Bawaslu Tabalong Luncurkan Pusat Literasi Demokrasi Terintegrasi “NGOPI DULU”

3 Menit Baca


NARASUNUSANTARA.COM, TANJUNG – Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tabalong, Agus Salim, S.Sos., resmi membentuk Tim Kerja Efektif untuk mengimplementasikan aksi perubahan organisasi berjudul “NGOPI DULU” (Ngobrol Pintar Demokrasi dan Ulasan Pemilu). Inovasi ini bertujuan mengoptimalkan Pusat Edukasi dan Literasi Terintegrasi guna menyediakan wadah edukasi partisipatif bagi masyarakat, Mahasiswa, dan pemilih pemula di Kabupaten Tabalong.
Agus Salim mengatakan, inovasi “NGOPI DULU” diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan berdiskusi mengenai demokrasi serta kepemiluan secara lebih terbuka dan mudah diakses. “Insyaallah dalam waktu dekat, Bawaslu Tabalong dijadwalkan meluncurkan program “NGOPI DULU” sekaligus melakukan uji coba diskusi secara luring,” ucap Agus.
Masa implementasi proyek ini berlangsung selama dua bulan, terhitung sejak 24 September hingga 24 November 2026 di Kantor Bawaslu Tabalong. Sebagai langkah awal, tim langsung menggelar Rapat Koordinasi Perdana pada Senin, 28 September 2026, untuk mematangkan kalender kerja jangka pendek. Proyek yang menjadi bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VIII Tahun 2026 ini dibimbing langsung oleh Dra. Raden Roro Eka Rini Nurhayati, M.Si. selaku Coach dan T.Dahsya Kusuma Putra, M.AP, selaku Mentor.


Eksekusi gerakan ini dibagi ke dalam tiga kelompok kerja yang bergerak simultan. Sub-Tim I merumuskan regulasi dan Standard Operating Procedure (SOP) Pelayanan Satu Pintu, Sub-Tim II menata fisik kantor untuk menyatukan Pojok Pengawasan, Ruang Baca, dan Studio Podcast, serta Sub-Tim III memproduksi konten kehumasan dan video teaser. Selain agenda diskusi luring, kegiatan perdana nanti juga akan dirangkai dengan perekaman perdana di studio podcast bersama perwakilan pelajar dan mahasiswa setempat.
Inovasi lokal melalui fasilitas studio podcast dan ruang baca terintegrasi ini juga sejalan dengan komitmen penguatan kapasitas jajaran pengawas di tingkat pusat. Bawaslu sendiri tengah menggulirkan Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2 berdasarkan Surat Edaran Ketua Bawaslu RI No. 23 Tahun 2026. Gerakan transformatif yang dihimpun dari 552 Instansi Bawaslu seluruh Indonesia (38 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota) ini bertujuan membangun ekosistem kolaborasi pengetahuan berskala nasional demi menyongsong pengawasan Pemilu 2029 yang modern dan akuntabel.
Melalui metode Video-Based Learning (VBL), materi pembelajaran tingkat kabupaten/kota dalam program nasional tersebut berfokus pada inovasi lokal, penegakan teknis, serta operasional lapangan. Materi ini mencakup 7 klaster utama, mulai dari desain sistem pemilu, tata kelola tahapan, hingga inklusivitas pemilu dan transformasi digital seperti optimalisasi Siwaslu dan teknik patroli siber. Adanya wadah literasi “NGOPI DULU” di Tabalong diharapkan dapat mendukung terciptanya konten-konten edukasi berbasis studi kasus nyata (empiris) yang selaras dengan arah kebijakan digital kelembagaan tersebut.

Bagikan Artikel Ini