari, masih tergolong aman stok sapi,” bebernya.

Kondisi naiknya harga daging sapi, dipengaruhi faktor ekonomi, tak hanya kebutuhan akan konsumsi daging sapi yang harganya semakin naik, kebutuhan ekonomi seperti bahan pokok lainnya juga alami kenaikan signifikan.

“Tergantung tingkat ekonomi, secara nasional barang atau bahan pangan juga naik, begitu juga dengan pengeluaran. Untuk jual beli sapi pun menggunakan alat transportasi seperti bensin atau solar yang harganya pun kini naik, apalagi pengiriman sapi jalur luar pulau. Masyarakat khususnya para pedagang sapi juga tentunya punya kesepakatan harga jual,” pungkasnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kriminal Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Peternakan Regional Sosial Tanah Bumbu Transportasi

Wabah PMK Masih Mencekam, DKPP Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Himbau Waspadai Pembelian Sapi Tanpa Dokumen Lengkap

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Melalui surat edaran Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 25 Agustus 2022, dalam upaya pembebasan penyakit mulut dan kuku (PMK), telah dilakukan penanganan oleh Satuan Tugas (Satgas) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Prov Kalsel telah mendapatkan penghargaan menuju nol kasus dan penghargaan capaian vaksinasi PMK terbaik oleh Menteri Pertanian pada 19 Agustus 2022.

Disampaikan dalam data vaksinasi PMK yang telah mencapai 36.864 dosis atau 83,78%, dari total target vaksinasi tahap dua yaitu 44.000 dosis.

Meskipun begitu wilayah Kalsel perlu dilakukan langkah-langkah seperti penguatan surveilans (memastikan tidak adanya penambahan kasus baru), melakukan desinfeksi pada kandang HRP (kandang penampungan, rumah potong hewan dan sarana transportasi pengangkut HRP), serta melakukan pembukaan kembali lalu lintas HRP, dari dan ke wilayah Kalsel, baik melalui jalur darat, laut dan udara sesuai peraturan lalu lintas HRP.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu, (DKPP Kab Tanbu), Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, terus menghimbau pedagang maupun pengepul sapi, prioritaskan keamanan.

“Terkait untuk lalu lintasnya masuk ke Kabupaten Tanah Bumbu/dari pelabuhan Batulicin, malam tadi kami bersama petugas balai karantina hewan di lapangan, telah siaga untuk melakukan pengecekan sapi yang datang. Ada satu truk masuk dan menurut surat kirim jumlah sapi ada 39 ekor dengan tujuan Kecamatan Angsana, namun hanya terhitung 11 ekor,” ucap Kepala DKPP Kab Tanbu, H Hairuddin melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Tanbu, Andrie Juniar Tenggara SP.

Dikarenakan zona wilayah Tanah Bumbu adalah hijau, Satgas membangun sinergisitas bersama, melakukan pengawasan dan menjaga keamanan pangan khususnya hewani agar tetap aman.

“Kami juga harus memperhatikan label sehat dan label halal pada hewan,” katanya, Kamis siang (12/1/2023).

Mewaspadai wabah PMK pada hewan khususnya sapi, tak ubah seperti mewaspadai wabah Corona, hingga saat ini wabah PMK masih merebak dan belum usai.

“Bukan dari pihak pemerintah daerah yang menahan pengiriman sapi, memang ada prosedural yang mewajibkan pengirim harus memenuhi persyaratan, kita juga tidak mau kecolongan dengan masuknya sapi yang tidak sehat. Sapi yang masuk pun melalui prosedur karantina, ada 100 ekor sapi tertahan, karena persyaratan dokumen tidak lengkap dan tidak diijinkan masuk Tanah Bumbu, ada rekam mediknya dimana sapi memang sudah di vaksin, pedagang antar pulau tetap harus melengkapi dokumen, tugas kami lah memastikan keamanan,” terang Andrie J T.

Pemkab Tanbu, melalui DKPP Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, tak hentinya mewanti-wanti masyarakat khususnya para pelaku usaha sapi, untuk siaga melaporkan sapi yang datang, demi menjamin keamanan pangan bersama.

“PMK merupakan virus yang kita tidak mengetahui kapan berakhirnya, seperti virus Corona ini, kita selalu berhati-hati, PMK merupakan pandemi nasional, jelas ada himbauan turun ke pelaku usaha sapi, di lapangan kami berikan penjaminan adanya fasilitas pemeriksaan sapi oleh dokter hewan,” himbaunya.

“kami harap pedagang kooperatif (bekerjasama dengan pemerintah), terima petugas yang datang dengan baik, laporkan terkait apabila ada penyakit sapi maupun membeli sapi secara diam-diam dan tanpa adanya surat ijin, karena sangat berbahaya jika sapi dalam keadaan tidak aman atau tidak sehat, apalagi untuk dikonsumsi,” pungkas Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Tanbu. (narasinusantara.com/Aaron)