NARASINUSANTARA.COM, TANAH BUMBU — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Selatan sejak Sabtu (5/9/2026) diduga merupakan hasil dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang kembali digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Kalsel.
Dalam operasi ini, sebanyak 1 ton garam halus jenis Natrium Klorida (NaCl) ditabur ke langit utara Kalsel untuk mempercepat pembentukan hujan buatan.
Berita ini sebelumnya telah diberitakan oleh media lokal Kalsel.daily dan Kalselmaju.com pada 17 hingga 23 jam lalu.
OMC Kembali Digelar 5-8 September 2026. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, menjelaskan penyemaian bahan ke awan potensial kembali dilakukan sejak Senin pagi. “Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menyelenggarakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan Selatan mulai Sabtu (5/9/2026),” ujarnya.
Operasi ini merupakan gabungan kerjasama yang dilakukan oleh pihak, BPBD Kalsel, BNPB, dukungan teknis BMKG dan operator teknis penerbangan PT. Milan. Pelaksanaan OMC di Kalsel dijadwalkan berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 5-8 September 2026.
Pada sorti pertama Sabtu sore, pesawat khusus PK-SNK yang lepas landas dari Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, mengangkut sekitar 1 ton garam halus berukuran mikro untuk disemai di awan-awan potensial.
Tujuan: Cegah Karhutla dan Kabut Asap
Tujuan utama OMC kali ini adalah menstimulasi hujan buatan guna menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), membasahi lahan yang mengering, serta mengurangi dampak kabut asap tebal yang sempat mengganggu penerbangan.
Lokasi target penyemaian difokuskan pada wilayah yang terdeteksi memiliki pertumbuhan awan Cumulus berdasarkan pantauan BMKG. Di antaranya wilayah utara Kalsel seperti Tabalong dan Hulu Sungai Tengah, serta kawasan selatan seperti Tanah Laut dan Tanah Bumbu.
“Penyemaian garam dilakukan di awan-awan potensial di bagian utara Kalsel,” tambah Ronny.
Hujan Turun di Sejumlah Wilayah Terdampak Kemarau
Upaya penyemaian garam ini mulai menunjukkan hasil. Hujan dilaporkan turun di beberapa wilayah terdampak kemarau panjang.
Berdasarkan pantauan, hujan dengan intensitas tinggi turun di Hulu Sungai Tengah, Tabalong, dan Tapin. Sementara itu gerimis juga sempat membasahi kawasan Golf Landasan Ulin, Banjarbaru, sore tadi.
Kabupaten Hulu Sungai Utara dan sekitarnya juga menjadi salah satu wilayah yang diguyur hujan setelah operasi dilakukan.
Sempat Tertunda Karena Cuaca Kering
Operasi ini sebenarnya sudah pernah berjalan pada Juli 2026. Namun sempat terhenti lebih dari satu bulan karena kondisi atmosfer kering dan tidak adanya bibit awan hujan.
Kini dengan adanya pertumbuhan awan potensial, BNPB dan Pemprov Kalsel kembali mengoptimalkan OMC sebagai langkah mitigasi bencana.
Langkah ini diharapkan dapat menekan titik api Karhutla di Bumi Lambung Mangkurat dan menjaga kualitas udara tetap baik selama musim kemarau. (ANN)
