Kategori
Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Regional Sosial Tanah Bumbu Transportasi Wisata

Kabar Gembira, Tanah Bumbu Punya Wisata Baru Susur Sungai Mantewe

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Masyarakat Tanah Bumbu (Kab Tanbu), harus berbangga dengan adanya penemuan wisata baru, susur sungai kecamatan Mantewe dan akan segera diresmikan.

Kabar gembira ini menjadi santapan hangat di kalangan wisatawan, warga yang suka healing berlibur ke suatu tempat, maupun sekedar mencoba menambah eksperimen wisata di daerah.

Penemuan wisata baru yaitu susur sungai tersebut, rencananya akan diresmikan bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Kecamatan Mantewe pada Januari di hari Minggu ketiga.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporpar) Hamaluddin Taher menyampaikan, setelah ditelusuri di Kecamatan Mantewe yang letaknya tidak jauh dari wisata Goa Liang Bangkai, telah ditemukan tempat yang berpotensi menjadi wisata baru, yakni susur sungai seperti di daerah Loksado yang terkenal dengan bambu raftingnya.

“Perbedaannya, wisata baru di Tanah Bumbu ini memakai perahu karet dan ban, untuk melakukan kegiatan susur sungai sehingga wisatawan bisa bersentuhan langsung dengan air, sambil menikmati keindahan alam yang ada,” ujar Hamaluddin, di Kantor Bupati Tanah Bumbu, Selasa (10/1/2023).

Adapun nilai menarik dari wisata susur sungai tersebut diantaranya terdapat batu di dalam batu yang membentuk seperti ular, batu berbentuk menyerupai gelombang ombak, bunga melati jerman, dan disisi kanan kiri sungai tersusun batu-batuan secara alami.

“Berdasarkan hasil penelusuran secara langsung di lokasi, selama menyusuri sungai wisatawan juga dapat melihat hewan bekantan dan warik yang melintas dari satu pohon ke pohon lainnya,” bebernya.

Menarik lagi di tempat wisata itu juga terdapat outbound milik masyarakat, yakni alat penyebrangan menggunakan kotak kayu yang digantung dan bergerak dengan sistem kerek secara manual oleh manusia.

“Usai diresmikan secara simbolis nanti oleh Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar dan setelah dilangsungkannya rakor, pejabat lain juga diperbolehkan untuk merasakan susur sungai di tempat tersebut, menggunakan perahu karet yang disediakan,” pungkasnya.

Kepala Disbudporpar Tanbu menuai harapan, dengan kemunculan wisata baru di Kabupaten Tanah Bumbu tersebut, supaya dapat meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat sekitar, sehingga bisa meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Kriminal Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Bagai Gayung Bersambut, Permohonan Buku Layanan Poca Lapas Kelas III Batulicin, Ditanggapi Dispersip Tanbu

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dalam rangka pemenuhan hak baca Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lapas Kelas III Batulicin telah menggelar layanan pojok baca (Poca), Selasa (10/1/2023).

Kendati mengalami kendala, seperti jumlah buku bacaan yang masih terbatas, disamping melihat antusias WBP yang masih haus akan membaca, hal itu tidak menyurutkan semangat Lapas Kelas III Batulicin untuk tetap melakukan peningkatan pembinaan dan mendirikan layanan Poca Lapas Batulicin.

Sebagai angin segar, menemani di masa pidana WBP Lapas Kelas III Batulicin, telah disediakan fasilitas layanan Poca tersebut, dengan menghadirkan berbagai jenis buku seperti pembinaan kemandirian/kewirausahaan, keagamaan dan ragam lainnya.

Kepala Lapas Kelas III Batulicin, Bambang Hari Widodo, berterus terang meminta bantuan ke pihak Dispersip Kab Tanbu.

“Telah dilakukan, dari pihak Lapas Kelas III Batulicin, yang berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kab. Tanah Bumbu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, untuk permohonan pinjaman koleksi buku sebagai layanan pojok baca Lapas Batulicin, dan semoga segera terealisasi,” terangnya.

Kalapas Kelas III Batulicin berharap, pemerintah daerah turut mensupport, dengan memberikan bantuan buku untuk layanan Poca Lapas Batulicin.

“Semoga dalam waktu dekat bisa segera terealisasi,” harap Bambang.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Dispersip Kab Tanbu), menanggapi permintaan layanan Poca Lapas Kelas III Batulicin.

Bagaikan gayung bersambut, Kepala Dispersip Kab Tanbu, Yulia Rahmadhani melalui Sekretaris Dispersip Muhammad Saleh membenarkan, bahwa telah terjadi koordinasi antara dua pihak, yaitu Lapas Batulicin dan Dispersip Tanbu.

“Iya memang benar sudah ada masuk permohonan bantuan pinjam pakai buku, dari Lapas Kelas III Batulicin, permohonan bantuan tersebut telah kami sampaikan ke Perpusnas RI dan sudah ditindaklanjuti,” jelasnya, pada Selasa (10/1) Siang.

“Saat ini permohonan masih dalam proses, mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasikan. Dalam waktu dekat kami juga akan menjadwalkan layanan perpustakaan keliling,” pungkas Sekdin Perputakaan dan Kearsipan Daerah Kab. Tanbu. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Informasi Kalimantan Selatan NKRI Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Terapkan Wujud 8 Wajib TNI, Kopda Beni Listyo Bantu Anak Kartini Bisa Mengenyam Bangku Sekolah

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Sesuai dengan salah satu isi dari 8 Wajib TNI yakni membantu mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya, Kopda Beni Listyo, anggota Kodim 1022/Tanah Bumbu, melakukan aksi kemanusiaan dengan cara membantu seorang anak yang kurang mampu agar dapat bersekolah, Selasa (10/1/2023).

Cerita bermula dari sosok, Kartini (28 th) selaku warga Desa Sarigadung, keseharian Kartini yaitu penjual sayur keliling yang tinggal dirumah kontrakan bersama kedua orang anaknya.

Anak pertama Kartini, sudah masuk dalam usia sekolah namun dikarenakan terkendala faktor ekonomi, sehingga belum dapat merasakan bangku sekolah dan anak keduanya masih berusia balita.

Hal itu membuat Kopda Beni, merasa terpanggil nuraninya untuk membantu Kartini, agar anaknya Kartini yaitu Sapri (7 th) dapat bersekolah seperti anak-anak yang lainnya.

Sebagai langkah awal, Beni membelikan perlengkapan sekolah seperti pakaian 2 stel, tas, sepatu, buku dan alat tulis agar nantinya dapat dipergunakan untuk Sapri bersekolah.

Selain melengkapi keperluan sekolah, Kopda Beni membawa Sapri ke sekolah dasar terdekat untuk melakukan koordinasi dengan pihak sekolah.

Sehingga pada tahun ajaran mendatang, Sapri dapat bersekolah dengan bantuan dana dari anggota Kodim tersebut.

Rasa haru dan syukur disampaikan oleh Kartini, seorang ibu dengan 2 orang anak yang masih kecil tersebut, dirinya tidak menyangka anaknya akan segera bersekolah berkat bantuan dari anggota Kodim.

“Ulun (saya) mengucapkan terimakasih banyak kepada bapak dari Kodim yang telah membelikan perlengkapan sekolah, serta membantu dalam proses pendaftaran anak ulun, sebujurnya (sebenarnya) ulun kada (tidak) menyangka setelah lebaran anak ulun akhirnya kawa (bisa) sekolah” ujar Kartini.

Dalam keseharian, Kartini ditemani oleh anaknya Sapri berjualan sayur dengan cara berkeliling menggunakan sepeda, sambil menggendong anak keduanya yang masih berusia balita.

Hal tersebut yang membuat Beni terdorong untuk membantu keluarga ini.

Dandim 1022/Tnb, Letkol Inf Aldin Hadi,S.H.,M.Tr (Han) yang diwakili oleh Kapten Inf Wahyono, Pasiter Kodim membenarkan, jika memang ada salah satu anggotanya yaitu Kopda Beni Listyo, yang membantu anak kurang mampu agar dapat bersekolah.

“Sebagai wujud pengalaman salah satu 8 wajib TNI yakni mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya, Kopda Beni merasa terpanggil jiwanya kala melihat ada anak di usia sekolah yang ada didekat tempat tinggalnya, tapi karena terkendala faktor ekonomi belum dapat bersekolah, dengan mengetahui kondisi keluarga tersebut, dia membelikan perlengkapan sekolah serta berkoordinasi dengan pihak sekolah, agar pada tahun ajaran mendatang, anak tersebut dapat bersekolah seperti anak-anak lainnya,” tuturnya.

“Sebagai prajurit TNI, keberadaannya hendaknya dapat memberikan manfaat kepada seluruh pihak yang ada disekitarnya, hal ini ditunjukkan secara nyata oleh Kopda Beni, semoga hal tersebut dapat memberikan manfaat serta dapat diikuti oleh pihak lainnya,” pungkas Wahyono. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Jalankan Peran Tanggulangi Kesejahteraan Sosial, Sungai Loban Bentuk Karang Taruna Kecamatan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Sebagai melaksanakan peran, tugas dan fungsi karang taruna dalam penanggulangan kesejahteraan sosial di desa, diantaranya dalam penggunaan anggaran untuk kesejahteraan sosial serta mempunyai tugas dalam penentuan bantuan sosial (BLT) kepada masyarakat.

Kecamatan Sungai Loban membentuk karang taruna kecamatan, di Aula Kecamatan. Pembentukan karang taruna, dalam rangka penanggulangan kesejahteraan sosial dimasyarakat. Selasa (10/1/2023).

Adapun fungsi karang taruna yakni mencegah timbulnya masalah kesejahteraan sosial terutama generasi muda, menyelenggarakan kesejahteraan sosial meliputi rehabilitasi, perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan diklat setiap anggota masyarakat.

Pembentukan forum karang taruna kecamatan yang diikuti Karang Taruna desa se- Kecamatan Sungai Loban, dengan memilih ketua, sekretaris dan bendahara dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam karang taruna kecamatan.

Pengurus Forum Karang Taruna Kabupaten Rusniansyah, mengungkapkan karang taruna merupakan salah satu lembaga yang wajib dibentuk di desa.

“Karang taruna juga menumbuhkan, memperkuat dan memelihara kearifan lokal, serta memelihara dan memperkuat semangat kebangsaan dan Bhineka Tunggal Ika,” ujar Rusniansyah.

Camat Sungai Loban Agus Salim, melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Muhammad Zainuddin mengatakan, karang taruna merupakan ujung tombak dalam pembangunan dibidang seni budaya, olahraga, keagamaan didesa dan lainnya.

“Dengan diselenggarakan temu karya forum karang taruna ini, kinerja karang taruna desa, bisa lebih maksimal dan mampu bersinergi dengan perangkat desa dalam membangun desa, terkhusus pada pemanfaatan anggaran secara maksimal dalam penyelenggaraan kegiatan sosial dimasyarakat,” harapnya.

“Karang taruna bisa pro aktif dalam membantu masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan, dalam bidang sosial seperti memberikan informasi siapa saja masyarakat, yang layak diberikan bantuan seperti melakukan bedah rumah (rumah yang tidak layak huni), pemberian bantuan sosial (BLT),” pungkasnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bencana Alam Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Peternakan Regional Sosial Tanah Bumbu

Cabai Sumbang Angka Tinggi Inflasi Indonesia, Mencapai 5,51 Persen, Kementerian Pusat Gerakkan Menanam Cabai Kabupaten/Kota

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan, inflasi dari tahun 2021 ke tahun 2022, yang telah mencapai angka 5,51 persen per Desember 2022, di mana tercatat terjadi kenaikan sebanyak 0,66 persen dari bulan November 2022.

Perkembangan inflasi di Indonesia usai perayaan Natal dan Tahun Baru 2023, mengalami peningkatan pada komuditas cabai.

“Oleh sebab itu, ia menyampaikan beberapa upaya pengendalian yang dapat dilakukan, oleh pemerintah kabupaten/kota salah satunya yakni menciptakan kemandirian pangan,” ucapnya pada Senin (9/1/2023) saat rakor pengendalian inflasi di pusat.

Selain itu juga gagasan untuk mengurangi kegiatan impor bahan pangan dengan menciptakan barang substitusinya, seperti halnya dengan menggencarkan gerakan menanam cabai bersama.

Dalam rangka mendukung upaya pengendalian inflasi yang dilakukan dengan gerakan menanam, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengatakan di tahun 2022, telah menyumbangkan benih cabai di seluruh Indonesia sebanyak 10 juta.

Kemudian di tahun 2023, ia memprogramkan akan ada bantuan bibit cabai, sebanyak 34 juta untuk disebarkan di seluruh Indonesia dengan total pembagian setiap provinsi mendapatkan 1 juta benih cabai.

“Dengan adanya stok bahan pangan di wilayahnya masing-masing, dapat mengurangi kegiatan impor sehingga inflasi di daerah tersebut dapat teratasi, yang mana nantinya juga akan berpengaruh pada upaya penurunan inflasi di Indonesia,” harapnya.

“Pengendalian inflasi lainnya dapat dilakukan dengan memperkuat pengelolaan stok terutama pada komoditas volatile foods dan menjaga ketersediaan komoditas pangan, yang dihasilkan dari luar daerah melalui bekerjasama pengadaan pasokan antar provinsi,” pungkasnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Ekonomi Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kegemaran Membaca dan Literasi Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pendidikan Regional Sosial Tanah Bumbu

Lapas Kelas III Batulicin Tingkatkan Kualitas Pembinaan, Dirikan Layanan Pojok Baca Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Lapas Kelas III Batulicin, mendirikan layanan pojok baca, dalam rangka terus mendukung hak baca Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dan peningkatan kualitas pembinaan kepribadian WBP, Selasa (10/1/2023).

WB tampak antusias memilih buku bacaan yang disediakan di layanan pojok baca, yang dibuka mulai dari Senin sampai dengan Kamis, pukul 09.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita.

Fasilitas layanan pojok baca Lapas Kelas III Batulicin, diperuntukan untuk WB, disela menjalani masa pidana di Lapas Kelas III Batulicin.

“Jenis buku yang tersedia di layanan pojok baca sangat beragam, diantaranya buku-buku pembinaan kemandirian seperti kewirausahaan dan keagamaan yang secara selektif, disediakan oleh Jajaran Lapas Kelas III Batulicin, untuk pemenuhan hak baca dan peningkatan pembinaan kepribadian Warga Binaan Lapas Kelas III Batulicin”, ujar Tarsah. Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas III Batulicin.

Kepala Lapas Kelas III Batulicin, Bambang Hari Widodo, mengapresiasi layanan pojok baca yang dibuka jajaran pembinaan Lapas Kelas III Batulicin, dan berharap dapat memenuhi hak baca WB, dalam peningkatan layanan untuk WBP, yang ada di Lapas Kelas III Batulicin.

“Saya mengapresiasi layanan pojok baca yang dibuka jajaran Subsi Pembinaan, semoga dapat memenuhi hak baca warga binaan, dalam rangka meningkatkan layanan pemasyarakatan di Lapas Kelas III Batulicin,” paparnya.

Kalapas pun menyampaikan kendati jumlah buku bacaan masih terbatas, tapi antusias warga binaan sudah terlihat dalam pemanfaatan layanan pojok baca.

Hal selanjutnya, telah dilakukan pula Koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kab. Tanah Bumbu melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, untuk permohonan pinjamanan koleksi buku, untuk layanan pojok baca Lapas Batulicin, dan berharap agar segera terealisasi.

“Meskipun jumlah buku masih terbatas Alhamdulillah WB, antusias memanfaatkan layanan pojok baca ini, dan kamipun telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah untuk bisa mensupport, bantuan buku untuk layanan pojok baca di Lapas Batulicin, semoga dalam waktu dekat bisa segera terealisasi,” tuturnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Informasi Kalimantan Selatan Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Regional Sosial Tanah Bumbu

Bupati Tanbu Zairullah Minta SKPD sampaikan Program Inovasi saat Rakerda

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Dalam rangka mewujudkan visi menjadikan masyarakat Tanah Bumbu, mulia dan sejahtera. Bupati HM Zairullah Azhar didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) H Ambo Sakka, memimpin rapat koordinasi (rakor), persiapan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) SKPD Tahun 2023.

Rakor dilaksanakan bersama para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati di Batulicin, Senin (9/1/2023).

Dalam arahannya, Bupati HM Zairullah Azhar menekankan pentingnya Rakerda SKPD.

“Mari kita maknai Rakerda SKPD tersebut menjadi hal penting guna mempercepat akselerasi pembangunan di Bumi Bersujud,” kata Bupati.

Zairullah juga minta agar masing-masing SKPD menyampaikan program Inovasi yang dimiliki, setidaknya satu SKPD satu Inovasi yang menjadi unggulan.

“Rakerda jangan sampai menjadi hal normatif saja tetapi ada konsep inovatif yang memberikan akselerasi percepatan pembangunan di Bumi Bersujud Kabupaten Tanah Bumbu,” tutupnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Bisnis Ekonomi Informasi Kalimantan Selatan Nasional Pelayanan Masyarakat Pembangunan Pemerintahan Dan Desa Pertanian Regional Sosial Tanah Bumbu

Pemkab Tanah Bumbu Ikuti Jalannya Rakor Pengendalian Inflasi Secara Virtual TA 2023

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), menghadiri rapat koordinasi (rakor), terkait dengan pengendalian inflasi pada saat awal memasuki tahun 2023.

Berlangsungnya rakor diikuti Pemkab Tanbu, secara virtual melalui zoom meeting, di Digital Live Room lantai 4 Kantor Bupati Tanah Bumbu, Senin (9/1/2023).

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, memimpin secara langsung berjalannya rakor tersebut.

Dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik pusat, Menteri Perdagangan RI, Jam Datun Kejagung. Turut hadir juga, Satgas Pangan Polri, Menteri Pertanian, Gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia, beserta tamu undangan lainnya.

Pemkab Tanbu, mengikuti rakor diantaranya yaitu Asisten III bidang perekonomian dan pembangunan Riduan, Staf Ahli Mahriyadi Noor, dan Kepala BPS Tanah Bumbu Rudy nooryadi, dan Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kab. Tanbu.

Dalam sambutannya, Menteri Tito Karnavian menyampaikan, usai perayaan hari besar Natal dan tahun baru 2023, kini terjadi kenaikan inflasi yang mana itu, merupakan hal yang wajar karena permintaan bahan pangan juga meningkat.

“Perkembangan inflasi di Indonesia tahun 2022 terjadi di bulan Desember, yang mana pada bulan sebelumnya atau November, berada pada angka 5,42 persen, dan setelah terjadi kenaikan kini menduduki angka 5,51 persen hingga Januari 2023,” sampainya.

Melihat kondisi tersebut, dari tingginya angka penyumbang inflasi di Indonesia berasal dari komoditas cabai, pemerintah pusat mengharapkan seluruh kabupaten/kota, di Indonesia dapat melakukan upaya pengendaliannya dengan gerakan menanam cabai.

Menteri Tito Karnavian juga menambahkan, sesuai dengan pantauan sampai 6 Januari 2023, komoditas yang menyumbangkan kenaikan harga di Indonesia diantaranya cabai rawit yang mengalami kenaikan di 81 kabupaten/kota, namun juga terjadi penurunan di 42 kabupaten/kota.

“Selanjutnya, 72 kabupaten/kota menyumbang kenaikan harga beras, sekaligus terjadi penurunan di 90 kabupaten/kota, telur ayam ras mengalami peningkatan harga di 16 kabupaten/kota, serta penurunan di 206 kabupaten/kota, dan daging ayam ras di 118 kabupaten/kota, juga mengalami penurunan sekaligus terjadi kenaikan harga di beberapa daerah lainnya,” pungkasnya. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Hukum Dan Ham Informasi Kalimantan Selatan Kriminal Tanah Bumbu

Sidang Kasus Pembunuhan Ibu dan 2 Anak di Tanah Bumbu, Jaksa Tuntut Mati Terdakwa

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Sidang kasus pembunuhan ibu dan anak, warga Desa Saring Sungai Bubu, Kecamatan Kusan Tengah Kabupaten Tanah Bumbu.

Agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batulicin, Senin (9/1/2022).

Dalam tuntutannya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tanbu, yang dibacakan Rizki Purbo Nugroho selaku JPU, di depan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batulicin, terdakwa atas nama M Iyan dituntut hukuman maksimal yaitu mati.

Sekitar pukul 14.00 WITA, Senin (9/1/2023), Majelis Hakim PN Batulicin yang dipimpin oleh Satriadi selaku ketua, Domas Manalu dan Fendi Setian selaku anggota, memasuki ruang sidang.

Tak berselang lama, JPU maupun pihak keluarga korban pembunuhan ibu dan anak juga memasuki ruang sidang.

Sesaat, terdakwa M Iyan dengan dikawal dua anggota polisi berseragam lengkap, berbekal senjata laras panjang dibawa untuk duduk di kursi pesakitan.

Majelis Hakim PN Batulicin kemudian meminta JPU untuk membacakan isi tuntutan terhadap terdakwa.

Sebelum membacakan tuntutan, JPU lebih dulu membacakan dakwaan.

JPU Kejari Tanbu dengan tegas menyampaikan ke Majelis Hakim PN Batulicin, bahwa pembunuhan yang dilakukan terdakwa sangat sadis.

Lebih lagi, dua korban keganasan terdakwa merupakan anak dibawah umur berusia 4 dan 6 tahun.

Menurut dia, terdakwa secara sadar dan berencana telah melakukan pembunuhan secara sadis, untuk itu dikenakan pasal 340 KUHP.

Kemudian, sambung dia terdakwa juga patut dijerat pasal 338 KUHP serta Undang-Undang Perlindungan Anak, lantaran dua korban masih berusia dibawah 18 Tahun.

Lebih parah, atas perbuatannya terdakwa tidak menunjukkan rasa penyesalan atau pun menyampaikan permintaan maaf dan berniat melakukan perdamaian dengan pihak keluarga korban.

Atas dasar tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanbu, menuntut terdakwa MI dengan hukuman mati.

Diluar ruang sidang, JPU Kejari Tanbu, Rizki Purbo Nugroho membeberkan, selama proses pemeriksaan, penyidikan hingga sidang tidak ada hal yang meringankan terdakwa.

“Hingga hari ini tidak ada penyesalan dari terdakwa atas perbuatannya. Permintaan maaf maupun upaya perdamaian kepada keluarga korban,” geram dia.

Sebabnya, menurut dia, tuntutan mati terhadap terdakwa dinilai sangat patut diberikan.

“Selain membunuh seorang ibu, terdakwa juga membunuh dua anak berusia 4 dan 6 tahun, sehingga mengakibatkan hilangnya satu generasi. Jadi, hukuman mati sangat pantas,” tegas dia.

Usai sidang, suami sekaligus ayah korban, terus menangis dan mengungkapkan sepakat dengan tuntutan JPU.

“Anak saya ada dua dan keduanya dibunuh terdakwa Iyan, saya menuntut agar dia dituntut mati,” ucap dia sambil menangis.

Dikatakan dia, saat kejadian tidak ada di rumah karena ada keperluan di Kota Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah.

“Saya dikabari oleh satu keluarga dan hati saya langsung hancur mendengar kabar duka tersebut,” lirih dia.

Diakui dia, mengenal sosok terdakwa lantaran bertetangga dan tidak ada masalah sebelumnya.

“Setiap saya berangkat kerja selalu saya tegur terdakwa Iyan ini, namanya juga bertetangga,” ingat dia.

Sebelumnya, warga Desa Saring Sungai Bubu Kecamatan Kusan Tengah Kab. Tanbu, digegerkan lantaran korban Nor Laila (39) bersama dua anaknya berusia 4 dan 6 tahun, bersimbah darah dengan luka sayatan di sekujur tubuh, Kamis (2/6/2022) siang.

Saat ditemukan bersimbah darah, korban masih dalam kondisi hidup, hingga dilarikan ke rumah sakit setempat.

Tak lama berselang, ketiga korban akhirnya meninggal dunia akibat pendarahan hebat.

Petugas Resmob Satreskrim Polres Tanbu, kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan sadis, hingga akhirnya pelaku tertangkap.

Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pembelaan terdakwa, dijadwalkan akan digelar di PN Batulicin pada Senin (16/1/2023) mendatang. (narasinusantara.com/Aaron)

Kategori
Uncategorized

Pengrajin Tenun Pagatan Ingin Semua Masyarakat Bangga Memakai Tenun Sebagai Budaya Leluhur Tanah Bumbu

NARASINUSANTARA.COM, BATULICIN – Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di bidang Craft Tenun Pagatan, tetap optimis perkenalkan tenun sebagai budaya leluhur yang disukai seluruh kalangan.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, terus berupaya mendukung kreatifitas para pelaku seni dan usaha tenun khas Pagatan Kab. Tanbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia.

Sebagai budaya asli dan sudah turun temurun, kerajinan khas kain tenun Pagatan, memiliki daya tarik tersendiri di hati masyarakat.

Peminat kain tenun Pagatan, terus bertambah setiap tahunnya, hal ini menjadi jamuan positif bagi para pelaku usaha UMKM tenun di daerah khususnya Kota Pagatan.

Asal muasal, menurut informasi, tenun Pagatan muncul bersamaan dengan kedatangan para perantau Bugis pada pertengahan abad ke-18. Di Provinsi Kalimantan Selatan sendiri, budaya tenun sudah ada sejak zaman kerajaan Dipa, Amuntai saat masih berdiri di Kalimantan Selatan. Hal tersebut dapat di deteksi dari naskah tutur candi yang menceritakan proses menenun.

“Kami Alhamdulillah dengan diberinya masukan-masukan dari Pemerintah Daerah, tenun Pagatan sudah mulai menggeliat dan mulai bagus namanya di pasaran masyarakat,” ujar Abdul Aziz selaku Pelaku UMKM tenun Pagatan.

“Budaya leluhur, tenun Pagatan adalah warisan turun-temurun dan kami merupakan generasi bergerak di bidang pengembangan, yang lebih menggunakan teknik fleksibel seperti memakai ATBM (alat tenun bukan mesin),” tuturnya.

Asisten Administrasi Umum, Andi Aminuddin kepergok, mengunjungi stand pengrajin tenun Pagatan pada awal pembukaan pesta rakyat Batulicin Festival pekan lalu , sempat tertangkap media, sosok Asisten III Bidang Administrasi Umum tersebut, tak hanya melihat kerajinan tenun, Aminuddin memborong beberapa kain tanun dengan merogoh kocek hingga jutaan rupiah.

“Pada ajang pameran khusus, tidak semena kami menjual harga 100 %, namun tujuannya kami adalah mencoba memperkenankan budaya tenun Pagatan, secara langsung kepada masyarakat. Maka nya kami bawa alat saat pameran, sehingga bisa mengenalkan langsung bagaimana prosesnya orang menenun, dan masyarakat tau mengapa hasil produk tenun bisa dijual mahal,“ terang Aziz.

“Tenun telah melalui, 17 proses tahapan, tidak hanya di kancah daerah namun juga nasional hingga internasional, kami ingin memperkenalkan budaya tenun kepada para wisatawan, kami harap bisa lebih menenunkan masyarakat,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, tugasnya selaku pengrajin tenun Pagatan, bisa mencetak sumber daya manusia/penenun dari generasi baru. Mengajarkan pencinta tenun supaya memiliki kreatifitas dan produk selalu upgrade mengikuti perkembangan jaman modern.

“Karena dengan begitu, bisa membuka niat dan minat masyarakat, agar lebih tertarik pada tenun dan tenun tidak dinilai kaku modelnya atau dianggap kuno ketinggalan zaman. Sasaran pasar kita dahulu, adalah orang tertentu yang suka dan langganan beli kain tenun, sekarang sasaran pasar yang kami harapkan dari kalangan bawah hingga keatas bisa menyukai dan menikmati karya tenun. Kami ingin tenun bisa menjadi, budaya masyarakat Tanah Bumbu dan bangga memakainya,” tutup Abdul Aziz.

Disamping itu, tenun tradisional di pasaran dengan bandrol minimal kisaran harga Rp. 1 jt rupiah, tentu ada harga yang sesuai untuk menjaga khas ketradisionalan kain tenun.

Pemkab Tanbu memotivasi para pelaku tenun dan menggerakkan melalui ATBM, tujuannya agar memudahkan pelaku UMKM tenun mendapat cara praktis dalam pemesanan tenun, sehingga hasilnya bisa lebih cepat dan lebih akurat untuk pelanggan.

“Kain dan baju tenun di Dekranasda ini punya titipan para pengrajin, rata-rata pengrajin tenun dari Desa Mudalang Kecamatan Pagatan, peminatnya ada, hanya saja masih jarang. Terlihat kualitasnya bagus, harga tergantung dari pengrajin, misal seperti tenun jenis Hem laki-laki, jas, blazer, outer, kain tenun, bisa kena bandrol harga kisaran Rp. 300 ribu rupiah hingga harga Rp. 550 ribu rupiah,” kata Mei Tri Ilmi selaku Staf Dekranasda Kab Tanbu, pada Senin (9/1/2023). (narasinusantara.com/Aaron)